Aku Nadia istri dari Mas Afif dan ibu dari Bintang. aku istri yang setia, yang selalu berusaha melayani suamiku dengan baik, menemaninya dari nol. aku juga ibu yang baik untuk anakku Bintang. singkatnya aku berusaha menjadi yang terbaik untuk suami dan anakku.
Namun di saat pernikahanku yang ke tujuh, Mas Afif memberikanku kejutan besar, dia membawa seorang wanita lain ke dalam rumah tangga kami, namanya Laras dan anak tirinya bernama Salsa, yang Bintang selalu bilang kalau anak itu adalah anak tercantik di kelasnya.
cerita perhianatan dan kebangkitan Nadia dari penghianatan suaminya.
happy reading All❤️ bantu support cerita pertama saya ya, trims🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Sialan sekali. Dia menyalahkanku, padahal yang jelas salah adalah dia, dia yang menabur luka di hati Bintang, dia yang membuat Bintang membenci Salsa dan dia juga yang menghilangkan rasa percaya di hati anaknya sendiri, tapi dia menyalahkanku. Sialan sekali!! Sungguh aku menyesal karena pernah menjadikan Afif sebagai suamiku, meski aku tidak pernah menyesal karena dengan menikah bersamanya, aku punya Bintang anakku.
Maka tanpa banyak bicara, aku pun segera menggendong Bintang dan mengabaikan seruan Arka yang menyuruhku supaya menurunkan Bintang, bahkan aku seolah lupa kalau aku tengah berbadan dua, saking emosinya dengan Afif yang telah menuduhku yang tidak-tidak. Kalau memang aku sangat muak dan benci dengan Laras dan Salsa, maka aku sudah memperkarakan mengenai bukti yang ku punya itu, tapi tidak ku lakukan tuh. Bukan karena aku tak mampu dan bukan karena aku tak mau, tapi karena Bintang, Bintang yang menjadi alasan utama aku tidak melakukannya__aku tak mau Bintang sampai bersedih melihat ayahnya mendekam di penjara karena kasus p3rz1n4h4n, aku takut Bintang di olok-olok oleh keluargaku yang lain dan teman-temannya tak mau lagi berteman dengannya, dengan alasan karena papa Bintang di penjara.
Tuduhan itu begitu keji pria itu layangkan padaku, padahal aku sudah mau berbaik hati membuka pintu yang lebar untuknya supaya bisa bertemu dengan anak kandungnya sepuas hati, bahkan aku yang menyuruh supaya Bintang mau menginap di rumah papa dan ibu tirinya itu, aku juga selalu berusaha menjelaskan kalau papanya adalah orang baik, papanya orang yang bertanggung jawab dan sayang keluarga, tapi apa yang ku dapati? Hanya sebuah rasa sakit hati dan kecewa saja.
Untun Bintang yang mendorong Salsa dan tentang ucapan Bintang yang terlihat benci Salsa dan ibunya. Harusnya Afif bisa bicara lebih lembut dan mendengar cerita dari Binta juga. Bukan aku tak oercaya pada Laras, tapi bukankah kebih baik mendengarkan dari kedua belah pihak tanpa memutuskan keputusan dari sepihak saja?
“Ada apa kak? Coba ceritakan apa yang di katakan pria s14l4n itu?.“Tanya Arka sesampainya aku di mobilnya dan kini sednag mengusap-ngusap dadaku sertw meminum air mineral supaya bisa menentramkan diriku dan juga meredam rasa marah dan kecewa yang sejak tadi seolah begitu menggebu-gebu ku rasakan.
“Jawab!!.“Tegasnya, aku langsung menokeh dengan air mata yang menggenang di pelupuk mataku, Arka pun oada akhirnya menarik tubuhku dan memelukku erat, usapannya ku rasakan di punggungku dan membuatku cukup tenang.
Bermenit-menit aku menangis di pelukan Arka dan Arka tidak mengatakan apapun, kecuali mendengar tangisanku serta tangannya yang beberapa kali mengusap punggungku pelan dan untungnya anakku, Bintang. Dia masihlah tertidur dengan nyaman dan aman di jok belakang, hingga dia tak harus menyaksikan bagaimana ibunya yang menangis tersedu-sedu.
“Udah?.“Tanya Arka setelah tangisanku reda dan aku mengangkat wajahku dari pundaknys, Arka meng-angsurkan kotak tisu dan ku ambil beberapa lembar, ku usap kasar sudut mataku pun dengan ingusku yang terasa keluar karena tangisanku tadi.
“Minum lagi, habiskan saja.“Kau pun mengangguk dan kembali meminum setengah air mineral yang tadi sudah ku minum. Kali ini ku habiskan semuanya.
Lalu aku menoleh ke arah Arka dan Atka menatapku dengan sebelah alisnya yang terlihat terangkat, mungkin dia amat sanbat penasaran kenapa aku bisa menangis hebat seperti tsdi.
