NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Kakak Pacarku

Terpaksa Menikahi Kakak Pacarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:727.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rena Risma

Cerita untuk 17+ ya..

Chika terpaksa harus menerima sebuah perjodohan dari orangtuanya. Perjodohan yang membuat Chika menolaknya mentah-mentah, bagaimana tidak? Dia harus menerima pernikahan tanpa cinta dari kakak pacarnya sendiri.

Kok bisa? Chika berpacaran dengan Ardi tapi dinikahkan dengan kakaknya Ardi yang bernama Bara. Seperti apa kelanjutan pernikahan tanpa cinta dari perjodohan ini? Mampukah Bara menakhlukan hati Chika? Lanjut baca Kak..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rena Risma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Keesokan harinya, Dokter mengizinkan aku untuk pulang. Ibu dan Ayah berjalan pelan mendampingiku, sementara Bara menuntunku dengan penuh kasih. Kami berjalan menuju mobil Bara. Hatiku merasa sedih, ketika menatap wajah Bara. Teringat kembali ucapan Ibu kalau Bara tidak mungkin bisa memberikan keturunan. Tapi biarlah, kebaikan hatinya sudah cukup untukku. Aku tidak ingin menuntut apa-apa lagi pada suamiku.

Sampai di rumah, aku turun dari mobil Bara, dengan sigap Bara keluar mobil, untuk menuntunku. Aku langsung istirahat didalam kamar, lalu terlelap dalam tidur.

****

Saat aku terbangun, Bara sudah ada disampingku. Dia menggendong bayi sambil tersenyum menatap kearah ku.

"Sayang, lihat ini! Sekarang kau tak usah bersedih lagi, kau bisa jadi seorang Ibu seperti keinginanmu," ucapnya.

"Bayi siapa ini, Mas?" tanyaku sambil menggendong bayi laki-laki itu.

"Aku mengadopsinya dari sebuah panti asuhan. Orang tua bayi ini sudah meninggal dunia, beberapa hari lalu. Jaga dan sayangi dia seperti anak kita sendiri ya!" ucap Bara sambil tersenyum.

Aku menatap wajah bayi itu, bayi mungil, tampan, berusia kira-kira 3 bulan. Aku mengusap lembut wajah bayi itu, inikah rasanya menjadi seorang Ibu?

"Siapa namanya?" tanyaku.

"Menurutmu, apa nama yang bagus untuknya?"

"Alghi Alfariel," ucapku.

"Jadi, namanya Alghi?" senyum Bara.

Aku mengangguk pelan, rasanya aku dan Bara bahagia saat itu. Walaupun kami berdua tahu, anak yang bersama kami ini bukanlah darah daging kami. Tapi ku lihat Bara menyayangi Alghi seperti anaknya sendiri.

Aku berdiri dari tempat tidurku, berjalan menuju ruang tamu diiringi Bara disampingku. Bayi mungil itu disambut hangat oleh keluarga Bara.

"Siapa namanya?" tanya Ibu padaku.

"Alghi Alfariel," ucapku pelan.

"Alghi. Jadi cucuku namanya Alghi," ucap Ibu sambil menggendong bayi itu. Diciumnya wajah bayi itu berkali-kali oleh Ayah dan Ibu Bara.

"Apa kalian akan melakukan akikah untuknya?" tanya Ayah.

"Aku kurang paham dengan hal seperti itu," tawa Bara.

"Ya sudah. Biar nanti Ayah dan Ibu yang urus semuanya," ucap Ibu.

"Anak zaman sekarang, mana tahu tentang akikah ya, Bu!" tawa Ayah.

Mereka berdua tertawa keras, rasanya seperti Alghi itu benar-benar anak kami. Mereka memperlakukan Alghi, bak cucu mereka sendiri.

"Siapa yang kau gendong itu Ibu?" tanya Marcell yang baru keluar dari kamar.

"Ini Alghi, anak Kak Bara dan Kak Chika," ucap Ibu tersenyum menatap Marcell.

"Kapan Kak Chika hamil? Sepertinya, perut Kak Chika tidak pernah ku lihat gendut," sambung Alesha yang mengikuti Marcell dari belakang.

