NovelToon NovelToon
Tirai Sutra Tuan Muda Cang

Tirai Sutra Tuan Muda Cang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Kultivasi
Popularitas:394
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

Klan Jenderal Cang yang agung berdiri di ujung jurang kehancuran. Titah rahasia Kaisar Yan telah turun, mengincar nyawa setiap anggota keluarga yang memegang kendali militer. Sebagai pewaris tunggal, Cang Qixuan memilih jalan yang paling dibenci dunia demi menyelamatkan klannya: menjadi sampah. Ia menenggelamkan diri dalam lautan arak, judi, dan wanita, menghamburkan emas kekaisaran seolah debu. Di balik cemoohan rakyat dan tawa meremehkan musuh-musuhnya, Qixuan merajut Jaring Bayangan. Setiap keping emas yang ia lempar di rumah bordil adalah investasi intelijen; setiap aib yang ia ciptakan adalah perisai pelindung. Berawal dari kultivasi yang hancur, ia memanjat kembali dari dasar jurang kekuasaan, menelan penghinaan untuk kelak menelan seluruh Kekaisaran Yan.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29 akuisisi paksa ranah Domain Bumi dan runtuhnya Matahari Benua Tengah

Angin senja di atas ibukota Jinling mendadak berhenti berhembus. Waktu seakan membeku. Di luar perlindungan *Formasi Tirai Sutra Emas*, ribuan mayat tanpa kepala dari Pasukan Bintang Jatuh telah berdebum menghantam bumi, darah mereka meresap ke dalam tanah gersang, meninggalkan keheningan absolut yang jauh lebih menakutkan daripada suara ledakan meriam.

Di angkasa, Jenderal Huangpu Ye berdiri sendirian. Jubah emas putihnya yang melambangkan keagungan Sekte Titah Langit kini terasa seperti kain kafan yang menyedihkan. Pasukannya musnah dalam kedipan mata. Naga-naga tunggangannya membelot demi segenggam pil. Kereta perangnya hancur berantakan di pegunungan.

Bagi seorang ahli ranah *Domain Bumi (Earth Realm)* tahap awal, ini bukanlah sekadar kekalahan militer. Ini adalah penghancuran total terhadap ego, harga diri, dan fondasi Dao yang telah ia bangun selama ratusan tahun di Benua Tengah.

"Kau..." Suara Huangpu Ye terdengar bergetar. Bukan karena takut, melainkan karena amarah yang telah melampaui batas kewarasan. Wajah tampannya terdistorsi menjadi seringai iblis. Urat-urat nadi di dahi dan lehernya menonjol, berdenyut memancarkan cahaya keemasan.

*BZZZZZT!*

Fluktuasi energi yang luar biasa masif meledak dari dalam tubuh sang Jenderal. Udara dalam radius puluhan kilometer berderit nyaring. Langit yang mulai menggelap seketika kembali terang benderang, diterangi oleh cahaya emas yang sangat menyilaukan dari tubuh Huangpu Ye.

"Cang Qixuan! Kau pikir trik siluman dan kekayaan kotor bisa mengalahkan kekuatan absolut?!" raung Huangpu Ye, mengangkat tombak emas raksasanya ke udara.

Ruang dimensi di sekelilingnya mulai retak. Dari dalam Dantiannya, sebuah wilayah kekuasaan absolut memancar keluar, menelan segala hukum alam fana dan menggantikannya dengan hukum yang ia ciptakan.

*Domain Bumi: Taman Makam Tombak Dewa Matahari!*

Seketika, ilusi optik yang mengerikan tercipta di angkasa Jinling. Langit berubah menjadi hamparan padang pasir emas yang membara. Jutaan tombak cahaya tertancap di udara, memancarkan hawa panas yang melampaui inti magma. Gravitasi di dalam area domain tersebut meningkat seribu kali lipat, mengunci setiap molekul udara, memaksa siapa pun yang berada di dalamnya untuk berlutut dan hangus menjadi abu.

Di dalam menara, Shen Feiyan dan Putri Yan Ling mundur beberapa langkah. Meskipun mereka terlindungi oleh formasi sutra, tekanan visual dan spiritual dari sebuah Domain Bumi sejati membuat jiwa mereka bergetar.

