NovelToon NovelToon
Younger, Yet More Mature

Younger, Yet More Mature

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

dr. Nayla Azzura percaya satu hal bahwa cinta tidak pernah benar-benar tinggal.

Menjadi salah satu saksi pernikahan orangtuanya yang hancur sejak usianya masih kecil, membuat Nayla tumbuh menjadi perempuan yang dingin, mandiri, dan sulit mempercayai siapapun. Baginya, memiliki pasangan hanya pandai memberi harapan sebelum akhirnya meninggalkan.

Sampai akhirnya sebuah tragedi kecelakaan kerja mempertemukan Nayla dengan Arsen Mahardika, pengusaha muda yang keras kepala, hangat dan yang paling mengganggu adalah usianya tiga tahun lebih muda dari Nayla.

Awalnya Nayla mengganggap semua hanya lelucon biasa, tapi bagaimana mungkin jika lelaki yang usianya lebih muda tapi pandai bicara tentang sebuah keseriusan?.

Namun Arsen berbeda, iya tidak datang membawa janji besar justru ia datang dengan sejuta kesabaran. Saat Nayla menjauh, menunggu saat Nayla merasa takut, dan membuktikan bahwa tidak semua rumah berakhir hancur.

Karena terkadang... Lelaki yang lebih muda justru lebih tahu cara men

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 - Luka Yang Masih Sama

Malam ini suasana rumah terasa lebih sunyi dari biasanya, tidak ada suara dari televisi yang biasanya menyala, tidak ada suara musik yang terdengar, hanya ada bunyi detak jam dinding yang terdengar pelan memecah kesunyian diruang tamu.

Terlihat seorang Ayah yang tengah duduk sendirian di sofa ruang keluarga, tangan yang masih setia memegang foto lama dengan anggota keluarga yang lengkap. Foto yang seharusnya hanya menjadi sebuah kenangan, namun malam ini ia kembali hadir membuka luka lama yang sudah terkubur.

" Nayla pulang, Yah..." suara putrinya terdengar dari arah pintu utama.

Tidak ada jawaban seperti biasanya membuat Nayla merasa heran, keningnya mengernyit mencari sosok yang biasa menyambut kepulangannya namun malam ini terasa berbeda.

Perasaan tidak nyaman kini muncul dalam hati Nayla dan saat langkahnya mulai maju ke ruang keluarga, terlihat sosok yang ia cari tengah menangis membuat langkah Nayla terhenti. Tangisan itu terdengar lirih bukan tangisan keras yang pecah, tangisan sunyi seseorang yang sudah terlalu lama menahan luka dan pemandangan itu membuat dada Nayla terasa sesak.

" Ayah...." panggilan Nayla terdengar lirih, karena selama ini ia sama sekali tidak pernah melihat sang Ayah menangis.

Saat mendengar panggilan sang anak, Ayahnya buru-buru menghapus air mata dan berusaha memberikan senyuman terbaiknya.

" Nak... Sudah pulang? maaf Ayah tidak dengar tadi" senyuman hangat itu diperlihatkan oleh sang Ayah.

" Ayah kenapa?" pertanyaan Nayla kini terdengar pelan, karena Nayla tahu jika senyuman sang Ayah itu palsu.

" Ayah enggak apa-apa, Nak. Ayo makan dulu keburu malam" kalimat yang terlalu sering digunakan orang tua dan terlalu sering dibohongi oleh kalimat itu.

Nayla melangkahkan kakinya berjalan mendekat dan duduk disamping sang Ayah, lalu tanpa sengaja melihat foto yang kini berada ditangan laki-laki itu. Foto keluarga lama mereka, foto dimana semuanya masih terlihat baik-baik saja sebelum semuanya berubah.... Sebelum ibunya pergi.

" Ayah habis ketemu Ibu, Ya?" pertanyaan itu keluar begitu saja membuat sang Ayah terdiam.

Hening...

" Iya..." akhirnya sang Ayah mengangguk pelan.

Jantung Nayla langsung mencelos entah kenapa, meskipun sudah dewasa tapi topik itu masih terasa begitu sensitif. Luka yang ditinggalkan masih meninggalkan luka yang kembali terasa sakti saat cuaca berubah.

" Ayah ketemu dimana?"

" Di supermarket tadi pagi, tapi tidak sengaja" jawab sang Ayah dengan senyuman pahit.

Nayla menunduk membayangkan bagaimana perasaan Ayahnya saat itu, bertemu dengan seseorang yang pernah menjadi pusat dunia mereka. Namun kini hidup sebagai orang lain, dengan keluarga lain dan kehidupan lain.