"Bayinya lucu!" ucap Marcell.

"Tapi dia bukan keponakanku!" ucap Alesha kesal.

"Kenapa princess?" tanya Bara sambil jongkok menatap wajah Alesha.

"Aku tidak mau menganggap anak itu keponakanku!" ucap Alesha dengan raut wajah marah.

"Kenapa? Katakan pada Kak Bara? Apa salah Alghi padamu?" tanya Bara.

"Dia tidak salah, hanya saja.... Aku hanya ingin menyayangi anak kalian yang dilahirkan oleh Kak Chika," ucap Alesha.

"Jangan begitu sayang, dengarkan Kak Bara! Kau lihat, Alghi kecil ini? Dia hidup sebatang kara, dia tidak punya Ayah, tidak punya Ibu, dia sendirian. Apa kau tega padanya? Apa kau mau, Kak Bara membiarkan dia sendirian di luar sana?" ucap Bara lembut.

"Tidak," ucap Alesha pelan.

"Kau akan tetap marah pada Alghi? Kau tetap tidak mau menganggap Alghi anak Kak Bara dan Kak Chika?" tanya Bara sambil tersenyum.

"Tidak Kak. Maaf, aku tidak tahu kalau Alghi hidup sendirian tanpa orang tua sepertiku. Aku bersyukur masih punya Kak Chika dan Kak Bara, juga keluarga ini. Tapi Alghi..." Alesha menangis menatap kearah bayi itu.

"Aku akan menyayangi Alghi Kak, aku akan menjaga Alghi," ucap Alesha diiringi tangis, Bara tersenyum sambil mengusap lembut kepala Alesha.

"Jangan pernah membenci anak yatim piatu seperti Alghi. Sayangi dia, karena dia tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini," ucap lembut Bara.

Ya, seperti itulah Bara! Dia bisa melunakkan hati adikku yang awalnya tidak menerima kehadiran Alghi. Sama seperti Bara melunakkan hatiku, kebaikannya membuatku dengan mudah menerima kehadirannya.

"Oh, iya. Besok aku ada tugas kantor diluar kota. Mungkin satu atau dua hari, apa kau tidak apa-apa aku tinggal?" tanya Bara agak cemas.

Aku mengangguk pelan sambil tersenyum, lalu Bara memeluk tubuhku erat. Aku bisa merasakan kecemasan yang Bara rasakan saat ini. Dia mengkhawatirkan keadaanku, begitu terlihat jelas diwajahnya.

"Aku tidak apa-apa! Ada Ayah, Ibu dan yang lain disini menemaniku," ucapku sambil mengusap punggung Bara yang masih memeluk erat tubuhku.

"Kak Bara, ada aku dan Alesha yang akan jaga Kak Chika. Percayalah pada kami," ucap Marcell sambil tersenyum.

Aku melepaskan pelukan Bara, ku tatap ada sebutir air mata yang jatuh membasahi pipi Bara.

"Kenapa Mas? Jangan khawatirkan aku, aku bisa jaga diri dan anak kita," ucapku sambil tersenyum.

"Aku pasti merindukanmu sayang!" bisik Bara.

Ah, lagi-lagi aku tersentuh dengan ucapannya! Padahal tadi dia bilang hanya pergi satu atau dua hari, tapi kenapa membuatku berat melepas kepergiannya.

"Ayo ke kamar. Ibu tolong jaga Alghi sebentar!" ucap Bara, menarik lembut tanganku menuju kamar.

"Iya..." teriak Ibu sambil tersenyum.

Sampai didalam kamar, Bara kembali memeluk tubuhku. Kenapa dengannya? Apa sebenarnya yang membuat Bara begitu takut meninggalkanku? Apa yang membuatnya sesedih ini?

"Ada apa denganmu? Apa yang membuat kau begitu cemas?" tanyaku.

Bara masih memelukku, enggan melepaskannya. Bahkan dia tidak berbicara, pokus hanya memeluk tubuhku saja. Bibirku ikut membisu, membiarkan Bara melakukan hal yang membuatnya tenang. Tidak masalah kalaupun Bara harus memeluk tubuhku sampai pagi, asal itu bisa menghilangkan kecemasannya.

