NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewi Dosa

Reinkarnasi Dewi Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Dikelilingi wanita cantik / Harem
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Genre: Fantasi-Wanita, Reinkarnasi, Petualangan, Aksi, Supernatural, Misteri, Kultivasi, Sihir.

[On Going]

Terbangun di hutan asing tanpa ingatan, Lin Xinyi hanya membawa satu hal bersamanya—suara misterius yang menanamkan pengetahuan sihir ke dalam pikirannya.

Di dunia di mana monster berkeliaran dan hukum kekuatan menentukan siapa yang hidup dan mati, ia dipaksa belajar bertahan sejak langkah pertama.

Siapakah sebenarnya Lin Xinyi?

Dan kenapa harus dia? Apakah dia adalah pembawa keberuntungan, atau pembawa bencana?

Ini adalah kisah reinkarnasi wanita yang tak sengaja menjadi dewi.

2 hari, 1 bab! Jum'at libur!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 — Xiang Malingsheng vs Miju Xie

Dunia seakan menahan napas ketika dua pasang mata saling mengunci. Keduanya diam, namun tekanan yang memancar dari tubuh masing-masing terasa jelas di udara.

Xiang Malingsheng menilai lawannya dengan tatapan tajam.

Tidak bersenjata. Hanya petarung tangan kosong.

Di hadapannya, Miju Xie berdiri dalam kuda-kuda yang mantap. Tubuhnya rileks, tetapi setiap ototnya siap bergerak kapan saja. Ia tahu Malingsheng bisa menyerang tanpa peringatan.

Angin berembus pelan. Dedaunan bergoyang lembut dan beberapa burung melintas tenang di langit. Tetesan air jatuh dari ujung daun, menciptakan irama kecil yang kontras dengan ketegangan di antara mereka.

Keduanya tetap saling berhadapan, belum ada yang memulai lebih dulu.

"Tingkat 4? Kau yakin?" Malingsheng sedikit penasaran dengan seseorang di depannya.

Miju Xie hanya tersenyum tipis sebelum menjawab.

"Tingkat tidak akan menjadi masalah, bagaimana jika aku mengalahkanmu?" ucapnya santai.

Malingsheng mengangkat dagunya. Baru kali ini ia diremehkan oleh seseorang yang berada di bawah tingkatnya.

"Hoo, kalau begitu aku akan membuatmu kalah."

Miju Xie mengangkat kedua tangannya di depan dada.

"Tidak, aku akan menang."

Begitu kalimat itu terucap, petir hitam mulai menjalar di sekujur tangannya. Percikan kecil menari liar, memancarkan cahaya gelap yang menggetarkan udara di sekitarnya.

Malingsheng menarik pedang di pinggangnya, menatapnya sesaat, lalu melemparkannya sembarangan.

Ia menyatukan kedua tangannya di depan dada, lalu memiringkan kepalanya untuk meregangkan leher.

Kaki kiri Miju Xie mundur perlahan, menyesuaikan jarak.

Malingsheng pun menurunkan pusat gravitasinya, bersiap menerjang.

Saat satu helai daun jatuh dan menyentuh tanah, keduanya bergerak dalam waktu yang sama.

Dengan kecepatan penuh mereka melesat lurus.

"Sihir Penciptaan Petir: Black Flash!" Miju Xie merapal sihirnya pelan.

Sementara Malingsheng melaju sambil memperkuat lengannya.

"Sihir Peningkatan Kekuatan: Physical Boost!"

Debu berhamburan saat mereka bertemu di titik tengah. Tinju Malingsheng beradu dengan telapak tangan Miju Xie yang diselimuti petir hitam.

DRAKK!

Percikan listrik menyambar liar, namun Malingsheng tidak bergeser sedikit pun.

"Bagus!" Malingsheng tersenyum lebar.

Ia menarik tinjunya dan langsung melayangkan pukulan berikutnya, lebih cepat dan lebih berat.

Miju Xie mundur selangkah, menghindari hantaman ke wajahnya, lalu segera membalas.

"Black Flash!"

Telapak tangannya yang terbungkus petir hitam menghantam tepat ke ulu hati Malingsheng.

Pria itu terbatuk dan terpental dua langkah ke belakang, tetapi segera kembali dengan posisi bertarung yang kokoh.

Miju Xie mengerutkan kening. "Lagi?"

Malingsheng tertawa kecil. "Rasanya sakit. Tapi kau hanya punya itu?"

