NovelToon NovelToon
Beyond The Castle Walls

Beyond The Castle Walls

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Kerajaan
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

Terperangkap dalam sangkar emas Aethelgard, Putri Aurelia mendambakan dunia di balik dinding istana yang megah. Beruntung, ada Lucas, seorang pemuda logistik istana yang tampak biasa namun menjadi satu-satunya orang yang berani membuka jalan bagi sang putri untuk menggapai kebebasan yang ia impikan. Namun, perjalanan mereka tak semudah yang dibayangkan. Reruntuhan dunia luar menyimpan kejutan dan bahaya tak terduga. Bersama Lucas, Aurelia harus mengungkap misteri yang telah lama terkubur di Aethelgard. Salah satunya adalah rahasia di balik kematian ibunda tercinta yang ternyata menyisakan plot twist mengejutkan. Akankah ia berhasil menemukan kebenaran yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minyak Herbal dan Rahasia di Balik Pilar

Setelah sesi minum teh yang penuh tawa tertahan itu berakhir, Pangeran Theo pamit untuk bertemu dengan Raja Valerius guna membahas urusan perbatasan.

Elara menarik napas panjang, merasa lega karena tugas menjamu tamu penting telah usai. Ia menoleh ke arah Aurelia yang sedang mengusap pedang besinya dengan sehelai kain beludru.

"Pergilah. Aku tahu pikiranmu sudah tidak ada di taman ini lagi," ucap Elara dengan senyum tulus. "Aku akan memberitahu pengawal bahwa kau butuh waktu sendiri di perpustakaan. Tapi ingat, jangan biarkan debu gudang itu menempel terlalu banyak di gaunmu."

Aurelia segera menuju jalur rahasia dan berjalan cepat ke area logistik. Begitu sampai di pojok gudang, ia melihat Lucas sedang mencatat sesuatu di atas papan kayu besar.

"Kamu kelihatan sibuk sekali sepertinya, Lucas," sapa Aurelia sambil bersandar pada pilar kayu yang sudah sangat ia kenali.

Lucas menoleh dan langsung tersenyum tipis begitu melihat Aurelia. Ia meletakkan papan catatannya ke atas meja yang penuh debu. "Baru selesai latihan ya? Wajahmu masih sangat merah karena kelelahan."

Aurelia duduk di atas peti kayu kosong sambil mengipasi wajahnya dengan tangan. "Iya, capek sekali. Hari ini pertama kali aku memakai pedang besi yang sungguhan. Tapi aku puas, apalagi setelah melihat wajah Theo yang berubah ungu karena teh akar pahit tadi. Kamu harus lihat, itu lucu sekali."

Lucas tertawa pelan mendengar cerita itu. "Aku bisa membayangkannya. Pangeran itu memang perlu diberi sedikit pelajaran agar tidak terlalu sombong. Sini, perlihatkan tanganmu. Pedang besi itu berat, pasti tanganmu gemetar."

Lucas mengambil botol minyak herbal dan duduk di depan Aurelia. Ia mulai mengoleskan minyak itu ke telapak tangan Aurelia yang memerah.

"Terima kasih, Lucas," gumam Aurelia. "Hanya di sini aku bisa bicara bebas. Di atas sana, semua orang menuntutku untuk selalu sempurna. Aku lelah harus menjaga sikap di depan Theo dan Ayah."

"Aku mengerti," sahut Lucas sambil fokus mengobati tangan Aurelia. "Kamu tidak perlu menjadi putri yang sempurna di sini. Kamu cukup menjadi Aurelia yang aku kenal saja."

Aurelia terdiam sejenak, lalu suaranya merendah. "Lucas, apa kamu merasa suasana istana belakangan ini terasa aneh? Ayah semakin sering rapat tertutup, dan Theo semakin sering datang. Aku merasa ada sesuatu yang besar sedang direncanakan."

Lucas mengangguk, raut wajahnya berubah menjadi serius. "Aku juga merasakannya. Pasokan barang yang masuk ke gudang juga berubah drastis. Banyak sekali kiriman besi untuk zirah dan stok gandum kering untuk jangka panjang. Itu tandanya istana sedang bersiap untuk keadaan darurat atau mungkin perang."

Aurelia merengut cemas. "Aku merasa mereka sedang membangun tembok tinggi di sekelilingku, Lucas. Aku takut kalau tiba-tiba Ayah membuat keputusan yang membuatku tidak bisa lagi keluar dari kamar, apalagi ke sini."

Lucas menutup botol minyaknya dan menatap Aurelia dengan tenang. "Kalau keadaannya nanti jadi sulit, entah itu soal politik atau soal Pangeran Theo, kamu jangan menghadapi semuanya sendirian. Selama aku masih bekerja di sini, aku pasti akan punya cara untuk membantumu. Kita sudah berteman sejak kecil, aku tidak akan membiarkanmu kesulitan."

"Kamu berjanji?" tanya Aurelia memastikan.

"Tentu saja. Aku akan selalu membantumu dengan caraku sendiri," jawab Lucas meyakinkan. "Sekarang sebaiknya kamu kembali sebelum Elara mencarimu. Pastikan debu di bajumu sudah bersih."

Aurelia berdiri dan merapikan gaunnya. "Iya, aku kembali dulu. Terima kasih sudah mengobati tanganku, Lucas."

Lucas hanya mengangguk dan memperhatikan Aurelia pergi lewat pintu samping. Setelah bayangan Aurelia hilang, ia kembali ke mejanya dengan pikiran yang bercabang. Ia tahu bahwa janji untuk membantu Aurelia mungkin akan segera diuji oleh keadaan istana yang semakin genting.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!