Yan Chen ,Penguasa dewa tertinggi merasa hidupnya sudah mencapai akhir, ia kemudian memberikan kekuasaannya kepada muridnya yang paling ia percaya ,Ling Yan ,setelah itu ia berwasiat kepada muridnya untuk tidak membuka segel iblis di gunung Immortal.
Sang murid yang sudah mendapatkan amanat itu mematuhinya dan mengantarkan sang master untuk terakhir kalinya ,sebelum kematiannya ,Yan Chen memberi nasihat untuk muridnya agar ia tidak si makamkan melainkan di baringkan di atas ujung dunia dewa.
Sang murid juga mematuhinya dan setelah kematiannya, secara tidak terduga segel iblis di gunung Immortal terbuka ,hal itu karena desakan dari beberapa murid Junior lain di bawahnya dan akhirnya karena segel telah terbuka ,alam Dewa menjadi kacau dan Ling Yan orang pertama yang menjadi korban dari kekacauan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21 keputusan yang akan mengubah dunia
Yun Qingyi tersenyum dan mengiyakan pertanyaan wanita wanita yang mengikutinya.
" Chen Gege ini saudari ketiga ,keempat dan kelima ,ya hanya terpaut beberapa bulan saja dari usiaku ," kata Yun Qingyi dengan senyum merekah di balik cadar.
" ya hallo ...!"
" kamu ,bagaimana bisa mencuri hati dingin kakak keduaku ini " seorang wanita yang merupakan saudari kelima terlihat penasaran, dan di matanya, tidak ada hal istimewa yang di miliki oleh pemuda di depannya itu.
" mungkin karena aku baik, jadi Qingyi menyukaiku " kata Yan Chen tertawa lirih .
" ohh iya karena kakak kedua menyukaimu, kamu harus berhati hati dan aku lihat kamu hanya ada di alam penyatuan elemen, sebaiknya tingkatkan dulu kekuatan kultivasimu agar pesaing dirimu tidak berani meremehkanmu " ucap putri ketiga dengan nada seperti dosen memerintahkan mahasiswanya untuk fokus belajar.
" ohh apakah banyak ?"
Yun Qingyi menghentikan dengan menarik lengan saudari saudarinya yang tampak sudah mulai akrab dengan Yan Chen " Chen Gege kamu istirahat dengan baik ,aku pasti akan merindukanmu...!" Yun Qingyi secara cepat mencium pipi Yan Chen dan berlari menarik ketiga saudarinya.
Yan Chen hanya terpaku dengan wajah memerah ,senyum tipis terbentuk dan ia segera menyimpan token yang diberikan oleh Yun Qingyi padanya di dalam cincin penyimpanan.
" ya ,aku ingin melihat siapa yang berani bersaing dengan dewa ini " gumamnya dengan mata menatap ke depan.
Yan Chen berjalan menuju gedung tingkat lima dan di depannya tertulis perpustakaan ( biar enak dan tahu, daripada istilah kata Hanzi aku jadi tidak ingat) matanya menatap ke beberapa murid sekte Sword Mount yang sedang berlatih ilmu pedang dan tampak ada beberapa juga yang berlatih tinju atau ilmu tombak.
Suasana lingkungan itu membuat ia teringat dengan pertama kali memulai jalur kultivasi di dunia Immortal, di mana ia langsung menembus ke alam raja dan menjadi perbincangan topik hingga dua tahun berturut turut.
Dan sekarang ia merasa tenang karena perbincangan itu tidak ada lagi ,dengan perasaan gembira ia masuk ke dalam perpustakaan sekte yang ada di depannya.
Sampai di dalam ia melihat buku buku tersusun rapi hingga mencapai ketinggian seratus lima puluh meter dan pemandangan itu tampak biasa di wajahnya.
Ia mengambil satu buku yang memiliki judul tinju batu peringkat kuning ,yang merupakan peringkat beladiri yang paling rendah dan dasar.
Yan Chen juga melihat tata cara bercocok tanam ( bukan yang itu ) mulai dari memilih biji hingga cara memanen , dan ia cukup tertarik dengan ilmu pertanian yang sudah lama ia ingin pelajari sejak kehidupannya sebelumnya.
Mengambil buku pertanian ,dan ia juga mengambil teknik pukulan tinju batu ,kemudian datang ke hadapan petugas tetua perpustakaan yang sedang santai itu.
" murid Junior nomor berapa?"
" tujuh lima ,saya Yan Chen , memilih dua keterampilan umum dan peringkat kuning ini penatua " kata Yan Chen meletakan dua buku yang dipilihnya itu .
Sang penatua tanpa melihat langsung mencatat dua buku yang dipinjam oleh murid yang tampak kurus itu .
