NovelToon NovelToon
Pembalasan Sempurna Kirana

Pembalasan Sempurna Kirana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Dikhianati hingga mati, Kirana terbangun di masa lalu dengan satu tujuan: membalas dendam pada adik tiri dan mantan tunangannya. Demi merebut kembali warisannya, ia nekat mengikat pernikahan kontrak dengan Adyatma Surya—CEO kejam berdarah naga yang dikutuk. Menawarkan diri sebagai penawar nyawa pria itu, Kirana tak menyadari bahwa kontrak berdarah tersebut justru menjebaknya dalam obsesi gelap sang predator yang takkan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Badai di Singgasana Nusantara

​Hujan badai yang mengguyur Jakarta malam itu seolah menjadi simfoni pembuka bagi kembalinya sang penguasa. Di lantai tertinggi Menara Nusantara, kilat yang menyambar-nyambar di balik dinding kaca raksasa memberikan pencahayaan dramatis pada sosok Kirana Larasati Surya. Ia berdiri mematung, menatap pantulan dirinya di kaca; seorang wanita yang tidak lagi memiliki jejak kerapuhan dari masa lalunya. Rambut hitamnya yang kini berkilau perak di bagian ujungnya tampak kontras dengan gaun kerja berwarna merah marun yang ia kenakan—warna darah, warna kemenangan, dan warna peringatan bagi siapa pun yang berani menghalanginya.

​Adyatma Surya berdiri beberapa langkah di belakangnya, bersandar pada meja jati yang berat. Pria itu tidak lagi memancarkan hawa panas yang menghancurkan. Sejak resonansi di Zurich, aura naganya telah bertransformasi menjadi kekuatan yang tenang namun sangat padat. Ia adalah samudera dalam yang tenang, namun siap menenggelamkan apa saja jika Kirana memberikan perintah.

​"Semua sudah siap, Kirana," suara Adyatma berat, bergema di ruangan luas yang sunyi itu. "Reno telah mengunci seluruh akses keluar-masuk gedung. Jaringan siber kita telah mengisolasi Menara Nusantara dari dunia luar. Malam ini, gedung ini adalah pengadilan pribadimu."

​Kirana berbalik, sebuah senyum tipis yang dingin tersungging di bibirnya. "Terima kasih, Adyatma. Aku tidak pernah menyangka bahwa gedung yang dibangun ibuku dengan cinta, harus kubersihkan dengan cara seperti ini. Tapi benalu tidak bisa dicabut dengan belaian. Mereka harus dibakar hingga ke akarnya."

​Sidang Umum Para Benalu

​Tepat pukul sembilan malam, ruang rapat utama di lantai 45—yang biasanya menjadi tempat perdebatan angka dan keuntungan—berubah menjadi ruang eksekusi karier. Kirana melangkah masuk dengan langkah yang pasti, tumit sepatunya berbunyi ritmis di atas lantai marmer, menciptakan ketegangan yang menyesakkan bagi dua puluh orang direktur dan pemegang saham yang sudah menunggu di sana.

​Mereka semua adalah orang-orang yang selama ini merasa aman di bawah perlindungan "bayangan" Dewan Tetua Langit. Beberapa di antaranya adalah teman lama Herman Larasati, dan sisanya adalah pion-pion yang dipasang oleh Ares Group.

​"Silakan duduk," ucap Kirana singkat saat ia sampai di kursi pimpinan.

​Tidak ada yang berani berbicara. Suasana begitu mencekam hingga suara napas pun terdengar seperti gangguan. Kirana membuka laptopnya, memproyeksikan sebuah dashboard Google Sheets raksasa ke dinding ruangan. Namun, ini bukan lembar kerja biasa. Ini adalah hasil integrasi Sastra Cyber yang telah melakukan audit forensik terhadap setiap transaksi, setiap percakapan WhatsApp, dan setiap jejak digital mereka selama sepuluh tahun terakhir.

​"Tuan-tuan," Kirana memulai, suaranya tenang namun tajam bagai sembilu. "Selama saya berada di Zurich, saya tidak hanya menikmati salju. Saya membongkar 'Jantung Kripto' milik Ares Group. Dan tebak apa yang saya temukan? Nama kalian semua ada di sana, terdaftar sebagai 'aset' dengan harga masing-masing."

​Wajah para direktur itu memucat. Seorang pria paruh baya bernama Direktur utama operasional, Tuan Kusuma, mencoba berdiri dengan tangan gemetar. "N-Nyonya Surya, ini pasti kesalahpahaman. Kami selalu setia pada Nusantara Group. Apa yang Anda lihat mungkin adalah manipulasi dari musuh-musuh kita..."

​"Manipulasi?" Kirana memotong dengan tawa kecil yang meremehkan. "Tuan Kusuma, Anda menerima aliran dana sebesar lima juta dolar ke rekening cangkang di Kepulauan Cayman tepat tiga hari setelah gudang pesisir kita terbakar. Apakah itu juga manipulasi? Atau mungkin rekaman suara Anda saat memberikan kode akses gudang kepada agen klan Scorpio ini juga palsu?"