"T-Tuanku!" Shen Feiyan memperingatkan dengan nada panik. "Itu adalah Domain Bumi murni! Di dalam wilayah itu, dia adalah tuhan! Setiap tombak cahaya itu memiliki kekuatan setara dengan serangan penuh ahli Jiwa Baru puncak!"

Cang Qixuan, yang masih berdiri di balkon, hanya menyeringai kecil. Ia merentangkan tangannya, dan sebilah kipas giok baru meluncur dari lengan bajunya, menggantikan kipasnya yang hancur.

"Mo Chen, tetap di tempatmu. Jaga para wanita ini agar tidak pingsan ketakutan," perintah Qixuan santai.

"Tuanku, biarkan hamba yang menguji kedalaman Domain-nya terlebih dahulu," Mo Chen melangkah maju dari bayangan, pedang hitamnya berdengung haus darah.

"Tidak perlu," Qixuan melangkah melewati batas perlindungan *Formasi Tirai Sutra Emas*, membiarkan tubuhnya melayang keluar, langsung masuk ke dalam jangkauan Domain Bumi milik Huangpu Ye. "Ini adalah transaksi bisnis tingkat direksi. Bawahan tidak perlu ikut campur."

Begitu tubuh Qixuan memasuki wilayah *Taman Makam Tombak Dewa Matahari*, suhu yang mampu melelehkan baja spiritual langsung menyergapnya. Gravitasi seribu kali lipat mencoba meremukkan tulang-tulangnya.

Namun, Qixuan tidak berlutut. Ia tidak bahkan tidak berkeringat.

Di dalam Dantiannya, miniatur *Jiwa Baru Kegelapan*-nya membuka mata. Setengah langkah kultivasi Qixuan yang telah menyentuh batas ranah Domain Bumi kini diaktifkan. Tiga elemen purba—Bumi, Air Kegelapan (Yin), dan Api Inti Bumi (Yang)—berputar membentuk pusaran perlindungan absolut di bawah kulitnya. Hawa panas dari domain Huangpu Ye langsung diserap oleh elemen Apinya, sementara gravitasi ekstrem dinetralkan oleh fondasi elemen Bumi purbanya.

Qixuan berjalan di udara, melangkah santai melewati jutaan tombak cahaya yang mengambang, layaknya seorang bangsawan yang sedang berjalan-jalan di taman bunga.

"Domain yang cukup terang. Tapi desain interiornya sangat monoton," Qixuan mengejek, suaranya menggema di seluruh wilayah kekuasaan Huangpu Ye. "Apakah Sekte Titah Langit tidak mengajarimu estetika? Emas memang berharga, tapi menumpuknya seperti ini hanya terlihat norak."

Huangpu Ye membelalakkan matanya. Ruang kekuasaan mutlaknya... diabaikan?!

"Mati kau, Lintah Darat!" Huangpu Ye tidak membuang waktu untuk berbicara lagi. Ia mengayunkan tombak utamanya.

*SYUUUT! SYUUUT! SYUUUT!*

Seketika, sepuluh ribu tombak cahaya emas yang mengambang di sekeliling Qixuan melesat menembus ruang hampa, membidik setiap titik vital di tubuh pemuda itu. Kecepatan tombak-tombak itu melampaui kilat, dan lintasannya dikunci oleh hukum Dao sang jenderal. Mustahil untuk dihindari. Mustahil untuk ditepis.

Qixuan tidak menghindar. Ia tidak mencabut senjata. Ia hanya mengangkat tangan kirinya, menghadapkannya ke arah datangnya hujan tombak pembawa maut tersebut.

"Seni Menelan Langit: Lubang Hitam Keputusasaan."

*DZHUUUUMMM!*

Sebuah pusaran gravitasi berwarna hitam legam sebesar rumah meledak dari telapak tangan Qixuan. Pusaran itu tidak memancarkan cahaya, melainkan menelan segala spektrum warna di sekitarnya.

Sepuluh ribu tombak cahaya emas yang setara dengan sepuluh ribu serangan ahli Jiwa Baru itu menghantam pusaran hitam tersebut. Alih-alih meledak, tombak-tombak itu tersedot masuk bagai lidi yang dilemparkan ke dalam badai topan raksasa. Suara derak kehancuran bergema saat hukum Dao milik Huangpu Ye digiling dan dihancurkan secara brutal oleh elemen campuran di dalam *Lubang Hitam* Qixuan.

