NovelToon NovelToon
IMMORTAL TRANSMIGRATION

IMMORTAL TRANSMIGRATION

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / TimeTravel / Fanfic
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebelas

Jessy terus mengajak bicara dengan berbisik lembut, wajahnya semakin pucat dan jatuh terduduk dengan lemas. Ziang berlari mendekat dan memeluk tubuh Jessy yang nyaris ambruk.

"Apa yang kau lakukan? apa kau berpikir dia akan datang padamu jika kau terluka!!!!?." Ziang marah karena khawatir.

"Tenanglah Ziang, dia pasti akan datang pada ku." Ucap Jessy, entah berasal darimana kepercayaan diri itu.

"Jessy_

"Akhirnya kau mau menyebut nama ku ya, aku senang." Lirih Jessy.

"Jangan banyak bicara, aku akan menyegel naga itu. Bertahan lah, aku tidak akan membiarkan mu mati." Ucap Ziang.

"Tidak, liat keatas Ziang. Anak kita sudah datang." Jessy menatap ke langit sambil tersenyum lemah.

Ziang mendongak, melihat kepala naga yang sudah terbuka lebar hendak melahapnya. Dia bahkan tidak bisa merespon apapun dan di lahap begitu saja bersama Jessy.

Gelap, semuanya gelap dan pengap. Jessy dan Ziang merasa terkukus di goa yang panas, lembab dan gelap. Perlahan kegelapan bersinar menjadi putih bersih, di sana mereka melihat Zhao berdiri menatap mereka, namun tatapan matanya aneh.

"Zhao?." Jessy terkejut karena luka di jantung nya sudah hilang.

"Siapa kau? kau bukan Zhaolong." Ziang menarik Jessy mundur.

"Zhaolong? Hahahaha menggelikan, jadi bocah itu benar-benar mendapatkan nama dari manusia?." Sosok itu tertawa.

"Siapa kau? apa yang kau ingin kan?." Ziang menatap tajam.

"Entah__

"Kembalikan... kembalikan anakku." Jessy merasa sedih melihat wajah Zhao dengan watak yang berbeda.

"Hei kau bahkan menganggap dia anakmu? hahahahah kau gila sama seperti anak itu rupanya." Dia tertawa.

"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan!!." Kesal Jessy.

"Nama ku Yuzong, aku adalah naga emas agung yang lahir ribuan juta tahun yang lalu. Namun suatu ketika, keturunan ku menikah dengan manusia. Manusia itu melahirkan telur naga emas dan meregang nyawa karena cinta, dan apa kau tau apa yang keturunan ku lakukan kemudian? dia membuang telur anaknya lalu memilih bunuh diri menyusul istri manusia nya yang sudah mati. Aku menemukan telur itu dan menetaskannya, sayang nya dia lahir dengan campuran darah manusia. Dia tidak bisa lahir dengan sempurna, terpaksa aku memberikan kekuatan murni milikku untuk membantu nya lahir ke dunia ini. Aku merawatnya di balik bayangan, aku membuatkan rumah manusia dan memberikan giok obat dewa untuknya. Aku selalu datang lewat mimpi untuk bisa bicara dengan nya, dia selalu bertanya dimana orang tua ku? kapan mereka datang? dan kalian tau apa jawaban ku?." Sosok itu mulai bercerita tentang Zhao.

"Aku berkata "Di masa depan siapapun yang menelan giok dewa terakhir milikmu lah yang akan menjadi orang tua mu". Aku bicara seperti itu tanpa dasar, tapi siapa sangka itu benar-benar terjadi. Namun sayang sekali karena giok itu di minum orang lain, dia akhirnya tidak bisa menekan mana milikku dan akan mati menyedihkan. Hanya karena ingin bertemu sosok orangtua, dia sampai rela memberikan obat penunjang hidup nya tanpa pikir panjang. Bagaimana? bukan kah dia anak yang sangat bodoh?." Ucap nya.

