NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:782
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Kira berpikir sejenak, lalu berkata,

"Kalau gitu, kamu harus dapatkan dua telur ayam dulu!"

Di pedesaan, ada banyak orang yang beternak ayam. Namun, mereka biasa nya akan menyimpan telur untuk di jual. Mendapatkan dua butir telur bukan lah hal yang mudah.

"Oke! Setuju!"

Tony langsung berbalik untuk pergi.

Setelah Tony pergi, Basan langsung mengingatkan Kira,

"Kira, telur itu cuman alasan untuk mempersulit Tony, kan? Tapi orang itu benar benar nggak tahu malu, dia mungkin bisa mendapatkan telur nya. Kalau dia juga bergabung sama kita, aku takut dia bakal bocorin teknik rahasia menangkap ikan."

Namun, Kira malah menjawab dengan tenang,

"Paman Basan, aku butuh telur untuk tangkap ikan. Kalau dia benar benar bisa mendapatkan nya, biarkan saja dia bergabung sama kita. Toh kalau banyak orang, kerjaan nya juga bisa cepat selesai!"

Menangkap ikan hanyalah masa sementara saja, Kira tidak berharap untuk melakukan ini selama nya.

Setelah selesai berbicara, keempat orang itu pun berangkat kerja.

Tidak lama kemudian, terdengar suara teriakan perempuan dari rumah Surya,

"Tony! Dasar gelandangan nggak tahu diri yang cuman tahu santai santai! Aku sudah urus makan dan minum mu tiap hari, tapi kamu malah berani curi telurku! Kalau kamu hebat, jangan pulang ke rumah ini lagi! Kalau nggak, aku bakal patahkan kakimu!"

"Hehe, telur nya sudah ku dapat! Kalau bisa bergabung sama grup penangkap ikan Kira, nanti malam aku sudah bisa makan ikan!"

Tony berlari ke luar Dusun Samadi untuk mencari Kira sambil membawa telur yang berhasil dia curi.

Dengan mendapatkan dua butir telur itu, Tony pun secara resmi bergabung dengan grup penangkap ikan Kira. Pekerjaan mereka hari ini dimulai dari menggali rumput. Basan, Danu, Doddy dan Tony bertugas untuk menggali rumput. Sementara Kira bertugas untuk mencuci rumput, lalu menghaluskan nya di lesung batu.

Berhubung kerja Kira sangat lambat, tugas itu pun diambil alih oleh Danu dan Doddy.

Saat mereka bekerja sampai setengah jam, ada banyak penduduk dusun yang mengerumuni mereka karena penasaran. Namun, mereka hanya menonton sebentar dan langsung pergi setelah bosan.

Makan siang mereka adalah serabi sisa sarapan tadi. Hal ini membuat Tony yang ingin makan ikan menjadi sedikit kecewa.

Setelah sibuk sampai menjelang sore, mereka berlima pun menjinjing sepuluh ember yang berisi serpihan rumput ke pinggir Sungai Jinggo.

Setelah mendapat wilayah perairan yang dalam dan mempunyai banyak ikan, Kira pun memecahkan telur ke dalam tepung kedelai. Setelah itu, dia mengaduk adonan hingga rata dan menuangkan nya ke dalam sungai.

Basan dan yang lainnya sangat menyayangkan bahan yang digunakan Kira. Mereka biasanya bahkan tidak rela memakan mi telur, sekarang adonan itu malah dibuang begitu saja ke dalam sungai. Kira memang benar benar boros!

Namun, dengan ada nya telur sebagai umpan, ikan yang berenang ke arah umpan pun menjadi makin banyak!

Danu dan Doddy mendengar perintah Kira untuk menuangkan seluruh serpihan rumput ke dalam sungai.

Tidak lama kemudian, seiring dengan serpihan rumput yang menyebar, seekor demi seekor ikan pun mengapung.

Keempat orang selain Kira langsung bersemangat dan kegirangan. Ternyata teknik rahasia Kira menangkap ikan begitu mudah dan cepat.

"Cepat tangkap ikan nya! Kalau bius nya sudah habis, mereka bisa berenang lagi!" ujar Kira dengan buru buru.

Rumput yang digunakan Kira adalah rumput pembius ikan. Rumput ini mengandung racun yang bisa membius ikan apabila digunakan dalam jumlah banyak. Di Kerajaan Nayara, masih belum ada yang menyadari kegunaan rumput ini.

