Sinopsis
Samuel Kai wiegner datang ke Selandia Baru bukan untuk jatuh cinta. Ia hanya ingin melupakan luka dari hubungan yang gagal di Jerman.
Tapi hatinya tak bisa berbohong saat bertemu Nadya Putri Aulia mahasiswi S2 asal Indonesia yang juga bekerja di motel ayahnya.
Nadya bukan seperti gadis yang biasa ia temui. Sederhana, tulus, pekerja keras dan penuh tanggung jawab. Tapi cinta bukan prioritas dalam hidup Nadya. Ia sibuk kuliah dan bekerja untuk keluarga nya.
Sam jatuh perlahan, sementara Nadya masih bimbang, masih berpikir dengan perasaan nya.
Karena hidup nya bukan tentang cinta, tapi tentang bertahan.
Saat waktu, jarak, dan beban hidup menghalangi perasaan—akankah mereka memilih saling menunggu, atau saling melepaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yana Rafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sam Tak Lagi Menyembunyikan
Cuaca Christchurch hari ini sangat panas, suhu udara di smartwatch nadya menunjukkan tiga puluh derajat celsius. Di Indonesia angka tersebut mungkin tidak terlalu panas, tapi tidak di New Zealand yang jarang sekali menyentuh angka tiga puluh derajat celcius walaupun di musim panas.
Nadya sedang sibuk mencuci piring dan gelas di kamar bekas tamu yang sedang ia bersihkan, dan mengelap nya hingga kering tapi kemudian saat ia ingin menaruh kembali ke rak kabinet karena tubuh nya yang tidak tinggi ia mengalami sedikit kesulitan, ia berniat mengambil kursi agar bisa naik untuk menaruh di kabinet, tapi tiba - tiba Sam datang dan membantu nya menaruh piring serta gelas tersebut, karena postur tubuh nya yang jauh lebih tinggi, sangat mudah bagi nya untuk menjangkau kabinet tersebut.
"Thank you Sam"
"No worries"
Sebenar nya Sam mengkhawatirkan Nadya, seperti biasa karena akhir pekan dan musim panas, motel akan selalu di penuhi oleh tamu.
Hari ini, Nadya, Naoko dan Victoria harus membersihkan tiga belas kamar. Karena cuaca yang panas, Sam melihat bulir bulir keringat di dahi gadis tersebut, ia pun mengambil mengambil beberapa lembar tissu ke dahi Nadya, sontak wajah nadya memerah, ia malu dan khawatir Victoria dan Naoko melihat mereka.
Refleks ia langsung mengambil tissu tersebut dari tangan Sam.
"Let me do it by myself"
Sam tersenyum melihat tingkah Nadya
"Why?"
"Aku malu kalau sampai Victoria dan Naoko lihat, nanti mereka berpikir kita ada hubungan"
"It's ok, memang itu yang aku mau" ujar Sam menahan senyum nya, entah kenapa dia merasa yakin bahwa Nadya juga menyukai nya.
Nadya mengerucutkan bibirnya, karena khawatir mengganggu pekerjaan nya, dan juga jantung nya yang sering berdegup tak karuan jika Sam di dekat nya, Nadya menyuruh Sam pergi.
"Bisa- bisa kerjaan gua gak selesai- selesai gara tuh cowo". Gerutu Nadya.
Sebelum pukul dua belas, mereka sudah berhasil membersihkan semua kamar serta room service dan kemudian mengembalikan kunci kamar pada Charlie.
Charlie mengucapkan terima kasih pada semua pegawai nya.
Sam yang berada di office dan melihat Nadya memastikan kembali tentang rencana mereka ke margaret mahy.
"Kita jadi kan Nad?"
"Iya, aku ganti t'shirt dulu ya, udah bau nih" jawab Nadya sambil mencium ketiak nya dan kemudian ke toilet.
Sam terkekeh melihat kepergian Nadya, Charlie yang melihat ekspresi Sam seolah menyadari bahwa ada yang berubah dari anak nya, ia terlihat lebih bersemangat, sering tersenyum bahkan terkadang bersenandung kecil dan seperti nya itu semua karena Nadya.
"Apa kamu menyukainya?"
Sam cukup kaget dengan pertanyaan ayah nya yang blak-blakan.
"Absolutely yes, sulit rasa nya tidak menyukai gadis itu" kekeh Sam.
Charlie hanya tersenyum mendengar jawaban nya, ia pun tahu bahwa keponakan nya Mat juga menyukai Nadya dan ia setuju dengan pernyataan Sam, bahwa Nadya memang menarik, gadis itu pintar, mandiri, pekerja keras dan bahkan walaupun harus membersihkan banyak kamar sekalipun ia tidak suka mengeluh.
Sam menceritakan pada Charlie bahwa ia dan Mat sepakat untuk bersaing secara sehat, ia bahkan sudah menyatakan perasaan nya pada Nadya, walaupun gadis itu tidak menjawab tapi Sam yakin bahwa gadis itu juga menyukai nya.
Saat Sam sedang mengobrol dengan Charlie, Nadya datang menghampiri Sam. Gadis itu sudah mengganti pakaian nya dengan T'shirt polos hitam lengan pendek dan jeans serta sneakers, mereka pun kemudian pamit pada Charlie.
Charlie hanya tersenyum melihat kepergian mereka, ia menyukai Sam yang lebih bersemangat dan bahagia seperti saat ini di banding kan dulu setelah hubungan nya putus dan tentu saja karena ia sudah mengenal Nadya, ia pun sangat setuju jika Sam bersama nya.