NovelToon NovelToon
Penjahat Kelas Tertinggi

Penjahat Kelas Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Bad Boy / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:815
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Di dunia di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, di mana kemampuan dan kekuasaan menjadi ukuran keberhasilan, ada seorang pemuda yang namanya perlahan mulai menancapkan akarnya dan menimbulkan getaran di seluruh wilayah. Dia adalah Xiao Xuan—pria yang tenang, penuh perhitungan, dengan tatapan mata yang tajam yang bisa menilai setiap situasi dalam sekejap, namun menyimpan kelembutan dan perlindungan yang hanya terlihat bagi orang-orang yang dia sayangi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.Tali Gantungan di Atas Altar Keangkuhan

"Tuan Muda Xiao Xuan, sepertinya kediaman Keluarga Xiao bukanlah tempat yang ramah bagi tamu sepertiku. Karena tidak ada kecocokan di antara kita, aku pamit!"

Suara Patriark Shen Hong terdengar berat, bergaung di antara pilar-pilar aula yang megah. Tanpa menunggu tanggapan atau relies dari Xiao Xuan, dia membalikkan tubuhnya dengan kasar. Lambaian jubah sutranya menciptakan embusan angin spiritual yang dingin, melangkah lurus menuju pintu keluar.

*Prang!*

Xiao Xuan tidak membalas dengan kata-kata. Dia hanya menghempaskan cawan teh porselen di genggamannya ke atas lantai batu giok. Serpihan porselen yang hancur berhamburan, menjadi genderang perang yang memecah kesunyian malam.

Dalam sekejap mata, udara di sekitar paviliun berdesir hebat. Bayangan-bayangan hitam melesat dari balik langit-langit dan dinding rahasia, mengunci setiap jengkal jalan keluar. Ratusan prajurit berbaju zirah berat berdiri rapat di gerbang luar dengan tombak terhunus, sementara di dalam aula, lingkaran sesepuh Keluarga Xiao telah bergerak menutup, mengepung Shen Hong di tengah-tengah ruang.

Shen Hong menghentikan langkahnya. Indra spiritualnya yang tajam segera menyapu atmosfer sekitar, mencoba membaca peta kekuatan yang mendadak mengurungnya. Detak jantungnya melewatkan satu ketukan ketika menyadari skala jebakan ini: tiga ratus pendekar di tingkat Emas, sepuluh tetua di ranah Emas Hitam, dan tiga aura purba yang teramat pekat—para leluhur di tingkat Legenda yang selama ini menyembunyikan keberadaan mereka.

"Keluarga Xiao... sungguh menyembunyikan taring yang luar biasa," Shen Hong berbisik, matanya menyipit penuh kewaspadaan. Otot rahangnya mengencang saat dia membalikkan tubuh menghadap Xiao Xuan kembali. "Tuan Muda Xiao, apa arti dari panggung sandiwara ini? Apakah kau berniat membantai pemimpin salah satu klan utama di kotamu sendiri? Jika kau menarik mundur orang-orangmu sekarang, aku bisa menganggap pertemuan sore ini tidak pernah terjadi."

Shen Hong mencoba mempertahankan ketenangan seorang penguasa, menyembunyikan getaran kecemasan di balik topeng amarah yang berwibawa.

"Bagaimana jika aku mengatakan... tidak?" Xiao Xuan bersandar santai di kursinya. Sepasang matanya yang gelap menatap Shen Hong dengan ketenangan yang membekukan, seolah sedang melihat seekor serangga yang terjebak di dalam botol kaca.

"Xiao Xuan! Dasar iblis muda yang tidak tahu diri, jangan melangkah terlalu jauh!" Kebanggaan Shen Hong sebagai ahli Puncak Emas Hitam meledak. Aura spiritualnya membumbung, membuat jubahnya berkibar kasar. "Aku, Shen Hong, telah melewati ribuan badai darah sebelum kau lahir! Jika kau berniat memojokkanku hingga ke tepi jurang, aku bersumpah akan menyeret seluruh eksistensimu dan Keluarga Xiao untuk hancur bersama di dalam kuburku!"

"Menyeretku jatuh bersamamu?" Xiao Xuan terkekeh pelan, sebuah tawa sarkas yang terdengar teramat menjengkelkan di telinga musuh. Dia berdiri perlahan, merapikan lipatan jubah hitamnya tanpa tergesa-gesa. "Patriark Shen Hong, kau terlalu tinggi menilai timbangan dirimu sendiri. Hanya berdasarkan kekuatanmu yang mulai menua? Atau berdasarkan Keluarga Suci yang fondasinya sudah keropos dari dalam? Melawan Keluarga Xiao-ku saat ini... apakah kau benar-benar berpikir memiliki modal yang cukup untuk bermain di mejaku?"

