NovelToon NovelToon
KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan telah mencapai puncak alam surgawi dan hanya selangkah lagi naik ke alam dewa. Namun saat ia mencoba kembali ke Bumi demi menebus hutang karma kepada kedua orang tuanya, tubuh fananya justru terhempas ke tengah badai kehampaan dimensi.

Dan ketika ia membuka matanya kembali…

Bumi yang ia kenal telah berubah menjadi dunia dungeon dan para hunter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teknik Jiwa

Kendaraan taktis lapis baja itu kembali membelah jalanan malam, melaju dengan kecepatan tinggi menuju kordinat Gate berikutnya. Di dalam kabin, udara terasa jauh lebih berat dari sebelumnya. Keenam prajurit elit Tim Delta duduk kaku, tak ada satu pun yang berani menatap langsung ke arah Wu Xuan yang sedang membersihkan bilah pedangnya dengan sapu tangan sutra.

Wu Xuan menghentikan gerakannya. Ia mengangkat pandangannya, menyapu wajah-wajah tegang di sekelilingnya.

"Untuk Gate selanjutnya," ucap Wu Xuan santai, memecah keheningan yang mencekik. "Kalian tunggu saja di luar barikade."

Pemimpin regu Tim Delta tersentak. "T-Tapi Tuan Muda, Nyonya Besar memerintahkan kami untuk—"

"Aku tidak butuh pengawal yang hanya berdiri menonton," potong Wu Xuan, nadanya datar namun mematikan. "Dari pandangan sistem Tower primitif ini, poin pengalaman (EXP) dari monster yang kubunuh akan didistribusikan secara otomatis kepada seluruh anggota party yang berada di dalam area yang sama, bahkan jika kalian tidak mengayunkan pedang sama sekali."

Wu Xuan menyarungkan pedangnya dengan bunyi klik yang tajam. "Itu mencuri waktuku. Kehadiran kalian hanya akan menurunkan efisiensi dan kecepatanku dalam leveling. Tetap di luar, atau aku akan menganggap kalian sebagai hama yang menghalangi pertumbuhanku."

Keenam prajurit itu menelan ludah. Mereka ingin mendebat, harga diri mereka sebagai hunter profesional sedikit tersengat, namun bayangan tebasan yang membelah leher Goblin Jawara tadi langsung mengunci pita suara mereka. Pemuda ini benar. Mereka hanyalah beban yang akan menyerap EXP secara cuma-cuma.

Xu Xin menghela napas pelan. Ia tahu ia tidak bisa mengendalikan pemuda yang sedang duduk di depannya ini.

"Baiklah, Tuan Muda," ucap Xu Xin mengalah. "Tapi tolong, jangan memaksakan diri. Jika ada kejanggalan atau mutasi bos di dalam sana, segera keluar. Kami akan bersiaga tepat di depan portal."

Wu Xuan hanya tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengatakan bahwa ancaman sebenarnya adalah diri sendiri, bukan monster ataupun tower.

Mobil berhenti. Mereka telah tiba di kordinat Gate Rank E kedua, yang terletak di sebuah area pabrik terbengkalai.

Seperti sebelumnya, puluhan staf Wu Imperial Guild sedang berjaga. Saat Wu Xuan turun dari mobil, pandangan sinis, keraguan, dan penghinaan kembali menghujani dirinya dari sudut-sudut mata para pekerja. Mereka belum mendengar berita tentang rekor waktu dari Gate sebelumnya. Di mata mereka, Wu Xuan masihlah pangeran cacat yang hanya mencari sensasi di bawah ketiak asisten ayahnya.

Wu Xuan berjalan lurus menuju pusaran kelabu itu.

"Buka barikadenya. Aku masuk," perintah Wu Xuan pelan.

"Tunggu, Tuan Muda, tim pengawal belum masuk formasi—" seorang teknisi berseru panik saat melihat Tim Delta justru berdiri diam di belakang mobil.

Namun Wu Xuan tidak mempedulikannya. Tanpa rasa takut sedikit pun, tanpa mengenakan sepotong pun armor sihir, pemuda berpakaian hitam itu melangkah menembus pusaran dimensi itu... sendirian.

Di luar, para staf dan peneliti terbelalak. Masuk ke Dungeon seorang diri dengan status non-kombatan adalah tindakan bunuh diri yang paling murni!

Di dalam Gate, udara berbau belerang kembali menyengat hidung. Lanskapnya adalah reruntuhan kota kuno yang ditumbuhi lumut beracun.