" waktu untuk mengembalikannya dua minggu dari sekarang, segera kamu kembali, yang lain sedang mengantri" kata penatua dengan malas .
Yan Chen tidak mau bermasalah dengan penatua yang tampak sewot itu ,dan ia berjalan meninggalkan perpustakaan untuk kembali ke kediaman sekte luarnya di nomor tujuh puluh lima , ia menatap cahaya matahari yang sudah akan menghilang di ufuk barat ,menandakan waktu malam akan tiba.
" sebaiknya aku segera kembali pulang...!"
....
Berita tentang kemenangan pasukan 1000 anggota sekte Sword Mount yang ada di bawah komando putri kedua Yun Qingyi, menyebar hingga ke seluruh kerajaan Zhenglian, dan semua masyarakat mulai dari kelas atas hingga kelas akar rumput ,mengetahuinya, dan kerajaan sudah mengkonfirmasi bahwa berita yang menyebar itu memang benar adanya .
Kebenaran itu membuat reputasi Yun Qingyi sebagai komandan operasi ,menjadi terkenal dan mulai banyak di puji oleh tokoh negara atau para pangeran dari berbagai negara.
Hingga kota Huiyang menjadi ramai dengan kedatangan orang orang dari negara negara tetangga ,mereka datang untuk melamar Yun Qingyi dan membentuk aliansi pernikahan serta politik .
Hal itu menyebabkan Yun Qingyi menjadi kesal dan marah ,ia menolak mentah mentah tawaran aliansi pernikahan dengan negara manapun ,bahkan utusan dari kerajaan Ming juga ditolaknya ,karena merasa risih ia mengasingkan diri hingga waktu yang tidak menentu.
Raja Zhenglian, Yun Tianchen merasa pusing dan terus membujuk putrinya untuk keluar hingga, sang raja mendengar dari berbagai sumber ,bahwa putri keduanya memiliki hubungan dekat dengan salah satu murid sekte Sword Mount dan indentitasnya sudah dikonfirmasi.
" menteri Jiang ,anda apakah mengetahui kabar ini ?" Sang raja memandang ke arah seorang pria tua yang memakai pakaian istana kerajaan.
" saya belum tahu Yang Mulia Raja , nanti saat saya kembali ke sekte , hamba akan menanyakan langsung pada semua murid sekte "
" baik , apa pendapat menteri Jiang tentang wilayah luar Qubashan ?"
" itu adalah wilayah yang penuh dengan barang berharga dan artefak kuno langka ,namun bahayanya tidak bisa ditolerir, siapapun yang pergi masuk ke wilayah luar Qubashan ,tidak akan pernah bisa kembali "
" ya ,saya berencana untuk menjauhkan murid sekte anda yang bernama Yan Chen itu dari putriku , dan mengirimnya ke wilayah luar Qubashan " ucapnya dengan mata dalam dan tegas.
" tapi bagaimana bila tuan putri kedua mendengarnya?"
" putriku tidak akan bisa mendengarnya, karena aku sudah menyegel pintu keluar istana kedua, biarkan dia sengsara sebentar "
" baik akan hamba laksanakan perintah Yang Mulia Raja...!" Orang tua berambut putih itu menunduk dan perlahan meninggalkan istana utama raja.
Sang raja memandang ke kejauhan, entah apa yang dipikirkannya ,tidak ada yang tahu .
Dari luar istana utama muncul dua orang prajurit kerajaan ,dengan langkah tergesa gesa ,prajurit itu melaporkan hasil penelitian di kota Fuhan dan menyerahkan gulungan militer dari kota Fuhan.
Sang Raja menatap sejenak ,lalu mempersilahkan prajuritnya untuk kembali bertugas.
Pria paruh baya itu membuka gulungan laporan militer dan tampak mengernyitkan dahinya ,tidak terlalu mengerti dengan laporan yang diterimanya itu.
Kemudian sang raja menoleh ke arah seorang pria tua yang duduk satu tingkat di bawahnya ." Paman Penasihat Qu bagaimana tentang penjelasan ini ?"
Penasihat Qu itu menerima gulungan dan perlahan membacanya ," ini aneh, tanpa korban jiwa ,penduduk tidak tewas ,hanya keluarga tuan kota Fuhan dan pejabat militer, sipil dan prajuritnya saja yang tewas mengenaskan, ini pasti laporan yang mengada ada ,dan tidak bisa terbukti kebenarannya " kata Penasihat Qu secara cermat terus melihat banyak kejanggalan yang ada di dalam gulungan yang dia baca.
" baiklah paman Penasihat Qu , saya sudah memutuskan untuk mengasingkan pemuda bernama Yan Chen itu ,dan keluarganya yang ada di istana tidak boleh ada yang tahu , "
" baik Yang Mulia akan hamba catat !"