NovelToon NovelToon
Dear Dave

Dear Dave

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.

Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?

Semoga suka♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah tau?

Nazar masih mengawasi kamera cctv yang merekam keberadaan istri dan putri sulungnya. Dia juga mendapat laporan dari pengawal pengawal yang sudah dia susupkan di sekitar orang orang terkasihnya.

Sangat jelas kalo istri dan putrinya tidak menghubungi nomor asing.

Istrinya juga tidak kemana mana. Hanya berada di dalam rumah hingga memudahkannya mengawasinya.

Begitu juga putri sulungnya, selalu menemani istrinya di rumah setelah pulang kerja. Suaminya-Jay belum pulang dari mengurus proyek di luar negeri.

Selama di perusahaan atau pun mengurus klien, putrinya tidak melakukan hal yang mencurigakan. Dia bekerja seperti biasa seolah tidak ada yang perlu dia khawatirkan tentang adiknya.

Nazar semakin yakin kalo putri bungsunya sudah berada di tempat yang aman.

Tapi dimana?

BRAK!

Nazar menggebrak meja dengan keras.

TOK TOK

Nazar menatap pintu ruangannya yang terbuka. Kepala pengawal yang paling dia percaya sedang berjalan memasuki ruangannya yang memang tidak dia kunci.

"Ada apa?"

Seorang laki laki yang lebih muda setahun saja darinya menunduk hormat sebelum membuka mulutnya mengabarkan berita penting.

"Nona Rhea, berangkat dengan kereta eksekustif ke Jakarta, pak."

APA!

Nazar terhenyak. Berita yang tidak dia sangka.

Putrinya menggunakan kereta?

Selama ini pencariannya terfokus pada bandara saja, baik penerbangan domestik maupun yang ke luar negeri.

Tapi tidak ada satu pun rekaman putrinya di sana.

Pengawal kepercayaannya memperlihatkan rekaman cctv di stasiun kereta api.

Nazar tersenyum melihat orang kepercayaannya di sana yang membantu putrinya hingga bisa naik kereta yang akan menyelamatkannya.

"Nona muda ke Jakarta, pak."

Nazar suka.dengan cara kerja Toni, pengawalnya, yang mencari informasi di tempat tempat yang tidak dia pikirkan.

Pasti Toni juga sudah mencati di semua terminal bis.

Dia jadi takjub melihat putrinya bisa menaiki transportasi masal itu.

"Tapi rekaman di stasiun Jakarta sudah tidak ada, pak. Sepertinya sudah dihapus."

Nazar menganggukkan kepalanya. Tidak banyak orang penting yang bisa melakukannya.

Oke, dia akan memfokuskan pada penyelidikannya pada relasi relasi besar mereka di Jakarta.

"Kirim anak buah terbaikmu ke Jakarta," perintah Nazar yang diangguk dengan cepat oleh Toni pengawal kepercayaannya.

"Siap laksanakan, pak." Kemudian setelah menunduk hormat, Toni melangkah cepat meninggalkan bosnya untuk melakukan perintahnya.

Rhea, papa harap kamu baik baik aja, ya. Sebentar lagi papa akan menjemput kamu, batinnya dengan ukiran tipis senyum di bibirnya.

Nazar kemudian menghubungi adiknya Nara.

"Rhea di Jakarta, Ra. Mas sudah mengirimkan pengawal terbaik ke sana. Baru saja," lapornya begitu panggilannya tersambung ke adiknya.

"Mas Nazar sudah tau siapa yang melindunginya?"

Nazar tersenyum samar.

"Pasti bukan orang sembarangan," tukas Nara lagi.

"Tentu saja mas sudah memetakan orang orang kuat yang dikenal mbakmu."

"Siapa?" tanya Nara dengan jantung berdebar cepat.

"Mbakmu berteman dengan Puspa daru keluarga Airlangga Wisesa. Pasti Rhea berada di sekitar circle mereka." Nazar mengutuk kebodohannya yang tidak terpikir ke arah sana.

Selama beberapa hari ini, fokusnya selalu ke luar negeri, yang sering dikunjungi putri bungsunya. Ternyata putrinya berada tidak jauh darinya.

Dia akui, waktu tau putrinya kabur dan istrinya melindunginya, pikirannya tidak bisa berpikir jernih.

Dia berpikir istrinya akan melarikan putrinya sejauh mungkin dari kejarannya. Tapi ternyata istrinya sangat pintar bertaktik.

Tapi dia tau, tidak akan mudah membawa Rhea kembali jika putrinya memang dilindungi Puspa. Apalagi kalo keluarganya Airlangga berafiliasi dengan keluarga Artha Mahendra untuk melindungi Rhea.

Dia tau karena kedua keluarga itu sekarang sudah berbesanan. Benar benar mengerikan dan akan sangat menyulitkannya nanti.