Dari balik puing-puing batu, puluhan pasang mata merah menyala menatap ke arah penyusup tunggal tersebut.

"Goblin lagi," gumam Wu Xuan, tersenyum bosan.

Ia perlahan menarik pedang jiwanya. Bilah baja itu bergetar, seolah merindukan rasa kematian yang baru saja ia cicipi. Bagi Wu Xuan, membantai mereka satu per satu adalah hal yang membuang waktu. Ia membutuhkan pembantaian berskala besar.

Mata hitam kecoklatannya berkilat. Niat Pedang tingkat pembentukan Qi adalah batas fisik dari energi yang ia miliki saat ini, tapi ia masih memiliki ingatan akan hukum alam semesta yang lebih tinggi.

"Mari kita uji seberapa tangguh firewall dari sistem rendahan ini," batin sang mantan Dao Agung.

Wu Xuan mengangkat pedangnya setinggi wajah, menunjuk ke arah langit dimensi yang gelap. "Teknik Dao Kematian: Bangkitlah!!."

Seketika, ruang di sekitarnya bergetar hebat.

BIP! BIP! BIP!

Retina mata Wu Xuan memerah saat antarmuka Sistem Tower muncul dengan peringatan kesalahan yang sangat agresif.

⁠[ERROR! ERROR! Peringatan Anomali!]⁠

⁠[Konsep 'Dao' tidak dikenali dalam parameter algoritma dimensi ini! Tower melarang Hukum Dao!]

⁠[Tindakan melanggar hukum Tower. Hukuman mematikan aliran energi permanen...]⁠

Sistem buatan Dewa Luar itu berusaha menekan hukum yang tidak ia pahami, mencoba mengunci aliran energi Wu Xuan untuk membatalkan teknik tersebut.

Namun, Wu Xuan hanya tertawa dingin. Tawa seorang kaisar yang melihat seorang pengemis mencoba menutup gerbang istananya.

"Mematikan aliran energi?" bisik Wu Xuan, matanya menyala dengan warna emas gelap. "Kau pikir kau siapa?"

DING!

Garis kode emas dari Akar Spiritual Perpustakaan miliknya meledak dari dalam kesadarannya, menerjang maju layaknya pasukan kavaleri yang meruntuhkan benteng pertahanan sistem Tower. Sistem Wu Xuan melakukan peretasan, mengoyak, dan menimpa peringatan merah dari Sistem Tower dalam hitungan detik.

⁠[Sistem Akar Spiritual: Menimpa Otoritas Lokal.]⁠

⁠[Protokol Enkripsi Ditembus. Memasukkan Bypass Hukum Dao ke dalam data pribadi.]⁠

⁠[Sukses: Otoritas Staf Menara (Level Staff) Diberikan Sementara.]⁠

Peringatan merah itu hancur menjadi debu digital. Sistem Tower seketika tunduk pada level otoritas sang tiran.

Wu Xuan tersenyum lebar. Ia memutar pedang jiwanya, lalu menancapkan ujung bilahnya ke tanah berbatu. Melalui Dao Kematian dan Bakat Pengendali Jiwa, ia menarik keluar energi penderitaan yang telah ia kumpulkan dari Gate sebelumnya.

"Bangkitlah... pasukanku."

WUSSS!

Udara di dalam reruntuhan itu mendadak menjadi sangat dingin hingga embun beku terbentuk di udara. Dari bayangan pedang hitam yang tertancap di tanah, jiwa-jiwa kelam menyembur keluar layaknya asap tebal dari neraka.

Asap-asap hitam itu memadat, membentuk entitas fisik berupa bayangan berwujud goblin. Sepuluh jiwa terpadat yang ia panen sebelumnya—dibatasi hanya sepuluh karena kapasitas Qi tubuhnya saat ini—kini berdiri mengelilingi Wu Xuan.

Mereka bukanlah tengkorak atau zombi busuk. Mereka adalah bayangan dengan mata biru menyala, memancarkan aura kematian yang murni. Dan yang berdiri di paling depan, memegang kapak bayangan raksasa, adalah jiwa dari Bos Goblin Jawara. Monster yang dulu menjadi bos, kini hanyalah anjing peliharaan yang menunduk setia pada tuannya.

"Bantai mereka," perintah Wu Xuan dengan satu jentikan jari. "Panen jiwanya untukku."

Sepuluh bayangan hitam itu melesat maju dengan kecepatan yang melampaui wujud biologis mereka saat masih hidup. Karena mereka tidak memiliki organ atau beban fisik, mereka bergerak seperti kilat pembawa maut.

