NovelToon NovelToon
Gadis Manja Tuan Mafia

Gadis Manja Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Action / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:48.9k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

⚠️ PERINGATAN — Bocil di larang masuk, Mengandung, kekerasan, dan konflik dunia mafia. Bijaklah dalam membaca.

​Niatnya cari pelarian, malah dapet "tuan muda" kematian.

​Alicia kabur ke Italia dan mencari pria paling tampan untuk menghina selera perjodohan ayahnya. Misinya berhasil ia menemukan Dante, pria dengan visual sempurna yang mau diajaknya bermalam bersama.

Tapi keesokan paginya, Alicia baru sadar kalau dia bukan baru saja menaklukkan pria biasa, melainkan seorang predator paling ditakuti di Eropa. Ternyata, merayu bos mafia saat mabuk adalah ide terburuk yang pernah Alicia lakukan seumur hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 3

Mereka sampai di sebuah bangunan penthouse ultra modern, Interiornya sangat minimalis, didominasi warna hitam, abu-abu, dan kaca. Alicia melangkah masuk, mengagumi kemewahan yang bahkan melampaui rumahnya di Jakarta.

"Wow. Kau punya selera yang bagus, Dante," Alicia berbalik, mendapati Dante sudah berada tepat di belakangnya, mengunci langkahnya.

Tanpa banyak kata, Dante merengkuh pinggang Alicia, menariknya hingga tidak ada jarak di antara mereka. Ciuman pertama mereka meledak dengan gairah yang liar. menaklukkan gadis itu dan menghancurkan segala rasa sombongnya.

Sementara Alicia yang kini masih di bawah pengaruh alkohol membalasnya dengan sama agresifnya. Ia tidak peduli pada konsekuensi atau pada masa depannya sendiri.

Saat Dante mulai menanggalkan gaun merah Alicia, pria itu berhenti sejenak, menatap mata Alicia yang mulai sayu karena gairah. "Kau yakin dengan ini, Alicia? Setelah malam ini, tidak akan ada jalan kembali untukmu."

Alicia hanya tersenyum malas, menarik kerah kemeja Dante. "Jangan banyak bicara. Lakukan saja."

Malam itu, di atas tempat tidur mewah yang menghadap lampu-lampu kota Milan, Alicia menyerahkan segalanya. Di bawah sentuhan kasar namun menuntut dari sang raja bawah tanah, ia merasa telah memenangkan pemberontakannya. Dante melakukannya dalam keadaan sadar sepenuhnya. Ia menyukai cara Alicia yang tidak takut padanya, cara gadis itu mencakar punggungnya, dan agresivitas yang belum pernah ia temui sebelumnya.

Namun, di tengah panasnya malam, sebuah kecerobohan besar terjadi. Dante, yang biasanya penuh perhitungan, sengaja membiarkan dirinya terbawa suasana. Ia tidak menggunakan pengaman. Ia ingin memberikan tanda yang lebih dari sekadar memar di kulit Alicia. Ia ingin memiliki gadis ini sepenuhnya, dengan cara yang paling primitif.

Tetapi, saat penyatuan itu benar-benar terjadi, gerakan Dante terhenti secara mendadak. Ada sensasi yang tak ia duga, sebuah pertahanan yang masih utuh dan tersegel. Napas Dante tertahan di tenggorokan, matanya yang kelam menatap wajah Alicia yang merintih di bawahnya. Sialan, pikirnya. Gadis ini bertingkah seolah ia adalah ratu penggoda di sana, bahkan menyerang dengan keberanian yang gila, namun ternyata ia masih terjaga.

Dante menatap Alicia dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada kepuasan sekaligus amarah yang aneh di sana. Ia sudah melangkah terlalu jauh, dan fakta ini membuat darahnya makin bergejolak. "Jadi, kau bersembunyi di balik keberanian ini?" bisik Dante dengan suara beratnya, terdengar lebih seperti geraman rendah di telinga Alicia yang masih dalam pengaruh alkohol. "Kau sungguh berani, Little Bird. Memancing iblis saat kau sendiri bahkan belum tahu bagaimana caranya terbang."

Matahari pagi mulai terbit, saat ini Alicia terbangun dengan kepala yang terasa seperti dihantam dan tubuh yang terasa hancur. Ia mengerang, mencoba mengingat di mana ia berada. Sprei sutra hitam dingin menyentuh kulitnya yang polos di dalamnya.

Ingatan malam itu datang seperti kilasan film cepat. Kelab malam. Dante. Pria tampan. Dan... Oh Tuhan.

Alicia bangkit dengan tergesa, menutupi tubuh polosnya dengan selimut. Ia menoleh dan melihat Dante tidak ada di sampingnya. Namun, suara beratnya yang dingin terdengar dari arah balkon yang terbuka.

Alicia perlahan melangkah ke arah sana, mengintip dari balik pintu kaca. Di sana, Dante berdiri membelakanginya, hanya mengenakan celana panjang hitam.

Ia sedang berbicara melalui sambungan telepon. "Aku tidak peduli jika dia memohon," ucap Dante dengan suara yang begitu dingin hingga membuat Alicia merasa menggigil di tengah pagi yang hangat. "Patahkan kedua tangannya sebelum kau membuangnya ke sungai. Dan pastikan kasino di pusat kota sudah bersih dari orang-orang mereka sebelum jam sepuluh pagi. Jika ada yang melawan... tembak di tempat."

Mata Alicia membelalak. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Ia menatap punggung pria itu, dan baru menyadari adanya tato besar bermotif mawar hitam yang dikelilingi rantai berduri di punggung Dante, sebuah simbol yang pernah ia lihat di berita internasional tentang sindikat mafia paling berbahaya di Italia. "Alicia, apa kau gila." rutuknya dalam hati.

