NovelToon NovelToon
Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Pena cantik

Hidup Anaya tidak pernah beruntung, sejak kecil ia selalu di jauhi teman-temannya, dirundung, di abaikan keluarganya. kekacauan hidup itu malah disempurnakan saat dia di jual kepada seorang CEO dingin dan dinyatakan hamil setelah melakukan malam panas bersama sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jackson ke desa

Sore itu Fani duduk di teras penginapan sambil menyedu teh hangat. ia mengingat kembali kejadian sore tadi, dimana Farah langsung buru-buru membawa anak-anak nya pulang.

asisten pribadinya datang membawakan jubah dingin. Karna cuaca di desa itu lumayan lembab.

"Bagaimana menurutmu, mara? apa mereka benar cicitku yang menghilang itu?" tanyanya kepada asistennya itu.

"Saya tidak berani berandai-andai, nyonya. Tapi, wajah mereka begitu mirip dengan Tuan, seperti pinang dibelah dua." jawabnya tak ingin memberikan harapan yang belum pasti pada wanita itu.

"Kamu benar." ucap wanita itu lirih. "Tapi, semua itu mungkin saja. Desa ini cukup terpencil jauh dari kota. bisa saja mereka benar cucu menantu yang bersembunyi di desa ini."

ia merasa memiliki ikatan batin dengan dia bocah kembar itu. Entah kenapa ia merasa bahwa firasatnya tidak salah, mereka itu adalah cicit-cicitnya.

"Apa kita perlu melakukan tes DNA, nyonya?" tanya mara.

Fani menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu. tanpa di tes DNA pun, saya yakin mereka adalah cicit-cicitku."

Ia tidak akan membiarkan cucu menantu nya merasa terancam dengan kedatangan mereka. ia ingin Farah merasa aman, dan tahu bawah mereka semua telah menunggu kehadirannya di keluarganya.

Fani memegang ponselnya. ia menghubungi Jackson, cucunya.

"Halo, Grandma." suara Jackson terdengar tenang di sebrang sana, seperti biasa. "Ada apa? Apa liburannya tidak menyenangkan? grandma baik-baik saja kan?" tanya jackson khawatir.

Fani menarik nafas panjang, mencoba menenangkan degup jantungnya.

"Iya... Oma baik-baik saja. Tapi, Oma harus bicara denganmu. penting."

Hening beberapa detik disana. Jackson tahu, dari masa bicara Oma, itu bukan sesuatu yang sepele.

"Ada apa? Oma kenapa"

"Apa kamu sendang sibuk?"

"Tidak... Aku bisa bicara sekarang."

Fani memejamkan mata sebentar lalu berbicara perlahan.

"Jack, hari ini Oma bertemu dengan dua bocah kecil, di desa tempat Oma berlibur."

Jackson mengernyit heran, "Anak kecil?"

Oma mengangguk meski Jackson tak dapat melihatnya, "Mereka kembar... Laki-laki dan perempuan."

Walaupun penasaran Jackson tidak menanggapi langsung, ia menunggu kelanjutan cerita dari sang nenek.

Oma melanjutkan ucapannya dengan suara bergetar, "Dan... kamu tahu, son... Mereka sangat mirip denganmu terutama yang laki-laki. Semuanya yang ada padamu, ada juga padanya."

Jackson menegakkan tubuhnya, jantungnya berdegup kencang, suaranya terdengar berubah sedikit.

"Mirip bagaimana, Oma?"

Oma menatap laut yang mulai gelap, "Bocah laki-laki itu... Tatapannya tajam, sikap nya dingin, tidak banyak bicara. Tapi perduli. Persis sepertimu, Son. Yang lebih penting wajahnya sangat mirip denganmu, kau dengannya seperti cermin."

Jackson tersentak, Fani dapat merasakan nafas cucunya memburu di sebrang sana.

"A-apa Oma, yakin?" suaranya bergetar, hampir berbisik.

"Sangat yakin... Melihat dua anak itu, seperti melihat kamu waktu kecil." ucapnya tanpa ragu.

Di sebrang, suara Jackson terdengar tegang. "Apa Oma tahu siapa nama mereka?" tanyanya.

Fani mengingat kembali siapa nama bocah kembar itu.

"Si Gadis bilang namanya Anaya, dan yang laki-laki angkasa."

Dan untuk sesaat jantungnya seolah berhenti berdetak.

"Apa itu kamu, Farah?" gumamnya.

"Jack?" panggil Oma.

"Aku disini..." suaranya terdengar serak.

"Oma, tolong ceritakan dari awal... Persis seperti apa yang terjadi." pintanya.

Dengan senang hati Oma menceritakan semuanya—Mulai pertama kali ia bertemu dengan si kembar.

Terutama perasaan aneh yang muncul saat pertama kali bertemu mereka, perasaan yang tak terbendung saat melihat wajah mereka.

Sejenak setelah Oma menceritakan semuanya, Jackson terdiam— tidak bersuara.

"Son... Apakah mungkin... Mereka—?"

Namun Jackson memotong pelan, "Oma, dimana ibu mereka? Apa Oma bertemu dengannya?"

Oma baru ingat jika ia sempat bertemu dengan Farah, ia belum menceritakan itu padanya.

"Oma bertamu dengan ibu, mereka.. Sebentar. Namanya.... Fa...fa—"

"Farah?" sambung Jackson cepat.

"Ya... Itu namanya Farah." Jelas Oma.

Fani terkejut menyadari sesuatu. "Son... kamu kenal dengan wanita itu? Ibu si kembar?"

Namun Jackson tak langsung menjawab, disana terdengar tergesa-gesa.

"Oma, kirimkan lokasi Oma ke aku." ucapnya. "Dan pastikan dia Tidak pergi kemana-mana sebelum aku tiba."

"Kamu mau... datang?" tanya fani.

"Tentu."

"Kalau begitu, Oma tunggu kamu disini."

Fani mengirim lokasi nya ke cucu nya. Setelah panggilan terputus, Ia memejamkan matanya. Hatinya bergetar antara takut sekaligus penuh harapan.

Jackson langsung bergegas terbang ke desa itu. "Farah... Semoga itu beneran kamu," gumamnya, jantungnya berdegup kencang.

1
Ma Em
Mungkin itu emang cicit ibu .
Ma Em
Angkasa anak baik dan berjanji akan melindungi ibu dan adiknya .
Ma Em
Semoga Farah selalu bahagia bersama sikembar dan usaha kue nya semakin sukses , Jackson sdh tiga tahun tdk bisa menemukan anak2 nya biar saja Jackson merasakan penyesalannya .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!