Sesosok mayat perempuan ditemukan di halaman belakang rumah kosong yang ada di depan rumahku.Mang Ujang yang biasa membersihkan rumah tersebut merasa ketakutan.
Berdasarkan hasil penyelidikan dari kepolisian ,sosok mayat wanita tersebut diperkirakan meninggal 7 hari yang lalu.Mayat tersebut hampir membusuk.
Namun ada kejanggalan di sana,terdapat bunga kamboja berguguran dan masih segar. Padahal tidak ada tumbuhan bunga kamboja di sekitarnya.
Siapa sebenarnya perempuan itu?Apa yang sudah terjadi sebelumnya? Bagaimana kasus ini dapat diselesaikan?
Yuk kita simak kelanjutan ceritanya!Semoga berkenan..
Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita ,ini semua murni karangan author saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Rinee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"Gimana ini pak lurah, berdasarkan informasi dari Ana mereka bukanlah mahasiswa yang sebenarnya! mereka hanya menyamar."mas Jaka pun menceritakan semua yang aku informasikan.
"Aku juga sudah menduganya.Besok pagi kamu ikut aku ke kampung sebelah,kita harus segera menyelesaikan nya sebelum terjadi banyak korban."kata pak lurah.
"Baik pak, saya siap membantu!"dengan semangat,mas Jaka sudah bertekad akan membantu pak lurah mengusut kasus ini.Karena mas Jaka tidak ingin banyak korban lagi,apalagi anak anak yang harus kehilangan masa depan mereka dengan sia sia.
Keesokan paginya ,Pak lurah dan beberapa orang termasuk mas Jaka sudah siap ke kampung sebelah.Kali ini mereka akan langsung menemui pak lurah desa sebelah.
"Pak lurah Kenapa ada para polisi?" tanya mang Ujang anggota karang taruna.
"Saya sudah membuat laporan pada kepolisian.Sepertinya kasus ini harus menggunakan bantuan polisi!" jelas Pak lurah.
"Bukankah kasus kematian anak-anak di desa kita, polisi hanya bilang kecelakaan biasa?" kata Mas jaka heran.
"Kita lihat saja nanti!" kata Pak lurah.
Kini Pak lurah dan semua warga yang ikut langsung menemui pak lurah desa sebelah, setelah kemarin mengadakan janji untuk bertemu.
Setelah menjelaskan kedatangan Pak lurah dan polisi, pak lurah desa sebelah pun memanggil para mahasiswa untuk berkumpul di balai desa. Di sana mereka dimintai KTP dan kartu mahasiswa. Sontak saja mereka kebingungan karena pada saat itu pimpinan mereka ternyata tidak ikut hadir karena sedang berada di kota. Karena mereka hanya suruhan,jadi tidak ada yang berani menjawab. Dan benar saja mereka bukanlah mahasiswa, karena tidak memiliki kartu mahasiswa. Mereka hanya mengantongi KTP yang kini disita oleh polisi.
Beberapa waktu kemudian, datanglah beberapa tim dari kepolisian yang akan membawa para mahasiswa palsu ke kantor polisi. Mereka harus memberikan penjelasan di kantor polisi.
"Maaf Pak lurah ,apakah ini tidak terlalu cepat? bukankah kita akan mengungkap kasus kematian Farhan putra bapak?"bisik Mas Jaka pada pak lurah.
"Pak lurah desa sini tidak setuju, takutnya akan jatuh korban.Jadi sebaiknya diungkap lebih awal!"jelas pak lurah.
"Bagaimana dengan Farhan?" kata Mas jaka lagi.
"Mungkin saya harus ikhlas!" kata Pak lurah pelan ,mencoba mengikhlaskan kepergian Farhan putranya.
Setelah orang-orang tadi dibawa ke kantor polisi ,Pak lurah dan beberapa orang staf mengikuti ke kantor polisi.Sedangkan Mas jaka dan dan lainnya kembali ke kampung.
Sesampainya di rumah, Mas Jaka langsung menelponku.Dia terlihat gelisah karena tidak ada kejelasan kasus Farhan.
"Gimana dek, pak lurah desa sebelah langsung meminta polisi untuk menangkap mereka.Karena mereka terbukti tidak mempunyai kartu mahasiswa! Bagaimana dengan kasus Farhan ?sepertinya tidak dapat terselesaikan!" jelas Mas Jaka.
"Mungkin memang harus Farhan sendiri yang mengungkapkannya.Kita tidak bisa berbuat apa-apa! Aku juga belum ketemu Farhan sampai saat ini!" jelasku.
_ _ _
"Paman.. paman Ridwan, gendong aku paman!" kata Farhan.
"Siapa kamu? pergi! jangan muncul di hadapanku atau Aku akan membunuhmu!"teriak Pak Ridwan.
"Kamu sudah membunuhku Paman ,ini aku keponakan kamu. Apa kamu lupa?" Farhan terus menarik tangan pamannya.
