Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 - Hampir ketahuan
“Wah ini sih keren sumpah, kenapa Pak Zayn gak jadi wajah perusahaan aja dari dulu,” komentar salah satu anggota tim Divisi periklanan.
Dalam satu jam halaman Iklan mereka di serbu warga net, ada yang sekedar mengagumi ketampanan Zayn atau justru tertarik dengan barang yang di iklankannya. Perusahaan yang dikelola Zayn membuat berbagai produk dari mulai makanan Instan, makanan siap saji, Frozen food. Bahkan sekarang sedang merambah ke bisnis transportasi.
“Riana! Cepat kamu datang ke ruangan saya!” suaranya berat dan menekan.
Riana datang dengan langkah tanpa suara, “apa ini?!” tunjuk Zayan pada foto dan video di layar tabletnya.
“Iklan pak.”
“Saya tahu. Tapi kapan saya melakukan pemotretan dan syuting video ini?”
Riana mengatupkan bibirnya tak niat menjawab, “apa kemarin?” Zayn mencari jawabannya sendiri.
Di berdecak kesal, “sudah saya bilang saya gak mau jadi model Iklannya,” semburnya, sambil menggebrak meja.
“Itu mah bapak, tapi yang syuting iklan itu adalah Pak Dewa, bukan Pak Zayn,” balas Riana tanpa rasa takut, malah di tambah senyum profesionalnya.
Zayn memijat keningnya, “tetap saja itu muka saya Riana,” geramnya.
“Ya justru karena itu muka Bapak, makanya Iklannya rame. Coba deh bapak liat, banyak yang berkomentar positif tentang perusahaan kita, terutama mereka suka model Iklannya, wkwk.”
Zayn mendelik kesal, dia tetap tak bisa terima wajahnya di posting di poster Iklan, apa lagi dia sedang memegang cup mie instan deng apron putih di pinggangnya.
Zayn melonggarkan dasinya, raut wajahnya benar-benar kacau, banyak beban pikiran yang menyerang otaknya.
“Bapak baik-baik saja,” tanya Riana.
“Kamu lihat saya gimana?” raut wajah masih tampak kesal.
“Bapak mau saya tarik kembali Iklannya?”
“Gak usah, udah terlanjur di upload juga. Kita liat seefektif apa Iklan yang kamu buat.”
***
Riana menguap sambil berjalan keluar kamar. Hari ini hari Minggu dia ingin rebahan seharian seperti biasanya, namun dia harus mencari amunisi terlebih dahulu ke dapur.
“Kamu. Kenapa kamu bisa ada disini?”
Suara itu? Sial. Riana menoleh ke pintu, Aruna tampak berdiri dengan tatapan murkanya, “Kakak!” teriaknya seketika.
Habis sudah, sang putri pasti ngamuk-ngamuk, dan Riana yang jadi target sasarannya sekarang.
Zayn turun dari lantai atas, “Aruna, ada apa?” tanyanya, baru setelah melihat Riana dia mengerti.
Kerongkongannya naik turun, hendak memberi penjelasan “Aruna sebenarnya, itu–,”
“Saya menginap disini karena pekerjaan, akan ada rapat para pemegang saham, jadi saya dan Pak Zayn harus menyelesaikan bahan untuk rapatnya tadi malam,” sambar Riana.
“Bener itu Kak?”
Zayan mengangguk tanpa suara.
“Tapi ini hari Minggu, kenapa masih ada rapat?” Aruna melipat tangan di dada.
Mampus kau Riana. Dia menggigit bibir bawahnya, menoleh kearah Zayn, “justru karena hari ini libur, makanya pekerjaannya harus selesai tadi malam. Ya kan Pak?”
“Iya, bener kata Riana.”
“Ehem Nona tenang aja, sekarang saya akan pergi. Selamat menikmati waktu kalian,” Riana pergi ke kamarnya, mengganti pakaian tanpa mandi dan berlalu pergi meninggalkan medan perang.
Huft. ‘Sial, kenapa gurita manja itu bisa datang kesini, aku harap Zayn bisa berbohong lebih meyakinkan lagi, jika dia mau aku tetap menjadi pengasuhnya.'
Ting tong...
Riana menekan bell pintu apartemen Rara. Dia tak tahan dengan aroma tubuhnya sendiri jadi dia memilih untuk pergi ke Apartemen milik Rara untuk sekedar ikut membersihkan diri.
“Riana, tumben lu dateng kesini pagi-pagi?” pekiknya.
“Gue mau nebeng mandi, air di kontrakan gue mati,” dusta Riana.
“Pantes lu bau asem,” kekeh Rara.
“Suami lu ada gak?”
“Gak ada, dia lagi pergi dinas ke luar kota.”
“Wah syukur deh kalau gitu,” Riana bernapas lega.
Hari ini dia memilih menghabiskan waktu di rumah Rara.
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
klai gk takut..
minggat aj azayn..
😄😄❤❤💪💪
❤😍😍💪💪💪
❤❤😍💪💪💪
spesies baru lagi ini..
😄😄😄😄❤❤😍💪1
❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
❤❤😍😍💪
🤣🤣😄❤❤😍💪
bukan aruna ya kak..
😄❤😍💪
😄😄😄