NovelToon NovelToon
Jebakan Hati Gadis Cupu

Jebakan Hati Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: who i am?

Bagi Arlan, harga diri adalah segalanya. Namun, ketika sebuah kekalahan memaksanya memacari gadis paling "tak kasatmata" di sekolah, ia memulai permainan manipulasi yang paling berbahaya—tanpa sadar bahwa kepolosan adalah senjata yang paling mematikan bagi egonya.

Arlan tidak pernah kalah. Dengan wajah rupawan dan kekuasaan di tangannya, dia adalah "Tuhan" di SMA Nusantara. Hingga satu malam, sebuah taruhan konyol di meja biliar mengubah segalanya. Taruhannya sederhana: Taklukkan Lulu, si gadis kutu buku yang kuper, polos, dan selalu menunduk, lalu campakkan dia di malam perpisahan.
Bagi Arlan, ini hanyalah tugas mudah. Dia akan menggunakan pesonanya, melakukan love bombing, dan membuat Lulu bertekuk lutut. Namun, Lulu bukanlah lawan yang biasa. Kepolosan Lulu yang keterlaluan membuat semua taktik manipulasi Arlan mental. Saat Arlan mencoba menyakitinya, Lulu justru membalas dengan ketulusan yang menampar ego narsistiknya.
Siapakah yang akan hancur lebih dulu? Arlan dengan egonya, ata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon who i am?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10:hujan bunga d balik manipulasi

Lulu tidak bisa tidur sepanjang malam. Matanya sembab, dan setiap kali ia memejamkan mata, suara bentakan Arlan di parkiran pameran mobil itu terus terngiang. Ia merasa dirinya adalah kegagalan besar. Ia merasa telah menghancurkan martabat pria yang sangat ia cintai di depan ayahnya sendiri.

Namun, tepat pukul lima pagi, sebuah pesan masuk ke ponselnya. Bukan pesan singkat yang dingin, melainkan sebuah paragraf panjang yang dipenuhi kata-kata manis dan permintaan maaf yang seolah sangat tulus.

Arlan: Lu, aku nggak bisa tidur mikirin kejadian semalam. Aku bener-bener minta maaf. Aku tadi malem stres banget karena tekanan Papa, dan aku malah lampiasin ke kamu. Aku ngerasa jadi cowok paling jahat di dunia karena udah bentak bidadari selembut kamu. Tolong kasih aku kesempatan buat nebus kesalahan aku ya? Aku sayang banget sama kamu, Lu.

Lulu membaca pesan itu berulang kali. Hatinya yang tadinya beku karena sedih, tiba-tiba mencair. "Arlan... dia ternyata cuma lagi stres," bisiknya pada diri sendiri, kembali mencari pembenaran untuk Arlan.

Kejutan sesungguhnya terjadi saat Lulu sampai di depan gerbang sekolah. Sebuah mobil pickup terbuka terparkir di sana, dan dua orang pria berseragam toko bunga sedang sibuk menurunkan puluhan buket bunga matahari—bunga favorit Lulu.

Di tengah kerumunan siswa yang berbisik-bisik iri, Arlan berdiri di sana, memegang satu tangkai bunga matahari yang paling besar. Ia tidak lagi tampak seperti monster semalam; hari ini ia tampak seperti pangeran dari negeri dongeng.

"Lulu!" panggil Arlan dengan suara lantang, membuat semua mata tertuju pada mereka.

Lulu berjalan mendekat dengan wajah memerah. "Arlan, ini... ini apa?"

Arlan berlutut di depan Lulu, di tengah koridor sekolah. Tindakan ini membuat suasana seketika heboh. Reno dan gengnya bersiul-siul dari kejauhan, sementara para siswi lain menggigit bibir karena iri.

"Ini adalah permohonan maaf aku karena semalam aku udah jadi pengecut," ucap Arlan sambil menatap mata Lulu dalam-dalam. "Bunga matahari ini lambang kamu, Lu. Kamu yang selalu kasih cahaya di hidup aku yang gelap karena tekanan Papa. Kamu mau kan maafin aku?"

Lulu merasa dunianya seolah berhenti. Semua rasa sakit semalam menguap begitu saja digantikan oleh hormon kebahagiaan yang meluap-luap. "Iya, Arlan. Aku udah maafin kamu sebelum kamu minta maaf."

