NovelToon NovelToon
Hubungan Terlarang

Hubungan Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cintapertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika cinta harus dipisahkan oleh perjodohan orangtua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa

Hari berlalu dengan cepat. Tidak terasa mereka sudah harus berpisah. Ya, setelah sehari semalam keduanya terus di dalam kamar berdua... jangan tanya ngapain, pasti udah tahu jawabannya. Angkasa harus kembali ke kamarnya sendiri.

"Udah sana keluar!" usir Leya untuk yang kesekian kalinya. Karena ia Sush lelah, melayani hasrat Angkasa yang ia baru tahu jika ternyata sebesar itu.

"Kamu ngusir aku sayang? Padahal aku masih ingin manja-manja sama kamu!" Angkasa memeluk Leya, erat. Seperti perangko yang melekat kuat di atas surat.

"Sekarang manja-manjaan kamu bahaya Mas! Gak kayak dulu!" ujar Leya cemberut.

Belum sempat tubuhnya istirahat yang cukup akibat pertempuran pertama. Angkasa yang katanya tidak ingin menyentuh dulu untuk beberapa hari... ternyata imannya gak sekuat itu. Janjinya hanya sekali dan sentar, tenyata berkali-kali hingga tak terhitung berapa jumlahnya.

Angkasa mengeluarkan jurus andalan. Wajah memelas. "Ya... namanya kita udah menyatu sayang!jadi rugi dong kalau pas ada kesempatan..."

Leya tak tahan mendengar lanjutannya. Ia menutup mulut Angkasa dengan tangannya. "Jangan dilanjutkan! Aku malu mendengarnya.

Angkasa meraih tangan wanitanya dan mencium punggungnya dengan lembut. "Iya-iya! tapi lain kali boleh lagi kan?" bujuknya.

Leya melotot. Tangannya terangkat menunjukkan kepalan tangan yang siap melayang. "Mas keluar sekarang? atau aku tinju si toing!" ancamnya.

Angkasa refleks melindungi senjata masa depannya. "jangan dong sayang! Ini sumber kenikmatan kita. Masa mau dihancurkan!"

Ia merinding. Membayangkan betapa sakitnya jika kepalan tangan itu mengenai senjata kenikmatannya.

Tetapi Leya tidak peduli. Pokoknya pagi ini juga Angkasa harus keluar dari kamarnya. Ia tidak mau digarap lagi. Bisa dower baby mungilnya di bawah sana.

"Pergi atau aku...."

"Iya-iya Mas pergi sekarang!"

Angkasa langsung beranjak. Memperbaiki pakaiannya yang berantakan sebelum keluar.

"Mas keluar dulu ya sayang? nanti kita berangkat bareng!" ucapnya.

Leya hanya mengangguk. Sebelum keluar, ia mencium kening Leya terlebih dahulu.

"Mas mencintai kamu sayang!" lanjutnya.

Leya tentu membalas kata cinta itu.

Setelahnya Angkasa keluar kamar dengan cara mengendap-endap seperti biasanya.

Di balik perjodohan gila itu. Satu yang ia syukuri adalah... Ia dan kekasihnya bisa tinggal dalam satu atap yang kapan saja bisa bertemu. Serta keberuntungan mereka ditambah oleh orang-orang rumah yang egois, cuek dan tidak pernah peduli dengan yang ada di sekitarnya.

Setelah dirasa aman, Angkasa bertingkah seperti biasa. Ia melangkah santai, menuju ke kamarnya bersama Sukma. Karena ia harus bersiap ke kantor.

Ceklek!

Saat ia masuk, terlihat Sukma baru saja selesai mandi. Wanita itu hanya memakai handuk yang melilit tubuhnya. Seksi memang, tetapi Angkasa sama sekali tidak bereaksi. Ia mengambil handuk, lalu melangkah menuju ke kamar mandi.

Sukma meliriknya. Tadinya, melihat penampilannya yang seksi seperti ini... ia kira Angkasa akan memberikan reaksi atau ekspresi sedikit. Tapi nyatanya, pria itu bahkan sama sekali tidak melirik padanya.

"Ah sudahlah! ngapain dipikirkan. Toh sejak awal pernikahan ini terjadi demi perusahaan!" gumamnya.

Sukma segera bersiap. Bersiap ke kantor tentu saja. Ia tidak akan pernah mangkir dari pekerjaan. Sebab ia haru membuktikan pada Ayahnya, jika perusahaan mereka tetap bisa maju dan berkembang ditangan anak perempuan. Dan bukan hanya laki-laki yang bisa melakukannya.

Ya, sebesar itu obsesi seorang Sukma. Karena sejak kecil terus dikucilkan dan dianggap tak berarti oleh ayahnya karena jenis kelamin. Membuat ia bertekad untuk bisa membuktikan diri, meski kebahagiaannya menjadi korbannya.

Setelah hampir setengah jam di kamar mandi, akhirnya Angkasa kaluar. Ia memaki handuk melilit pinggang sambil menggosok rembutnya yang basah dengan handuk kecil.

"Angkasa, leher kamu kenapa?" tanya Sukma, tenyata sejak tadi ia memperhatikan suaminya.

Angkasa melihat cermin. Ia tersenyum kecil, melihat kiss mark yang dibuat oleh kekasihnya. Katanya sebagai balasan, karena Angkasa juga membuat hal yang sama padanya.