Adiknya masih terdiam, mungkin kaget mendengar ucapannya.

"Kamu bisa minta Baskara mencari Rhea di Jakarta," ucap Nazar setelah sekian lamanya adiknya masih membisu.

"Ya, mas."

*

*

*

Hari ini Rhea diminta mengajar di kelas sebelah. Rhea yang sedang mengawasi anak anak didiknya yang sedang serius menggambar, jadi terusik pikirannya ketika memperhatikan salah satu anak laki laki yang mirip dengan si jomblo.

Keponakannya juga, ya? duga Rhea dalam hati.

Sepertinya semua turunan Airlangga tidak berada di kelas yang sama

Dari name tagnya, Rhea tau namanya Oscar.

Bukan hanya wajah, tapi tingkah laku dan pembawaannya yang acuh membuatnya bahkan layak jadi anak si jomblo itu.

Rhea kemudian melihat data orang tuanya di data administrasi pada tabletnya. Tiap guru mempunya akses untuk mengetahui informasi tentang para siswa. Kalo terjadi sesuatu pada mereka, akan mudah untuk menginformasikannya pada orang tua anak anak didik itu.

Para orang tua juga kadang kadang mengirimkan pesan seandainya mereka terlambat menjemput. Jadi anak anak mereka akan dibiarkan berada di di kelas atau di taman bermain dengan pengawasan para guru.

El Salvatore dan Skylar Lavina Geraldy.

Rhea juga ingat nama si jomblo itu juga berbau bahasa asing. Dave.

Wajarlah, ada keturunan bule. Sedangkan banyak orang lokal yang menggunakan nama bule juga.

Apakah papanya lebih tua dari si jomblo itu? batinnya sambil membayangkan wajah papanya Oscar dan si jomblo ngeselin itu.

Kenapa masih memikirkan laki laki itu, sih, geram Rhea dalam hati, merasa salah dengan pola pikirannya sekarang. Perlakuan kurang ajar laki laki itu masih bisa dia ingat, jadi mimpi buruknya tiap malam.

Rhea menghembuskan nafas lelah.

Kenapa mereka selalu bertemu? Apakah ini hanya kebetulan saja? Bahkan si Jomblo yang jadi biang masalah dalam hidupnya ternyata keponakannya Tante Puspa.

Rhea menghembuskan nafas lebih panjang. Untunglah jam mengajar akhirnya berakhir juga.

Mereka pun mengantarkan anak anak didik mereka hingga ke halaman parkiran sekolah.

Rhea sempat kaget melihat wajah laki laki yang menjemput Oscar. Memang mirip walau tidak terlalu sama. Tapi gaya dan pembawaannya serupa.

Tadi hampir saja dia menduga si jomblo yang datang.

Rhea menghembuskan nafas lega.

"Rhea, apa kabar?"

Edwin? Kagetnya ketika laki laki yang menyapanya sudah berada dalam jarak kurang lebih dua meter di depannya.

Ngapain dia ke sini?

Rhea memaksakan senyumnya.

"Jemput anak atau keponakan?"

Edwin tergelak mendengar kata kata Rhea.

"Aku belum punya anak. Masih jomblo. Ponakan juga ngga ada, soalnya anak tunggal," koreksi Edwin sekalian mengenalkan dirinya lebih lengkap pada Rhea. Dia masih belum bisa menghentikan tawanya. Bahunya bahkan sampai terguncang.

Rhea menatap datar.

Teringat ucapan Dave kalo ada ada Daniar yang bersama laki laki ini kemarin.

"Aku sengaja ke sini mau ketemu kamu. Soalnya waktu nanya nanya kamu sama Dave, aku dicuekin," jelasnya sangat ramah beberapa saat kemudian. Tawanya sudah tak bersisa lagi.

Rhea hanya merespon dengan senyum biasa saja. Menghadapi laki laki seperti ini sudah biasa waktu di Surabaya.

"Boleh antar kamu pulang?" tawar Edwin.

"Aku masih lama. Pulangnya dua jam lagi," tolak Rhea sopan.

"Yaaa..." Raut wajah Edwin tampak benar benar kecewa.

Rhea hampir aja tertawa mendengarnya.

"Kamu pulangnya sama siapa?" tanya Edwin lagi.

"Sama Dave, ya?" tebaknya menuduh.

"Enggak. Aku dijemput supir," tolak Rhea kaget.

Kenapa bawa bawa nama Dave, batinnya bete.

"Oooh.... Kirain karena kamu guru guru keponakannya, jadi dia berinisiatif antar jemput kamu," pancing Edwin.

"Enggak. Aku punya supir sendiri," tolak Rhea menahan kesal.

Sejak kapan laki laki itu yang antar jemput dia, batin Rhea makin kesal.

