NovelToon NovelToon
Promise: Menafsir Kamu

Promise: Menafsir Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kisah cinta masa kecil / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Iyikadin

Rayna tak pernah benar-benar memilih. Di antara dua hati yang mencintainya, hanya satu yang selalu diam-diam ia doakan.
Ketika waktu dan takdir mengguncang segalanya, sebuah tragedi membawa Rayna pada luka yang tak pernah ia bayangkan: kehilangan, penyesalan, dan janji-janji yang tak sempat diucapkan.
Lewat kenangan yang tertinggal dan sepucuk catatan terakhir, Rayna mencoba memahami-apa arti mencintai seseorang tanpa pernah tahu apakah ia akan kembali.
"Katanya, kalau cinta itu tulus... waktu takkan memisahkan. Hanya menguji."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iyikadin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 - Hadiah

"Kadang perasaan baru tumbuh dari yang paling sederhana, seperti hadiah yang dibuat dengan teliti, atau senyum yang hanya muncul saat dia ada di depanmu."

...***...

Pagi hari, bunyi notifikasi ponsel Rayna terdengar saat dia lagi sibuk menyisir rambut di depan kaca kamar. Dia buka pesannya, ternyata dari Ben.

"Ray, gue udah di depan rumah lo! Bukain pintu dong, cepet!"

Rayna menggeleng dengan senyum kecil. Dia ketik balik, "Ih lo tuh ya, kenapa sekarang gitu terus? Biasanya langsung aja masuk ngobrol sama mama loh!"

Pesan balasnya cepat datang, "Pokoknya harus lo yang buka pintu. Gak boleh yang lain!"

Rayna mengangkat alisnya, tapi hati dia sedikit berdebar. Dia melihat diri sendiri di kaca lagi dan bergumam pelan, "Udah rapi kan ya? Rambutnya gak berantakan kan?" Dia buru-buru mengambil jaket di kursi, lalu turun ke lantai bawah dengan langkah yang sedikit tergesa-gesa.

Di tengah tangga, Rayna tiba-tiba berhenti sejenak. Kakinya terhenti di anak tangga tengah, mata dia melayang ke lantai bawah. Pikirannya sedikit terhenti pada sesuatu yang tiba-tiba muncul.

"Kenapa gue kaya harus keliatan perfect waktu mau ketemu Ben ya?" gumamnya pelan, suara hanya terdengar buat dirinya sendiri. "Harusnya kan bodo amat. Tapi kenapa gue ngerasa harus rapi banget ya..."

"Ah sudahlah, gak usah dipikirin!" gumamnya lagi dengan nada yang lebih tegas, lalu melanjutkan langkahnya menuju pintu dengan langkah yang sedikit lebih yakin.

CEKLEK..

Rayna membuka pintu sedikit demi sedikit, dan langsung terlihat Ben yang sudah berdiri di depan sana, tersenyum lebar padanya. Tangannya dia sembunyikan dibelakang badannya, membuat sikapnya terlihat sedikit ragu tapi juga penuh kejutan.

"Hai Ray," ujarnya dengan suara yang lembut, mata dia tetap menatap Rayna tanpa melepas. "Udah siap belajarrr?" tanyanya, tapi senyumnya makin lebar, seolah ada sesuatu yang mau dia tunjukkan.

Dia menghela nafas perlahan, lalu melanjutkan langkahnya ke bawah, tapi hati dia masih sedikit bingung dengan perasaan yang tiba-tiba itu.

Ben perlahan mengayunkan tangannya kedepan, dan terlihat sebuah buket berwarna merah muda yang dipenuhi dengan makanan ringan favorit Rayna,mulai dari keripik kentang rasa keju, coklat batangan, sampai permen yang dia suka. Semua disusun rapi dengan selimut kertas warna merah muda yang cantik.

"Buat lo," katanya dengan senyum yang penuh bangga.