Miju Xie tidak menjawab. Ia kembali mengangkat tangannya dan petir hitam menyelimutinya lagi. Selama serangan itu masih bisa melukai lawan, ia tidak merasa perlu menggunakan yang lain.

Malingsheng menggeleng pelan. "Membosankan."

Kali ini ia tidak menerjang langsung. Telapak tangannya membentuk seperti cakar dan angin di sekitarnya mulai berputar perlahan.

"Sihir Penciptaan Angin: Wind Scratch!"

Tangan Malingsheng berubah menjadi pusaran angin kecil yang berputar cepat. Dengan satu ayunan, lima garis angin tajam melesat menuju Miju Xie.

Mata Miju Xie melebar. Ia melompat ke samping, menghindari tiga garis pertama. Satu garis tersisa menyayat lengannya, merobek kain dan meninggalkan goresan merah di kulitnya.

Untuk pertama kalinya dalam pertarungan itu, ia terluka.

Malingsheng tidak memberinya jeda. Dalam sekejap pria itu sudah berada di depan, tinjunya yang dilapisi angin menghantam keras.

Miju Xie terpaksa memblok dengan kedua lengannya yang diselimuti petir.

BRAK!

Benturan itu membuatnya meluncur mundur, meninggalkan dua alur panjang di tanah.

"Black Flash!"

Ia kembali melancarkan serangan balik. Petir hitam menghantam dada Malingsheng dan membuat pria itu menggerutu kesakitan.

Kali ini Malingsheng mundur tiga langkah dan napasnya sedikit tersengal.

Namun senyumnya tidak hilang.

"Ternyata bisa digunakan terus-menerus. Tapi, itu membuatku jadi bisa mempelajarinya."

Ucapan itu membuat hawa dingin menjalari punggung Miju Xie.

Malingsheng kembali berlari, kali ini dengan gerakan zig zag yang sulit ditebak. Langkahnya ringan namun mematikan, berpindah dari kiri ke kanan dalam pola yang acak.

Miju Xie tetap tenang. Ia menunggu sepersekian detik yang ia butuhkan, lalu melepaskan jurus andalannya.

"Black Flash!"

Namun Malingsheng sudah mengantisipasinya. Ia menunduk, meluncur di bawah lintasan serangan, lalu bangkit dengan siku yang menghantam ke arah dagu lawan.

Dagu Miju Xie terangkat keras. Tubuhnya terpental ke belakang dan berguling beberapa kali di tanah sebelum akhirnya berhenti.

Malingsheng mengepalkan tinjunya. "Bangun. Siapa yang tadi bilang akan menang?"

Miju Xie perlahan berdiri. Darah mengalir dari sudut bibirnya, napasnya memburu, tetapi matanya masih menyala penuh tekad. Ia kembali mengangkat tangannya dan petir hitam menyelimuti telapaknya.

Di dalam tatapannya tidak ada keraguan.

Black Flash.

Lagi.

Malingsheng menghela napas panjang. "Baik. Aku akan meladenimu dengan serius."

Kali ini kedua tangan Malingsheng mulai bersinar.

"Sihir Penciptaan Angin."

Tangan kirinya berputar dengan pusaran angin yang rapat.

"Sihir Penciptaan Api."

Tangan kanannya menyala dengan kobaran api yang liar.

Ia menyatukan keduanya.

"Firestorm!"

Sihir ganda.

Dengan hentakan kaki, Malingsheng melesat maju. Pusaran api dan angin mengelilinginya, membentuk badai kecil yang menghanguskan rumput dan mengoyak tanah di sekitarnya.

Miju Xie tetap berdiri di tempatnya. Tangannya yang diselimuti petir hitam ditarik ke belakang, siap dilontarkan.

Satu daun kembali jatuh dari pohon terdekat.

Saat daun itu menyentuh tanah, keduanya bergerak.

"Black Flash!"

"Firestorm!"

Petir hitam bertabrakan dengan pusaran api dan angin. Ledakan keras mengguncang wilayah itu, menyebarkan percikan api dan kilatan listrik ke segala arah.

Ketika debu perlahan mengendap, dua sosok masih berdiri saling berhadapan dengan jarak hanya beberapa langkah. Napas mereka memburu, pakaian mereka koyak, dan luka mulai terlihat di tubuh masing masing.

Miju Xie mengangkat tangannya lagi. Petir hitam kembali menyala.

Lagi.

Malingsheng tersenyum lebar, matanya bersinar penuh gairah bertarung. Ia membuka kedua tangannya, siap menciptakan sihir apa pun.

