NovelToon NovelToon
FAVORITE DISASTER

FAVORITE DISASTER

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:989
Nilai: 5
Nama Author: Clarice Diane

Serena Roe tahu satu hal tentang cinta:
semua orang yang mendekatinya selalu membawa kehancuran.

Julian datang menawarkan ketulusan.
Damien membuatnya kecanduan.
Dan Axel, perlahan menghancurkan hidupnya tanpa ia sadari.

Tapi di antara mereka, siapa yang benar-benar mencintainya dan siapa yang betulan ingin memilikinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarice Diane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Everyone Thought We Were In Love

Keesokan paginya, Damien mengantar Serena ke lokasi pemotretan. Langit masih kelabu setelah hujan semalaman ketika mobil hitam milik Damien berhenti tepat di depan gedung studio bertingkat itu. Udara pagi terasa dingin, tetapi suasana di sekitar gedung sudah ramai oleh staf produksi yang mondar-mandir membawa perlengkapan.

Begitu pintu mobil terbuka dan Serena turun, beberapa kepala langsung menoleh bersamaan. Lalu bisik-bisik mulai terdengar. Karena semua orang mengenali Serena Roe dan lebih dari itu, semua orang mengenali pria yang turun tepat setelahnya.

Damien Knox.

Serena langsung bisa merasakan perubahan atmosfer di sekitar mereka. Orang-orang yang tadinya berbicara santai langsung menurunkan suara. Beberapa staf pura-pura sibuk sambil diam-diam melirik ke arah mereka. Bahkan salah satu model pria yang sedang merokok di depan gedung buru-buru membuang rokoknya saat Damien berjalan melewati.

Damien sendiri tampak sama sekali tidak terganggu. Pria itu mengenakan coat hitam panjang di atas setelan abu gelap sederhana, rambutnya tertata rapi, wajahnya tenang seperti biasa. Namun justru ketenangan itu yang membuatnya mengintimidasi.

Serena terlalu mengenal Damien untuk tahu bahwa pria itu sengaja datang bersamanya hari ini. Bukan sekadar mengantar namun ingin dilihat. Entah apa rencana Damien soal ini.

Tangan pria itu mendarat santai di pinggang Serena saat mereka memasuki gedung. Natural dan posesif. Seolah tubuh Serena memang tempat tangannya selalu berada. Sentuhan itu langsung membuat tubuh Serena sedikit membeku, yang tentu saja membuat Damien sadar.

Pria itu melirik Serena sebentar sebelum ibu jarinya mengusap pinggang perempuan tersebut pelan. Gerakan kecil nan menenangkan. Namun anehnya, terasa seperti pengingat halus. Aku masih di sini.

“Mr. Knox,” salah satu editor langsung menyambut gugup begitu mereka tiba di lantai studio utama. “Kami tidak tahu Anda akan datang.”

“Aku mengantar Serena,” jawab Damien singkat. Tetapi tatapan matanya membuat semua orang langsung memahami sesuatu bahwa pria itu tidak datang hanya untuk mengantar. Ia datang untuk memastikan seluruh ruangan tahu Serena masih berada dalam jangkauannya.

Studio pemotretan hari itu dibuat seperti suite hotel mewah bernuansa maroon dan hitam. Lampu-lampu temaram dipasang di beberapa sudut ruangan, sementara kain satin gelap menjuntai dari langit-langit set seperti sesuatu dari mimpi mahal.

Konsep majalah kali ini adalah sensual luxury. Serena cocok sempurna di dalamnya. Perempuan itu keluar dari ruang ganti hampir tiga puluh menit kemudian mengenakan gaun satin merah gelap yang memeluk tubuhnya tanpa ampun. Belahan pahanya terbuka tinggi setiap kali ia berjalan, sementara bagian belakang gaun itu memperlihatkan punggung putihnya yang mulus.

Rambut panjangnya diikat elegan dengan beberapa helai yang jatuh liar di bahu, dan makeup matanya dibuat lebih tajam hingga Serena terlihat seperti dosa yang dibungkus keindahan.

Seluruh ruangan langsung hening sepersekian detik. Bahkan beberapa staf perempuan ikut terpaku. Serena terlalu cantik. Dan Damien tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun. Pria itu duduk santai di sofa hitam sudut studio sambil memperhatikan Serena seperti predator yang sedang mengawasi sesuatu yang dianggap miliknya.

Tatapannya terlalu berat dan fokus. Sampai Serena mulai merasa panas di bawah sorot mata itu.

“Perfect,” gumam fotografer cepat sambil mulai mengambil gambar. “Serena, naikkan dagumu sedikit... yes, like that!”

Kilatan kamera mulai memenuhi studio.