​Kirana menekan sebuah tombol, dan suara Kusuma bergema di ruangan itu, memberikan instruksi sabotase yang sangat detail. Kusuma jatuh terduduk, matanya kosong.

​"Malam ini, saya tidak butuh penjelasan," lanjut Kirana, berdiri dan berjalan mengelilingi meja bundar tersebut. "Saya sudah menyiapkan fitur Google Forms khusus di perangkat kalian masing-masing. Hanya ada satu pertanyaan: 'Apakah Anda bersedia menyerahkan seluruh aset yang Anda curi dan memberikan kesaksian penuh terhadap Dewan Tetua Langit, atau Anda ingin saya menyerahkan berkas ini langsung ke KPK dan unit khusus klan Surya malam ini juga?'"

​Satu per satu, para direktur itu menunduk. Kekuatan Kirana bukan lagi sekadar uang; ia memiliki data yang merupakan mata uang paling berharga di era ini. Dengan dukungan Adyatma yang berdiri di pintu seperti malaikat maut, mereka tidak memiliki pilihan selain menyerah.

​Rahasia Proyek Mahameru

​Setelah ruangan itu dikosongkan oleh tim keamanan Surya Corp, Kirana kembali ke mejanya. Kelelahan mulai tampak di wajahnya, namun ia tahu tugas terberatnya baru saja dimulai. Ia membuka folder "Target Terakhir: Mahameru" yang berhasil ia amankan dari Zurich.

​"Adyatma, lihat ini," Kirana menunjuk sebuah koordinat di layar. "Mahameru bukan hanya nama gunung. Ini adalah kode untuk sebuah sistem pemancar frekuensi purba yang tertanam di bawah kawah Gunung Semeru. Dewan Tetua Langit berencana menggunakannya untuk melakukan 'Reset Global'."

​Adyatma mendekat, dahinya berkerut saat membaca data teknis tersebut. "Reset Global? Apa maksudnya?"

​"Mereka ingin memicu anomali geomagnetik yang akan menghapus seluruh data digital di dunia, kecuali data yang tersimpan di dalam server mereka yang telah dilindungi energi naga," Kirana menjelaskan dengan ngeri. "Mereka ingin menjadi satu-satunya pemegang sejarah dan kekayaan dunia. Semua orang akan kembali ke titik nol, dan mereka akan menjadi tuhan baru di dunia yang hancur."

​Adyatma mengepalkan tinjunya. "Itu gila. Jika itu terjadi, seluruh sistem rumah sakit, transportasi, dan distribusi makanan akan lumpuh. Jutaan orang akan mati."

​"Itulah sebabnya mereka membunuh ibuku, Adyatma," suara Kirana melemah. "Ibu menemukan frekuensi tandingan untuk menghentikan mesin Mahameru ini. Ibu menyebutnya 'Gema Nusantara'. Dan kunci untuk mengaktifkannya... ada di dalam nadiku dan nadimu yang sudah menyatu."

​Pengkhianatan di Dalam Darah

​Di tengah diskusi yang intens, Reno masuk dengan langkah terburu-buru. "Nyonya, ada pesan masuk dari sel isolasi Bagas Pramoedya. Dia ingin bicara. Dia mengklaim memiliki pesan terakhir dari 'Sang Arsitek' sebelum beliau menghilang di Zurich."

​Kirana dan Adyatma segera menuju ruang interogasi. Bagas tampak jauh lebih buruk dari pertemuan terakhir mereka. Kulitnya pucat keabu-abuan, dan sirkuit ungu tipis mulai muncul di permukaan kulitnya—tanda bahwa ia telah terkontaminasi oleh energi gelap Dewan Tetua sebagai bentuk hukuman atas kegagalannya.

​"Kirana... kau... kau sudah terlambat," Bagas tertawa parau, darah hitam menetes dari sudut bibirnya.

​"Bicaralah, Bagas. Apa yang direncanakan Sang Arsitek?" tuntut Kirana.

​"Dia tidak lagi di Zurich... dia sudah di sana... di puncak Mahameru," gumam Bagas dengan mata yang mulai memutih. "Dia adalah kakekmu, Kirana. Pria yang kau kira sudah mati dalam pengasingan... Dialah pendiri Dewan Tetua Langit. Dia membunuh putrinya sendiri—ibumu—karena ibumu menolak menjadi bagian dari dunia baru yang dia ciptakan."

​Kirana terhuyung mundur. Dunianya seolah berputar. Kakek? Sosok pahlawan dalam cerita-cerita ibunya, pria yang dikabarkan sebagai pelopor teknologi Nusantara, ternyata adalah monster yang berada di balik semua penderitaannya?

​"Itu bohong!" teriak Kirana.