"Tidak! Bukan! kamu bukan keponakan ku ,aku tidak punya keponakan siapapun!"Pak Ridwan terus berteriak sambil menutup kedua telinganya.
"Sayang.. kamu kenapa?" tanya istri Pak Ridwan.
plakk..
Masih dalam keadaan tidak sadar, seketika pak Ridwan langsung membanting istrinya hingga membentur dinding .Pak Ridwan menjadi kacau, bayangan anak kecil yang memanggil namanya terus terngiang. Bu Ridwan yang tahu suaminya kalap,menjadi kebingungan.Akhirnya dia menelpon dukun yang selama ini mendampingi suaminya.
Pak Ridwan mengobrak-abrik seluruh isi kamar dan tak berapa lama sang dukun pun datang dan menenangkan Pak Ridwan.
"Kamu kenapa?"tanya dukun tersebut.
"Entahlah !kenapa bayangan anak kecil itu terus menghantuiku!" kata pak Ridwan.
"Jadi bagaimana ini Pak dukun?"tanya istri Pak Ridwan.
"Apa kamu punya janji pada anak kecil sebelumnya?"tanya dukun itu.
"Tidak ada!" jawab pak Ridwan.
"Sayang .. kamu berjanji pada anaknya adik kamu waktu itu ,sebelum kamu memasukkannya kedalam sumur tua di belakang rumahnya."istri Pak Ridwan pun mengingatkan tentang janji suaminya pada keponakannya saat akan membunuhnya dulu.
"Kamu menjanjikan sesuatu? Apa itu?"tanya dukun itu lagi.
"Aku hanya bilang akan memberikan kekayaan pada orang tuanya!"jelas pak Ridwan.
"Berarti dia penasaran dengan janji kamu, Sepertinya dia ingin menagihnya!"kata dukun itu.
"Lalu apa yang harus kami lakukan?"tanya istri Pak Ridwan pada dukun.
"Keputusannya ada dua pilihan yaitu memberikan kekayaan pada orang tuanya atau memusnahkan arwah anak itu!"kata dukun itu.
"Apa bisa arwah dimusnahkan dukun?"tanya pak Ridwan penasaran.
"Tentu bisa ,asalkan kita tahu dia tinggal di mana?"
"Tolong gimana baiknya saja dukun Lebih baik arwahnya yang dimusnahkan.Kalau aku berbagi kekayaan dengan adikku ,mereka pasti curiga denganku!"kata pak Ridwan yang tidak rela jika harus membagi hartanya pada adiknya sendiri.
Sang dukun pun membisikkan sesuatu pada Pak Ridwan dan membuat Pak Ridwan terperangah tak percaya.Kemana lagi dia harus mencari syarat itu?
Pak Ridwan pun memberitahukan syarat dari Pak dukun kepada istrinya.Hal seperti ini istrinya lah yang lebih paham. Dan benar saja, istri Pak Ridwan sudah mempunyai target untuk dijadikan syarat Pak dukun.
"Tapi harus benar-benar perawan.Kalian harus memastikan nya karena jika tidak maka semuanya akan berantakan dan kalianlah yang harus menanggung akibatnya!" jelas sang dukun.
" Memang apa konsekuensinya?" tanya istri pak Ridwan.
"Jika ternyata orang itu tidak perawan saat jadi tumbal,maka salah satu dari kalian harus menggantikannya!"
"Apa!" teriak Pak Ridwan dan istrinya secara bersamaan.
"Memang seperti itu, dan itu otomatis akan kalian alami.Maka sebelum kalian memastikan dia sebagai tumbal, kalian harus memastikannya dengan benar jika dia memang masih perawan!" jelas sang dukun.
"Baik pak dukun,saya akan memastikannya terlebih dahulu!" kata istri pak Ridwan.
Dukun itu pun pergi meninggalkan kediaman Pak Ridwan dan diantar oleh istri Pak Ridwan sampai ke gerbang.
"Saya akan mencari keberadaan arwah anak itu ,kamu cukup siapkan Apa yang tadi saya perintahkan !" kata sang dukun.
"Baik.. saya akan segera mendapatkannya dan menghubungi Pak dukun untuk selanjutnya!" jawab istri Pak Ridwan.
"Ya sudah! aku permisi dulu!"dukun itupun pergi menggunakan mobil BMW nya.Dukun yang kaya ...
Bu Ridwan pun segera kembali menemui suaminya dan membahas masalah perawan yang sudah menjadi targetnya.
" Jadi kamu mau menargetkan siapa ma?" tanya pak Ridwan.
"Ada temen aku sayang..dia sama sekali susah mengenal cowok.Aku yakin dia belum pernah disentuh siapapun." jawab Bu Ridwan
" Hal ini aku serahkan padamu jangan sampai salah orang!"pesan Pak Ridwan.
"Kamu jangan khawatir!"