Qixuan mengibaskan tangannya, membubarkan pusaran tersebut. Sedikit asap keluar dari ujung jarinya, tetapi ia sama sekali tidak terluka.

"Serangan yang mengesankan. Kepadatan qi-nya lumayan," Qixuan mengangguk-angguk menilai. "Sayangnya, energi itu terasa sangat murah. Seperti barang palsu yang diproduksi massal."

"Kau... kau menyerap seranganku di dalam Domainku sendiri?!" Huangpu Ye nyaris kehilangan akal sehatnya. Di dalam Domain Bumi, energi musuh seharusnya tertekan hingga sepuluh persen, sementara energi pemiliknya berlipat ganda! Bagaimana mungkin pemuda fana ini bisa menggunakan teknik sedahsyat itu tanpa terpengaruh hukum penekanan?!

"Domainmu didasarkan pada elemen api dan logam murni," Qixuan menjelaskan dengan santai, seolah sedang memberikan kuliah umum. "Kebetulan, lambungku sangat kebal terhadap makanan pedas. Sekarang, giliranku untuk menunjukkan padamu investasi yang sebenarnya."

Qixuan merapatkan kedua telapak tangannya. Matanya yang berwarna amber-emas sepenuhnya berubah menjadi hitam kelam seperti jurang kosmik.

"Tumbuhlah, pohon uangku."

*BLAARRR!*

Energi Yin purba (Air Kegelapan) yang telah lama Qixuan kumpulkan meledak keluar. Energi itu tidak menyebar, melainkan meresap langsung ke dalam hamparan ilusi padang pasir emas milik Huangpu Ye.

Seketika, suhu panas di dalam Domain itu anjlok drastis. Dari bawah pasir emas ilusi, ribuan sulur berwarna hitam pekat berduri es bermunculan, menjalar dan melilit jutaan tombak cahaya yang ada di sana. Sulur-sulur es hitam itu menyedot energi dari tombak emas tersebut, merusak hukum Dao matahari yang diciptakan Huangpu Ye, lalu mengubahnya menjadi bunga-bunga teratai hitam yang mekar di udara.

Dalam hitungan detik, *Taman Makam Tombak Dewa Matahari* milik sang jenderal telah diinvasi secara paksa (hostile takeover) dan diubah menjadi *Taman Teratai Hitam Pembeku Jiwa*.

"Invasi Domain?!" Huangpu Ye menjerit tertahan, memuntahkan darah emas dari mulutnya. Invasi Domain hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang fondasi hukum alamnya jauh lebih purba dan lebih berat dari pemilik aslinya! Ini berarti, pemahaman Dao pemuda ini melampaui dirinya!

"K-Kau... kau sebenarnya berada di ranah apa?!" Huangpu Ye berteriak panik, meronta untuk melepaskan diri saat sulur-sulur teratai hitam mulai merambat ke arah kaki dan tombaknya.

"Di dunia bisnis, kita tidak pernah mengungkapkan total aset kita yang sebenarnya kepada pesaing," Qixuan melesat maju. Kecepatannya di dalam domain yang telah ia manipulasi itu melampaui batas kecepatan suara.

Dalam sekejap mata, Qixuan sudah berada tepat di hadapan Huangpu Ye.

Huangpu Ye, didorong oleh insting bertahan hidup tingkat tinggi, segera menusukkan tombaknya ke arah dada Qixuan. "Mati!"

Namun Qixuan hanya memiringkan tubuhnya sedikit, membiarkan mata tombak itu melewati bahunya dengan jarak kurang dari satu milimeter. Pada saat yang bersamaan, tangan kanan Qixuan yang dibalut oleh *Api Inti Bumi* menghantam tepat di tengah dada berlapis zirah emas sang jenderal.

*KRAAAAK!*

Zirah tingkat Surga yang diproduksi oleh Sekte Titah Langit itu penyok parah. Hantaman elemen bumi yang dipadatkan dengan api tersebut meremukkan tulang rusuk Huangpu Ye. Sang Jenderal terlempar ke belakang layaknya meriam yang ditembakkan, memuntahkan darah yang langsung menguap di udara, dan menabrak salah satu ilusi pilar di ujung domainnya.