Serena bergerak profesional seperti biasa. Tatapannya tajam ke arah kamera, tubuhnya bergerak anggun di atas sofa beludru hitam set pemotretan.

Namun setiap kali Serena tanpa sadar melirik ke arah Damien, pria itu masih menatapnya. Tidak berubah sedikit pun seolah tidak ada orang lain di ruangan itu selain dirinya. Dan anehnya, itu membuat Serena semakin sulit bernapas. Karena beginilah Damien selalu membuatnya merasa selama sepuluh tahun terakhir. Dilihat terlalu dalam. Dimiliki terlalu penuh.

“Serena, coba posisi berbaring,” ujar stylist sambil membetulkan kain gaun di kaki Serena.

Perempuan itu menurut perlahan sebelum berbaring di sofa set sambil menoleh ke arah kamera.

Belahan gaunnya naik sedikit. Dadanya yang terekspos membuat rahang Damien langsung mengeras.

Serena menangkap perubahan itu. Tatapan Damien turun perlahan ke paha Serena yang terbuka sebelum pria itu menyandarkan tubuh ke sofa sambil mengusap bibir bawahnya pelan.

Tidak senang. Sangat tidak senang.

Fotografer tertawa kecil gugup setelah menyadari perubahan suasana. “Tatapan Anda membuat seluruh studio tegang, Mr. Knox.”

Damien tersenyum tipis. Namun matanya tetap tertuju pada Serena.

“Kalau kalian terus menatap tubuh Serena seperti itu,” gumam pria itu tenang, “tentu saja aku terganggu.”

Dan seluruh ruangan langsung sunyi. Beberapa staf langsung saling pandang. Karena Damien mengatakan itu terlalu natural dan terlalu serius seolah tidak pernah ada perpisahan di antara mereka.

Serena menoleh cepat ke arah pria itu. Jantungnya langsung berdegup aneh. Karena cara Damien mengatakan kalimat itu terdengar terlalu nyata. Terlalu penuh rasa memiliki. Sampai Serena sendiri mulai lupa hubungan mereka sebenarnya sudah hancur.

Pemotretan berlangsung hampir dua jam. Dan Damien tetap berada di sana sepanjang waktu.

Menunggu. Memperhatikan. Sesekali membawakan kopi untuk Serena. Membetulkan tali heels perempuan itu saat stylist sedang sibuk. Bahkan menyampirkan coat ke bahu Serena setiap kali sesi selesai sementara ruangan terlalu dingin.

Gestur-gestur kecil yang terlihat penuh cinta. Dan mungkin memang begitu.

Atau mungkin Damien hanya terlalu terbiasa menjaga sesuatu yang ia anggap miliknya. Serena sudah tidak tahu lagi bedanya.

Saat sesi akhirnya selesai, Damien langsung berdiri mendekati Serena sebelum menyampirkan mantelnya ke bahu perempuan itu. Jemarinya menyentuh tengkuk Serena pelan.

“Kau lelah?”

Serena menggeleng kecil. Namun Damien tetap menggiring Serena mendekat ke tubuhnya seolah perempuan itu akan hancur kalau tidak disentuh. Dan itulah masalah terbesar Damien Knox. Pria itu selalu terlihat seperti laki-laki yang paling mencintai Serena di dunia. Sementara Serena perlahan mulai sadar kalau mungkin cinta Damien memang nyata. Hanya saja bentuknya salah.

Begitu mereka keluar gedung studio, suasana langsung berubah kacau. Puluhan wartawan dan paparazzi sudah memenuhi halaman depan seperti sekumpulan burung pemangsa yang mencium skandal.

Kilatan kamera langsung menyala brutal begitu Serena muncul bersama Damien.

“Serena! Apa kalian resmi balikan?”

“Mr. Knox! Apa rumor pertunangan kalian benar?”

“Damien! Apakah keluarga Knox menyetujui hubungan ini?”

“Serena! Apa Anda akan vakum setelah menikah?”

Suara pertanyaan bertumpuk tanpa jeda.

Serena refleks sedikit mundur karena silau kamera. Dan detik berikutnya, Damien langsung menarik tubuh perempuan itu mendekat ke dadanya. Terlalu cepat dan terasa protektif.

Satu tangan pria itu melingkar erat di pinggang Serena sementara tangan lainnya menahan kepala Serena ke bahunya agar kamera tidak terlalu dekat.

“Jangan jawab apa pun,” gumam Damien rendah dekat telinga Serena. Suara itu tenang, namun terasa seperti perintah.

Dan sialnya, Serena langsung menurut.

...----------------...

...To be continue...

1
Azizi zahra
semangat nulisnya author 💪
kentos46: lanjut thor💪👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!