​"Cek... cek folder Origin di Drive-mu," Bagas batuk hebat, tubuhnya mulai kejang. "Ibumu tidak menyembunyikanmu dari Adyatma... dia menyembunyikanmu dari ayahnya sendiri. Kau adalah mahakarya terakhirnya... kunci yang akan menyempurnakan mesin Mahameru."

​Setelah kata-kata terakhir itu, tubuh Bagas menegang dan kemudian terkulai lemas. Cahaya ungu di kulitnya memudar, meninggalkan jasad yang dingin.

​Resolusi dan Persiapan Terakhir

​Kembali ke ruang kerja, Kirana terdiam selama berjam-jam. Adyatma tidak meninggalkannya, ia terus memegang tangan Kirana, menyalurkan kekuatan melalui sentuhan fisik yang hangat.

​Kirana akhirnya membuka folder Origin yang disebutkan Bagas. Di sana, ia menemukan sebuah foto lama yang sangat rahasia. Di foto itu, ibunya yang masih muda berdiri di samping seorang pria gagah yang memiliki sorot mata yang persis sama dengan Kirana. Pria itu memakai lencana perak dengan simbol gunung Semeru.

​"Dia benar, Adyatma," bisik Kirana, air mata jatuh di pipinya. "Musuh terakhirku... adalah darah dagingku sendiri. Orang yang memulai semua kutukan ini adalah kakekku."

​Adyatma menarik Kirana ke dalam pelukannya. "Dengar padaku, Kirana. Darah mungkin menentukan asal-usulmu, tapi tindakanmu menentukan siapa dirimu. Kita akan pergi ke Mahameru. Bukan sebagai cucunya yang patuh, tapi sebagai hakim yang akan mengakhiri kegilaannya."

​Kirana menyeka air matanya, sorot matanya kembali tajam dan penuh determinasi. "Kau benar. Jika kakekku yang membangun kegelapan ini, maka cucunyalah yang akan membawa fajar untuk menghancurkannya."

​Malam itu, mereka tidak beristirahat. Melalui ekosistem Google Workspace, Kirana menyusun rencana perang terakhir yang diberi nama "Operasi Fajar Nusantara". Ia melibatkan seluruh sumber daya Surya Corp dan Nusantara Group yang telah dibersihkan.

​Sinkronisasi Satelit: Reno diperintahkan untuk mengarahkan seluruh satelit komunikasi untuk memantau aktivitas seismik di Gunung Semeru.

​Unit Resonansi: Tim laboratorium Benteng Cendana menyiapkan alat pemancar frekuensi portable yang akan dibawa oleh Kirana dan Adyatma.

​Logistik Darurat: Melalui Google Drive, Kirana membagikan instruksi keamanan kepada seluruh mitra Asia Tenggara agar mereka bersiap menghadapi kemungkinan gangguan sinyal dalam 48 jam ke depan.

​Menuju Mahameru

​Pukul tiga dini hari, di bawah guyuran hujan yang mulai mereda, sebuah konvoi kendaraan taktis dan helikopter siluman bersiap di helipad Menara Nusantara. Kirana mengenakan pakaian tempur yang dirancang khusus oleh ibunya—sebuah setelan yang terbuat dari serat cendana sintetis yang mampu menahan tekanan energi tinggi.

​Adyatma berdiri di sampingnya, mengenakan baju zirah ringan klan Surya yang legendaris. Pedang peraknya kini berpendar dengan cahaya perak yang stabil, siap untuk membelah kegelapan apa pun.

​"Reno, kau memegang kendali di sini," Kirana memberikan instruksi terakhir. "Jika dalam enam jam kami tidak memberikan sinyal, aktifkan protokol 'Bumi Hangus' pada seluruh server Dewan Tetua yang sudah kita identifikasi. Jangan biarkan mereka memiliki apa pun."

​"Siap, Nyonya. Semoga Naga dan Cendana memberkati perjalanan Anda," ucap Reno dengan nada emosional.

​Kirana dan Adyatma melangkah masuk ke dalam helikopter utama. Saat mesin mulai menderu dan kendaraan itu perlahan naik meninggalkan gemerlap lampu Jakarta, Kirana menatap kota itu untuk terakhir kalinya. Di kejauhan, ia seolah bisa melihat bayangan puncak Semeru yang megah namun mematikan, menunggunya untuk menyelesaikan takdir yang telah tertunda selama sepuluh tahun.

​"Ini bukan lagi soal pembalasan dendam, Adyatma," ucap Kirana saat mereka terbang menembus awan.

​"Lalu tentang apa?" tanya Adyatma.

​"Tentang restorasi," jawab Kirana. "Tentang mengembalikan Nusantara kepada rakyatnya, dan mengembalikan kedamaian pada jiwa ibu kita yang sudah terlalu lama menderita."

​*** [Bersambung ke Bab 22...]

1
Aisyah Suyuti
.menarik
Luzi
kerenn
Mifta Nurjanah
eps brpa pas dia udh jebol??😭😭
Emi Widyawati
baca awal, sudah jatuh cinta. bagus banget Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!