"Jangan pernah kembali pada adikku. Aku tidak akan sanggup kehilanganmu!" bisik Bara.

Ternyata itu yang membuat Bara cemas, aku benar-benar tidak mengira dia begitu takut kehilanganku.

****

Keesokan paginya, aku bangun lebih awal karena mendengar suara tangis Alghi. Aku membuatkan susu untuknya lalu dia kembali tertidur dalam keranjang bayinya. Alghi tidak rewel, sesekali menangis hanya minta susu atau menangis saat popoknya penuh. Rasanya dia tidak ingin membuatku lelah merawatnya.

Setelah Alghi tidur, aku mengepak koper berisi perlengkapan suamiku. Dari setelan kantor, bahkan sampai baju tidurnya. Tiba-tiba pelukan hangat itu mengejutkanku, pelukan hangat dan ciuman pagi yang menjadi rutinitas hariannya.

"Sedang apa?" bisik Bara.

"Mengepak pakaianmu. Kau berangkat hari ini kan?" ucapku.

"Aku berat meninggalkanmu, kau ikut saja denganku. Aku tidak ingin berpisah walau sedetik denganmu!" ucapnya.

"Hanya dua hari, kita akan bertemu lagi nanti," senyumku.

"Ikut denganku!" rengek Bara.

"Lalu, bagaimana dengan anak kita? Alghi tidak ada yang jaga, kasian dia!" ucapku.

"Iya juga. Dimana Alghi?" tanya Bara.

"Tidur lagi, sepertinya dia masih ngantuk!" ucapku.

"Aku mau mandi, temani aku! Ayo.." Bara menarik lembut tanganku menuju kamar mandi.

Deg! Deg!

Apalagi yang mau dia lakukan? Mandi bersama lagi, seperti waktu itu?

"Aku keluar, aku sudah mandi sayang!" tolak ku lembut.

"Ya sudah, kalau begitu!" ucap Bara sambil tersenyum.

Aku menyiapkan baju Bara, lalu keluar dari kamar. Aku cukup terkejut saat menatap wanita itu ada diruang tamu. Wanita yang begitu menggilai suamiku, wanita yang punya niat buruk pada suamiku.

Ibu tersenyum, lalu meninggalkan kami berdua. Seketika tatapan mata Raina berubah sinis menatap kearah ku.

"Mau apa kau kemari?" tanyaku.

"Mencari Bara! Kau tidak tahu? Aku akan menemani Bara dinas diluar kota." Tawanya.

"Apa?"

"Kenapa? Kau lupa ya, aku ini sekertaris suamimu, jadi kemanapun Bara pergi aku akan selalu menemaninya," ucapnya dengan rasa bangga.

"Jangan pernah melakukan hal buruk pada suamiku," kataku.

"Haha.. Kau bahkan tahu isi kepalaku! Mana mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan itu. Lihat saja, kau akan tersingkir dari posisimu sebagai istri Bara." Ucap Raina.

"Lakukan yang kau suka, aku percaya suamiku tidak akan pernah tergoda dengan wanita sepertimu."

"Dia memang tidak mungkin tergoda, tapi aku punya banyak cara untuk mendapatkan cintanya, sekalipun dengan cara licik."

Aku kaget mendengar ucapan Raina. Kenapa ada wanita tidak tahu malu macam dia? Dia punya rencana apa pada suamiku?

"Aku mohon Raina, berhenti mengganggu suamiku! Kau bisa mendapatkan laki-laki lain, tapi jangan merebut laki-laki yang sudah beristri. Kau itu perempuan sepertiku kan? Kelak kau pun akan menjadi seorang istri juga. Apa kau rela, jika suamimu direbut oleh wanita lain?" tanyaku terdengar memelas.

"Sudahlah Chika. Aku tidak mau dengar! Aku akan melakukan hal yang menurutku benar, bukan yang menurutmu benar!" tawa gadis itu.

Apa yang akan dilakukan Raina pada Bara? Mampukah suamiku menghindari godaan wanita licik seperti Raina? Ya Tuhan, tolong jaga suamiku.