"Lalu kenapa kau menolong nya? Dan kenapa Zhao memiliki wajah yang sama dengan mu." Jessy merasa sakit hati.

"Aku hanya merasa itu menarik, dan wajah ini memang miliknya. Karena mana miliku ini hidup di tubuhnya membuat wajahku mengikuti wajah nya, aku membenci darah manusia." Ucapnya aneh.

"Berisik, jangan sentuh anak ku dan enyah lah." Usir Jessy.

"Enyah? HAHAHAHAHAHHAHA. Memangnya kau bisa mengusir dewa? kalau pun aku pergi dia hanya akan menjadi anak cacat, menjadi anak tidak berguna bukankah lebih baik mati saja?." Ucap nya tertawa merendahkan.

"Atas nama langit dan bumi menghadap sang surya yang agung. Aku Jessy Pitarossa dengan ini datang  menjelma sebagai utusan dewa, sebagai reinkarnasi dari masa depan yang jauh. Aku bersumpah atas nama langit, bahkan kehadiran ku adalah kahendak yang maha kuasa."

Jessy tiba-tiba mengucapkan mantra yang masih dirinya ingat. Seketika muncul cahaya kuning dari mata Jessy, cahaya yang tidak menyilaukan tapi justru menghembuskan angin besar.

"Aarrgghhhhhhhhhhhhhhhh"

Tiba-tiba sosok yang katanya dewa naga itu menjerit. Dia tersedot ke arah mata Jessy tapi berusaha bertahan, keduanya saling tarik menarik di saksikan langsung oleh Ziang yang termangu.

"Kekuatan macam apa ini?." Batin Ziang.

"KAU TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYENTUHKU KU BRENGSEK!!!!." Teriaknya.

"Masuk dan menyatulah dengan ku, sebagai kekuatan dari jelmaan urusan dewa. Hari ini adalah hari kematian mu di umumkan alam semesta."

Jessy bicara dengan nada yang menggema. Angin berhembus lebih kencang lagi, si roh naga sombong itu tertarik dan akhirnya tersedot ke dalam mata milik Jessy.

ARRRGGGGGHHHHHHH 

UAAAAAKKKHHHHHHHHHH

Teriakan antara si naga dan Jessy bersahutan, Jessy kesakitan dan dia merasa seluruh tubuhnya akan remuk dan melebur. Ziang berusaha mendekat tapi angin di sekitar Jessy berhembus dengan sangat kuat sekali.

Tapi Ziang ingat jika dia telah berkontrak dengan Zhao, dia memiliki energi naga dan akan berbahaya jika ikut tersedot mata Jessy. Ziang akhirnya mundur menjaga jarak, mengamati bagaimana Jessy melahap kekuatan dewa.

Angin yang semula berhembus seperti tornado kencang, kini perlahan mengecil dan hilang sepenuhnya. Jessy bernafas ngos-ngosan lalu kemudian mereka terpental dengan kuat dan terjatuh di lokasi awal saat mereka di lahap oleh si naga.

"Jessy!." Ziang langsung mendekat dan merengkuh Jessy yang terkapar lemas.

"Aku tidak apa-apa, cepat bawa aku pada Zhao." Ucap Jessy lirih.

Ziang tidak banyak bertanya dan langsung menggendong Jessy menuju kereta kuda dimana Zhao masih tidak sadarkan diri di sana. Jessy duduk di topang oleh Ziang, dia harus segera menyelamatkan Zhao.

Jessy meletakan telapak tangan nya di dahi Zhao, aliran mana mulai mengalir perlahan dan wajah Zhao yang tadi nya pucat pasi mulai berwarna.

Jessy mengelus rambut Zhao dengan pelan, lalu mengecup kening nya dengan lembut. Jessy terus melakukan itu sampai penyaluran mana benar-benar telah meleburkan mana milik Zhao yang membeku.

"Bangun lah, Ayah dan Ibu sudah menunggu mu." Bisik Jessy.