“Bintang mendorong Salsa ke kolam renang, tetapi Laras keburu melihatnya dan tentu membantunya. Lalu Bintang juga mengatakan membenci Laras dan Salsa dan menyalahkan karena mereka berdua, aku dan Afif pun jadi berpisah.“Aku pun menceritakannya pada Arka, pria itu lalu terdengar mendengus, tatapannya yang semula kalem pun menjadi garang dan urat-urat di lehernya bahkan terlihat menonjol, tampaknya Arka pun begitu marah setelah mendengar ceritaku itu.
“Gak habis pikir sama mantan kamu, kak. Bisa-bisanya di berpikir katak gitu! Bukannya bersyukur karena kamu gak memperkarakan soal perz1n4h4n mereka.“
Aku hanha bisa mengangguk sambil menunduk lesu.
“Dia bener-bener udah berubah banyak dan aku bersyukur sih, karena kamu lepas dari orang kayak gitu.“
“Udah, lain kali. Gak usah deh izinin Atka buat ketemu sama papanya. Dia gak pantes jadi papa.“
Dan aku hanya bisa melongo tatkala Arka pun tiba-tiba keluar dari mobil.
“Ka, mau kemana sih?.“Tanyaku, Arka hanya membuat gerakan dengan mata dan tangannya dan menyuruhku untuk tetap diam di dalam mobil, akan tetapi karena aku begitu khawatir, aku pun turun dan mencekal tangannya.
“Mau kemana, Ka? Ayo pulang.“Tukasku, namun Arka malah menghempaskan tanganku dan tatapannya berubah lurus dengan suara desah nafasnya yang begitu jelas terdengar.
“Kamu diam di mobil, kunci pintu mobilnya.“
“Mau kemana Ka, heiiii..“Panggilku sambil melambaikan tangan, akan tetapi Arka tak menggubrisnya dan pria itu begitu saja meninggalkanku sendirian yang terlihat kebingungan, jangan bilang kalau Arka akan kembali ke rumah itu dan menghampiri Afif lalu menghajarnya seperti beberapa waktu yang lalu, tentu aku tak mencemaskan Afif, namun yang ku cemaskan Arka. Aku takut kalau sampai kalai ini Arka tak lolos dan malah di laporkan ke polisi.
Makanya aku pun memilih mengikuti langkah kaki Arka, walau hanya beberapa langkah saja dan tidak benar-benar mengikutinya, sebab aku pun khawatir sekali dengan anakku Bintang yang saat ini tengah tertidur damai di jok belakang, aku takut membiarkan Bintang sendirian di sana, takut terjadi sesuatu__seperti dugaanku, aku melihat tubuh Arka berbelok ke rumah Afif dan sepertinya memang pria itu akan menghajar Afif, astaga...
Aku pun mengiriminya pesan dan berharap supaya Arka tidak benar-benar melakukan keributan di rumah itu, aku takut kalau sampai Arka benar-benar di laporkan oleh Afif.
****
Kedua mataku langsung terbuka tatkala ku dengar sebuah gedoran pintu, saat aku menoleh, aku pun menghela nafasku lega saat ku temukan kalau Arkalah pelakunya__aku pun membuka kunci mobil dan membuat pria itu duduk di jok kemudi setelah menarik pintu mobilnya.
Saat aku menoleh, ku temukan beberapa lebam di wajahnya juga dengan rambutnya yang sudah tidak tertata rapih lagi__ku hela nafasku panjang. Dia benar-benar nekat dan pemberani sekali, ya Tuhan Arka.
“Aku udah pukul dia dan buat giginya lepas satu.“Ujarnya yang menbuat membeliak ksrena kaget, astaga Arka. Dia berani sekali, apalagi pemukulan itu di lakukan di rumahnya lagi.
“Meksi belum puas, tapi setidaknya aku sudah membuatnya mengerang sakit dan giginya hilang satu.“Tukasnya terlihat bangga yang ku balas dengan pukulan kecil di pundaknya.
“Arka, kamu ini. Nekat banget sih!.“
Arka tersenyum kecil dengan matanya yang terlihat berapi-api dan menunjukan betapa geramnya dia.
“Biarin, siapa suruh dia nyakitin kamu dan Bintang.“
Diam-diam aku merasa terharu dan bersyukur memiliki sosok seperti Arka di dalam hidupku. Dia memang bukan adik kandungku, tapi dia selalu menyayangiku dengan tulus dan membantuku. Bahkan dia selalu menjadi garda terdepan saat aku di sakiti orang.
“Terus dia bagaimana, ka? Kamu gak akan di laporin, kan?.“Tanyaku penasaran sekaligus ketakutan kalau sampai Arka di laporkan karena sudah berbuat keributan di rumah Afif.
Bahunya menghendik acuh”Biarin, kalau pun iya. Maka kamu laporin dia juga dengan tuduhan p3rz1n4h4n.“
Aku diam, aku tak tahu harus mengatakan apa.
“Pokoknya, apapun alasannya. Entah itu karena Bintang atau janin yang ada di perut kamu. Kamu gak harus dan gak boleh balik lagi jadi istrinya, aku gak ridho!.“