" Ayah lihat suami baru dan juga anaknya" suara sang Ayah terdengar pelan namun nadanya terasa begitu menyakitkan.

Nayla tidak mengeluarkan suara apapun hanya menjadi pendengar saat ini, karena malam ini bukan dirinya yang membutuhkan penghiburan melainkan sang Ayah.

" Anaknya perempuan, Nay... Hampir sama seusia kamu waktu dulu Ibumu pergi " Ayahnya tersenyum kecil namun senyuman itu terasa menyakitkan.

Nayla menggigit bibir bawahnya berusaha menahan sesuatu yang terasa menyesakkan di dalam dadanya.

" Ayah lihat dia tertawa, dia pegang tangan ibunya dengan tatapan penuh cinta. Dan Ayah tiba-tiba kepikiran...." Ayahnya sempat menjeda kalimat yang keluar dari mulutnya.

" Sekarang dia punya semua yang dulu kamu justru kehilangan itu semua..." suara itu bergetar.

Air mata Nayla langsung memenuhi kedua bola matanya, bukan karena iri atau marah. Namun karena ia tahu selama ini Ayahnya selalu merasa bersalah padahal bukan dirinya yang salah.

" Ayah..." Nayla menggenggam tangan Ayahnya sangat erat, mencoba mengirimkan kekuatan.

" Dia tanya kabar kamu, Nay..." namun lelaki itu seolah belum selesai berbicara.

" Terus?" Nayla membeku dan entah kenapa kalimat itu justru terdengar menyakitkan.

" Ayah bilang dia harusnya sudah tahu, kalian kan bertemu beberapa waktu lalu dirumah sakit ... " Ayahnya tertawa kecil, tawa yang lebih mirip luka.

" Ayah juga bilang kalau kamu menunggu satu kata dari Ibumu" ucap sang Ayah.

Air mata mulai jatuh dari kedua bola mata Nayla, karena ia tahu maksud dari ucapan sang Ayah " Maaf " satu kata yang tidak pernah datang dari mulut sang Ibu.

" Lalu?" suara Nayla hampir seperti sebuah bisikan.

Ayahnya menatap kosong ke arah depan, menerawang atas pikirannya saat ini. Lama sangat lamaaa sampai akhirnya.

" Dengan mudahnya dia bilang tidak merasa perlu untuk meminta maaf, dan itu membuat Ayah ingin sekali marah" jawab sang Ayah.

Dan saat itulah sesuatu dalam diri Nayla terasa tenang, sangat aneh karena justru setelah mendengar kalimat itu ia merasa tidak lagi perlu menunggu apapun.

Tidak lagi berharap, tidak lagi bertanya, tidak lagi penasaran karena akhirnya semuanya sudah jelas.

" Apa Ayah marah?" tanya Nayla pelan.

" Enggak ... Sama sekali Ayah tidak marah, Nak... Hanya saja Ayah merasa sedih bahkan sangat sedih..." Ayahnya menggeleng dengan senyuman sedih.

Kalimat itu terdengar jauh lebih menyakitkan dari pada sebuah kemarahan yang meledak, karena jika kemarahan biasanya akan hilang jika sudah keluar. Tapi sebuah kesedihan biasanya akan tinggal lebih lama.

Hening... untuk beberapa saat tidak ada yang berbicara, Nayla dan Ayahnya hanya duduk berdampingan seperti dua orang yang sama-sama pernah kehilangan sesuatu.

PerlahN Nayla menyandarkan kepalanya di bahu sang Ayah, sama seperti saat dirinya masih kecil dulu saat dunia terasa terlalu besar. Dan Ayahnya yang selalu menjadi tempat untuk pulang paling aman.

" Yah..."

" Hmmm..?"

" Terimakasih, Ya"

" Untuk apa?" Ayahnya kini menoleh dengan wajah yang bingung.

" Terimakasih karena sudah bertahan sejauh ini, Terimakasih sudah menemani Nayla sampai sekarang Nayla berada di titik terbaik... Terimakasih karena tidak memilih untuk pergi tapi Ayah memilih bertahan bersama Nayla" air mata Nayla kembali jatuh namun bukan karena luka, melainkan rasa syukur.

" Nayla..." bibir sang Ayah kini bergetar dan untuk pertama kalinya malam itu air matanya jatuh lagi dihadapan sang anak.

" Kalau waktu itu Ayah juga pergi..." suara lelaki itu terdengar serak.

" Aku enggak tahu akan jadi seseorang seperti apa..." Nayla melanjutkan dengan tangisan yang mulai pecah.