Shen Hong tidak ingin membuang waktu lagi dengan retorika. Di dalam otaknya, sebuah rencana taktis terbentuk: dia harus meledakkan Kekuatan Jiwanya secara instan, menyandera Xiao Xuan yang berada paling dekat dengannya, dan menggunakan nyawa pemuda itu sebagai alat tawar-menawar demi mengamankan jalan keluar dari kepungan para ahli Legenda ini.

Namun, saat dia mencoba menarik energi dari dalam laut jiwanya, ekspresi wajahnya mendadak membeku. Kosong. Laut jiwanya yang semula bergejolak layaknya samudra, kini terasa kering dan beku, seolah-olah ada rantai besi tak kasatmata yang mengunci setiap pori-pori spiritualnya. Wajah Shen Hong berubah menjadi pucat pasi, lalu berubah merah padam karena murka yang tertahan.

"Sepertinya ramuan teh sore ini mulai bekerja dengan sangat baik, bukan, Patriark Shen?" Xiao Xuan berjalan mendekat dengan langkah santai, derit sepatunya di atas lantai batu terasa bagai hitungan mundur kematian.

"Xiao Xuan... kau keparat licik!" Shen Hong meraung, jemarinya bergetar saat menunjuk wajah Xiao Xuan. "Kau menjebakku! Teh yang kau suguhkan tadi... teh itu telah dikotori oleh sesuatu!"

"Tepat sekali. Sebuah apresiasi atas ketajaman intuisimu, Senior," Xiao Xuan berhenti tepat tiga langkah di hadapan Shen Hong, menatapnya dari atas ke bawah dengan tatapan dingin seorang predator. "Teh spiritual yang Anda nikmati tadi telah dilarutkan dengan *Pil Penghancur Jiwa*. Sebuah ramuan tanpa warna, tanpa aroma, yang diracik khusus di laboratorium rahasia Keluarga Xiao kami. Bagaimana rasanya? Menonton kekuatan Puncak Emas Hitammu menguap seperti embun di pagi hari... bukankah itu sebuah pengalaman yang puitis?"

"Kau... tak tahu malu! Menggunakan cara pengecut di dunia kultivasi!"

"Terima kasih atas pujian tertinggi Anda, Patriark Shen," Xiao Xuan tersenyum tipis, menerima makian itu seolah itu adalah medali kehormatan. Sebelum Shen Hong sempat melontarkan kutukan lain, Xiao Xuan memotongnya dengan nada suara yang mendadak berbobot, penuh intimidasi psikologis.

"Patriark Shen, mari kita gunakan akal sehat dewasa kita sejenak. Pikirkan ini: jika malam ini Anda lenyap dari dunia ini, dan Keluarga Suci dibantai habis hingga rata dengan tanah dalam waktu satu malam... menurutmu apa yang akan terjadi pada Kota Glory besok pagi?"

Shen Hong mendengus, mencoba mengumpulkan sisa harga dirinya yang tercabik. "Hmph! Jangan menggertakku, Bocah Xiao! Bahkan jika aku mati di sini, Keluarga Xiao-mu tidak akan pernah berani menyentuh Keluarga Suci secara terbuka. Jika kalian melakukannya, itu sama saja dengan merobek pakta persatuan Kota Glory. Seluruh klan agung akan mengutuk dan memburu kalian. Harga dari tindakan bodohmu itu akan membuat energi inti Keluarga Xiao-mu rusak parah dan hancur dikeroyok massa!"

"Hahaha, Patriark Shen, analisis yang sangat menarik. Namun sayangnya, kau salah membaca papan catur ini," Xiao Xuan berjalan memutari tubuh Shen Hong yang kini tak berdaya. "Keluarga Xiao adalah klan yang terhormat, penegak pilar kedamaian. Bagaimana mungkin kami melakukan tindakan yang merusak persatuan kota? Namun... bagaimana jika yang menyerbu, menjarah, dan membantai seluruh isi kediaman Keluarga Suci malam ini adalah *Persekutuan Kegelapan*?"

Langkah kaki Xiao Xuan berhenti. "Jika dunia luar melihat bahwa Persekutuan Kegelapan-lah yang menghabisi kalian karena perselisihan internal, apa hubungannya hal itu denganku, atau dengan Keluarga Xiao? Katakan padaku, apakah skenario ini terdengar lebih masuk akal, Senior?"

Bersamaan dengan kata terakhirnya, Xiao Xuan menggerakkan batinnya. Dari balik tirai sutra di sudut ruangan, sesosok pria dengan pakaian, wajah, tinggi tubuh, hingga aroma spiritual yang persis sama dengan Xiao Xuan melangkah keluar.