"Ugh... Ahh!" Huangpu Ye merintih kesakitan. Ia mencoba berdiri, menggunakan tombaknya sebagai penopang. Ketakutan yang amat sangat akhirnya menembus dinding kesombongannya. Pemuda ini bukan manusia. Dia adalah monster purba yang menyamar dalam wujud fana!

Menyadari ia tidak bisa menang dalam pertarungan normal, mata Huangpu Ye memancarkan kegilaan putus asa. Ia menggigit ujung lidahnya, menyemburkan esensi darah murninya ke atas mata tombak emasnya.

"Bocah! Jangan kira kau sudah menang!" raung Huangpu Ye, auranya kembali meledak, kali ini dengan warna merah darah yang mengerikan. Ia membakar esensi nyawa dan fondasi Domainnya sekaligus! "Pengorbanan Titah Langit! *Avatar Kaisar Penghancur Bintang*!"

Tubuh Huangpu Ye mengering dengan cepat, sementara darahnya melesat ke langit, membentuk proyeksi raksasa setinggi tiga ratus meter. Proyeksi itu berwujud seorang dewa perang bermata tiga yang memegang tombak trisula. Tekanan dari proyeksi itu begitu kuat hingga ruang dimensi di sekitarnya benar-benar hancur, memunculkan celah-celah hitam (spatial rifts) yang menyedot awan ke dalam kehampaan.

Bahkan dari balik Formasi Tirai Sutra Emas, rakyat Jinling yang melihat proyeksi dewa perang raksasa itu jatuh pingsan karena jiwa mereka tidak sanggup menahan terornya.

"Aku akan menghancurkan benuamu, ibukotamu, dan dirimu menjadi ketiadaan!" Avatar dewa perang itu bersuara dengan gabungan ribuan gemuruh guntur. Tombak trisula raksasanya diangkat tinggi-tinggi, siap diturunkan untuk membelah Benua Timur menjadi dua.

Shen Feiyan menjerit dari dalam menara. "Tuanku! Itu adalah serangan bunuh diri tingkat Domain Bumi! Ia membuang seluruh kultivasinya untuk satu serangan fisik absolut! Anda tidak bisa menyerapnya! Kapasitas Dantian Anda akan meledak!"

Qixuan mendongak menatap dewa perang raksasa yang menutupi langit itu. Angin badai merobek ujung lengan bajunya. Wajahnya diterangi oleh cahaya kehancuran dari tombak trisula tersebut.

Bukannya mundur, Qixuan justru tersenyum lebar. Tawa gila meluncur dari bibirnya, sebuah tawa yang merendahkan segala bentuk pengorbanan dramatis.

"Membakar nyawamu untuk menghancurkan rumahku?" Qixuan menggelengkan kepala. "Jenderal, kau merusak properti tanpa izin, dan sekarang kau ingin melakukan vandalisme skala benua? Hukum ekonomi menyatakan, setiap tindakan yang merugikan harus dikompensasi secara setara."

Tombak trisula raksasa itu mulai meluncur turun, membawa kekuatan kiamat.

Qixuan tidak merapal mantra. Ia tidak mengeluarkan pusaka pertahanan. Tangan kirinya bergerak ke balik jubahnya, dan dengan gerakan santai, ia melemparkan sekeping koin berwarna hitam ke udara.

*Koin Timbangan Surga.*

Koin peninggalan era primordial itu melayang tepat di atas kepala Qixuan, berputar dengan kecepatan lambat. Saat trisula kiamat itu berjarak kurang dari seratus meter dari kepala Qixuan, energi *Inti Emas Kegelapan* Qixuan disuntikkan seluruhnya ke dalam koin tersebut.

"Pertukaran Setara Absolut," titah Qixuan, suaranya mengandung hukum yang jauh lebih tua dan lebih murni dari pada Titah Langit. "Ubah seluruh energi kinetik, qi pembunuh, dan massa serangan ini... menjadi emas murni."

*TIIIIING!*

Suara dentingan koin kecil itu menggema, anehnya mampu membungkam deru kiamat di sekitarnya.

Sebuah gelombang riak hukum alam memancar dari Koin Timbangan Surga. Cahaya keemasan yang tenang menyapu trisula raksasa dan Avatar dewa perang yang sedang menukik turun tersebut.

Pemandangan yang melampaui logika dunia kultivasi terjadi.