Arlan berdiri dan langsung memeluk Lulu erat, menghirup aroma rambut Lulu yang ia benci sebenarnya, tapi di depan umum, ia harus terlihat seperti sedang memeluk harta paling berharga. Target terkunci lagi, batin Arlan sambil tersenyum miring ke arah Reno.

Selama jam sekolah, Arlan benar-benar melakukan Love Bombing besar-besaran.

Setiap pergantian jam pelajaran, ada saja kejutan untuk Lulu:

Pukul 09.00: Seorang kurir mengantarkan cokelat premium ke kelas Lulu dengan catatan: "Biar kamu semangat belajarnya, Cantik."

Pukul 11.00: Arlan mengirimkan segelas minuman kopi kekinian favorit semua orang ke meja Lulu lewat teman sekelasnya.

Pukul 12.00 (Jam Istirahat): Arlan tidak mengajak Lulu ke kantin yang bising. Ia sudah menyewa satu ruangan musik yang kosong dan menyulapnya menjadi tempat makan siang privat dengan makanan dari restoran bintang lima.

"Arlan, ini terlalu banyak... aku jadi nggak enak," ucap Lulu saat mereka duduk berdua di ruangan musik yang tenang itu.

Arlan meraih tangan Lulu, mengecupnya berkali-kali. "Nggak ada yang 'terlalu banyak' buat kamu, Lu. Aku mau nebus semua air mata kamu semalam. Aku mau kamu tahu kalau kamu itu satu-satunya orang yang aku butuhin buat hadapin kerasnya hidup aku."

Lulu menatap Arlan dengan mata berkaca-kaca. "Makasih ya, Arlan. Aku janji bakal jadi pacar yang lebih baik lagi, biar kamu nggak stres lagi."

Arlan tersenyum, senyum yang sangat manis namun mematikan. "Kamu emang yang terbaik, Lu. Oh iya, karena kita udah baikan... besok aku mau ajak kamu ke acara gathering komunitas mobil aku. Tapi tenang, kali ini kamu nggak perlu lepas kacamata kalau emang belum siap. Aku bakal jagain kamu terus."

Lulu mengangguk penuh semangat. Ia merasa Arlan sudah berubah. Ia merasa cintanya telah "menyembuhkan" sifat temperamental Arlan.

Padahal, di balik semua bunga dan cokelat itu, Arlan sedang tertawa di dalam hati. Dia tahu, dengan memberikan "hadiah" yang banyak, Lulu akan merasa semakin tidak enak hati untuk menolak permintaannya yang lebih besar di masa depan. Arlan sedang menjinakkan korbannya sebelum akhirnya dia benar-benar menghancurkannya berkeping-keping.

"Satu hal lagi, Lu," tambah Arlan sambil menyuapi Lulu sepotong daging steak mahal. "Besok ada beberapa temen aku yang mungkin bakal nanya soal kejadian semalam. Kamu tinggal bilang kalau semalam itu cuma keteledoran kamu yang nggak hati-hati ya? Biar nama aku tetep baik di depan mereka. Bisa, kan?"

Lulu terdiam sejenak. Ia tahu ia jatuh karena disenggol dan karena tidak memakai kacamata atas permintaan Arlan. Tapi melihat mata Arlan yang penuh harap, Lulu mengangguk.

"Bisa, Arlan. Aku bakal bilang itu salah aku."

Arlan mengusap pipi Lulu dengan lembut. "Pinter. Itu baru pacar Arlan."

Pembaca akan sangat gregetan di sini! Arlan mencuci otak Lulu agar Lulu mengakui kesalahan yang tidak ia lakukan, dan Lulu melakukannya hanya karena ia merasa "berhutang budi" pada bunga-bunga matahari yang sebentar lagi akan layu itu.

1
Valent Theashef
mreka bakal ketemu lagi tp entah brp th..
lily
cerita yang menarik semoga sampai tamat
Valent Theashef
bgus,liat coba end ny apakh mreka brsma ???
Siska Dores
😍
Valent Theashef
penuh tantangan suka deh film novel kyk gni,
Dewi Yanti
ko ada cowo ky reno yg jahat bgt
Siska Dores
next kak
Siska Dores
lanjutt kak
Siska Dores
next kak
Siska Dores
greget bngt
Siska Dores
next kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!