Jessy menarik tangan besar Ziang untuk menyentuh dahi Zhao. Kemudian mana ikut mengalir bersambungan pada mereka bertiga, cahaya muncul menyinari mereka dengan indah.

Cahaya hilang bersamaan dengan lambang naga di dahi Jessy, kini mereka bertiga memiliki tanda serupa namun tidak sama.

"Apa gagal? kenapa dia tidak kunjung bangun?." Jessy merasa panik.

"Aku akan memeriksanya." Ziang memeriksa denyut nadi Zhao.

"Sudah tidak ada mana membeku, sepertinya dia akan bangun sebentar lagi." Ucap Ziang.

"Sepertinya kita kembali saja." Ajak Jessy, dia merasa lelah.

"Kita putuskan setelah dia bangun." Jawab Ziang.

Beberapa saat kemudian, terlihat ada pergerakan dari jari-jemari Zhao. Kelopak mata yang mulai bergetar dan bibir yang mulai bergerak, Zhao akhirnya membuka mata setelah hampir saja dalam bahaya.

"Ugh.. Ayah? Ibu?." Lirih Zhao.

"Kami disini, syukurlah kau baik-baik saja." Jessy menggenggam tangan Zhao erat-erat.

"Bagaimana aku bisa hidup? bukan kah seharusnya aku mati?." Bingung Zhao.

"Kenapa harus mati? selama Ayah dan Ibu masih ada kau pasti akan baik-baik saja." Ucap Jessy.

"Ibu mu bahkan berani menusuk jantung nya demi menyelamatkan mu." Ucap Ziang.

"Benarkah? Ibu?." Kaget Zhao.

"Bukankah sudah sewajarnya bagi orang tua rela mempertaruhkan nyawa demi anak mereka?." Jessy tersenyum.

"Ibu..." Zhao terbangun dengan susah payah dan memeluk Jessy.

Jessy membalas pelukan itu dengan hangat, menatap Ziang untuk ikut berpelukan juga. Mereka bertiga berpelukan bersama untuk pertama kali nya sejak pertama kali bertemu.

"Kita lain kali saja ke pasar, lebih baik kita pulang." Ucap Jessy.

"Tidak Ibu, aku ingin ke pasar." Ternyata apapun yang terjadi pasar tetap tujuan utama Zhao.

"Memangnya apa yang ingin kau beli?." Ziang tidak habis pikir.

"Bukan hanya membeli, tapi aku juga ingin melihat pasar dengan benar. Saat di perjalanan kemarin aku tidak bisa ikut turun karena kelelahan, jadi kali ini aku ingin pergi ke pasar dan melihat-lihat dengan benar." Ucap Zhao dengan ceria.

"Ya sudah ayo cepat pergi, hari sudah siang." Jessy akhirnya mengangguk.

Ziang yang akan menjadi kusir, meskipun Zhao duduk di sebelahnya dengan excited. Ada yang berbeda dari Zhao, dia terlihat lebih lepas dan ceria dari sebelumnya.

"Kau sesenang itu?." Tanya Ziang.

"Iya, akhirnya aku terlahir sempurna." Jawab Zhao sambil melihat kesana-kemari.

"Apa maksudmu?." Bingung Ziang.

"Leluhur selalu berkata jika aku tidak akan pernah lahir sempurna. Karena giok hitam pemberian leluhur sudah aku berikan untuk mengobati Ayah, dan ledakan mana di dalam tubuhku tidak akan bisa di obati dan aku akan melebur. Aku selalu bersiap untuk hari ini, aku senang bisa bertemu Ayah dan Ibu sebelum aku mati. Tapi siapa sangka aku masih tetap hidup dan bisa bersama kalian lebih lama, aku senang." Zhao bercerita dengan gembira.

"Apa ada perbedaan setelah mana beku itu melebur dari tubuh mu?." Tanya Ziang, dia merasa cukup tersentuh.

