Novel ini mengisahkan hubungan antara seorang pria kristen bernama David Emmanuel Erlangga seorang pria yang terlahir dari keluarga yang begitu kental dalam menjalankan agama,anak dari seorang pendeta yang terkenal di negeri ini yang bertemu dan menjalin cinta dengan seorang muslimah yang taat serta merupakan anak salah seorang kyai terkemuka .
bagaimana kisah rumit mereka? dan akankah mereka mempertahankan hubungan yang penuh dengan penentangan dari kedua keluarga dan lingkungan?atau justru memilih berpisah demi bertahan dengan keyakinan masingmasing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya sabir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 Aku mencintainya tapi tak mungkin memilikinya.
Hujan telah menggenangi sebagian jalan tanah yang mengarah ke tepi Sungai Progo. Aisyah berdiri di atas batu besar yang sudah licin akibat aliran air, mengulurkan tangan ke sungai yang melintas di antara lereng Gunung Merapi dan perkampungan kecil di Sleman. Jari-jarinya menyentuh permukaan air yang sedikit dingin, lalu dia tuangkan sedikit ke wajahnya, hidungnya, tangan kanannya, kaki kanannya , melakukan wudhu dengan khusyuk sebelum melanjutkan perjalanan ke mushola dekat pasar.
Di sisi lain sungai, seorang pemuda dengan rambut pirang yang sedikit kusut sedang menyiapkan ember kecil berisi air sungai. Ia adalah David Emmanuel Erlangga, seorang pendeta muda dari gereja Kristen yang terletak tidak jauh dari sana. Hari itu, ia akan melakukan baptisan untuk tiga anak muda dari komunitas sekitar, dan ia memilih air sungai yang sama karena dipercaya membawa kesucian dan harapan baru.
Ketika Aisyah menyelesaikan wudhu dan hendak berbalik, pandangannya bertemu dengan David yang sedang mengangkat ember. Mata mereka saling bertemu sebentar ,kedua-duanya terkejut melihat seseorang yang juga sedang berkaitan dengan air yang memiliki makna sakral bagi keyakinannya masing-masing. Tanpa berkata apa-apa, mereka hanya memberikan senyuman sopan sebelum melanjutkan aktivitas masing-masing. Dan di sinilah kisah ini bermula.
" Jangan melamun, nanti kesambet baru tahu rasa kamu." Tegur seseorang membuyarkan lamunan Aisyah yang fikirannya kembali ke masalalu.
Aisyah tersenyum tipis,matanya menatap kosong ke depan,dimana air hujan membasahi dedaunan di halaman belakang rumah Mayang sahabat nya.
"Jangan terus di pikirkan ,Syah...serahkan semuanya pada Allah." Ujar Mayang lagi sembari meletakkan secangkir cokelat hangat di meja,lalu ia pun duduk di kursi di samping Aisyah.
Sejak seminggu ini Aisyah menginap di rumah Mayang,sejak pertengkaran nya dengan orang tuanya yang tak setuju dengan hubungannya dan David.Mereka menentang keras hubungan Aisyah dan David meski David adalah anak sahabat orang tuanya.Sebuah dinding kokoh membuat kedua keluarga itu menentang sangat keras,tak ada tawar-menawar.
" Aku tidak bisa,May...aku sudah berusaha untuk melupakannya tapi..." Ucapan Aisyah menggantung begitu saja tanpa ada niat untuk melanjutkannya,Mayang pun membiarkan nya begitu saja tanpa menuntut.
Kisah cinta sahabat nya ini memang begitu rumit,tak ada celah sedikitpun untuk bisa di pertahankan,karena keduanya berada dalam keluarga yang begitu kuat dalam hal keyakinan mereka masing-masing.
Di sisi lain,terlihat David yang berjalan keluar dari gereja setelah melakukan khutbah Minggu untuk para jemaat nya,setelah ayahnya tak lagi jadi pendeta,dialah yang menggantikan posisi ayahnya itu,karena hanya dialah putra di dalam keluarga nya. David memiliki seorang adik perempuan yang masih duduk di bangku SMA,sedangkan dirinya baru saja menyelesaikan kuliahnya di fakultas teologi dan saat ini ia tengah menekuni profesinya sebagai pendeta muda sekaligus pengusaha muda.
