NovelToon NovelToon
Hamka Putra Arwah Hidup

Hamka Putra Arwah Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Mengubah Takdir
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenekatan Haris

Teriakan Hilman membuat penjaga di kantor polisi itu berlari ke ruangan tempat Hilman di tahan untuk sementara, mereka langsung membuka pintu jeruji itu saat melihat Hilman terus mengorek sebelah matanya yang sudah keluar satu dari tempatnya, darah mengucur dari balik mata yang sudah kosong itu, membuat beberapa penjaga merasa mual dan pergi dari sana, sementara yang kuat membantu menenangkan Hilman yang histeris.

‎"Mataku.. kembalikan mataku!"

‎"Aakkhhhh"

‎"Mana mataku!"

‎"Tenang, kamu mengganggu tahanan yang lain, kami akan segera membawamu ke rumah sakit" ucap seorang penjaga.

‎"Hilman" Haris yang baru sampai bersama Brandon merasa geram karena melihat adiknya yang menurutnya tidak bersalah juga jadi korban teror Isma.

‎"Berhenti! Apa kamu tidak dengar perkataan ku! Dia tidak bersalah! Berhenti mengganggunya!" Bentak Haris menatap tajam sosok Michelle yang sedang menjilati mata milik Hilman di dalam genggamannya.

‎Para penjaga dan Brandon merasa aneh dengan tingkah Haris, karena dia membentak tembok kosong di sudut ruangan tempat Hilman di tahan.

‎"Meski begitu.. dia melihat semuanya, satu mata ini sudah cukup untuk membalas sakit hati anakku hihihihi... " Balas Michelle menghilang dari sana.

‎"Bantu dia, dan bawa ke rumah sakit" perintah Brandon

‎"Bisakah saya ikut adik saya, saya khawatir dia akan terluka lagi di perjalanan ke rumah sakit" pinta Haris

‎"Keterangan anda belum kami catat, jadi anda tidak bisa kemanapun karena kami sudah punya surat penangkapan dari kepala kepolisian" jawab Brandon memasukkan Haris ke ruangan berbeda agar darah Hilman bisa di bersihkan dari tempat itu.

‎#######

‎Pagi hari di sekolah.

‎"Bagaimana?" Tanya Gafi

‎"Tiga orang sudah tumbang, hanya tinggal satu, orang yang hatinya mati" jawab Michelle

‎"Icang mana?" Tanya Khalid

‎"Masih mengurus orang terakhir, dia bilang tidak akan pulang sebelum orang itu tumbang" jawab Michelle

‎"Kenapa dia sulit di takut takuti?" Tanya Gafi

‎"Dia tidak punya cinta di hatinya, tapi Icang bilang dia punya ide bagus untuk kasih pelajaran orang itu" jawab Michelle

‎"Kamu hebat sekali sayang" ungkap Peter

‎"Hihihi... Kan pacar ayang" jawab Michelle yang sekarang sudah punya dua mata dan tidak lagi menutupi wajahnya setelah mengambil mata Hilman

‎"Hadeuh" keluh Khalid dan Gafi

‎"Si Mimi kemana?" Tanya Gafi

‎"Sedang ngidam makan ayam di peternakan ayam langsung katanya" jawab Peter

‎"Jangan sampai dia minum darah ayam, nanti dia jadi jahat lagi" ungkap Khalid

‎"Ada si Kunti yang ikutin dia, dan jaga dia juga, Kunti sudah berpengalaman menahan Mimi saat sedang ngamuk" jawab Peter

‎"Ayo masuk bang, ujian sudah mau di mulai" ajak Gafi

‎######

‎Di kantor polisi

‎Haris hanya terduduk sambil menatap kosong ke arah depan jeruji yang hanya menampakkan dinding kosong dengan suara suara obrolan para tahanan lain yang di tahan sementara disana sama dengannya, Sedangkan Icang yang masih penasaran dengan sosok Haris, dia tidak menjelma jadi Isma, tapi seseorang yang mungkin akan membuat Haris tak bisa menolaknya.

‎"Kak Haris"

‎Suara lembut itu tiba tiba masuk ke Indra pendengaran Haris, suara yang sangat dia kenali dan bahkan setiap malam selalu ada dalam dekapannya.

‎"Ivanka"

‎Haris berusaha mencari asal suara itu, dan bisa dia lihat sosok Ivanka berada di sudut ruangan tempat dia di tahan, dengan pakaian rumah sakit dan juga luka bekas sayatan yang masih di perban, Ivanka terduduk tepat di sudut ruangan itu dengan wajah ketakutan.

‎"Kenapa kamu disini? Harusnya kamu di obati kan" tanya Haris melambaikan tangannya agar Ivanka menghampirinya untuk duduk di pangkuan Haris.