Tombak trisula yang terbuat dari energi penghancur tingkat tinggi itu... membeku. Cahaya mematikannya meredup. Aliran energinya mengeras, memadat, dan berubah warna menjadi kuning mengkilap.

"A-Apa... Apa yang terjadi pada Avatarku?!" jerit Huangpu Ye dari bawah, memuntahkan darah saat koneksi jiwanya dengan serangan pamungkasnya diputuskan secara paksa.

Dalam tiga tarikan napas, seluruh Avatar Dewa Perang setinggi tiga ratus meter beserta trisula kiamatnya... telah berubah sepenuhnya menjadi patung emas murni yang padat. Serangan magis telah dipaksa bertransformasi menjadi materi fisik fana!

Karena kehilangan daya dorong spiritualnya dan kini memiliki massa jutaan ton emas padat, patung raksasa itu kehilangan gaya angkatnya di udara. Patung itu jatuh dengan kecepatan terminal, namun lintasan jatuhnya diubah oleh sedikit manipulasi gravitasi dari Qixuan, mengarah langsung ke pegunungan kosong di luar perbatasan Jinling.

*BLLLLLAAAMMMMMMM!!!!*

Patung emas raksasa itu menghantam deretan pegunungan, menghancurkan beberapa puncak bukit, dan tertanam dalam di bumi, menciptakan gempa bumi skala kecil yang menggetarkan seluruh benua.

Itu bukan lagi sebuah serangan. Itu adalah monumen emas terbesar di dunia, hadiah gratis dari langit untuk perbendaharaan Kamar Dagang Katak Emas.

Keheningan mutlak kembali menyelimuti langit. Domain ilusi pasir emas milik Huangpu Ye hancur berantakan karena kehabisan sumber daya, mengembalikan pemandangan langit senja Jinling yang indah.

Di udara, Huangpu Ye melayang dengan kondisi yang mengenaskan. Tubuhnya kurus kering karena telah membakar esensi darahnya. Zirahnya hancur. Ia menatap Qixuan dengan pandangan kosong. Akal sehatnya telah hancur lebur. Serangan pamungkas pengorbanan nyawanya... diubah menjadi bongkahan emas rongsokan oleh sekeping koin?!

Qixuan menangkap kembali Koin Timbangan Surga yang jatuh dari udara, mengelapnya sedikit, lalu menyimpannya.

"Terima kasih atas donasi aset berharganya, Jenderal," Qixuan tersenyum hangat, melayang perlahan mendekati Huangpu Ye yang sudah tidak berdaya. "Patung itu akan terlihat sangat bagus jika diletakkan di alun-alun kotaku sebagai simbol betapa dermawannya tamu dari Benua Tengah."

"M-Monster..." bisik Huangpu Ye, air mata keputusasaan mengalir dari matanya. "Kau melanggar hukum surga... Sekte Titah Langit... Kaisar Surgawi... mereka akan memburumu..."

"Oh, aku sangat menantikan kedatangan mereka," Qixuan mencengkeram leher Huangpu Ye. "Tapi sebelum itu, mari kita lihat rahasia apa yang disembunyikan oleh sekte sombongmu itu. Di dunia bisnis, informasi orang dalam (insider trading) adalah kunci untuk akuisisi yang sukses."

Mata Qixuan berubah menjadi jurang kegelapan. Ia tidak membunuh Huangpu Ye, melainkan menancapkan kelima jarinya ke ubun-ubun sang jenderal.

"Seni Menelan Langit: Pembongkaran Jiwa."

Bukannya menyerap kekuatan, Qixuan menggunakan tekniknya untuk secara brutal merobek pertahanan mental Huangpu Ye, menelusuri setiap keping memori, kode rahasia, peta Benua Tengah, letak perbendaharaan, hingga kelemahan para petinggi Sekte Titah Langit.

Jeritan Huangpu Ye terdengar sangat memilukan saat ingatannya dikuras habis-habisan. Matanya memutih, busa keluar dari mulutnya. Bagi seorang kultivator, kehilangan rahasia Dao dan sekte jauh lebih menyiksa daripada kehilangan nyawa.

Setelah lima menit penyiksaan mental absolut, Qixuan melepaskan cengkeramannya. Ia membiarkan tubuh cacat Huangpu Ye—yang kini kultivasinya telah hancur dan otaknya kosong melompong—jatuh ke arah hutan di bawah.