" Kamu dimana?" Tanya David pada seseorang di balik telfon.Meski sadar akan hubungannya dengan Aisyah mendapat pertentangan dari kedua keluarga besar tapi hal itu tidak membuatnya melepas Aisyah. Ia begitu sangat mencintai Aisyah dan tak bisa melepaskan nya meski sadar ada dinding kokoh yang membentang di hadapan mereka.
" Di rumah Mayang, ada apa menelfonku?"
David tersenyum mendengar pertanyaan nya wanita nya itu." Apa aku tidak boleh menelfon pacarku?" Jawab David dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya.
Mendengar nya Aisyah menjadi malu-malu dan wajahnya memerah,meski mereka hanya mengobrol lewat telfon saja. Setelah mengobrol begitu lama akhirnya Aisyah dan David memutuskan telfon mereka dan kembali ke aktivitas masing-masing.
" Ihh senyum-senyum, kesambet baru tahu rasa kamu." Cibir Mayang yang masih setia duduk di samping Aisyah dan mendengar semua obrolan sahabatnya itu dengan sang kekasih.
" Makanya jangan jomblo,biar kamu tahu rasanya jatuh cinta." Aisyah beranjak dari duduknya dan meninggalkan Mayang begitu saja yang masih mencerna ucapan nya itu.
" Dasar...bucin akut." Teriak Mayang saat menyadari nya ,ia pun beranjak menyusul Aisyah yang sudah menghilang.
" Kamu yakin dengan semua keputusan mu itu ,Vid?" Tanya Michael sahabat David sekaligus asisten nya itu.
Saat ini David dan Michael sudah berada di sebuah restoran tempat ia dan Aisyah janjian untuk bertemu sekaligus makan siang bersama.
David menghela nafas berat,ia lalu bersandar di kursi sembari memainkan bolpoin di tangannya.
" Untuk saat ini aku tak ingin berfikir panjang kedepan, aku tidak bisa membayangkan berpisah dengan Aisyah. Kamu tahu betul sebesar apa aku mencintainya."
Mikael terdiam mendengar ucapan David,ia tak bisa berkomentar apa-apa lagi, karena apapun yang akan ia katakan dan nasehat apapun yang ia berikan pada sahabat nya itu tak akan bisa masuk dalam logika David. Menasehati orang yang sedang jatuh cinta adalah hal yang sangat sulit di lakukan.
" Ya Tuhan.... sahabat ku ini benar-benar sudah hilang akal.." Gerutu Mayang saat mereka baru saja turun dari mobil dan berjalan memasuki sebuah restoran jepang favorit Aisyah.
David melambaikan tangan ke arah Aisyah yang berada di depan pintu masuk,dengan wajah bahagia ia pun berjalan menghampiri meja David yang berada di pojok ruangan dengan pemandangan kolam ikan dengan di hiasi air terjun mini buatan , terlihat sangat indah dan menenangkan melihatnya.
" Maaf..membuatmu menunggu." Ujar Aisyah saat ia dan Mayang sudah berada di meja David dan Michel.
" Kami juga baru tiba." Jawab David takkalah bahagianya saat menatap wajah sang pujaan hati setelah tiga bulan tak bertemu karena kesibukan masing-masing,selain itu mereka harus sembunyi - sembunyi dari keluarga mereka. Hanya Michael dan Mayang yang terlibat dalam setiap pertemuan mereka.
" Heeeemmmmm." Dehem Michael membuat tatapan Aisyah dan David terputus.
" Disini masih ada orang loh." Sindir Michael karena ia dan Mayang seolah mereka anggap patung tak bernyawa.
"Iya nih...giliran sudah ketemu, kita di lupain." Sambung Mayang sembari menarik kursi lalu mendudukinya.
Mereka duduk saling berhadapan,membuat suasana makan siang terasa nikmat,mereka juga saling mengobrol dan terlihat begitu ceria sembari di selingi tawa membuat obrolan mereka terasa begitu asyik dan tanpa ada yang menyadari sepasang mata sejak tadi memperhatikan mereka.
" Mereka sedang bersama saat ini." Lapor orang itu melalui sambungan telfon sembari mengambil gambar secara diam-diam,setelah itu orang itu pun pergi tanpa ada yang menyadari kehadirannya.