Jeritan ngeri meledak di seluruh penjuru reruntuhan. Pasukan bayangan itu menerjang kawanan Mutan Goblin yang masih hidup, mencabik daging mereka, memenggal kepala mereka, dan merobek formasi mereka dalam hitungan detik. Goblin Jawara bayangan mengayunkan kapaknya, membelah tiga goblin sekaligus menjadi kabut darah.

Setiap kali monster itu mati, Wu Xuan melangkah maju, pedangnya menghisap benang-benang jiwa yang baru, memperkuat legiunnya yang tersimpan di dalam bilah.

[Notifikasi Tower: Level Up! Saat ini Level 3.]

Di kejauhan, dari atas puing-puing bangunan, lima goblin archer mulai menembakkan batu ketapel beracun ke arah Wu Xuan.

Wu Xuan bahkan tidak berhenti berjalan. Ia mengangkat pedangnya, menebas udara kosong ke arah para penembak jitu yang berjarak puluhan meter darinya.

Sring!

Bilah energi hitam melesat keluar. Namun kali ini, tebasan itu tidak bergerak lurus. Tebasan itu telah diinfus oleh sebagian jiwa di dalam pedangnya. Bilah Qi itu berbelok di udara layaknya rudal pencari panas, menghindari pilar-pilar batu, lalu menghantam kelima goblin archer itu secara beruntun, membelah tubuh mereka dari pinggang hingga putus.

[Notifikasi Tower: Level Up! Saat ini Level 4.]

Pertarungan ini sama sekali tidak bisa disebut pertarungan. Ini adalah pemanenan. Pembantaian sepihak dari seorang kaisar yang sedang berjalan-jalan di kebun belakang rumahnya.

Wu Xuan berjalan perlahan di tengah hujan darah hijau. Keringat tipis mulai membasahi dahinya dan kemejanya. Ia sengaja tidak menggunakan perlindungan pada tubuhnya. Ia sedang memaksa sirkulasi Qi di dalam meridiannya untuk bekerja melampaui batas fana. Ia menyedot sisa mana kotor di udara dungeon, lalu menggilingnya secara paksa di dalam sarafnya untuk mengubahnya menjadi Qi murni, tanpa bantuan Bu Yue.

Rasa sakit yang membakar menjalar di pembuluh darahnya, namun Wu Xuan tidak peduli. Ia tersenyum menikmati rasa sakit itu, merobek dinding meridiannya sendiri agar kapasitas tampungan energinya melebar sepuluh kali lipat.

[Notifikasi Tower: Level Up! Saat ini Level 5.]

[Notifikasi Tower: Level Up! Saat ini Level 6...]

Di luar Gate, waktu terasa membeku.

Belum ada lima menit sejak pemuda berpakaian hitam itu melangkah masuk sendirian ke dalam pusaran dimensi. Para peneliti masih sibuk mengatur instrumen pengukuran mereka, dan beberapa staf masih saling berbisik sambil sesekali tertawa meremehkan, mengira pemuda itu mungkin sedang bersembunyi di balik batu di dalam sana, menangis ketakutan.

Namun, tiba-tiba...

BZZZT!

WUNGGG!

Pusaran kelabu raksasa itu bergetar hebat. Riak dimensi yang agresif menyapu area pabrik, menggetarkan beberapa kaca jendela yang tersisa. Alat penstabil mana milik Asosiasi meledak, mengeluarkan asap hitam.

"G-Gate-nya... runtuh!" teriak seorang teknisi dengan wajah pucat pasi. "Energi intinya telah hancur! Penaklukan selesai!"

Semua orang di pelataran itu mematung. Hening yang sangat menulikan menguasai mereka.

Lima menit? Tanpa party? Tanpa Mage penyerang area? Tanpa peralatan burst damage?

Bahkan Guild Master Wu Jiang di level ini membutuhkan waktu sepuluh menit untuk menaklukkan Gate Rank E seorang diri. Rekor macam apa ini?!

Dari balik kepulan cahaya dimensi yang runtuh, Wu Xuan melangkah keluar.

Ia berjalan dengan langkah santai, pedang hitamnya telah kembali ke dalam sarung. Kemejanya sedikit basah oleh keringat, dan napasnya sedikit lebih dalam dari biasanya. Bukan karena ia kesulitan melawan monster, melainkan karena ia baru saja menyelesaikan penyiksaan mandiri untuk memperlebar sumber Qi-nya. Tubuhnya kini telah selangkah di jalur kultivasi baru.

