NovelToon NovelToon
Milik Sang Mafia Seutuhnya

Milik Sang Mafia Seutuhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.

Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.

Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.

Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpisahan yang Menyayat Hati

Matahari sore mulai meredup, menyisakan semburat jingga keunguan di ufuk barat pelataran helipad pribadi mansion Cyrillus. Setelah berjam-jam mempersiapkan segala kebutuhan Yorinka untuk perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan menuju Rusia, momen yang paling dihindari oleh sepasang suami istri itu akhirnya tiba juga.

Angin kencang yang dihasilkan oleh putaran baling-baling helikopter militer Cyrillus mulai menerpa gaun hamil tebal yang dikenakan oleh Yorinka, menciptakan atmosfer perpisahan yang kian terasa nyata dan kaku.

​Dalam perjalanan jauhnya kali ini, Yorinka tidak akan sendirian. Sisi protektif Zeus memastikan bahwa kenyamanan istrinya tetap terjaga sepenuhnya. Yorinka ditemani oleh bi Maria yang selalu memberikan perhatian hangat, serta dua pelayan muda yang setia, Shela dan Vica.

​Di tengah ketegangan yang menyelimuti area helipad, Shela yang memiliki sifat ceria namun terkadang sedikit sembrono terlihat sibuk merapikan koper-koper kecil berisi perlengkapan bayi ke dalam bagasi helikopter, hampir saja menjatuhkan tas medis khusus milik Vlad jika Vica tidak dengan sigap menangkapnya. Vica, yang tak kalah ceria namun jauh lebih hangat dan cekatan, memberikan senyuman menenangkan kepada Yorinka, mencoba mengusir kabut ketakutan yang menggelayuti wajah nyonya muda mereka.

​Yorinka berdiri membeku di dekat pintu helikopter, menatap lurus ke arah dada bidang Zeus. Di lubuk hatinya yang paling dalam, sifat manja dan hangat wanita itu berontak hebat. Ia benar-benar merasa tidak rela untuk melangkah pergi dan meninggalkan Zeus sendirian di tengah medan perang yang penuh desing peluru ini. Namun, logikanya kali ini menampar kesadaran Yorinka,  ia tahu betul bahwa semua ini dilakukan demi keamanannya sendiri beserta janin di dalam kandungannya.

​Zeus terpaksa mengambil keputusan ekstrem ini karena menyadari dengan sangat pahit bahwa Yorinka adalah satu-satunya kelemahan terbesar dalam hidupnya saat ini. Di dunia mafia yang kejam, memiliki kelemahan sama saja dengan menyerahkan kepala pada musuh. Mau tidak mau, Yorinka menekan egonya dalam-dalam. Dia tidak boleh bersikap egois yang justru bisa membahayakan nyawa suaminya. Lagipula, kata-kata Zeus di kamar tadi masih terngiang jelas, pria itu sudah mengikat janji suci atas nama Cyrillus bahwa dia pasti akan menjemputnya nanti setelah seluruh badai pemberontakan ini usai.

​Di bawah kendali penuh Vlad, semua proses evakuasi ini berjalan dengan sangat lancar tanpa ada satu pun hambatan. Vlad berdiri di dekat pintu kokpit, mengenakan mantel parit hitamnya dengan ekspresi yang tenang, memastikan seluruh koordinat penerbangan rahasia menuju Saint Petersburg telah terenkripsi dari radar klan William. Josh juga berdiri tidak jauh dari sana,  tangan kanan Zeus yang kejam itu mempertahankan wajahnya yang datar bagai papan, mengawasi helipad bersama puluhan pasukan bersenjata lengkap demi mencegah adanya serangan fajar dari musuh.

​Melihat semua persiapan telah matang, Yorinka menarik napas dalam-dalam. Sisi cerianya tenggelam oleh rasa haru, namun ia memantapkan hatinya. Yorinka memilih untuk mengalah pada keadaan dan bertekad untuk menjadi seorang istri sekaligus calon ibu yang baik selama masa pengasingannya di Rusia. Wanita itu berjanji pada dirinya sendiri bahwa selama berada di bawah pengawasan Vlad, ia akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak membuat masalah atau kecerobohan sekecil apa pun yang bisa menjadi bumerang bagi perjuangan Zeus di masa depan suatu saat nanti.

​Zeus melangkah maju, memangkas jarak yang tersisa di antara mereka. Sifat kasarnya luruh sepenuhnya, digantikan oleh dominasi pesona yang teramat intens. Pria kejam itu menarik pinggang Yorinka dengan satu tangan kekarnya, lalu merengkuh tubuh istrinya dalam sebuah pelukan perpisahan yang sangat erat, seolah ingin menyatukan detak jantung mereka sebelum terpisahkan jarak ribuan mil.

​Setelah melepaskan pelukannya secara perlahan, Zeus menangkup wajah Yorinka, lalu memberikan sebuah ciuman hangat yang teramat dalam di bibir ranum istrinya. Ciuman itu tidak lagi dipenuhi oleh gairah hot seperti malam lalu, melainkan sarat akan rasa protektif, janji setia, dan rasa takut kehilangan yang teramat pekat.