"Patriark Shen, lihatlah tubuh sekunderku ini," Xiao Xuan menunjuk klon daging dan darahnya yang berdiri dengan keanggunan yang identik. "Apakah matamu yang mulai rabun bisa membedakan mana yang asli dan mana yang tiruan? Ini adalah teknik rahasia terdalam milikku. Bagaimana jika aku mengirim klon ini, memimpin sekelompok pembunuh yang menyamar sebagai tokoh Persekutuan Kegelapan untuk bertamu ke rumahmu malam ini? Aku bisa menjamin... bahkan seekor ayam atau anjing pun tidak akan dibiarkan hidup di dalam tembok Keluarga Suci."

Kalimat Xiao Xuan mengalir tenang, namun kekejaman yang terkandung di dalamnya membuat darah Shen Hong mendadak mendingin.

"Oh, aku hampir lupa," Xiao Xuan memiringkan kepalanya sedikit, seulas senyum nakal yang sarat akan kekejaman terbit di bibirnya. "Cucu perempuanmu yang cantik... Shen Qingqiu. Jika skenario Persekutuan Kegelapan itu berjalan, nasibnya tentu akan sangat tragis. Aku bisa membiarkan para pembunuh itu menodai kesuciannya sebelum mencabut nyawanya, atau mungkin... menjualnya ke rumah bordil di perbatasan terluar agar dia bisa melayani para kultivator liar setiap malam."

Jemari Xiao Xuan mengetuk dagunya sendiri, seolah sedang menimbang opsi yang menarik. "Atau ada satu permainan psikologis yang lebih menyenangkan: Jika suasana hatiku sedang bagus, aku sendiri yang akan turun ke medan perang, bertindak sebagai pahlawan berbaju zirah perak yang menyelamatkannya dari kepungan pembunuh Persekutuan Kegelapan. Di bawah rasa trauma dan duka hilangnya klan, cucu perempuanmu akan menyerahkan seluruh jiwa dan raganya kepadaku. Dia akan memelukku, mencintaiku, dan menjadikan pembantai klan pribadinya sebagai satu-satunya pelindung hidupnya. Bukankah itu akhir cerita yang sangat indah, Kakek Shen?"

Setiap kata yang keluar dari bibir Xiao Xuan bagai jarum beracun yang ditusukkan tepat ke pusat kelemahan psikologis Shen Hong.

[ Sistem Penjahat Takdir: Waaaaah! 😲 😲 Tuan Rumah, tingkat kesadisan verbalmu benar-benar membuat standar kejahatan di dunia ini naik kelas! Lihatlah, urat leher orang tua itu hampir putus karena menahan amarah dan ketakutan yang hebat. Kau benar-benar tahu cara meremukkan mental seorang kakek pelindung cucu! 😈🔥* ]

Wajah Shen Hong berubah-ubah warna, dari merah padam menjadi kelabu pucat. Pertarungan batin yang teramat hebat sedang berkecamuk di dalam dadanya. Kata-kata Xiao Xuan bukan sekadar bualan kosong; pemuda di hadapannya ini memiliki sarana, kekuatan, rahasia masa lalu, dan kekejaman batin yang lebih dari cukup untuk mewujudkan setiap jengkal ancaman tersebut menjadi kenyataan.

Shen Hong menyadari realitas yang pahit: saat ini, dia tidak lebih dari sekadar ikan di atas talenan, dan Xiao Xuan adalah jagal yang memegang pisau jalang. Bahkan jika di masa depan ada desas-desus yang bocor, tidak akan ada satu klan pun di Kota Glory yang sudi mengorbankan diri mereka untuk menuntut balas bagi Keluarga Suci yang telah menjadi tumpukan abu. Lebih dari segalanya, kelemahan terbesar yang paling dia lindungi di dunia ini adalah kelangsungan darah dagingnya dan keselamatan cucu perempuannya.

Xiao Xuan telah menggenggam erat jantung pertahanannya, meremasnya tanpa belas kasihan.

Setelah keheningan panjang yang mencekik di mana hanya terdengar suara deru napasnya yang berat, bahu Patriark Puncak Emas Hitam itu akhirnya terkulai lemas. Keangkuhannya runtuh sepenuhnya. Dia menundukkan kepalanya yang dipenuhi rambut beruban, menatap lantai giok dengan kekalahan mutlak.

"Apa... apa yang kau inginkan dariku, Xiao Xuan?" suaranya terdengar parau, serak, kehilangan seluruh wibawa lamanya. Di bawah tekanan kegelapan yang tak terhitung, sang rubah tua akhirnya memilih untuk menekuk lututnya.

1
HiaTus
amazing
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!