Dada Nayla terasa sesak, karena semua itu benar karena Ayahnya bukan hanya sekedar membesarkannya saja. Ayahnya menyelamatkan hidupnya.

Lelaki itu langsung menggenggam tangan Nayla sangat erat, seolah takut jika putrinya kembali terluka. Padahal pada kenyataannya mereka berdua saling menyelematkan satu sama lain selama bertahun-tahun.

" Ayah minta maaf ya, Nay... Ayah minta maaf karena tidak bisa memberikan kamu keluarga yang utuh seperti orang lain" kalimat itu membuat Nayla langsung mengangkat kepalanya.

Air mata Nayla langsung mengalir semakin deras, selama ini Ayahnya ternyaymasih menyimpan rasa bersalah itu.

" Tidak Ayah... Ini bukan kesalahan Ayah, kita memang tidak punya keluarga yang utuh... Tapi Ayah sudah memberikan semua yang Nayla butuhkan bahkan lebih" tangis Nayla pecah.

" Ayah sudah kasih aku rumah, Ayah kasih aku kasih sayang yang begitu besar, Ayah juga selalu memberikan aku alasan yang tepat untuk tetap percaya jika masih ada orang yang memilih untuk tetap tinggal " tangis Nayla semakin pecah.

Dan...

Kalimat itu akhirnya membuat sang Ayah tidak mampu lagi menahan air matanya, malam itu untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun tidak membicarakan lagi perempuan yang telah pergi.

Kini mereka membicarakan orang yang tetap tinggal, orang yang memilih bertahan dan tidak menyerah. Dan Nayla menyadari sesuatu.

Mungkin luka itu tidak akan pernah benar-benar hilang, namun ia tidak lagi harus membawanya sendirian. Karana selama ini selalu ada satu orang yang berjalan bersamanya. Satu orang yang tidak pernah meninggalkan dirinya

" Ayah"

Diluar rumah langit malam terlihat lebih tenang, angin berhembus pelan seolah tengah membawa pergi sebagian beban yang selama bertahun-tahun mereka simpan.

Dan tanpa perlu permintaan maaf dari siapapun, seorang Ayah dan anak perempuan itu akhirnya memutuskan untuk melepaskan masa lalu. Bukan karena mereka melupakan, tetapi karena mereka ingin terus melangkah bersama menyusun masa depan yang lebih indah.

1
partini
Thor kehidupan Nayla mirip Vania novel berjudul jodoh pilihan mama ibu nya kaya iblis tapi di sayang bngttttttttttttttttt sama mertuanya
Almeera: Oh ya kak? nanti aku coba mampir yaa 😍😍


Hihihi tapi Nayla ini murni karangan aku aja kak 🙏🙏🥲
total 1 replies
SANG
Lanjut dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
partini
suami nya kelihatan kecintaan Banggt kayanya ga mungkin deh slingkuh terus ningalin
partini: iya itu,,karma ga berlaku buat dia
total 2 replies
partini
udah hempas ke laut masa lalu yg menyakitkan,move on be happy kalian berdua seorang anak perempuan butuh ayah nya untuk jadi wali nikah kan
Almeera: Setujuu kak, hidup harus terus berjalan... kalau dia aja bisa santai kita bisa lebih cerah 😍😍
total 1 replies
partini
pastinya apa karam selalu ada berbuat baik di balas baik berbuat jahat di balas jahat juga,,kau memilih yg katanya hak is ok nikmati saja sekarang,kau meninggalkan suami dan anakmu nanti nya kamu dan anakmu di tinggal suami mu selingkuh
Almeera: Kakakkk setuju setiap perbuatan akan ada balasan dari semesta 🙏🙏

Terimakasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak afirmasi positifnya dikarya sederhana ini 😍😍🙏
total 1 replies
SANG
Mantap banget dek💪👍
SANG: Masama dek
total 2 replies
SANG
Keren habis deh💪👍
SANG: Iya dek Kembali kasih
total 2 replies
SANG
Sembilan belas bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Oke dek. 👍💪
total 2 replies
SANG
Aku fokus ya dek😄
SANG
Like iklan plus komen💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iya, seperti itu lah
SANG
Iya ada apa
SANG
Akhirnya
SANG
Nah bingung kan
partini
ibunya kaya ga bersalah,,dasar ibu lacknat semoga kena penyakit
Almeera: Hehehe 😁😁
total 1 replies
SANG
Baya bunga se kebon untuk adek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Almeera: thankyou kak🙏
total 1 replies
SANG
Kok bingung dek
SANG
Hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!