Rayna terkejut, mata dia sedikit memerah dan terlihat ada kilauan di sudut matanya. "Ben? Apa ini?" suaranya sedikit gemetar karena bahagia.

"Kemarin kan gue bilang mau bawain lo sesuatu, ya ini sesuatu-nya haha," ujarnya sambil menggeleng-geleng kepala. "Semoga suka ya. Gue bikin sendiri loh, dari semalam. Walaupun agak kacau pas susunnya..."

Rayna menerima buketnya dengan hati yang penuh kebahagiaan. Dia mencium aroma makanan yang enak, dan mata dia tidak bisa berhenti melihat buket yang dibuat dengan penuh perhatian itu. "Ini terlalu cantik banget, Ben... makasih ya, gue suka banget!"

"Bagus deh kalau lo suka," kata Ben dengan senyum yang makin lebar, terlihat lega seolah beban di dada dia hilang.

Dia menggeser-geser rambutnya yang terjatuh ke dahinya, mata masih tetap menatap Rayna yang lagi senyum-senyum memandang buketnya.

"Lo udah sarapan?" tanyanya. "Sarapan dulu yuk, biar enak belajarnya nanti."

"Lo aja, gue udah sarapan dirumah," jawab Rayna sambil masih memegang buketnya erat.

"Ih kok gitu, yaudah masuk dulu yu," ujar Ben sambil menundukkan kepala sedikit saat masuk pintu.

Mereka berdua masuk ke dalam rumah. Rayna langsung menghampiri mamanya yang sedang makan di meja makan. "Ma, Rayna bawa bekal aja ya sarapannya?"

"Loh kenapa?" tanya mama Rayna dengan tatapan penasaran, sambil menyapa Ben dengan senyum.

"Gapapa, biar cepat sampai sekolah aja," jawab Rayna cepat-cepat, matanya terkadang melirik Ben yang berdiri di sampingnya.

"Yaudah kamu siapin sendiri ya, mama tanggung lagi makan," katanya sambil melanjutkan makan.

"Iya ma, gapapa aku aja," jawab Rayna.

Rayna langsung melangkah ke dapur, mengambil dua buah kotak bekal, lalu kembali ke meja makan.

"Loh, dua? Buat Ben ya?" tanya mama Rayna dengan senyum menyeringai yang mencurigakan.

"Hehehe, iya ma," Rayna menjawab sambil malu, pipinya mulai memerah.

"Wah, udah mulai perhatian tanpa disuruh ya," ujar mama Rayna lagi, membuat Ben yang berdiri disamping juga ikut malu.

"Ah ma, jangan gitu dong! Aku jadi malu deh..." gumam Rayna sambil menutupi muka dengan salah satu kotak bekal.

"Yaudah iya, siapin yg rapi ya, biar enak dimakan dia," kata mama Rayna dengan nada yang penuh makna, lalu kembali fokus ke makanannya.

Terlihat Ben disana hanya tersenyum diam-diam, melihat Rayna yang lagi malu memeluk kotak bekal. Entah apa yang ada di pikirannya, apakah dia juga merasakan hal yang sama, atau cuma senyum karena melihat Rayna yang lucu pas malu?

Entahlah, tapi senyumnya itu terlihat penuh kebahagiaan dan sedikit bingung, sama seperti Rayna.

Dia menggeser-geser kemejanya yang sedikit kusut, lalu berkata pelan, "Gak papa kok Ray, gak usah. Gue udah sarapan kan tadi dirumah."

"Gak apa-apa, Ben, udah gue siapin aja ini," jawab Rayna cepat, langsung membuka kotak bekal buat isinya dengan tangan yang sedikit gemetar.

Ben langsung memasang ekspresi setuju, tapi bibirnya tetap tergigit sedikit dan ada senyum yang tersembunyi di sudut mulutnya. Matanya tetep menatap Rayna yang sibuk isi bekal, seolah tidak mau melewatkan setiap detil gerakannya.