Sukma terus memperhatikan dengan seksama. Menunggu jawaban dari suaminya.

"Kita sudah sama-sama dewasa Sukma. Kamu pasti tahu apa artinya!" jawabnya, sambil mengambil pakaian kerjanya di lemari.

"Kalian melakukannya?" tanyanya, suaranya terdengar pelan.

Angkasa hanya mengangguk.

"Tapi... kalian kan belum menikah!" Sukma sadar pernikahan mereka hanyalah sebuah pernikahan bisnis. Tapi saat mengetahui suaminya bercinta dengan wanita lain, ia merasakan sesuatu hal yang tidak seharusnya ada.

"Aku diberi obat oleh seorang wanita!" jawabnya, tak ingin menjelaskan lebih detail tentang peristiwa kemarin.

"Kamu kan punya istri. Kenapa harus cari dia?" Sukma mendekat, ia merasa tak rela Angkasa menyentuh wanita lain. Meskipun ia tahu jika wanita itu adalah kekasihnya.

Angkasa berbalik. Sepertinya pembicaraan ini tidak akan selesai dengan cepat.

"Karena aku tidak mau menyakitimu, Sukma. Aku tidak mau menjadikan kamu sebagai pelampiasan ku. Karena bagaimanapun, wanita yang aku cintai bukan kamu!"

"Tapi..."

"Aku menghargai mu sebagai rekan bisnisku! Aku menghormatimu sebagai anak dari dari teman Papaku. Aku tegaskan sakali lagi, jangan berharap apapun pada pernikahan ini. Karena sesuatu hari nanti, aku pasti akan mengakhirinya!"

Setelah mengatakan hal itu, Angkasa membawa pakaian gantinya ke kamar mandi. Sukma masih berisik ditempatnya, menatap pintu kamar mandi yang tutup.

"Apa yang kamu lakukan sih Sukma? katanya tidak mau berharap, tapi kenapa terasa sakit!" ia memegang dadanya sendiri. Bingung dengan dirinya sendiri yang labil, padahal usianya bukan lagi remaja.

 

Sedangkan di meja makan...

Hardiaman sudah menunggu sambil membaca koran. Disampingnya ada Harleya, tetapi tidak ada satu katapun yang keluar dari bibir pria tua itu. Padahal sehari semalam ia tidak kelihatan batang hidungnya. Tetapi Kakeknya tidak bertanya kalimat pun.

"Coba hubungi kakak kamu, Leo. Tadi malam kakek hubungi ponselnya tidak aktif. Cepat cari tahu, jangan sampai terjadi apapun padanya!" titah Hardiaman.

Leya terdiam. Hatinya sakit, tentu saja. sehari semalam ia tidak kelihatan. tetapi Kakeknya sama sekali tidak peduli. Sedangkan kakaknya.... baru malam tadi ponselnya tidak aktif, kakeknya sudah sekhawatir itu.

Kapan ia bisa seperti Leo?

"Kamu dengar kakek tidak!" bentak Hardiman. Karena Leya hanya diam tak bersuara.

"Iya Kek, nanti aku hubungi!" jawab Leya pelan.

Nafsu makannya langsung menguap begitu saja. Nasi goreng yang tadi terlihat sangat menggugah selera. Kini terlihat sama sekali tidak menarik.

"Ada apa ini?" Angkasa dan Sukma turun bersamaan.

"Tidak ada apa-apa. Papa cuma mengkhawatirkan Leo, tadi malam ponselnya tidak aktif. Takut terjadi apa-apa!" jelas Hardiman.

Sukma sempat melirik putrinya. Sebagai ibu sekaligus wanita yang pernah ada di posisi itu, ia pasti tau bagaiman rasanya. Tetapi sayang, bukannya menenangkan putrinya yang sedang sedih. Sukma malah cuek tidak peduli.

"Nanti biar aku yang hubungi Pa? Papa tidak bisa mengandalkan Leya yang tidak berguna itu!" kata Sukma.

Leya mengangkat kepala. Matanya berkaca-kaca. Inikah Ibu yang dulu sangat menyayangi dirinya? Inikah Ibu yang dulu selalu ada untuknya. Mengapa sekarang kata-katanya sama menyakitkan nya dengan sang Kakek.

"Aku pergi dulu!" pamit Leya tanpa menyentuh sedikitpun sarapannya.

"Pergilah!" jawab Sukma tidak peduli.

"Biar Papa antar!" ujar Angkasa. Ia tahu betul, bagaimana perasaan kekasihnya saat ini.

"Biarkan dia berangkat sendiri. Dia bukan anak kecil lagi!" ucap Sukma mencegah. "lebih baik kamu sarapan. Jangan pedulikan dia!" lanjutnya.

Hatinya semakin sakit. Tak sadar air mata sudah membasahi pipi. Ia tak bisa lagi berkata-kata, karena masih tak menyangka, jika Ibunya bisa setega itu.

"Aku ada meeting pagi ini!"

Angkasa tetap pergi. Ia kecewa, marah dengan Sukma yang semakin mirip dengan Ayahnya.

Daripada ia meledak disana karena tak terima wanitanya diperlakukan seperti itu. Ia lebih memilih pergi, menemani Leya yang pasti sangat membutuhkan dirinya.

1
Jhesika Cika
bagus cta ny
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!