NovelToon NovelToon
TERJERAT

TERJERAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mafia
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Di bawah rindangnya pohon randu angker di sudut kampung, seorang pemuda bernama Langit tumbuh dewasa tanpa mengenal siapa orang tua kandungnya. Setiap senja, ia merenung di sana, merasa namanya seluas langit namun tak punya pijakan. Ia tak tahu, takdirnya sudah "terjerat" sejak hari ia ditemukan sebagai bayi di bawah pohon keramat itu oleh Nenek Wati.

Sembilan belas tahun kemudian, rahasia kelam masa lalu mulai terkuak, menyeret Langit pada sebuah pencarian identitas yang tak hanya mengancam hidupnya, tapi juga menguji perasaannya. Ketika ia dihadapkan pada sosok Intan, wanita yang sudah "terjerat" pernikahan namun begitu "layak diperjuangkan", akankah Langit mampu melepaskan diri dari belenggu masa lalu dan menemukan tempat sejatinya? Atau justru semakin dalam "terjerat" dalam takdir yang tak pernah ia minta?

Ikuti perjalanan Langit menemukan jati diri, cinta, dan rahasia yang terkubur di dalam novel TERJERAT.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 21 JANJI SEJATI DAN PANGGILAN KEMBALI.

(Melanjutkan lima tahun ke belakang)

Setelah hari itu, Langit benar-benar menepati janjinya – setiap hari setelah pulang sekolah, dia langsung berlari ke rumah sakit untuk menemani Kang Yusuf. Kadang dia membawa makanan yang dibuat sendiri oleh Nenek Wati, kadang hanya datang untuk membacakan koran atau cerita yang dia pelajari di sekolah.

"Siang Kang Yusuf, hari ini nenek bikin sup kacang panjang lho – katanya bagus buat mempercepat penyembuhan," ucap Langit sambil membuka kotak makan yang masih hangat.

Yusuf tersenyum lembut, menatap bocah itu bak malaikat penolongnya.: "Terima kasih ya Langit. Kalau bukan karena kamu, mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini sekarang."

"Tidak boleh berkata begitu Kang Yusuf. Kita semua punya tujuan hidup sendiri – mungkin ini saja jalan Tuhan untuk kamu menemukan tujuan itu," jawab Langit dengan wajah yang jauh lebih dewasa dari usianya.

Hari demi hari berlalu, luka-luka Yusuf mulai membaik. Namun masalah baru muncul – dia tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit yang tersisa, dan juga tidak punya tempat untuk tinggal karena kamar kostnya sudah dibatalkan saat dia sakit.

"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi Langit," ucap Yusuf dengan wajah sedih saat mereka sedang duduk di taman rumah sakit. "Setelah keluar dari sini, aku tidak punya tempat untuk kembali dan tidak punya pekerjaan lagi."

Langit mengerutkan kening, lalu tiba-tiba tersenyum ceria: "Kang Yusuf mau tidak tinggal di kampung tempat almarhum kakekku ( suami nenek wati)? Ada tanah kosong yang tak terurus oleh nenek maupun aku karna tempat nya lumayan jauh dar rumah nenek yang biasa aku tempati. Kalau kamu mau, kamu bisa mengelolanya.

Yusuf terkejut dan melihat wajah Langit yang penuh semangat: "Benarkah kamu mau menerima aku seperti itu? Aku hanya orang yang dulu dicap pencuri lho."

"Yang lalu sudah lalu Kang Yusuf. Yang penting sekarang kamu mau menjadi orang yang lebih baik. Selain itu, kamu tahu kan banyak tentang tanah dan tanaman – itu adalah keahlian yang bisa kamu manfaatkan!" tegas Langit.

Beberapa hari kemudian, Yusuf akhirnya pulang dari rumah sakit. Langit sudah menunggu di depan pintu rumah sakit dengan senyum hangat. Langit langsung membawa Yusuf ke kampung kakek nya yang jauh dari rumah para warga dan memberinya tempat tinggal di sebuah gubuk kecil yang dulu digunakan untuk menyimpan alat pertanian.

"Kita akan membersihkannya dan membuatnya menjadi tempat tinggal yang nyaman," Kata Langit dengan senyum ramah. "Aku melihat kamu sebagai Kakak sendiri,. Jangan sungkan untuk bilang apa saja jika kamu butuh bantuan." Langit memberikan secarik kertas dan ponsel jadul untuk berkomunikasi dengannya.

Hari berikutnya, Langit dan Yusuf mulai membersihkan tanah kosong yang hampir tujuh tahun tak terurus karna jauh dari rumah warga dan yang hal utama tanah itu hampir tiga jam perjalanan dari rumah nenek Wati. Yusuf mulai menjelaskan tentang jenis tanah, tanaman yang cocok untuk ditanam, dan cara merawatnya dengan benar.

"Lihat ini Langit – tanah ini punya warna gelap yang bagus, artinya kaya akan nutrisi. Kalau kita tanam sayuran dan buah-buahan yang sesuai, hasilnya pasti bagus," ucap Yusuf sambil menggali tanah dengan hati-hati.

Langit dengan senang hati mendengarkan penjelasan Yusuf. Sebelumnya Langit meminta ijin pada neneknya untuk sementara akan tinggal bersama kang Yusuf di tempat almarhum kakeknya dan kebetulan sekolah sedang masa liburan.

