NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:123.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara yang sebelumnya mengejarnya karena tak terima diputuskan malah berbalik pergi setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Tak Ada Orang Ketiga

Ryu menatap Seroja lurus-lurus, menarik napas dalam sebelum akhirnya berkata,

"Aku ingin menjalani pernikahan ini selama satu tahun. Jika selama satu tahun itu kita sama-sama saling menerima dan mencintai, aku akan mengulang akad kita."

Pemuda itu bicara dengan nada suara rendah, tapi tegas. Tanpa terburu-buru. Dan kali ini tak ada keraguan dalam sorot matanya ataupun suaranya.

Meski ia tidak mengingat pernikahan mereka, tapi fakta bahwa Seroja adalah istri sahnya tidak bisa dipungkiri.

Dan kini ia merasa bersalah saat menyadari dirinya telah mencintai wanita lain saat masih berstatus suami. Meski itu tidak sengaja karena ia tak ingat pernah menikah.

"Baik," ucap Seroja akhirnya. Ia duduk dengan tegak, sorot matanya tegas. "Kita jalani selama satu tahun. Dan ingat, tak ada orang ketiga dalam rumah tangga kita."

Nyonya Hanifah akhirnya mengembuskan napas lega. "Nenek harap, kalian bisa bersama sampai akhir," ucapnya penuh harap.

Wanita tua menoleh ke arah Seroja. "Nenek sudah siapkan pakaianmu di kamar. Kalau masih ada yang kurang, jangan ragu untuk meminta."

"Iya, Nek. Terima kasih," ucap Seroja tulus.

"Ya sudah, kalian istirahat dulu sana," ujar Nyonya Hanifah. "Pasti capek 'kan setengah hari di mobil?"

"Iya, Nek," ucap Seroja, lalu kembali ke kamarnya.

Nyonya Hanifah menatap Ryu masih belum beranjak dari tempatnya. "Kenapa masih diam di situ? Susul istrimu sana." Suara wanita tua itu terdengar ketus. "Dan ingat, kamu laki-laki. Jadi harus punya prinsip. Jangan mencla-mencle. Nenek gak akan segan bertindak keras sama kamu."

"Iya, Nek," sahut Ryu, kemudian beranjak dari duduknya.

 

Di dalam kamar, Seroja membuka pintu lemari. Isinya setelan jas, kaus, celana pendek, dan barang-barang milik pria. Ia menutupnya dan membuka lemari satunya. Di sana ada dress, stelan untuk hari-hari, pakaian tidur, sampai pakaian dalam lengkap semua. Dan semuanya pakaian branded.

"Koperku di mana?" gumam Seroja menatap ke sekeliling.

Seroja menoleh saat mendengar suara pintu kamar dibuka. Ryu muncul dari baliknya dengan sebuah koper di tangan.

"Ini kopermu," ucap Ryu sambil menutup pintu.

"Terima kasih," ucap Seroja bergegas mengambil kopernya.

Namun sesaat kemudian matanya jatuh pada kaki kanan Ryu.

"Bagaimana kakimu? Apa masih sakit?" tanya Seroja dengan suara lembut seperti biasa.

Ryu terdiam sejenak. Ia bahkan hampir lupa kalau kakinya sempat terkilir. Ia tak menyangka, Seroja pintar mengurut. Tapi tentu saja ia gengsi untuk mengakuinya.

"Sudah mendingan," katanya singkat.

"Harusnya kamu bangunin aku. Gak perlu menggendongku sampai menaiki tangga segala. Kakimu belum sembuh benar," ucap Seroja penuh perhatian.

"Aku menggendongmu ke kamar karena kamu tidurnya pules banget. Masa aku tinggal. Aku gak mau diceramahi nenek," kilahnya. Padahal ia refleks menggendong Seroja, tak tega membangunkannya.

"Iya, iya... Aku tahu kamu cuma gak mau dimarahi Nenek," sahut Seroja ringan, seolah tak tersinggung oleh kata-kata Ryu.

Seroja membuka kopernya dan mengambil pakaiannya. Ryu melihatnya.

"Pakai pakaian yang bagus. Jangan yang lusuh," tegas Ryu. "Aku gak mau diomelin nenek karena pakaianmu lusuh.

"Iya, aku tahu," sahut Seroja pelan. "Selalu saja bawa-bawa nama nenek," dumelnya lirih.

"Apa katamu?" tanya Ryu yang tidak terlalu jelas mendengar perkataan Seroja.

"Nanti malam aku urut lagi kakimu,"sahut Seroja masih mengeluarkan isi kopernya.

"Nggak perlu," tolak Ryu gengsi.

"Perlu," tegas Seroja. "Aku gak mau punya suami pincang."

Ryu mendengus. "Terserahlah," katanya, lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil satu kartu. "Ini untuk keperluan bulananmu," ucapnya seraya menyodorkannya pada Seroja.

Seroja mengambilnya, lalu menatap Ryu. "Apa pacarmu kamu kasih kartu juga?" tanyanya penuh selidik.

Satu sudut bibir Ryu terangkat tipis. "Kenapa, kamu cemburu?"

Seroja tertawa pendek tanpa humor. "Cemburu? Sejak kapan aku mencintaimu?" tanyanya santai tapi menusuk. "Aku hanya gak mau diperlakukan sama seperti wanita lain. Karena aku istrimu. Bukan pacarmu, apalagi selingkuhanmu."

Nada suaranya tetap lembut, tapi setiap katanya seperti pisau tajam yang dibalut sutera.

"Aku masih tahu batas," kata Ryu dengan suara rendah. "Meski dia pacarku, dia tidak berhak menerima jatah bulanan dariku."