Komen selalu kutunggu, Like atau Jempol selalu kutunggu dari kalian. Vote yang banyak, beri bonus buat author agar semangat update. Terimakasih, salam santun Author.❤️

1
Mari Anah
masa istri sah takut sma pelakor yg cmn jdi sekertaris sih🙄🙄
Mari Anah
chika jg oneng,d srh diem d kamar mlh keluar,udh tau d situ jg ada ardi🤦‍♀️kejadian perkosaan bkln keulang lgi klo g pindah rmh,,trs itu ibu sma bp y kmna dah pas kejadian itu,masa ardi d gebukin sma bara smp g kedengeran gtu🤦‍♀️🤦‍♀️
Mari Anah
yaaaahh gtu ajah udh ngeperrrr duluan,hajar tuh si reina,bibit pelakor
Mari Anah
lagian si bara,apa engga kepikiran gtu bwt tinggal d apertemen gtu misal y,soal y klo msh bareng udh pasti bkln ketemu ardi tiap hari,mlh bikin g tenang jg kan
Ita Lestari
sumpah ini cerita model apa si baru x baca novel begini ya x bercinta dengan kakak dan adiknya jg kesel bgt
Ita Lestari
Cemen bgt jd bini lawan dong segitu doang nyalinya apa masih berharap sama masa lalu
Kamti Rohali
udah tak kasih hadiahnya ya kak voters (❁´◡`❁)(❁´◡`❁)
0316 Toiyibah,S,Pd.
tak ada yg tak mungkin kalau allah berkehendak
Anonymous
Kesel ama tingkah Chika dia merelakan dipeluk dicium dan selingkuh ama Ardi tp ga pernah bsa menerima bara salah sedikitpun.
Rhojak Jhi
ko ceritanya menguras emosi dan air mata,cikako gitu plimplan
Rika Maksum
aaah pingin yg ky bara😍😍
jihan silvia
disini janggal bgt ceritanya. tau fia mandul. tau utu jebakan tp kena tipu juga kan tingal.minta test DNA
Dian Lestari
setres saya bacanya ada yg pembantu yg cara bicaranya kurang sopan sama majikan
Dania
💜💜💜💛💛💛💚💚♥️💕💕💕💝🖤🖤🖤❤️❤️💙💗💗🌷💖💖🖤🖤❤️❤️💙🖤🖤💗💗🌷💖🖤🖤🖤♥️♥️💛🖤🖤🖤🖤🖤💜💛💛💚💚🖤🖤🖤🖤🖤🖤❤️💙💙🖤🖤🖤🖤💖💖🌷🌷💗🌷💖💖🖤🖤🖤
Dania
💜💜💜💜🖤🖤🖤🖤🖤💛💛💛💛❤️❤️❤️❤️💙💙💙💙💝💝💝💚💚💚♥️♥️💕💕🌷🌷🌷🌷💖💖💖💗💗🖤🖤💛💛💛💛💖💖💖🌷🌷💗💗💗💗💜🖤💛💙💙💝💝❤️❤️💛💛🖤🖤💚💚♥️♥️♥️💕💕💝💙❤️🖤🖤🖤❤️💙
Dania
🖤🖤🖤💜💕💛💛❤️❤️💙💝💝♥️♥️💚💚♥️♥️💝💙❤️💛💕💜🖤🌷💖💗💗💚♥️💝💙❤️🖤🖤🖤💜💕💕💛❤️♥️♥️♥️💚💚💝💙❤️💛💛🖤🖤🖤💜
Dania
💜💜💜💜💕💕💕💛💛💛💕🖤🖤🖤🖤❤️💙💙❤️💗💖💖🌷🖤🖤🖤💝💝💚💚🖤🖤🖤♥️♥️💝🖤🖤🖤❤️💙💙❤️🖤🖤💛💛💕💜🖤🖤🖤🖤
Dania
Aku juga ga mau dijodohin
Pokoknya aku ga mau .............................

Tapi Kalo Ganteng, Baik, keren 👍👍👍 Aku mau 😂😂😂
Rena Karisma: 🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ndung
d tunggu season 2,
Farsdik Wind
Baperrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!