Wu Xuan mengulurkan tangan kanannya ke udara kosong, tanpa menoleh. "Air."

Xu Xin, yang entah sejak kapan telah menekan syoknya lebih cepat dari yang lain, langsung melesat maju dengan kecepatan penuh, meletakkan sebotol air mineral dingin ke tangan pemuda itu dengan kepala tertunduk hormat.

Wu Xuan membuka botol itu dan menenggaknya dengan elegan.

Di saat yang sama, seorang dokter elit Guild berlari menghampiri dengan alat pemindai medis dan stats di tangannya, bermaksud mengecek kondisi sang Tuan Muda yang nekat masuk sendirian. Sinar laser biru dari alat itu memindai tubuh Wu Xuan dari atas hingga bawah.

Sang dokter melihat layar tabletnya. Matanya membelalak, mulutnya terbuka lebar tanpa suara. Ia memukul-mukul alat itu, mengira sistemnya rusak.

"A-Apa hasilnya, Dokter?" tanya kapten penjaga yang sebelumnya berbisik meremehkan, suaranya kini bergetar dipenuhi ketakutan.

Dokter itu menelan ludah, menatap Wu Xuan seolah menatap hantu.

"Tubuhnya... normal. Tidak ada satu pun luka fisik," lapor sang dokter dengan suara tercekat. "Kapasitas Mana... masih nol."

Orang-orang di sekitar mulai bernapas lega. "Ah, tentu saja, dia pasti menggunakan bom artefak sekali pakai pemberian Guild Master, wajar saja cepat," bisik mereka pelan, mencoba merasionalkan ketidakmampuan otak mereka.

Namun, kata-kata dokter selanjutnya menghancurkan kewarasan mereka.

"Tapi... L-Levelnya..." Dokter itu memutar tabletnya, memperlihatkan angka yang tertera jelas di layar kepada semua orang.

[Level: 9]

Tujuh level dalam waktu kurang dari lima menit! Itu berarti ia tidak hanya mengakhiri bos utama, tapi membantai seluruh populasi di dalam dungeon!

'Mustahil! Ini pasti sihir! Dia pasti membawa semacam senjata yang disembunyikan!' batin para staf, menyangkal realitas yang menampar wajah mereka. Mereka menatap pemuda itu dengan tatapan tidak percaya.

Wu Xuan sama sekali tidak merasa perlu membuang energinya untuk menjelaskan kekuatannya kepada sekumpulan pion yang otaknya dibatasi oleh sistem. Anjing yang menggonggong tidak pantas mendapatkan jawaban dari naga.

Ia melemparkan botol kosongnya ke arah tong sampah dengan presisi sempurna.

Pemuda itu mengalihkan pandangannya pada Xu Xin yang masih berdiri kaku di sampingnya.

"Xu Xin," panggil Wu Xuan datar, suaranya membelah keheningan yang mencekik.

"S-Saya, Tuan Muda!"

"Pemanasan selesai," ucap Wu Xuan sambil berjalan kembali menuju pintu mobil lapis baja yang terbuka, meninggalkan kerumunan yang masih membeku. "Siapkan Dungeon selanjutnya. Kali ini... carikan yang berperingkat yang lebih tinggi."

Bersambung...

1
Novi Prihartono
lanjuuuuuuuuut
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡🫡🫡🫡🫡
total 1 replies
Novi Prihartono
up lagiiiiiiiiiiiiiii
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡👍👍👍👍
total 1 replies
EGGY ARIYA WINANDA
Bantu like dan komentar untuk mendukung cerita ini agar terus berlanjut 🫡🫡
Fajar Fathur rizky
thor ini wuxuan jika nunjukin ranah kultivasi apakah dunia bakal hancur thor
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor novel satunya bab 393 dan bab 394 thor
Zzzz
jejak dulu 👣👣
Zzzz
semoga dapat retensi ya/Determined//Determined/semangattt 🔥🔥🔥
Zzzz
/Slight/
Zzzz
/Hunger/
Zzzz
/Proud/
Zzzz
semangat 🔛🔥
Zzzz
/CoolGuy/
Zzzz
🤧bisa dong
Fajar Fathur rizky
cepat naikin level wuxuan
ABSOLUTE [2]
aaaaaaaaahhhhhhhh, lagi seru-seru nya baca malah abis
EGGY ARIYA WINANDA: Teknik marketing 🤭🤭
total 1 replies
Zzzz
👣
Zzzz
/Grimace/
Zzzz
/Slight//Proud/
Zzzz
/Frown/
Zzzz
/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!