"Syukurlah, kalau begitu," sahut Seroja. "Tapi kamu pasti membelikan barang-barang mahal, 'kan?"

"Dia pacarku," jawab Ryu datar. "Dan aku seorang CEO. Mana mungkin aku gak kasih hadiah ke dia. Kamu pasti juga pernah pacaran dan dikasih hadiah sama pacarmu."

Seroja memasukkan kartu ATM pemberian Ryu ke dompetnya sambil berkata, "Aku belum pernah pacaran. Tapi aku sering dikasih hadiah oleh pria."

Entah mengapa Ryu tidak suka mendengarnya. Ia teringat Agus, pria desa yang jelas-jelas menyukai istrinya. Dan pria di restoran yang mengedip genit tadi.

"Karena nenekmu bilang kamu udah punya suami, 'kan?" tebak Ryu karena teringat percakapan saat di rumah Seroja bersama para warga yang ikut melekan.

"Bukan," jawab Seroja mantap.

"Lalu?"

"Karena belum ada pria yang membuatku ingin berjalan seumur hidup dengannya."

Entah mengapa Ryu merasa lega mendengar jawaban itu.

"Oh ya, berapa PIN kartunya?" tanya Seroja akhirnya. "Kartu ini gak bisa dipakai kalau gak ada PIN-nya."

"070707," ucap Ryu.

"Nomor ini ada hubungannya dengan pacar kamu gak?" tanya Seroja memastikan.

Ia tidak mau ada hal apapun yang diberikan padanya berhubungan dengan kekasih Ryu.

"Nenek yang memberikan nomor itu," jawab Ryu. Lalu ia terdiam sejenak. "Kamu ingat tanggal di surat nikah kita?"

Seroja sempat terdiam beberapa detik sebelum akhirnya mengambil kotak berisi surat nikah mereka yang diberikan Bu Dhe tadi. Ia membuka surat itu dan melihat tanggalnya.

"Itu tanggal nikah kita," gumam Seroja.

Ryu mengambil surat itu dari Seroja. Dan benar. Ternyata nomor yang diberi neneknya adalah tanggal, bulan dan tahun pernikahan mereka.

Ryu baru tahu, ternyata neneknya menyuruhnya memakai nomor itu karena itu adalah angka istimewa baginya.

Seroja kembali menyimpan surat itu. Lalu pertanyaannya itu terlontar pelan dari mulutnya.

"Kapan kamu putuskan pacarmu?"

Ryu terdiam. Tepat saat itu, ponselnya berdering. Ia merogoh kantong celananya dan melihat nama kontak pemanggil adalah Clara.

 

...🔸🔸🔸...

...“Pernikahan tanpa cinta masih bisa diperjuangkan. Tapi tidak dengan hati yang masih terbagi.”...

...“Kesetiaan bukan soal siapa yang datang lebih dulu, tapi siapa yang tetap dipilih setelah mengetahui kebenaran.”...

“Tak semua yang sah otomatis dicintai. Tapi yang benar-benar tulus akan selalu tahu cara bertahan.”

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Ass Yfa
ayo keruanganmu sekarang..menutupi jejak Seroja dileher Ryu😍😄😄😄
Azda Syafril
jgn ditangepin lah Ryu... ayahnya Clara ga mau lepasin calon menantu yg ATM brjalannya bisa dimanfaatkan....
huu utang Ryu dah putus SMA ondel2 Clara...
Seroja bantu suami mu dr klwrg mantan nya yg toxic....
Hanima
Lanjutt
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Ah! Sial! Bisa runyam ini mah! 🤬🤬🤬 Seroja ada pula di Ruangan Ryu! Aku takut Seroja sakah paham Kak Nana 😭😭😭
Fadillah Ahmad
Kamu harus bisa membuasakan diri Seroja... Karena Kamu juga harus bisa mendampingi Ryu bertemu denfan Rekan Bisnisnya nati, dan otang-orang penting lainnya, yang tentunya miliki pengaruh! 😂😂😂🙏
Fadillah Ahmad
Ah! Sial! Ganggun datang drh! 🤬🤬🤬 Kan, lagi seru-serunya tau! 🤬🤬🤬 menghanggu saja orang yang mengetuk itu! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Iya Ryu! Kamu memang benar! Kalau sebenar itu, namanya dikecup, bukan dicium! 😂😂😂 Kamu pintar banget Ryu! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Nah Kan! Dapat juga tuh, ciuman di bibir! 😂😂😂 Mantao Nggk tuh! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Iya nih! Ciumnya jangan di pipi dong Seroja! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Aduh... Manisnya... Kalian berdua! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Aoa kurang jelas, ya Seroja? 😁😁😁 Ryu minta cium loh! 😂😂😂 Kasih saja Seroja, satu kecupan untuk suamimu! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Nenar itu Ryu! 😁😁😁 Apa Sama Istri sendiri harus profesional juga? Nggk kan Cantik? 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Masa di depan istri Sendiri harus Profesional juga Sih Seroja! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Memannya kenapa? Kalau di kantor Seroja! 😂😂😂 Nggk masalah Kan? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Pusing, karena Jordi terlalu Cerewet! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Emang dia lucu! Plus cerewet jyga Seroja! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Ya sudah! Kerja sana! Yang benar loh kerjanya!:😂😂😂
Fadillah Ahmad
Potong saja Ryu, bonusnya Jordi! 😁😁😁 Terlalu besar tuh, bonusnya! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Sekarang, Ryu perlahan-lahan mulai memgkesampingkan Gengsinya, dan mulai mengakui, kalau istrinya tersenyum itu Cantik! 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!