NovelToon NovelToon
ISTRIKU MENDIAMIKU

ISTRIKU MENDIAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Saskiah Khairani

Setelah Andra menikah lagi, Armila berubah. Ia menjadikan suaminya ini ada, tapi tiada. Sapaan, rayuan dan keberadaanku serupa angin lalu.
Diamnya armila membuat Andra stres.
Pernikahannya dengan resti pun menjadi tidak harmonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saskiah Khairani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUTA TULU

Saat itulah mas Andra datang. Ia hanya melihat Resti sudah menggelinding lalu terkapar di bawah tangga.

"Kenapa bu Armila mendorong bu Resti. Ibu kejam banget! Bu Resti hanya ingin minta maaf!"

Setelah berkata begitu, pembantu Resti menuruni tangga. Saat itulah aku sadar telah masuk jebakannya lagi. Ternyata dua wanita jahat itu telah memang merencanakan ini dengan matang

"Kamu keterlaluan Armila! Kalau ada apa-apa dengan Resti dan anaknya, aku akan menghukum mu! Jangan keluar satu langkah pun sebelum aku kembali!"

Kaki dan tubuhku kompak kehilangan kekuatan. Aku ingin ke bawah, tapi tak punya kekuatan melangkah. Akhirnya duduk di tangga sambil memandangi mas Andra menggendong tubuh Resti keluar rumah.

"Bawa ke klinik terdekat aja, Pak! Takutnya lama lagi kalau ke rumah sakit!"

Suara-suara itu menghilang beberapa menit kemudian. Rumah ini kembali sepi, dingin.

*

"Resti keguguran, puas kamu!"

Mas Andra datang dua hari kemudian dengan wajah garang. Ia langsung marah-marah padaku. Aku tak diberi kesempatan sedikit pun untuk membela diri.

Tapi, meski diberi kesempatan percuma juga. Aku tak punya bukti bahwa tidak mendorong Resti. Di dalam rumah memang kami sepakat tak dipasang CCTV. Maka hanya terpasang di teras depan dan belakang

saia Tarinula rumah ini tak maurah saja. Lagipula rumah ini tak mewah hingga perlu benda itu.

Tidak akan juga mas Andra percaya bahwa aku dijebak. Ia pasti telah dipengaruhi Resti dan pembantunya.

"Kamu boleh benci Resti, tapi keterlaluan kalau kebencianmu itu sampai berlaku kejam begitu. Kamu tahu'kan ia sedang hamil. Jatuh dari tangga itu pastilah membahayakan. Kamu bilang Resti kejam, nyatanya kamu lebih kejam dari dia!"

Lahar emosi di dadaku telah mendidih sempurna. Terus menabrak-nabrak rongganya sebab tak sabar ingin erupsi.

"Bi Mimin bilang Resti datang untuk meminta maaf dan keridoanmu. Dia tulus ingin berubah dan hidup rukun bersama kita. Apakah tak tersentuh sedikitpun hatimu atas permohonannya? Sekeras itukah hatimu, Armila?"

Tanganku telah terkepal sempurna. Bahkan sangat erat hingga telapak tanganku tertekan kuat.

"Janin itu tidak berdosa. Ia hanya mahluk lemah yang dititipkan Tuhan di rahim Resti. Sekarang telah gugur dan Resti syok berat! Bahkan sesalmu, permintaan maafmu takkan bisa menghapus sakit hatinya. Pernahkah kau terpikir hingga ke sana, hah?"

"Aku tak menyesal atas kejadian ini. Dan, aku tak sudi minta maaf apalagi mengemis padanya!"

"Armila, kamu!"

Hanya emosi yang berkumpul di pikiran dan hati ini. Seluruh logika, perasaan dan apapun itu sudah tak ada. Aku tak peduli jikapun kata talak itu terucap detik ini.

Tentang fitnah ini biar Allah yang membalasnya. Aku takkan berusaha mengklarifikasi saat ini sebab itu percuma. Mas Andra sedang tuli juga buta.

"Sampai kapanpun aku dan Resti tak bisa disatukan dalam satu bahtera. Kami hanya akan saling menyakiti. Agar memudahkanmu mengambil keputusan, biar aku saja yang mundur.

"Kau salah Armila, Resti bilang hanya ingin kau datang dan meminta maaf setelah itu akan dianggap selesai.. Lihatlah Armila, dia sudah berubah! Dia bahkan minta padaku untuk tak menghukummu apalagi menceraikanmu!"

Aku menatap lelaki yang telah dibeli sempurna oleh Resti. Rasa marah dan sedih kemudian bergulir silih berganti.

Inikah hidupku? Terzolimi dan terfitnah setiap waktu.

"Aku tidak mau minta maaf dan tak mau hidup dalam satu bahtera dengannya. Sudahlah, Mas, aku ini zalim, jahat dan kejam. Mas tak pantas mempertahankan aku. Malah aku khawatir ke depan akan menyakiti Resti lagi!"

Mas Andra terpaku. Ia menatapku dengan sorot yang lebih redup dari sebelumnya. Pria itu mengusap wajahnya sebelum berkata.

"Apa tak ada sedikit pun ruang di hatimu untuk menerima Resti?"

"Tidak, bahkan aku sangat membencinya dan tak peduli dengan keguguran yang dia alami!"

"Armila!"

"Tampar saja, Mas jika itu bisa membalaskan dendammu dan Resti!"

Tangan mas Andra yang terangkat diturunkan kembali. Ia lalu menimju dinding yang ada di depannya. Sementara aku tetap mematung di sisinya.

"Apa kau benar-benar ingin berpisah, Armila?"

"Ya!"

"Baik, aku akan mengabulkannya!"

1
Titien Prawiro
Untuk apa punya istri lagi klo sdh punya anak. lelaki serakah, baru baca saja sdh benci banget.
Agus Tina
Lanjut thor, bila perlu vuat Resti susah ounya anak kareba sudah membunuh darah dagingnya sendiri. Dan buat Armila pergi jauh buat Andra tersiksa kerinduan pada anak yg sudah ia sakiti scr tidak langsung karena sudah menyakiti ibunya ...
Gusti Hamdiah
andranya goblok dong
Saskiah Khairani
mohon dukungannya teman² 🙏
Ma Em
Biar saja Armila dgn Reiga daripada sama Andra suami yg tdk punya pendirian plin plan biar Andra dgn Resti biar dia menyesal setelah berpisah dgn Armila .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!