Penduduk desa yang mendapatkan rumput pembius ikan biasa nya juga akan membuang rumput itu ke dalam air. Namun, rumput yang belum dihancurkan tidak bisa melepaskan racun dengan sempurna. Jika tingkat racun nya tidak cukup banyak, ikan nya tidak akan terbius.

Setelah mendengar ucapan Kira, semua orang pun buru buru menangkap ikan.

Hasil yang mereka peroleh sangat banyak. Ikan besar memenuhi sepuluh ember kayu, sedangkan ikan kecil di ikat ke empat batang kayu panjang dengan tumbuhan merambat.

Kira pun mulai membagi hasil.

"Paman Basan, Danu,Doddy, Tony, aku bakal jual ikan besar untuk bayar utang, Ikan kecil nya untuk kalian. Gimana?"

Tony buru-buru mengangguk.

Jumlah ikan kecil yang mereka dapatkan hari ini total setidak nya ada di atas 50 kilogram. Jika dibagi, satu orang bisa mendapatkan sekitar 10-15 kilogram. Penghasilan ini sangat besar.

Namun, Basan malah menggeleng dan berkata,

"Jangan, meski ikan kecil nggak bernilai, kamu juga bisa menghasilkan paling nggak 400-500 rupiah dari ikan sebanyak ini, Utangmu itu 40 ribu rupiah! Meski semua ikan besar nya terjual habis, belum tentu juga kamu bisa kumpul cukup uang!"

Doddy juga melambaikan tangannya dan berkata dengan bangga,

"Kak Kira, jual saja ikan kecil nya. Dua ikan besar yang kamu kasih kemarin juga jual saja. Dengan cara menangkap ikan ini, kelak kita nggak perlu takut nggak dapat makan ikan lagi!"

Danu juga mengangguk setuju, lalu menatap Tony.

Tony mencibir,

"Oke, tapi aku harus bawa dua ekor ikan pulang ke rumah. Tadi pagi aku sudah curi telur kakak ipar ku, kalau aku nggak bawa apa apa pulang, dia bahkan nggak bakal kasih aku tidur di kandang sapi."

Setelah mendengar ucapan Tony, Doddy tertawa terbahak bahak.

Basan dan Danu juga menahan tawa mereka.

Sekarang, Tony tinggal di rumah Surya. Biasa nya saat meminta makan, dia akan selalu di sindir kakak ipar nya lebih dulu.

Malam nya, dia juga hanya bisa tidur di kandang sapi. Jadi gelandangan memang terlihat bebas, tetapi sebenar nya sangat menderita.

"Nggak masalah. Ikan yang tersisa juga sekalian dijual saja besok. Nanti aku pasti bagi bagi penghasilan nya!"

Kira tersenyum dan mengubah topiknya,

"Tapi besok, aku harus nyusahin kalian buat jual ikan nya bareng lagi!"

Dusun Samadi berjarak sekitar lebih dari 10 kilometer dari ibu kota provinsi, jalan nya juga sangat tidak rata. Kira tidak mungkin sanggup membawa ikan yang berat nya ratusan kilo gram ke kota sendirian.

Setelah mendengar ucapan Kira, Basan mengerutkan kening nya dan berkata,

"Kita itu toh kerabat, ngapain begitu sungkan. Nanti malam, aku pergi pinjam gerobak. Sebelum fajar, kita sudah harus berangkat biar bisa jual ikan nya dengan harga yang bagus!"

Kemudian, Kira berkata,

"Untuk sementara, jangan kasih tahu orang lain dulu soal cara tangkap ikan ini. Aku sudah punya rencana."

Hasan mengangguk.

“Aku juga ngerti. Rumput dan ikan di sungai juga terbatas. Makin banyak yang tahu, ikan yang bisa kita tangkap juga bakal makin dikit dan sulit!"

Tony juga mengingatkan,

"Paman Basan, aku nggak bakal kasih tahu kakak ku, tapi kamu juga jangan kasih tahu Bibi Hana. Kalau nggak, nanti kakak ku kasih tahu kakak ipar ku, terus Bibi Hana juga bisa kasih tahu keluarga nya. Dengan begitu, teknik rahasia ini pasti bakal cepat tersebar! Biarpun kita bisa tetap tangkap ikan, harga nya juga nggak bakal tinggi lagi. Cara tangkap ikan ini nggak boleh tersebar! Kalau kita bisa kerja begini 1-2 tahun, kita sudah bisa kaya!"

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!