​Malam ini, Zeus tidak banyak bicara. Ia menolak mengeluarkan untaian kata-kata perpisahan yang formal yang hanya akan memperpanjang kesedihan mereka. Namun, dari sorot mata elangnya yang tajam dan berkilat emosional, sudah ketahuan dengan sangat jelas jika di dalam hatinya yang terdalam, Zeus sama sekali tidak ingin melepaskan tubuh Yorinka dari jangkauan lengannya.

​"Pergilah. Jaga anak kita baik-baik di sana" bisik Zeus dengan nada suara yang teramat rendah sambil menyentuh kening Yorinka dengan dahinya sejenak

​Yorinka mengangguk pelan dengan mata yang berkaca-kaca. Yorinka benar-benar harus mengerti situasi saat ini.

"Kamu juga... harus tetap hidup, Zeus. Jangan sampai terluka lagi" balas Yorinka bergetar menahan isak tangis

​Setelah berpamitan dengan berat hati kepada Zeus, Yorinka akhirnya melangkah naik ke dalam kabin helikopter dibantu oleh bi Maria yang langsung mendekap bahunya dengan hangat. Shela dan Vica segera menutup pintu kedap udara helikopter, menguncinya dengan rapat dari dalam.

​Tidak butuh waktu lama bagi mesin helikopter untuk menderu lebih keras. Perlahan namun pasti, burung besi yang dinaiki oleh Yorinka mulai terangkat naik ke udara, bergerak naik meninggikan posisi sebelum akhirnya terbang melesat pergi meninggalkan area mansion mewah Cyrillus. Helikopter itu kian mengecil di langit sore, membawa pergi seluruh kehangatan yang selama ini mewarnai hari-hari Zeus.

​Kepergian helikopter itu secara instan meninggalkan kabut kesedihan dan ruang kosong yang teramat hampa di dalam dada Zeus. Pria dominan itu tetap berdiri tegak di tengah landasan, menengadah menatap langit kosong dengan rahang yang mengatup rapat dan kepalan tangan yang mengeras hingga buku-buku jarinya memutih. Aura kejamnya kembali bangkit secara perlahan, menyelimuti tubuhnya dengan hawa membunuh yang pekat.

​Dom yang sejak tadi berdiri beberapa langkah di belakang Zeus, memperhatikan perubahan aura sahabatnya tersebut. Sifat tengil dan usil Dom yang biasanya selalu muncul untuk menggoda Zeus, kini sengaja ia simpan rapat-rapat. Dom tahu betul bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda. Langkah kakinya bergerak maju, lalu dengan gerakan seorang sahabat sejati yang kejam namun penuh solidaritas, Dom menepuk bahu tegap Zeus seraya menenangkannya dari gejolak emosi.

​"Dia sudah aman sekarang, Zeus. Vlad tidak akan membiarkan sebutir debu pun menyentuh istrimu di Rusia" ujar Dom dengan nada suara yang santai namun sarat akan ketegasan seorang mafia

"Sekarang, bagian terbaik dari tugas kita sudah menanti" ucapnya

​Zeus tidak menoleh, namun matanya yang sewarna elang kini memancarkan kilat kekejaman yang absolut, memantulkan sisa cahaya jingga yang mulai tenggelam ditelan malam. Rasa sedih atas perpisahan sementara itu langsung ia konversikan menjadi energi kemarahan yang destruktif.

​"Ya" sahut Zeus dingin, suaranya terdengar sangat formal dan kaku bagai es yang membeku

"Bawa saya kembali ke ruang kerja" perintah

​Josh yang mendengar perintah tersebut langsung membalikkan tubuhnya dengan posisi takzim.

"Siap, tuan Zeus. Seluruh data koordinat pergerakan klan William sudah siap dieksekusi" lapornya

​Dengan kepergian Yorinka ke tempat yang aman, tidak ada lagi rantai tersembunyi yang mengikat pergerakan sang iblis Cyrillus. Untuk saat ini, di dalam mansion yang kembali sunyi dan dingin itu, Zeus, Dom, dan Josh hanya akan fokus pada satu hal, yaitu perang berdarah habis-habisan untuk memusnahkan klan William dan sekutunya hingga ke akar-akarnya tanpa menyisakan belas kasihan sedikit pun.

🔪🔪🔪

Yorinka pergi mas mafia kembali ke habitat aslinya guys.🤭

1
223
suka
Jessica Xie
Tolong thu istrinya disembuhkan dari masa traumanya biar ngak terus kepikiran ucapan si tunangan palsunya mas Zeus
Jessica Xie
jujur sama yorinka baru ada gunanya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
Jessica Xie
si Dom ini suruh Zeus jangan bersikap lembut malah dia yang bersikap lembut ke Yorinka🙄
Jessica Xie
si Dom keqnya menyamar jadi sekutu ngak sih
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya
Jessica Xie
yang kubaca koq nampaknya si Dom keq manipulatif banget sih
Potatoes 🥔
Licik banget mas mafia 🤣 ada2 aja 🤣
Potatoes 🥔
Takut diculik sama kamu Domi🤭
Potatoes 🥔
Kejam banget hukumannya
Sumawita
yorinka di lawan👍👍👍
Sumawita
suka bangett dengan peran wanita nya
Sumawita: pasti suka kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!