Sang nenek pun mengijinkan bahkan dengan senang tanah almarhum suaminya ada yang mengurus nya.

Dua minggu telah berlalu, Langit menemani kehidupan Yusuf di kampung terbarunya, takdir Yusuf bener bener di atur oleh bocah yang usianya terpaut jauh.

"Kang mungkin besok saya akan pulang, jika ada apa-apa atau pun kekurangan uang, jangan sungkan untuk menelepon." Ucap Langit

"Kenapa buru buru pulang Langit, tunggu lah waktu panen sayuran ini." Jawab nya.

"Hari senin saya sudah masuk sekolah, dan yang paling utama hampir dua minggu saya meninggalkan nenek kang." Alasan Langit.

"Baiklah, kalau begitu, nanti kalau sudah panen hasil sayuran-sayuran saya anterin ke rumah nenek wati ya." Ucap Yusuf namun langsung di tolak tegas oleh Langit.

"Kang Yusuf saya hanya bicara satu kali dan harap kamu mau menuruti seraya tidak membantah ucapanku ini.

"Jadilah orang yang sukses dan berguna untuk orang yang membutuhkan, Ini di rekening ada uang 25 juta untuk modal awal kamu bangkit dan jika masih kurang jangan sungkan untuk menelepon saya." Langit berkata sesaat terdiam sebelum melanjutkan perkataan nya.

"Dan ini surat tanah ini, jika usaha sudah mulai berkembang dan ada potensi yang lebih baik dari tempat ini, segera untuk mengambil keputusan yang tepat, jika harus di jual tempat ini karna potensi di tempat lain bagus, segera ambil keputusan." Kang Yusuf terus mencerna setiap kosa kata dari bocah yang telah menolong nya tanpa ada niat untuk menyela nya.

"Dan ini yang terakhir, jika kamu sudah sukses cukup dari segi materi dan mampu memberikan kerjaan pada orang lain, saya harap kang Yusuf jangan menemui saya, kecuali saya yang meminta kang Yusuf datang. Paham kang Yusuf.

"Sampai kapan kamu akan membantu aku seperti ini, Langit?" tanya Yusuf ia bener bener tidak mengerti dengan pola pikir bocah ini.

Siapakah kamu Langit, apakah kamu malaikat yang merubah wujud menjadi manusia, atau kah dewa yang turun dari langit." Aku sungguh sangat kagum dan menghormati mu." Yusup berkata dalam hatinya tak terasa kedua mata nya mengalir air mata haru.

Yusuf langsung bersimpuh di kaki langit namun buru buru, di cegahnya, di peluk erat layaknya adik kakak seraya berkata. "Selamanya kalau perlu Kang Yusuf. Kita adalah sahabat, dan sahabat harus saling membantu. Selain itu, kamu pernah bilang kan – tanah tidak akan menyakiti orang yang menjaganya dengan baik. Sekarang kita sudah membuktikannya bukan?" jawab Langit dengan senyum ceria.

Yusuf menatap Langit dengan mata yang penuh rasa terima kasih. Di hatinya, dia berjanji bahwa jika suatu hari Langit membutuhkan bantuan, dia akan datang tanpa ragu – tidak peduli di mana dia berada dan apa yang dia lakukan.

Di hati Yusuf, tertanam janji suci: 'Hidup matiku mulai detik ini adalah milikmu, Tuan. Jika kau panggil, aku akan datang meski dari ujung dunia.'

KEMBALI KE MASA SEKARANG

"Kring..............!

"Kring..............!

"Kring............!

Yusuf menarik napas dalam dan menekan nomor telepon yang baru saja muncul di layar ponselnya nomor yang dia tunggu selama satu tahun.

"Sampai kapan kamu akan menyembunyikan diri ya Langit?" gumamnya sebelum menekan tombol jawab. Suaranya penuh dengan semangat dan tekad: "Halo Langit... aku sudah menunggumu lama. Ceritakan saja apa yang kamu butuhkan aku akan segera datang membantu kamu!"

CATATAN PEMBACA:

SESUDAH MEMBACA JANGAN LUPA KLIK LIKE YA!

SYUKUR-SYUKUR DAPAT VOTE DAN GIFT KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI.

JANGAN LUPA JUGA ADD KE LIBRARY / FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATE SELANJUTNYA!

SALAM DARI ANAK KAMPUNG,

ARIS.

Bersambung.

1
Guru
Lagi atuh Thor
Guru
aduhhh dewi hati hati jatuh cinta
Guru
Waduhh
Guru
waduhhh😭😭😭
Guru
Ya kan kalah juga laki laki
Guru
gasss polll
Guru
saling siasat hahahaha saya yakin si cowok tepar🤣🤣🤣
Guru
Musuhnya masih ada ikatan darah sama langit ya thor
Guru
langit sudah sadar ya thor
Guru
siap untuk balas dendam😄😄😄💪💪💪
Guru
Nah kan takut hshs🤣🤣
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
Guru
Lanjutkan thor
Guru
akhirnya akhirnya penyelamatan darang😭😭😭
Ramdan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ramdan
akhir nya langit sadar memaafkan ibunya
Ramdan
akhirnya bisa balas dendam
Ramdan
jaji Jaji 🤣🤣🤣🤣
Ramdan
🤣🤣🤣🤣🤣 gasss
Ramdan
flashback ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!