"Ya, aku merasa tidak ada yang mengekang ku lagi. Aku bisa bernafas dengan lebih lega dan tubuh ku terasa jauh lebih ringan, aku merasa benar-benar hidup sekarang." Zhao merentangkan tangannya, merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya.

"Lihat, ini mana beku milikmu yang berhasil kau muntahkan. Dia tidak melebur, dan warna nya tetap bersinar seperti batu berlian." Ziang mengeluarkan bola mana kuning dari balik Hanfu nya.

"Wah jadi seperti ini bentuk nya, leluhur bilang ada 4.000 bola mana beku di dalam perut bawah ku. Pantas saja rasanya sangat sakit dan sesak." Gumam Zhao.

Deg.

"Apa? 4.000 kata mu?." Ziang terkejut.

"Iya, aku bahkan bisa meraba nya jika menekan perutku dengan keras." Zhao mengangguk.

Jessy mendengar percakapan Ziang dan Zhao dari belakang, dia merasa senang sekaligus sedih setelah mendengar cerita Zhao. Jadi selama ini Zhao menahan sakit dalam diam, alasan dia tidak bicara karena tau obat satu-satunya sudah diberikan pada Ziang.

Hidup dengan menyimpan fakta jika dirinya akan segera mati, tentu saja rasanya pasti sangat gelisah. Pantas saja Zhao terlihat aneh, Jessy jadi merasa bersalah karena sudah membuat Zhao ikut membangun rumah padahal dia sedang tidak baik-baik saja.

Jessy mengamati dengan seksama, jika dilihat dari belakang sosok Ziang dan Zhao ini lumayan mirip. Rambut mereka panjang lurus berwarna hitam pekat, sedangkan dari depan bentuk hidung mereka itu mirip dan warna mata mereka sama-sama kuning.

Berbeda dengan Jessy yang memiliki rambut berwarna coklat terang, mata hitam dan hidung mungil. Tinggi badan Zhao saat ini memang masih sebatas telinga Jessy, tapi tidak lama lagi pasti akan tumbuh pesat menyaingi Ziang.

"Mereka tampan dan lumayan mirip, tapi juga berbeda. Yang satu datar, dingin, ceplas-ceplos, sedangkan yang satun nya lagi ceria, cerewet dan memiliki sisi manja." Gumam Jessy tersenyum lucu.

Tidak terasa mereka sudah sampai di pasar kota terdekat. Di sana ramai karena dekat pelabuhan, kereta kuda di parkir di dekat pintu masuk pasar.

Mereka bertiga berjalan berdampingan untuk membeli apa yang mereka inginkan. Jessy dan Zhao langsung berburu jajanan, Zhao dengan senang mencicipi semua makanan yang ada.

"Kalian pergi lah membeli apa yang kalian inginkan, aku akan ke pandai besi sebelah sana untuk membuat senjata. Temui aku di sana setelah selesai berbelanja." Ucap Ziang, bosan mengikuti Jessy dan Zhao yang sibuk jajan.

"Baiklah." Jessy mengangguk.

Ziang datang ke sebuah kios pandai besi, tempatnya cukup ramai dan senjata yang di pajang terlihat kokoh dan berkualitas. Ziang membutuhkan pedang baru karena pedang lama nya sudah diberikan pada Zhao.

"Silahkan Tuan, senjata apa yang anda cari?." Tanya si pandai besi.

"Pedang, apa ada pedang yang bagus?." Tanya Ziang.

"Hanya ada beberapa buah saja, bahan dasar pembuatan pedang sedang sulit di cari dan hanya ini saja yang tersisa." Ucap si pandai besi menunjuk ke beberapa jenis pedang.

Ziang melihat dengan seksama, semuanya lapuk dan kuno tapi ada satu pedang berdebu yang menarik bagi Ziang.

"Pedang ini, berapa harga nya?." Tanya Ziang, menunjuk ke sebuah pedang bersarung hitam dengan permata ungu.