Dante mematikan teleponnya, lalu berbalik seolah menyadari keberadaan Alicia. Ia menatap Alicia dengan mata yang tidak lagi penuh gairah seperti semalam, melainkan mata seorang penguasa yang baru saja menemukan barang berharga miliknya.

"Kau sudah bangun, Cara Mia *(Sayangku)*?" tanya Dante datar, melangkah mendekat ke arah Alicia yang mulai gemetar.

Alicia mundur satu langkah, namun punggungnya menabrak dinding kaca. "Kau... siapa kau sebenarnya?"

Dante tersenyum, dengan senyum yang tidak sampai ke matanya. Ia mengulurkan tangan, mengusap pipi Alicia dengan ibu jarinya. "Kau yang merayuku semalam, Alicia. Kau yang memintaku untuk memimpin. Dan sekarang... kau adalah tanggung jawabku."

Tepat saat itu, ponsel Alicia yang tergeletak di lantai berdering. Itu adalah pesan singkat dari ayahnya yang entah bagaimana sudah tahu lokasinya "Alicia, Ayah sudah di Milan. Kembali ke hotel sekarang atau Ayah akan menyeretmu pulang dengan paksa."

Alicia menatap ponselnya dari kejauhan, lalu menatap Dante yang kini berdiri menjulang di depannya dengan tatapan posesif. Ia baru sadar, kabur dari kentang rebus pilihan ayahnya justru membawanya ke dalam pelukan seorang iblis yang tidak akan pernah membiarkannya pergi.

Dan yang lebih buruk lagi... ia ingat satu detail kecil dari malam tadi yang membuatnya ingin pingsan seketika.

"Dante..." suara Alicia bergetar. "Semalam... kau... Kau... Apa tidak memakai pengaman?!"

Dante hanya menatapnya dengan diam, sebuah tatapan yang memberikan jawaban paling mengerikan bagi masa depan Alicia.

Alicia merasa Napasnya tercekat tatkala Pertanyaannya yang menggantung di udara hanya dibalas oleh kesunyian yang mencekik dari Dante Vallo. Pria itu tidak tampak menyesal, tidak tampak panik, dan jelas tidak tampak seperti seseorang yang baru saja melakukan kesalahan besar.

"Dante?" Alicia mengulangi, suaranya naik satu oktaf. "Jawab aku! Kau... kau sengaja, kan?"

Dante melangkah maju. Setiap langkahnya terasa seperti kengerian yang semakin mendekat. Ia berhenti tepat di depan Alicia, menjulang tinggi hingga bayangannya menutupi tubuh kecil wanita itu. Tangannya mulai terangkat untuk menyisipkan sehelai rambut Alicia yang berantakan ke belakang telinga. Sentuhannya terasa dingin, namun entah mengapa justru terasa membakar kulit Alicia.

"Kenapa kau tampak begitu terkejut, Alicia?" Dante berbisik, suaranya rendah dan serak, mengirimkan getaran yang tidak diinginkan ke seluruh saraf Alicia. "Kau sendiri yang datang padaku bahkan dengan agresivitas yang tidak dimiliki oleh wanita lain. Kau menyerahkan dirimu seolah kau adalah hadiah yang sudah lama aku tunggu. Apa kau pikir seorang pria sepertiku akan menyia-nyiakan kesempatan ini begitu saja? Saat ini kau sudah menjadi milikku?"

Alicia terperangah. "Milikmu? Aku bukan milikmu! Bahkan Kita baru bertemu beberapa jam yang lalu di sebuah kelab malam yang remang-remang! Itu hanya... itu hanya pelarian! Itu hanya protes terhadap ayahku! Dan ini semua adalah kesalahan!"

Dante menyeringai, dengan ekspresi yang tampak sangat tampan sekaligus sangat kejam. "Di duniaku, tidak ada yang namanya 'kebetulan'. Begitu kau melangkah ke areaku dan begitu kau membiarkan aku membawamu ke sini... kau sudah menandatangani kontrak tak tertulis yang tidak bisa kau batalkan."

1
putmelyana
next Thor s2 aku gak terima cerita ini anding/Sob/
🐈
orkay mah bebas/Shy/
🐈
/Shy//Hey/
Amila FM,IG:amilaeditslife
syaiton lo Antonio. maaf ya kak aku misuh2 di comment wkwkkw. kesel banget sama dedengkot bau tanah
~SasMaya ✧: 🤭 gpp kak...
total 1 replies
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
pria idaman para raider ini.
tapi kalau aku sudah Auto balik badan.
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
pemikiran yang sangat keren.
setidaknya nikahi lah dulu.
kau anggap dia gundik😭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
perhatian aelah
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
ada pergantian tak kasat mata
PrettyDuck
hamil sih ini pasti 😆
PrettyDuck
hamil apa mabok laut itu dia?
PrettyDuck
lah! malah ikutan ngincer alicia 😭
PrettyDuck
mau kamu al ikutan hancur bareng mereka? 😭
Alyaaa_Lryyy.
kadang yang seperti ini tuh lebih menggoda dari apapun🤭🤤
Sishrye
kemaren mau kabur dari Dante, sekarang malah memilih dia/Facepalm/
Sishrye
Bambang ini keknya 11 12 ama si Dante/Facepalm/
PrettyDuck
tuh al, pacarmu banyak banget musuhnya.
siap 24 jam dalam ancaman mulu?
PrettyDuck
jadi udah official nih mereka? ☺️
PrettyDuck
dia lebih takut jadi ibu daripada takut sama dante loh 🥴
PrettyDuck
mulai denger pendapat alicia dia 🙈
PrettyDuck
mana peduli dante. emang beneran pingin dibunbun kayaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!