NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Abah ( Antara Nyaman & Cinta )

Jodoh Pilihan Abah ( Antara Nyaman & Cinta )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: R-kha

Sekuel dari kisah Ivanka ( Izinkan Aku Bahagia )

Saat manusia di hadapkan antara nyaman dan cinta mungkin tak akan sulit untuk memutuskan tapi saat harus memilih antara orang tua atau cinta siapa kah yang akan kalian pilih ?

Itu juga yang harus Widya hadapi dimana iya harus terjebak antara cinta dan baktinya pada seorang ayah terlebih cintanya ternyata terlarang untuk bisa iya gapai.

Cinta seperti apa yang sedang di hadapi Widya dan akankah seseorang yang Abah hadirkan mampu menghilangkan cinta yang salah itu menjadi sebuah cinta murni yang utuh ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia ?

" bagaimana kondisi Bram sus ?" tanya Bu Vira saat suster baru saja membuka pintu ruang isolasi.

" dokter Herman sudah melakukan segala upaya untuk bisa kembali menstabilkan kondisi pasien tapi ternyata Tuhan lebih menyayanginya " ucap suster yang tak sanggup mengatakan semuanya saat melihat tubuh Bu Vira yang terlihat limbung dan hampir saja roboh jika tidak di tahan Wisnu.

" maksud suster, Bram sudah tidak ada bersama kita lagi ?" tanya Wisnu yang hanya ingin memastikan jika Bram sudah meninggal.

" benar pak, kondisi kanker usus stadium akhir itu benar benar memperburuk kondisi kesehatan pak Bram yang memang rapuh akibat sakit mental yang iya derita selama ini" jelas suster lagi.

" tidak, Bram pasti baik baik saja " ucap Bu Vira yang tak bisa menerima kenyataan jika anak kesayangannya kini sudah tidak bersamanya lagi.

" Bu, Bram sudah tidak bersama kita lagi Bu " ucap Wisnu yang ingin ibu nya bisa menerima kenyataan jika Bram sudah kembali pada sang pemilik kehidupan.

" tidak mas, suster pasti salah " ucap Bu Vira sambil menggelengkan wajahnya tak bisa menerima kenyataan yang ada di hadapannya

" Bu " ucap Wisnu sambil mengarahkan ibunya untuk bisa melihat ke arahnya.

" apa ibu masih ingin melihat Bram tersiksa dalam hidupnya ?"

" apa ibu masih ingin melihat Bram yang harus berjuang melawan penyakit yang bukan hanya menggerogoti tubuhnya tapi juga jiwanya dari dalam ?" tanya Wisnu tapi Bu Vira terus saja menggeleng dengan air mata yang sudah tak bisa tertahankan lagi.

" Bram sudah kembali sehat Bu "

" Bram sudah terbebas dari segala sakit yang selama ini membelenggunya " ucap Wisnu dan akhirnya tangis Bu Vira pun pecah karena yang Wisnu katakan benar adanya jika Bram sudah terbebas dari segala sakit yang di deritanya di dunia ini.

" maafkan ibu, Bram " ucap Bu Vira dalam pelukan putra sulungnya yang kini menjadi putra tunggalnya.

" Bram sudah memaafkan ibu dan Bram sudah jauh lebih tenang saat terakhir Wisnu berbicara dengannya " ucap Wisnu yang bukan hanya ingin menenangkan ibunya tapi memang itu yang Wisnu lihat saat menatap Bram.

" apa bisa kita melihat Bram untuk terakhir kalinya mas ?" tanya Bu Vira yang tetap saja ingin mematri wajah terakhir putranya di lubuk hatinya yang paling dalam.

" tentu saja bisa " ucap Wisnu sambil merangkul ibunya menuju ruang isolasi dimana jenazah Bram masih berada di sana karena Wisnu belum mengurus administrasi selanjutnya untuk penanganan Bram nantinya.

Setelah kepergian Wisnu menuju rumah sakit dimana adiknya di rawat, hati Widya tiba tiba saja tak tenang karena Wisnu bukan hanya harus menghadapi ibunya tapi juga adiknya yang memberikan luka paling dalam dari semuanya.

" kamu kenapa ?" tanya Abah yang melihat kegelisahan di wajah Widya saat ini.

" sampai saat ini mas Wisnu masih belum memberi kabar " ucap Widya yang takut jika ada hal buruk yang terjadi pada suaminya saat ini.

" doakan saja suami mu itu agar bisa mengendalikan diri dari apapun yang bisa memancing amarahnya dan juga bisa membuatnya sakit hati " ucap Abah yang tetap memasrahkan dan menitipkan Wisnu pada sang maha pencipta untuk selalu menjaga Wisnu dimana pun berada saat ini.

