Keinginan Farah yang ingin merubah hidupnya, diterima sebagai asisten CEO di salah satu perusahaan terbesar di kota ini malah membuatnya menjadi istri kontrak CEOnya.
Dia sudah berusaha untuk menolak tapi kenyataan berkata lain, Dia harus menjalani pernikahan itu karena tidak ingin kehilangan pekerjaannya.
Tidak sampai disitu, setelah tumbuh rasa cinta diantara mereka kembali mereka dihadapkan dengan berbagai masalah yang menguras air mata dan kesedihan, sampai akhirnya hanya takdir yang menentukan nasib pernikahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Morning kiss
Farah mengerutkan keningnya saat mendengar bunyi alarm ponselnya.
Dia mulai membuka matanya yang terasa masih berat, Farah ingin menggerakkan tubuhnya tapi tidak bisa, Devan masih memeluknya erat seperti memeluk guling.
Ditatapnya wajah Devan dan mulai membangunkannya.
"Dev...devann...."
"Hhhmmmm..."
"Lepaskan aku mau mandi..."
Perlahan Devan membuka matanya dan melihat Farah berada di pelukannya .
Bukan melepaskan pelukannya Devan malah mempererat pelukannya dan langsung mencium bibir farah.
Farah yang masih kaget dengan ciuman dadakan Devan berusaha mendorong devan, tapi lagi lagi usahanya tidak berhasil.
Devan terus saja mencium bibir tipis Farah, sadar Farah tidak membuka mulutnya membuat Devan kembali menggigit pelan bibi bawah Farah.
Seketika bola mata Farah membulat dan membuka bibirnya, tanpa buang waktu Devan langsung berselancar masuk dan memperdalam pagutannya, setelah puas Devan menarik bibirnya.
Farah buru buru menutup mulut dengan tangannya.
"Morning sayang" ucap Devan
"Ka...kamuuu...gila ya cium-cium lagi seenaknya, mulutmu bau alkohol tau" protes Farah.
Devan memincingkan matanya sambil berjalan ke kamar mandi tanpa menghiraukan perkataan Farah.
"Dasaaaarrrr koplakkkkk" seru Farah jengkel.
Devan sudah rapi menggunakan jasnya, sedang Farah masih berkutat di meja riasnya merapikan make upnya.
Hari ini mereka sudah mulai masuk kerja lagi.
"Farah pakaikan dasi ku"
"Aku masih blm rapi, kamu bisa kan pake sendiri".
"Aku gak mau ada penolakan!!!"
Farah menghela nafas dan berjalan menghampiri Devan.
"Kenapa maksa banget sih, bisa juga pake sendiri" celoteh Farah sambil memakaikan dasi Devan.
"Trus apa gunanya kamu jadi istriku kalau gak bisa melayaniku" timpal Devan
"Hello ...tuan muda istri kontrak ingat itu"
Mendengar perkataan Farah, Devan hanya tersenyum sinis.
Setelah rapi mereka berdua turun ke bawah, nyonya Clara dan tuan davidson sudah menunggu mereka di meja makan.
"Kalian mulai bekerja hari ini???"
"Iyaaa ma..." jawab Farah
"Devan seharusnya kamu serahkan pekerjaan kantor pada pegawaimu dulu, kamu bisa ajak Farah bulan madu. Kalian pengantin baru harus sering bersama, apalagi setelah pernikahan seharusnya kalian berbulan madu" kata nyonya Clara
"Iyaaa papa akan atur bulan madu kalian, soal pekerjaan sepertinya Hendra bisa handle buat kamu Devan, Hendra adalah karyawan cerdas makannya papa pindahin ke kantor pusat biar bisa bantu kamu" jelas tuan Davidson
Huummppp..Glekk...
Hampir saja Farah menyemburkan susu dari mulutnya mendengar nama Hendra.Devan langsung melihat ke Farah dengan menaikkan alis kanannya.
"Nanti akan Devan pikirkan lagi pah" jawab Devan.
Setelah selesai sarapan mereka berdua langsung berangkat ke kantor diantar mang Diman.
Di dalam mobil Devan membuka obrolan .
"Kamu sepertinya kenal dekat dengan Hendra?" tanya Sevan.
Mendengar pertanyaan Devan, Farah sedikit terkejut.
"Kenapa tanya lagian gak ada hubungannya sama kamu" jawab Farah
mendengar jawaban Farah membuat Devan semakin yakin bahwa mereka berdua mempunyai hubungan spesial.
"Kenapa aku harus kesal, aku hanya suami kontrak Farah, seharusnya aku ikut senang setelah kontrak selesai Farah bisa bahagia dengan Hendra, tapi kenapa seolah hati ini gak rela melihat kedekatan mereka" batin Devan.
"Sebaiknya kamu jaga jarak sama Hendra, aku gak mau nantinya keluarga ku curiga".
"maksud mu????"
"Apa kurang jelas maksudku, jaga jarak dengan Hendra setidaknya sampai kontrak kita berakhir"
"Kamu selalu memaksa ,aku hanya berteman gak lebih" jelas Farah
"Terserah teman atau apa hindari pergi berdua apalagi makan siang berdua"
"Jangan bilang kamu liat aku pas waktu makan sama Hendra".
"Bukan aku tapi Mike, aku harus putar otak membohongi Mike karna dia tau kamu jalan berdua sama hendra"
"itu bukan urusan ku" pekik Farah
"Ka..kamuu...benar-benar keras kepala" Devan mulai kesal
"Mang berhenti di sini dulu" pinta Farah
"Kenapa berhenti, ini masih satu lampu merah lagi baru sampe kantor " jawab Devan
"Aku turun sini aja , lanjut naik taxi, aku gak mau orang dikantor melihat kita berangkat berdua" terang Farah
"Haahhhh kamu gila ya"
"Ingat Devan kita sudah sepakat merahasiakan ini dari teman-teman kantor ku".
"Terserah apa mau mu, berhenti mang turunkan dia disini" ucap Devan dengan nada tinggi
"Baiikk tuan..."
Farah keluar dari mobil, dan langsung naik taxi, Devan menghela nafas dan menyuruh mang Diman kembali jalan.
Sampai di kantor tidak lupa Farah memberikan makanan yang dia bawa dari rumah tadi ke Rena.
"Renn...ini pesanan mu,sedikit oleh-oleh"
"Makasihhh Farahh aku kira kamu lupa kasih aku oleh-oleh , gimana liburan di rumah kakek mu , apa itu seru???"
"Hehehheee...sangat menyenangkan Ren, aku sudah lama gak main ke kampung kakek ku".
Itulah alasan cuti Farah, liburan kerumah kakeknya di Bandung, karena Devan lagi cuti makanya Farah bisa cuti jugs. Dan tidak lupa pas Devan mengajak dia ke supermarket, Farah membeli beberapa camilan khas Bandung, kebetulan sekali ada disana.
hidup terlalu berat. bisa ga diketemukan sm sesosok devan didunia nyata ini
OMG itu jhi chank wook😍😍😍😍😍
thooor harusnya pemeran utamanya ituuu sedikit ga rela😥😥😥😥😥