Qixuan menutup matanya sejenak, memilah lautan informasi baru yang baru saja ia jarah. Senyum di wajahnya semakin lama semakin lebar, hingga berubah menjadi tawa panjang yang menggetarkan udara.

"Menarik... sangat menarik!" Qixuan membuka matanya, kilatan ambisi gila menyala terang. "Sekte Titah Langit, Aliansi Sembilan Matahari, Istana Naga Purba... Benua Tengah ternyata bukan hanya sebuah tempat; ia adalah pasar monopoli raksasa yang dikendalikan oleh para 'Kaisar Langit'. Mereka menyerap pajak upeti dari seluruh dunia, menimbun kekayaan di balik tembok keilahian mereka."

Qixuan menoleh ke arah Menara Teratai Emas. Ia menjentikkan jarinya, dan seketika ia berteleportasi kembali ke balkon menara, mendarat dengan elegan tanpa sehelai rambut pun yang berantakan.

Shen Feiyan, Yan Ling, dan Mo Chen langsung bersujud di hadapannya. Mereka baru saja menyaksikan penaklukan seorang ahli Domain Bumi dengan cara yang paling tidak masuk akal dalam sejarah. Mengubah serangan dewa menjadi bongkahan emas. Tuan Muda mereka benar-benar telah melampaui batasan makhluk fana.

"Tuanku... Anda tidak terluka?" tanya Yan Ling dengan suara bergetar.

"Hanya sedikit lelah berhitung," Qixuan mengibaskan tangannya, berjalan melewati mereka menuju meja pualam.

Ia memanggil sebuah peta holografik raksasa menggunakan ingatannya yang baru. Peta itu menampilkan kontur Benua Tengah—wilayah yang seratus kali lebih luas dari gabungan Benua Timur dan Benua Atas. Peta itu dipenuhi oleh titik-titik sekte raksasa, jalur perdagangan urat bumi, dan benteng-benteng melayang.

"Shen Feiyan, Hong Lian, Leng Yue," panggil Qixuan dengan nada yang sangat serius, membuat ketiga bawahannya—serta Mo Chen—segera merapat ke meja.

"Perluas produksi *Meriam Kiamat Timbangan Surga*. Jangan buat lima ribu, buat lima puluh ribu unit," perintah Qixuan, menunjuk ke arah peta Benua Tengah. "Eksploitasi seluruh tambang spiritual di Benua Timur dan Atas. Bangun armada perang yang sanggup menutupi langit. Aku ingin seluruh persiapan selesai dalam waktu enam bulan."

Shen Feiyan menelan ludah. "E-Enam bulan, Tuanku? Itu sangat singkat. Apakah kita akan melakukan invasi militer langsung ke Benua Tengah?"

"Invasi militer?" Qixuan tertawa sinis, matanya mengunci letak ibukota Sekte Titah Langit di tengah peta. "Feiyan, kau harus berhenti berpikir layaknya jenderal barbar. Kita tidak akan menginvasi mereka."

Pemuda berjubah hitam itu meletakkan Koin Timbangan Surga di tengah-tengah peta holografik tersebut. Koin itu berputar, memancarkan dominasi yang akan segera meruntuhkan tatanan dunia.

"Kita akan melakukan pembukaan cabang bisnis baru," Qixuan menyeringai, sebuah senyuman yang menjanjikan kiamat bagi para dewa kolot. "Aku akan memperkenalkan Benua Tengah pada konsep kebangkrutan yang sistematis, inflasi yang membunuh, dan pengambilalihan paksa aset spiritual. Kita akan membeli surga mereka, dan membuat para dewa itu menyewa kembali rumah mereka dari kita dengan harga nyawa."

Panggung untuk babak akhir telah disiapkan. Setelah meruntuhkan tembok arogansi Benua Atas, sang Dewa Kekayaan kini mengarahkan sempoa berdarahnya langsung ke jantung surga. Badai kapitalisme yang sesungguhnya baru saja dimulai, dan kali ini, tidak ada satu pun dewa di Benua Tengah yang sanggup membayar harga perlindungan mereka dari amukan Tuan Muda Cang Qixuan.

1
Sang Alang
cerita sebagus ini koq kurang peminatnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!