"Iya deh, makasih ya Ray," ujarnya dengan suara yang lembut. Senyum itu makin jelas saat Rayna mengangkat kepala dan melihatnya, bikin keduanya langsung malu dan berbalik ke arah masing-masing.

Setelah selesai menyiapkan bekal, Rayna langsung ajak Ben untuk berangkat. "Ma, kita berangkat dulu ya," ucapnya sambil mengulurkan tangannya buat salim ke mama.

Ben juga ikut mengulurkan tangannya. "Tante, Ben dan Rayna berangkat ya," ucapnya dengan sopan.

Mama Rayna tersenyum dan menepuk tangan keduanya. "Iya, hati-hati ya kalian berdua di jalan. Jangan lupa belajar yang serius ya!"

Rayna dan Ben berjalan keluar rumah bareng. Tiba-tiba Ben berhenti, lalu menoleh ke belakang dengan wajah menyeringai. "Hadiah dari gue gak dibawa nih? Gue udah capek-capek bikin padahal!"

"Eh iya, tapi masa gue bawa ke sekolah sih?" jawab Rayna dengan raut wajah bingung.

"Oke Oke! Gak seneng ya lo gue kasih hadiah itu? Iya sih, hadiahnya jelek, wajar lo gak suka," ujar Ben dengan nada bohong, seolah sedih.

"Ih bukan gitu Ben! Gue cuma mau makanannya cuma buat gue aja. Kalau dibawa, kan nanti orang lain minta!"

"Orang lain siapa?" tanya Ben dengan tatapan penasaran.

"Ya contohnya... lo, Ben! Hahaha!" Rayna tertawa terbahak-bahak.

"Dih, gajelas!" kata Ben sambil menggigit bibirnya agar tidak tertawa, lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Rayna yang masih asik ketawa di belakang.

Bersambung...

1
kim elly
horang kaya dia
kim elly
terus kalo jadian kenapa masalah buat lo
TokoFebri
nggak apa pak. manusia bisa luput dari kesalahan.
TokoFebri
haduh .. buruan ke rumah sakit...😢
TokoFebri
rayna kamu aquarius?
⛧⃝ 𓂃Luo Yi⧗⃟
Dengan terbukanya ben ke Ray hubungan mereka akan lebih baik. Dan Ray walaupun masih kepikiran masa lalu mungkin lama-kelamaan akan ada hati ke Ben
⛧⃝ 𓂃Luo Yi⧗⃟
Pasti sakit sih jadi ben.. secara selalu di banding-bandingkan
mama Al
ah elo mah mumet Mulu ben
mama Al
tinggal bilang kalau kalian di jodohkan.
nanti kalau ada yang dekati kamu ga kaget
🦋RosseRoo🦋
mulai salting kan kau, di panggil cintaku/Slight/
🦋RosseRoo🦋
nglunjak si Ben😌
🦋RosseRoo🦋
oh ya, mau ujian ya. kalo gt fokus sekolah aja deh Ben. Takut jadi gak bsa belajar karena kecapean.
kim elly
kalo gitu lupain vando 🙄
kim elly
🤣cuci muka gosok gigi dah gitu aja
🦋RosseRoo🦋
Ben udah nyaman curhat ke Rayna.
🦋RosseRoo🦋
boleh, buat hilangin ovt dr rumah. kerja capek dapet duit, drpd maen.
🦋RosseRoo🦋
julid amat jadi temen, tp terlalu kepo juga bikin kesel tau. 😅
Nuri_cha
jangan seterluka itu Rayna. karena di sana, belum tentu Vando menjaga cinta kalian
Nuri_cha
elah... inget Vando Mulu. dia aja gak inget sama kamu. kalau inget mah, dia pasti ngehub kamu. ini udh berbulan2 kan, gak ada effort sama sekali dari si vando. lupain aja lah
Nuri_cha
Rayna masih merasa kurang nyaman sama kamu, Ben. kasih dia waktu dulu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!