"Ada yang menjual nya beberapa tahun lalu, sepertinya seorang ksatria. Dia bilang ini didapat dari gudang harta karun, aku sendiri tidak begitu tahu tapi pedang ini kuat dan kokoh." Pandai besi itu mengeluarkan pedang dan memperlihatkannya pada Ziang.

"Ini pedang yang bahkan tidak akan hancur untuk menebas gunung. Pedang sehebat ini bagiamana bisa ada di tempat seperti ini, apa ini jebakan? atau memang ada orang bodoh yang menjualnya dengan harga murah?." Batin Ziang.

"Berapaa harga nya?." Tanya Ziang.

"30 koin emas, berat logam dan material nya bahkan lebih dari 100kg. Biaya perawatan nya pun tidak mudah, jadi untuk harga ini tentu saja terbilang murah." Ucap pandai besi.

"Baiklah aku akan membeli nya, ambil ini." Ziang melempar kantung kain.

"Terimakasih banyak." Ucap si pandai besi.

"Apa kau bisa membuatkan sebuah kalung dengan liontin batu ini sebanyak lima buah?." Tanya Ziang.

"Hmmm permata yang unik, aku bisa membuat nya sekitar satu minggu." Ucap si pandai besi.

"Tiga hari lagi aku akan datang." Ucap Ziang bernego memaksa.

"Yah baiklah, terimakasih sudah memesan." Ucap si pandai besi dengan pasrah.

Ziang tersenyum puas, melihat lagi pedang baru di tangannya dengan puas. Alasan Ziang membuat kalung lima buah karena entah kenapa dia masih berharap bisa memiliki anak dengan Jessy suatu saat nanti. Dia ingin semua anaknya memakai kalung yang sama, Ziang tersenyum membayangkan nya.

1
Wiwin Ma Vinha
hemmm🤭
Mellisa Gottardo: hehehe
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: iyaaa hiks
total 1 replies
Eka Haslinda
jadi itu dia tabib betina yg diceritakan jessy d awal kisah novel ini.. apa namanya thor.. tabib sasimo kah 🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wakakakakak iyaaa😭
total 1 replies
Eka Haslinda
ocong terfitnah 🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha iya lagi
total 1 replies
Marsya
wah tuch tabib mw digeprek sama jessy kyaknya🤔🤔🤔🤔
Mellisa Gottardo: Jessy : tunggu tanggal mainnya🤟🏻
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hadehh zhao dari ocong jadi cacing 🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wkwkwkwk
total 1 replies
Eka Haslinda
ponakan ku panggilannya ocong thor 🤣🤣🤣
Eka Haslinda: cuman fana thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
ClarissWu
semangatttt thor💪💪
Mellisa Gottardo: hehehehe
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
nama yg unik ocong
Mellisa Gottardo: #izinnnn😭
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
titisan anak monyet mulai beraksi 🤣
Mellisa Gottardo: HAHAHAHAHAHA
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kekuatan hati seorang ibu itu nyata apa ada nya
Mellisa Gottardo: hiks betull
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
suka banget gaya Jessy, masa bodoh dengan semuanya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dia yang jadi gila 🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sampai disini dan derik ini, masih sesantai itu 🤣
Mellisa Gottardo: Jessy : santai dulu g sih🤟🏻
total 1 replies
Eka Haslinda
aku kaget thor 🤣🤣
Mellisa Gottardo: heheheheheeheh maaf🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo segampang transmigrasi, aku juga mau dong 🤣
Mellisa Gottardo: bismillah dulu aja kak😭
total 1 replies
aria
author kasih gambar dong biar makin semangat menbaca.
Mellisa Gottardo: ga mood kak, apk yang buat visual sekarang ganbarnya beda🥹
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
akhirnya zhao bebas juga
Mellisa Gottardo: iyaww
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: hehe okee🥰
total 1 replies
Wahyuningsih
thor dpt bonus ruang dimensi biar mkin seru n badaz abiz thor
Mellisa Gottardo: dari nol dulu yaa🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!