NovelToon NovelToon
THE 100 BILLION SECRETARY

THE 100 BILLION SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Demi 100 Miliar, Gisel harus menjadi sekretaris penggoda bagi bosnya sendiri.
Gisella (20) terjepit kebutuhan ekonomi untuk pengobatan ibunya. Di tengah keputusasaan, Nyonya Widya ibu dari CEO tampan Arselan Dirgantara memberinya penawaran gila: Imbalan 100 miliar rupiah jika Gisel bisa membuktikan bahwa Arsel bukan penyuka sesama jenis.
Tugas Gisel hanya satu: Menjadi sekretaris pribadi dan menggunakan segala cara termasuk pesona fisiknya untuk memicu kembali gairah Arsel yang membeku sejak dikhianati masa lalu.
Gisel yang ceriwis harus menghadapi Arsel yang dingin dan gila kerja. Namun, saat tembok es Arsel mulai mencair, Gisel terjebak dalam dilema antara tuntutan kontrak dan perasaan yang mulai tumbuh nyata.
"Mampukah Gisel menuntaskan misinya, atau justru ia yang akan hancur oleh kebenaran di balik kontrak tersebut?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji di Ambang Kegelapan

Keheningan menyelimuti kamar tamu kediaman Dirgantara, hanya interupsi detak jarum jam dinding yang terdengar seperti detak jantung yang cemas. Arselan duduk di sisi ranjang, menggenggam tangan Gisella yang masih terasa dingin. Matanya tak lepas dari wajah pucat wanita itu, sementara pikirannya masih terngiang ucapan dokter: *Hamil muda... sangat rentan.*

Rasa bersalah yang teramat sangat menghantam dadanya. Ia teringat bagaimana ia memaki Gisel, menyebutnya wanita pemuja harta, padahal saat itu Gisel mungkin sedang berjuang menahan mual dan pening demi menemuinya.

"Maafkan aku, Sayang... maafkan aku," bisik Arsel. Ia mencium punggung tangan Gisel berulang kali, air mata yang jarang ia keluarkan kini jatuh membasahi sprei satin itu.

Perlahan, jemari Gisel bergerak. Sebuah lenguhan halus lolos dari bibirnya yang masih sedikit pucat. Arsel segera menegakkan duduknya, hatinya berdegup kencang.

"Gisella? Kamu dengar aku?" panggil Arsel lembut.

Gisel membuka matanya perlahan. Langit-langit kamar yang mewah dan asing menyambut pandangannya. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi; hujan deras, pagar besi, dan wajah Arsel yang dingin. Ia refleks mencoba bangkit, namun rasa pening yang hebat menyerangnya.

"Jangan bergerak, Gisel. Tetaplah berbaring," perintah Arsel dengan nada yang kini penuh dengan kelembutan yang protektif.

Gisel menatap Arsel dengan tatapan nanar. "Mas... kenapa aku di sini? Mas masih marah?" suaranya nyaris berbisik, ada ketakutan yang tersirat di sana.

Arsel menggeleng cepat. Ia memeluk tangan Gisel dan menempelkannya di pipinya. "Tidak, Sayang. Aku tidak marah. Maafkan aku yang bodoh ini. Ibu sudah menceritakan semuanya. Aku tahu kamu sudah mengembalikan uang itu. Aku tahu kamu tulus."

Gisel memejamkan mata, air matanya mengalir ke samping pelipis. "Aku nggak butuh uang itu, Mas... aku cuma takut kehilangan kamu."

Arsel menghapus air mata Gisel dengan ibu jarinya. Ia menarik napas panjang, mencoba menstabilkan emosinya sebelum menyampaikan kabar yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

"Gisel, ada hal penting yang harus kamu tahu," Arsel mengelus perut Gisel yang masih rata dengan sangat hati-hati. "Dokter baru saja memeriksa kamu. Kamu... kamu sedang hamil, Gisel. Ada anak kita di sini."

Gisel tertegun. Matanya membelalak tak percaya. Ia menyentuh perutnya sendiri dengan tangan yang bergetar. "Hamil? Mas... aku hamil?"

"Iya, Sayang. Enam minggu," Arsel tersenyum haru. "Tapi dokter bilang kondisinya rentan. Kamu tidak boleh banyak pikiran, tidak boleh kelelahan. Kamu harus tetap di sini, di bawah pengawasanku."

Gisel terisak, namun kali ini ada semburat kebahagiaan di balik tangisnya. Ia tidak menyangka malam-malam yang mereka lalui telah membuahkan sebuah nyawa. "Tapi Mas... Tante Widya?"

Pintu kamar terbuka pelan. Nyonya Widya masuk dengan langkah gontai, matanya sembab. Ia berdiri di kaki ranjang, menatap Gisel dengan tatapan yang sangat berbeda penuh penyesalan dan permohonan ampun.

"Gisel," panggil Nyonya Widya pelan. "Maafkan Tante. Tante yang sudah memulai kekacauan ini. Tante yang egois menganggap cinta bisa dibeli dengan kontrak."

Gisel menatap wanita yang dulu ia takuti itu.

"Tante tidak akan memaksamu lagi. Jika kamu ingin tetap bersama Arsel, Tante akan sangat bersyukur. Terutama... untuk cucu Tante yang ada di rahimmu," Nyonya Widya mendekat dan mengusap kaki Gisel. "Tinggallah di sini. Biarkan Tante menebus kesalahan Tante dengan menjagamu sampai bayi itu lahir."

Gisel melihat ke arah Arsel, yang mengangguk mantap seolah memberikan dukungan. "Aku maafkan, Tante. Aku juga minta maaf karena sudah berbohong sejak awal."

Setelah Nyonya Widya keluar untuk menyiapkan makanan bernutrisi bagi Gisel, Arsel kembali memfokuskan seluruh dunianya pada Gisel. Ia menunduk dan mengecup perut Gisel dengan penuh takzim.

"Mulai hari ini, tidak akan ada lagi rahasia di antara kita," ucap Arsel tegas. "Aku akan menjagamu dan anak kita lebih dari nyawaku sendiri. Dirgantara Group bisa menunggu, tapi kamu dan bayi ini adalah prioritas utamaku."

Gisel tersenyum, ia menyisir rambut Arsel dengan jari-jarinya. "Mas jangan terlalu protektif, nanti aku malah bosan di tempat tidur terus."

"Tidak ada bantahan, Nyonya Dirgantara," Arsel mengecup bibir Gisel dengan lembut, sebuah ciuman yang menjanjikan masa depan baru. "Kamu adalah duniaku, dan sekarang duniaku bertambah satu lagi."

Malam itu, di balik dinding rumah mewah yang dulu terasa dingin, sebuah kehangatan baru tercipta. Badai telah berlalu, menyisakan pelangi kecil dalam rahim Gisel. Arsel tahu perjalanannya untuk menebus luka hati Gisel masih panjang, namun dengan nyawa baru yang sedang tumbuh di sana, ia memiliki alasan terkuat untuk menjadi pria yang lebih baik bukan hanya sebagai CEO, tapi sebagai seorang ayah dan suami yang tulus.

1
Desi Santiani
double up thor
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
kok cepet banget bacanya kak😅😅🙏🙏
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
10 jam 🤣🤣🤣
nanti kamu praktekan aja 🤭🤭
kuat💪💪
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
yeeeeee tetap semangat kak 💪💪❤️❤️
makacih udah update 🙏
Nasya
hai kak… aku mampir ceritanya seruuu.. di tunggu up brikutnya… semangat 😍👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!