Fitnah ini, sungutnya dalam hati.

"Oooh..." Senyum Edwin lega.

"Kamu ngapain di sini?" tegur Baim yang sejak tadi memperhatikan interaksi temannya dengan Rhea.

Rhea memperhatikan laki laki yang barusan menegur Edwin. Dia tidak mengenalnya.

"Lho, kamu di sini juga?" Edwin berbasa basi walau agak kaget karena tidak melihat kehadiran Baim. Senyumnya seketika pudar.

Wajar Baim di sini, anaknya, kan, sekolah di sini, cuitnya membatin.

"Bukan hanya aku. Tuh, lihat," tunjuk Baim santai, membuat Edwin dan juga Rhea spontan melihat arah yang ditunjuk olehnya.

Ada beberapa laki laki muda di sana, termasuk yang mirip si jomblo.

Otak Rhea mulai berpikir melihat kedekatan mereka.

DEG

Edwin kecut juga melihat ada barisan kerabat dan keluarga Airlangga di sana. Ada Eldar, Jayden, Abiyan, Ferdi, dan Milan yang sedang menatapnya.

"Kenalkan, aku Baim. Anaknya Bu Puspa." Baim mengulurkan tangannya pada Rhea yang masih sibuk dengan dugaan dugaannya.

1
sleepyhead
Emg disturbing sih, kalau byk orang-orang yg grouping dan toxic di lingkungan kerja kita...
gimana yah.. rasanya tuh kaya digerogoti rayap hari ke hari yg hidupnya berkoloni utk menumbangkan kayu yg kokoh menunggu kayu itu keropos sampai tumbang..
kalau rayapnya sendirian mah gak ngeri. Yg ngeri itu kalau udah 1 koloni.
sama kayak orang toxic yg ngegennk..
Mereka tuh kuat karena rame.
Satu jd kompor, yg lain kipas-kipas. Targetnya ya "kayu kokoh" = orang yg kerja bener/jujur/gak ikut arus mereka...

Abaikan aja Rhe, anggep aja angin lalu, dia belum tau aja siapa kamu sebenernya..
faktanya kalau mereka tau kamu dr keluarga mana, mungkin mereka seperti kucing basah kena air hujan "Menggigil"
😂🤣
sleepyhead: emang ngeselin kan Thor, perlu di beri paham ini miss² resek ni 😁🤭
total 3 replies
Rahmawati
ayo dave cepetan sblm Rhea di temukan oleh papanya, km gk rela kan kl Rhea menikah dengan orang lain
Ranita Rani
q ikutan t3gang nie,,
Herman Lim
nazar nanti di pulangkan kllo dah jadi mantu Airlangga 😃😃
Lia Kiftia Usman: doa semoga lebih dulu dave bertemu rhea..🤲
total 1 replies
Herman Lim
Edwin mau rebut gebetan dave harus lwtin barisan para apak muda dulu
🔵MENTARY
Hahaha🤣🤣🤣Dave panik Rhea mau di jodohkan
Lusi Hariyani
klo sdh msk ke keluarga mereka g bakal bs lepas
Zea Rahmat
panik kan dave🤣🤣🤣🤣🤣
Zea Rahmat
masa keluarga Airlangga bisa di ancam... ancam. balik dong🤣🤣
🔵MENTARY
Rival Dave, Baskara dan Edwin 🤣🤣🤣
anggita
like 👍iklan☝☝
Rahmawati
ayo dave masak km gk mau deketin rhea jg, emg km rela Rhea sama Edwin?
sleepyhead
Good choices, Abaikan aj hahaa
sleepyhead
🤣🤣🤣🤣 Mereka semua Buaya ulung yg insaf bro, jangan bermain main 😝 berbahaya kalau sdh berurusan dgn mereka apalagi berani menyentuh yg sdh digariskan utk circle mereka..
belum tau aja di jidat Rhea itu sudah ada marker nya "Belong to Dave" dan hanya org beriman aja yg bs liat mark itu wkwkkk
Zea Rahmat: iya betulll🤭🤭
total 6 replies
Lusi Hariyani
dave sainganmu akn dtg lg lho jgn bnyk mikir ntar rhea pergi km nyesel
Paksi Winatha
typo thour ke jakarta bkn ke jakarat🫣🫣🫣🫣🤣🤣🤣/Curse//Curse//Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Rahma AR: j😄......
total 1 replies
Evi Solina
Hayoloh Dave saingan Lo muncul di sekolah😆
Rahmawati
Edwin gercep eyy, langsung nyamperin Rhea ke sekolah
Lusi Hariyani
bpk y rhea bnr2 dech...🙏
🔵MENTARY
Melipir Erwin, Rhea udh di targetkan calon Bini Dave/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!