‎Ivanka menghampiri Haris dengan ragu, Sampai Haris menarik tangannya hingga Ivanka benar benar terjatuh di pangkuan Haris. ‎Di usapnya wajah pucat Ivanka dengan seringai tipis di bibirnya, di tatapnya juga bibir tipis Ivanka dengan tatapan lapar hingga....

‎Cup.

‎Haris tanpa aba aba langsung menyambar bibir Ivanka dengan lembut, hanya sekilas dan Haris langsung memeluk Ivanka dalam dekapannya.

‎"Kenapa kesini? Kamu rindu padaku? Orang yang bersamamu tidak bisa sepertiku yang bisa menenangkan kamu?" Tanya Haris dan Ivanka mengangguk takut.

‎"Jangan khawatir, mulai sekarang kamu hanya akan bersamaku saja" jawab Haris kembali memeluk Ivanka.

‎"Aku kesakitan, tanganku, punggungku, kepalaku kak" adu Ivanka

‎"Mereka memang menyakitimu, tapi maafkan mereka, mereka hanya tak suka perhatian papa terbagi padamu, aku hanya bisa mengawasi mereka saat menyiksamu, tanpa bisa membantumu, bukan karena aku tidak suka padamu tapi karena aku juga bukan apa apa jika tanpa papa Maulana, dia banyak berjasa padaku dan aku harus selalu mendukung anak anaknya" ungkap Haris.

‎"Semua yang aku pegang, harta, jabatan, dan kedudukanku sebagai kakak tertua di keluarga itu hanya sebagai pembohongan publik, pada kenyataannya, aku bukanlah pewaris keluarga Jhonson, aku hanya orang luar Ivanka, sama sepertimu"

‎"Itu sebabnya aku pernah mengajakmu pergi dari rumah dan tinggal di luar negeri, hanya kita berdua, tapi kamu tidak mau meninggalkan papa" ungkap Haris lagi membuat Icang terkejut.

‎"Tapi kakak melecehkanku, kenapa?" Tanya Ivanka

‎"Setan mungkin lewat di saat yang tepat, daripada kamu di lecehkan si Bram, aku lebih suka aku saja yang melakukan itu"

‎"Maafkan aku Ivanka, aku tahu aku tidak bisa mengembalikan semuanya, tapi kamu yang melupakanku membuatku semakin mati Ivanka" ungkap Haris

‎"Ayo pergi sekarang, ke tempat yang jauh denganku" ajak Ivanka memberikan sebuah pisau cutter pada Haris

‎"Kamu ingin pergi denganku?" Tanya Haris dan Ivanka mengangguk yakin.

‎"Aku ingin bebas berlari, bebas tersenyum dan bebas memelukmu kak Haris" jawab Ivanka tersenyum manis, senyuman yang belum pernah di lihat Haris, karena selama ini hanya senyuman hampa yang di perlihatkan Ivanka di depan semua orang, terlihat manis tapi kosong di mata Haris.

‎"Baiklah kita akan pergi ke tempat yang jauh" jawab Haris mengambil pisau itu tanpa ragu, masih dengan Ivanka yang ada di pangkuannya.

Haris menggores urat nadi di tangannya dengan pisau itu, hingga darah segar mengucur deras di balik pergelangan tangan Haris. Icang tertegun, dia tidak menyangka kalau Haris akan semudah itu dia taklukan hanya dengan menggunakan wajah Ivanka.

‎"Apa kamu puas?" Tanya Haris tapi Ivanka hanya menatapnya datar.

‎"Pergilah, ini yang kamu inginkan kan? I.. Vanka" lirih Haris menitikkan air matanya.

‎"Kamu sudah lahir kembali, semoga aku juga bisa lahir kembali seperti kamu Ivanka, maaf karena aku tidak bisa menolong mu dari sejak pertama kamu mengalami penyiksaan di tempat itu" gumam Haris.

‎Sosok Ivanka mulai terlihat kabur dari pandangan Haris yang sekarang berkabut, tiba tiba rasa pusing menghantam kepalanya dan matanya tak bisa lagi terbuka sempurna, menghilangkan sosok Ivanka yang masih setia berada di pangkuannya dengan tatapan tak bisa di artikan.

‎"Kalau kamu menyayanginya, seharusnya kamu memperjuangkannya Haris, bukannya mendukung adik adikmu dan ikut menyiksanya" balas Icang masih dalam sosok Ivanka, setelah itu dia pergi dari sana meninggalkan Haris yang masih terduduk dengan tangan bersimbah darah dan tak sadarkan diri.

1
Tri Handayani
ah kasihan sekali izhar😇😇😇
Ridwan01: iya kak kasihan dia 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt thor
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt💪
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Ridwan01
Selamat datang di dunia Hamka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!