"Datang!"

Tanah kembali bergetar.

Miju Xie maju dengan rentetan pukulan. Sekilas tampak membabi buta, tetapi setiap serangan terarah dengan jelas.

Kepala. Leher. Dan jantung.

Malingsheng menangkis semuanya dengan kedua tangannya. Gerakannya presisi dan efisien. Ia membaca pola serangan itu lalu mematahkan setiap lintasannya dengan tepat.

BUG! BUG!

Tangan Miju Xie kembali diselimuti petir.

"Black Flash!"

Ia memukul sekali lagi.

BOOM!

Malingsheng menahan dengan kedua lengannya. Ia terpental mundur beberapa langkah, kakinya menyeret tanah dan meninggalkan dua garis panjang.

"Hanya tingkat 4. Sihirnya juga tidak begitu kuat, hanya saja... ia menggunakannya terus-menerus," gumamnya.

Debu masih berputar di udara. Angin masih berembus kencang.

Di sekitar Malingsheng, udara terasa semakin berat. Energi sihir mulai menyelimutinya dengan tekanan yang lebih pekat.

Di sisi lain, energi petir berkumpul di sekitar Miju Xie. Kilatan hitam membentuk lapisan pelindung tipis yang berderak pelan.

Ia sudah menyadarinya sejak awal.

Malingsheng adalah tingkat 5.

"Mustahil bisa menang dengan mudah. Perlu usaha lebih," pikirnya.

Tanah di bawah kaki mereka bergetar hebat, seakan tidak sanggup menahan benturan energi yang terus meningkat.

"Ingatlah."

Miju Xie memasang kembali kuda kudanya.

"Aku akan menang."

Energi sihirnya melonjak tajam, meluas dan menyambar di sekelilingnya. Burung burung beterbangan menjauh. Dedaunan rontok satu per satu, terseret tekanan yang tak kasat mata.

Malingsheng menyatukan kedua tangannya di depan dada.

"Aku ingin pulang. Kembali pada istriku. Untuk itu..."

Tatapannya lurus pada Miju Xie.

"Aku akan mengalahkannya."

Energi sihir di sekelilingnya mulai berputar dengan pola berbeda dari sebelumnya. Tekanannya lebih berat, lebih liar, dan jauh lebih berbahaya.

Udara bergetar. Tanah retak perlahan.

"Perluasan Domain: Duel Sovereign."​

1
Kabuki
turut lega thor. akhirnya Xinyi berhasil ngalahin petaka petir ketiga 😭
Kabuki
aww co cwitt
Kabuki
ini klo di anime, lagu opening udh di stel nih🤭
Anindita Annazwa: bwahahaha😭 iya lagi
total 1 replies
Kabuki
ahh souka? agak kejam juga tetua Yuan xi. menyuruh orang luar yang tak tahu apa², untuk membebaskan kaum darah berdosa dari kutukan dengan ritual petaka petir/Frown/
Anindita Annazwa: karena dia di anggap sebagai 'orang itu' yg entah siapa🗿
total 1 replies
Kabuki
kecewa? buat apa penduduk asli kecewa terhadap orang luar? bukannya mereka cuma penasaran aja sama xinyi?😌
Anindita Annazwa: udh nyentuh petir ke 3 soalnya, satu2nya yg berhasil kesitu
total 1 replies
Kabuki
biasa gundule. dia imo jir
Kabuki
slurrppp ak jga mw😋
ユリ
sadis
ユリ
mengejutkan😱
ユリ
entah kenapa dia terlalu percaya diri
ユリ
terlalu op😱
元元
Masterpiece, dah gtu aj
元元
KOK BISA GINIII!
元元
bjirr, apa-apaan iniii
Panda
aku penasaran sama nama malingsheng ini deh kak

apa ada sejarah dengan nama itu?
Jing_Jing22
dia tangguh dan kuat kita lihat saja apa yang akan terjadi dengan xinyi, sementara takdir dia tidak bisa mati
Jing_Jing22
xinyi masih bisa bertahan saja itu sudah keajaiban untukmu
CACASTAR
petaka petir apa itu
CACASTAR: iya dah, apa kata Thor deh, saya nyimak baca cerita aja
total 3 replies
putri bungsu
seperti nya dia terlalu bersemangat untuk menguji kekuatan nya sendiri
Kabuki
ganbatte Xinyi! teruslah bertahan. karena tinggal satu Sambaran petir lagi/Determined//Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!