kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.
yuk ikuti cerita nya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"ibu.... " Hana pun mengulurkan tangan nya
nyonya Haeri pun menyambut nya "hei... tangan mu begitu dingin, apa kau baik-baik saja sayang. "
"aku baik bu, ini hanya nerves... semua wanita mungkin akan mengalami nya" ucap Hana merangkul tangan ibu nya
"itu sudah pasti sayang... "
Hana pun melewati tahap demi tahap dengan di temani ibu di samping nya, sampai tiba lah Hana berjalan di tempat upacara pernikahan akan di lakukan. jantung Hana terasa berdebar-debar, seluruh tubuh nya terasa lemas.
di sana Jimin juga sudah berdiri menunggu pengantin wanita nya, yaitu Hana. Hana pun sudah berdiri tepat di belakang Jimin. pendeta pun meminta Jimin berbalik arah untuk melihat calon istri nya itu.
saat itu, Jimin pun tak berhenti memandang Hana. bahkan Jimin tidak mendengar apa yg telah di katakan pendeta pada nya.
Jimin seakan terpesona akan kecantikan yg di pancarkan oleh Hana kala itu, bahkan pendeta terpaksa menepuk pundak Jimin karena Jimin tidak merespon ucapan nya.
saat Jimin sadar, pendeta pun memulai upacara pernikahan. pertanyaan demi pertanyaan di berikan oleh pendeta kepada Jimin dan Hana. mereka juga menjawab nya sesuai dengan urutan pertanyaan nya. sampai di akhir pendeta berbicara "tuan Jimin, nona Hana, kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. tuan Jimin di persilahkan mencium istrimu, nona Hana. "
Jimin pun mendekat, ia memegang satu tangan Hana. dan Jimin juga memegang dagu Hana. seketika, Hana memegang erat bunga yg ada di tangan nya. Jimin pun hanya mengecup lembut kening Hana. "hanya dia lah laki-laki yg pertama menyentuh wajah ku selain ayah dan ibu ku. " ucap Hana dalam hati nya
para keluarga dan tamu yg hadir pun bertepuk tangan untuk merayakan kebahagiaan mereka (Jimin dan Hana). Jimin dan Hana pun tersenyum kepada semua orang yg hadir di ruangan itu.
satu persatu keluarga dan tamu pun menghampiri mereka untuk mengucap kan selamat pada mereka.
"selamat ya sayang, kau sudah menjadi istri seseorang. baik-baik lah nak. " ucap nyonya Haeri pada putri nya "Jimin, tolong jaga putri ku"
"selamat Hana sayang, kau sudah menjadi nyonya Jimin. Jimin sepenuhnya milik mu. ibu berharap hal-hal baik akan terjadi pada kalian" ucap nyonya Min Seo melihat Hana dan Jimin bergantian
"selamat Jimin, perlakukan lah istri mu dengan baik. dan Hana, semoga kau bahagia selalu" ucap tuan Ji Hoon
begitu lah seterusnya, sampai Young Ju sahabat nya Hana berdiri di barisan paling belakang untuk mengucapkan selamat kepada nya. Young Ju pun langsung memeluk Hana "selamat ya, jangan lupakan aku walau kau sudah menikah. "
"tidak akan. terimakasih banyak kau sudah mau bersama ku sampai saat ini. "
"tentu saja... " Young Ju pun melihat Jimin "selamat tuan Jimin, mohon jaga lah Hana dengan baik" ucap Young Ju pada Jimin
Hana dan Jimin pun melihat seluruh tamu dan keluarga masih berbaur sembari menikmati makanan. dan mereka pun menyelesaikan semua rangkaian acara pada hari itu sampai malam hari. mengambil sesi foto, potong kue, dan yg lain nya. Hana benar-benar bisa mengendalikan diri nya untuk tidak terlihat gugup di depan banyak orang atau di depan kamera.
setelah semua selesai, malam itu Hana pun kembali ke kamar nya sendirian. karena Jimin masih bersama beberapa teman dan rekan kantor nya menikmati minuman yg tersedia.
Hana pun melepaskan aksesoris nya satu persatu, membersihkan riasan di wajah nya. Hana pun akan menanggalkan gaun yg di kenakan nya, namun tangan nya tidak dapat meraih resleting gaun yg ada di belakang nya. Hana pun tidak berhenti berusaha, namun tetap tidak bisa. akhirnya ia pun menyerah dan merebahkan tubuh nya di atas ranjang yg sudah di hiasi dengan kelopak bunga mawar.
Hana menghela nafas panjang "kenapa mereka mendisain gaun seperti ini. bagaimana aku akan membuka nya sekarang" ucap Hana sendiri
Hana pun kembali bangun, dan mencoba nya lagi. saat sedang kesulitan, Jimin pun masuk ke kamar. hal itu tentu saja membuat Hana terkejut "ouh, apa aku mengejutkan mu!?? " ucap Jimin berjalan mendekati Hana yg berdiri di dekat meja rias
"ouh... tidak... aku hanya... aku... " ucap Hana terbata-bata
"ada apa!?? kau butuh bantuan!? "
"emm, aku tidak bisa meraih resleting gaun ku. bisakah kau membantuku!?? " Hana pun berbalik badan membelakangi Jimin
"tentu saja... " jawab Jimin
Hana pun langsung menarik rambut nya ke depan, hingga terlihat lah oleh Jimin punggung nya yg putih dan mulus itu. melihat itu, Jimin pun tidak langsung membuka resleting gaun itu. Jimin memandangi punggung Hana yg begitu putih bersih, dan mulus seperti kulit bayi itu. tanpa di sadari oleh nya, Jimin pun menelan air liur nya sendiri....