" iya bah " ucap Widya yang tetap saja terus menatap layar handphonenya berharap Wisnu memberi kabar pada dirinya.

Ting

Sebuah pesan baru saja masuk ke handphone Widya dan langsung Widya buka berharap pesan itu dari Wisnu yang mengabari kondisi dirinya saat ini tapi ternyata bukan dan bahkan orang yang mengirim pesan itu adalah orang yang sudah lama tak Widya temui sejak hari pernikahan dirinya dan Wisnu beberapa Minggu yang lalu.

" hai Widy "

" bagaimana kabar mu ?"

" aku merindukanmu "

Jantung Widya seolah berhenti saat menerima pesan dari nomor baru tapi Widya sangat tau siapa yang mengirim pesan itu karena memang hanya satu orang yang memanggilnya dengan sebutan Widy.

" siapa ?" tanya Abah saat melihat Widya yang hanya menatap layar handphonenya tanpa mengatakan apapun.

" bukan siapa siapa bah "

" hanya orang yang salah mengirim pesan " ucap Widya yang terlihat jelas wajah gugupnya di hadapan Abah.

" apa kamu yakin ?"

" atau jangan jangan yang mengirim pesan itu Panji ?" tanya Abah yang tak akan membiarkan Widya melakukan apapun yang salah apalagi sampai merusak pernikahannya dengan Wisnu.

" bukan bah " ucap Widya yang langsung menghapus pesan yang memang Widya yakini jika pesan itu dari Panji.

" ingat lah jika saat ini kamu sudah menikah dengan Wisnu dan Abah harap kamu bisa menjaga pernikahan ini sampai akhir hayat mu karena Abah sangat yakin kamu tak akan bisa menemukan laki laki dan suami sebaik dan setulus Wisnu di manapun didunia ini " ucap Abah mengingatkan.

" dan ingatlah kepercayaan dan kesetiaan itu jauh lebih mahal dari apapun yang ada di dunia ini " ucap Abah yang memilih meninggalkan Widya di ruang keluarga karena kini jam sudah menunjukan pukul sembilan malam.

" iya bah " ucap Widya yang masih menggenggam handphone miliknya setelah menghapus pesan Panji.

" kenapa Panji kembali mengusik ku ?" tanya Widya yang juga memilih masuk ke dalam kamarnya dengan Wisnu dan memilih menunggu kabar dari Wisnu di dalam kamar.

" ingat Widya, kamu sudah menikah "

" kamu sudah menjadi seorang istri dari mas Wisnu dan kamu tak boleh sampai berhubungan dengan laki laki manapun apalagi Panji " ucap Widya mengingatkan dirinya jika Wisnu adalah masa kini dan masa depannya sedangkan Panji hanya bagian dari masa lalu yang tak perlu di ingat apalagi di kenang.

" apa aku telpon mas Wisnu untuk memastikan jika dia baik baik saja ya ?" tanya Widya yang sempat ragu untuk menghubungi suaminya sendiri tapi akhirnya Widya pun memutuskan untuk menghubungi Wisnu agar dirinya bisa jauh lebih tenang.

Widya mengambil handphone nya untuk menghubungi Wisnu tapi ternyata Wisnu lah yang kini menghubunginya seolah Wisnu bisa merasakan kegundahan Widya saat ini jika Widya sedang menunggu kabar dari nya.

" halo sayang, maaf mas baru bisa memberi kabar " ucap Wisnu yang baru bisa menghubungi Widya setelah menyelesaikan administrasi tentang pengurusan jenazah Bram yang akan di lakukan di rumah sakit dimana setelah itu akan di teruskan ke pemakaman yang akan mereka tuju.

" iya mas gak papa " ucap Widya yang mencoba memahami jika Wisnu sibuk hingga tidak bisa menghubungi dirinya saat sudah.

" bagaimana kondisi adik dan ibu mas saat ini ?" tanya Widya tapi saat panggilan itu berlangsung ada panggilan dari nomor yang tidak Widya kenal tapi sekilas nomor itu seperti nomor yang tadi sempat mengirim pesan pada Widya dimana pesan itu langsung Widya hapus.

" kenapa dia terus menghubungi ku " ucap Widya tanpa sadar.

" sayang, siapa yang kamu bicarakan ?" tanya Wisnu yang mendengar dengan jelas ucapan Widya tadi.

✍🏻✍🏻✍🏻 apa Widya akan jujur pada Wisnu ? Atau Widya memilih merahasiakan jika Panji mulai mengusiknya lagi ?

Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Love you moreee 😘😘😘

1
Dew666
👄👄
Dew666
💜💜💜💜💜
Dew666
🔮🔮🔮
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
Dew666
💎💎💎
Dew666
☀️🍡💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!