NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Suami Kejam

Jeratan Cinta Suami Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:962
Nilai: 5
Nama Author: Siti Fatimah

"Ini apa maksudnya? Bisa jelaskan padaku ...aku mohon!"

"Hari ini akan diadakan acara pernikahanmu sayang dan Tuan 💙 lah yang akan membeli sekaligus bersedia meminangmu menjadi Istrinya. Bersiaplah! Ini demi kebaikan kamu."

Bagai diterpa badai di siang bolong. Alih-alih mendapatkan kesempatan untuk bahagia, ia malah dijerumuskan dalam lembah jurang yang sangat dalam oleh Papa kandungnya sendiri, tak percaya dan mengharapkan semua ini hanyalah mimpi namun nyatanya yang terjadi sungguhlah nyata.

"Usap air mata kamu! Kamu lupa tinggal menghitung menit ijab kabul akan segera dilaksanakan, jadi berhentilah menangis!" perintah Papanya tanpa memikirkan kehancuran sang Putri.

"Kenapa Papa setega ini sama Cantika? Kenapa Papa tidak membiarkan Cantika untuk mati daripada harus menikah dengan pria itu, dia pria yang sama sekali tidak Cantika kenal. Bahkan pria itu sudah memiliki istri! Kenapa Papa membiarkan semua ini terjadi, kenapa Pa?" tegas Cantika dengan menangis semakin menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 [ Ada Yang Masih perlu diRevisi ]

Ia membatin dengan pilu, tatapannya sendu... penyesalan terbesar yang hingga kini masihlah berkobar dalam hatinya, masalalu yang hingga kini masih membayangi pikirannya ada penyesalan... Ada kekecewaan... Tapi yang paling ia takuti, ia takut Adrian akan membencinya setelah ia tau putri kecil yang sangat ia sayangi nyatanya bukanlah darah daging Adrian, melainkan darah daging Kean.

Flashback beberapa tahun lalu

"Apa maksudmu ingin menyudahi hubungan ini? Jangan katakan kamu sudah tidak lagi mencintaiku?! Apa kamu sungguh sudah tidak cinta lagi sama aku?"

Tapi Kean memilih mengacuhkan, ia membelakangi Wanita berstatus istri sahabatnya... Ia bersiap akan pergi, dalam matanya terlihat Lelaki itu sama sekali tak peduli biarpun Wanita itu terus memohon, ia pula sadar hubungan yang mereka jalani bisa dibilang hubungan terlarang.

"Aku sudah sadar! Aku juga tidak ingin membuat Adrian kecewa terlalu dalam! Kamu sudah bahagia hidup dengannya... jadi alangkah baiknya kita akhiri hubungan kita."

"Lalu kamu akan mencampakkan aku dan putri? Apa kamu akan melupakan kita dan memutuskan hidup bersama keluarga baru... Setega itukah kamu?"

"Bukan aku yang ingin mencampakkan kamu... tapi kamu sendiri yang mendorongku untuk melakukan semua ini."

"Apa maksudmu? Disini aku yang korban lalu kenapa kamu malah setega itu menyalahkan aku?"

"Sekarang sebaliknya aku tanya? Apa alasan kamu kenapa menerima perjodohan itu? Kamu sudah tau kita telah memiliki hubungan serius bahkan hubungan kita sudah kelewat batas! Kamu menerima lamaran dia bahkan sampai bersedia untuk dinikahi, selama 2 tahun aku rela menjadi bayang-bayang dari seseorang yang sangat aku cintai tapi tidak bisa aku miliki. Bahkan untuk menerima panggilan Ayah dari anak kandungku sendiri aku tidak bisa! Sekarang aku memilih untuk mundur agar kamu bisa berbahagia dengan Suamimu kenapa malah aku yang kamu salahkan? Bukankah disini yang egois itu kamu? Kurang apalagi pengorbanan yang aku lakukan selama ini?"

Flashback sekarang....

"Kamu sahabat yang terlalu baik untukku... Adrian, kamu selalu membantuku dalam segala kesulitan yang aku alami, sekali lagi maafkan aku... Maafkan kekhilafan sahabat yang sudah kamu anggap saudara... Maaf!"

Ia membatin dengan pilu, tatapannya begitu sangat menyesali perbuatannya tapi apa boleh buat nasi sudah terlanjur jadi bubur.

"Sayang,"panggil seseorang diseberang sana, keduanya kompak menoleh, Kean membelalak tak mempercayai Monikalah yang datang, langkah Wanita itu lalu menghampiri mereka.

"Kamu?!"ucap Kean tak percaya.

"Kenapa ekpresi kamu sampai seperti itu kamu tidak lupa kan dengan Monika?" Monika melebarkan senyumannya terlebih ini pertemuan pertama dia dengan sang mantan setelah 2 Thun lamanya tak jumpa setelah sekian lama.

"Tidak! Aku tidak lupa aku percaya gimana kabar kamu?"

Kean mencoba mengalihkan kecemasan yang ada dalam dirinya terlebih ia bertemu dengan Wanita dalam masalalunya.

"Sayang... Sepertinya Kean sangat terkejut dan pangling melihat kita... Gimana kabar kamu?" Wanita itu melingkari lengan sang Suami beranggapan Lelaki dihadapannya ini akan cemburu.

"Alhamdulillah aku baik, oh iya tapi dari kejauhan aku memperhatikan kalian sepertinya kalian lagi dalam pembahasan yang cukup tegang... Ada apa? Sesuatu terjadi?"

"Berhubung kamu istriku maka aku akan jelaskan kalau Kean sahabat kita ini sudah bisa mencintai seorang Wanita... Tapi...."

"Tapi, apa yang?"

"Yang dicintai itu Wanita yang sudah beristri bukankah itu gila?"

"Wanita yang sudah beristri? Apa dia masih mencintaiku?" batin Monika, Pipi Monika memerah, ia tersipu malu dan dan gr jika seseorang yang dimaksudkan adalah dirinya padahal aslinya sangatlah tidak.

"Yang... Kenapa pipi kamu jadi memerah?''tanya Adrian menyadarkan lamunannya.

"Tidak! Aku hanya ingat awal permata kita disaat lagi pdkt dulu, tidak disangka hubungan rumah tangga kita sudah berjalan selama ini ya?"

Monika semakin menampakkan kemanjaan dan keharmonisan rumah tangganya didepan Kean, tapi ada maksud lain ia berbuat seperti ini, alasan utamanya karena ia ingin melihat seperti apa tanggapan dari sang mantan.

BERSAMBUNG

1
Siti Fatimah
Maaf, bab 14 masih belum lulus review dari semalam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!