Ling Zhi seorang Ratu kerajaan besar, tiba-tiba terbangun di tubuh seorang wanita yang terbaring di sebuah ruangan bersalin. Dirinya berpindah ke masa depan, sebagai seorang ibu dan istri yang tidak diinginkan bernama Shera.
"Aku tidak pernah menunduk pada siapapun!"
Ikuti perjalanan nya menjadi seorang Ibu dan wanita hebat di masa depan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengawasi
Shera kembali seperti yang dijanjikannya pada mertuanya. Setelah puas melihat kediaman orang tuanya, Shera tak cukup banyak mendapatkan informasi.
Justru dirinya bertanya-tanya tentang saudari nya yang ada di foto itu. "Aku seperti ayah, dan dia seperti ibu. Berarti tidak ada kemungkinan anak angkat. Hanya saja, aku tidak memiliki memori apapun tentang nya, apakah memiliki hubungan yang baik atau tidak."
Berpikir cukup keras, membuat kepala Shera berdenyut-denyut dan ia menyadarkan dirinya bersamaan dengan putranya yang telah tertidur pulas.
"Sebaiknya aku tanya Papa saja." Ya, Shera hanya butuh sedikit pancingan saja, dan dia akan mendapatkan informasi nya.
Jalanan siang kali ini terlihat lebih ramai. Orang-orang terlihat menuju tempat makan dan memenuhi kursi-kursi di sana. "Apa waktunya makan siang?" Ucapan itu terdengar oleh sang supir.
"Iya Nona, apa Nona ingin makan dulu?" Shera tampak berpikir sejenak.
Tidak ada salahnya untuk makanan diluar, sekalian dia ingin melihat dunia ini, lagipula masih ada waktu sebelum sore hari bukan.
"Ya, aku juga lapar. Aku akan mengirimkan pesan pada Papa bila perlu."
"Tidak perlu Nona, karena ini belum waktunya." Ucap supir yang membuat Shera merasa lega.
Mobil mereka berbelok ke jalur lain, dan sang supir tampak menunggu sesuatu dengan beberapa kali melihat Shera.
"Ada apa?" Tanya Shera.
"Apa Nona ingin ke restoran tertentu?" Shera paham, maksud pria itu meliriknya beberapa kali.
"Restoran yang kita lewati saja. Itu lebih mudah, dan tidak memakan waktu." Ucap Shera yang disetujui oleh supir. Langsung saja, tak lama Shera diantar ke restoran asia yang bersih dan ramai.
"Sudah sampai nona." Shera keluar setelah dibukakan pintu. Dia langsung disambut oleh pelayan yang berada di depan pintu.
"Selamat datang nona, mau makan disini atau take away?"
"Makan disini, dan apa masih ada tempat privasi?" Pelayan itu tampak mengangguk dan mengarahkan Shera ke ruangan yang dimaksud.
Ada beberapa orang disana, Shera memilih duduk di bagian belakang dan memeriksa keadaan putranya. "Ibu makan sebentar ya. Setelah itu menyusui mu."
"Silakan Nona, menunya." Shera memilih makanan kesukaan nya, ada beberapa nama makanan yang masih sama seperti kesukaan nya dulu.
"Baik, nona. Silakan ditunggu." Makanan Shera tak lama datang, dengan aroma yang lezat.
"Silakan dinikmati Nona."
"Terimakasih." Shera memulai menikmati makanannya. Ketika bersiap menyusui putranya. Matanya mengarah ke arah depannya dengan waspada.
"Ada yang mengawasi ku."
********
Joseph tengah bertukar kabar dengan supir saat ini. Dia menanyakan apakah Shera sudah makan saat ini dan bagaimana keadaan nya. Dirinya merasa lega, ketika memandang jawaban supir.
"Papa kenapa? Makanan nya tidak dihabiskan, papa tidak suka?" Tanya Abra yang memperhatikan papa nya sejak tadi.
"Suka, papa ingin memastikan sesuatu saja."
"Papa tidak memiliki wanita lain kan?" Tanya Abra dengan menyelidik.
"Kenapa? Papa atau kau?" Tanya Joseph balik.
"Papa aku serius! Sejak tadi papa tidak melepaskan ponsel itu."
"Ya, dan wanita itu adalah putriku Shera. Kau senang?" Abra jadi terdiam mendengar jawaban Papa nya.
"Dia di rumah kan? Kenapa papa hubungi?"
"Tidak, dia sedang pergi."
"Pergi? Papa biarkan dia pergi? Dia membawa...."
"Kenapa kau jadi khawatir. Bukankah sekarang kau mengurus perceraian kalian. Papa lihat, suratnya akan datang sebentar lagi."
"Pa, aku hanya....."
"Apa Abra? Jangan bilang kau berubah pikiran." Tebak Joseph.
"Bukan, bagaimana jika Shera dalam masalah? Maksudnya terjadi sesuatu. Kita tau bagaimana dia."
"Itu mungkin kau Abra. Tapi Papa yakin padanya."
"Jika seandainya, seandainya aku berubah pikiran..."
"Lupakan saja, Papa akan menyerahkan semuanya pada Shera. Dia bisa mengatasi semuanya sekarang. Sudah cukup, Papa menahan nya. Mungkin dia ingin melangkah sendiri sekarang." Joseph melanjutkan makan nya, tanpa mempedulikan putranya yang jadi kepikiran sendiri.
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
ternyata tuan josept tau abra pergi dg kekasihnya