NovelToon NovelToon
OBSESSION MY SUGAR DADDY

OBSESSION MY SUGAR DADDY

Status: tamat
Genre:Beda Usia / CEO / Duda / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:503.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: arafaq_9

Follow IG author : arafaq_9
Jangan lupa like dan komentarnya ❤

Ketika Jordan Rodriguez, seorang pria tampan dan kaya yang dikenal sebagai pria yang tak terkalahkan dalam bisnis dan hubungan, bertemu dengan Grace, seorang wanita muda yang penuh dengan ambisi dan keinginan untuk sukses, keduanya langsung terseret dalam kisah cinta yang liar dan penuh gairah. Namun, di balik pesona dan kebahagiaan yang tampaknya sempurna, terselip rahasia gelap yang mengubah segalanya.

Seiring hubungan mereka berkembang, Jordan mulai menunjukkan tanda-tanda kecemburuan dan posesif yang tidak wajar. Jordan menyembunyikan identitas yang sebenarnya, terkait dengan masalalunya yang gelap dan berbahaya.

Saat rahasia terkuak, Grace harus memilih antara melarikan diri dari kegelapan yang mengancam atau mempertaruhkan segalanya demi menyelamatkan hubungan mereka. Dalam pergulatan antara cinta dan ketakutan, Grace menghadapi pilihan yang sulit. Yang akan mengubah takdir mereka selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arafaq_9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KAK JORDAN, KAU?

***

Keesokan harinya.

"Baby, aku berangkat dulu. Kau jaga diri baik-baik, hm. Jangan melakukan sesuatu hal yang membuatmu dan anak kita terluka." Jordan mengusap puncak kepala Grace, pria itu melabuhkan satu kecupan hangat di kening Grace.

Grace sendiri hanya terdiam, tetapi bibirnya sebisa mungkin mengukir senyum.

"Kau mau di bawakan sesuatu nanti malam, Baby?"

Grace menggeleng, "Tidak usah, Honey,"

"Yakin?"

"Iya, aku hanya mau kau saja," ujarnya yang menerbitkan senyum di bibir Jordan.

"Yasudah, aku berangkat dulu." Jordan mengecup bibir Grace, sebelum akhirnya pria itu melangkah pergi dari apartemen.

Seperginya Jordan, Grace segera mengambil ponselnya dan menghubungi Jasmine.

"Bagaimana, Jasmine?"

"Cepatlah berkemas, aku sudah berada di dekat apartemenmu,"

"Okay." Grace mematikan sambungan telefonnya, gadis itu melangkah menuju kamar dan segera berkemas.

Yeah, berkemas. Grace akan pergi dan meninggalkan Jordan, ntah ini keputusan salah atau benar. Tetapi Grace sudah bertekad untuk tidak lagi bersama Jordan, bersama seorang pria yang tidak dapat menepati ucapannya. Bersama seorang pria yang tidak cukup dengan satu wanita.

Grace memasukkan pakaiannya, ia juga memasukkan beberapa berkas-berkas miliknya, dan meninggalkan semua barang pemberian Jordan. Setelahnya, Grace melangkah keluar dari kamar. Sesampainya di pintu apartemen, Grace menoleh sebentar. Kedua matanya memanas.

Bayangan-bayangan manis bersama Jordan terlintas di otaknya, menerbitkan rasa bahagia dan sesak bersamaan.

"Ayo, Grace," ujar Jasmine membuat Grace terkejut, gadis itu mengusap air matanya yang menetes. Setelahnya ia segera melangkah mengikuti Jasmine.

**

Menit berlalu, kini keduanya sudah sampai di mobil. Jasmine segera menyalakan mesin mobilnya, dan mengendarai mobilnya menjauh dari apartemen Jordan.

"Kita mau kemana setelah ini, Jasmine? Aku benar-benar tidak bisa berpikir, aku takut jika Jordan mengetahui rencana kita, dan dia mengejar kita," ujar Grace dengan khawatir, gadis itu mengusap perutnya yang buncit.

Jasmine terdiam, dia mengetuk jari-jarinya di setir mobil.

"Aku sendiri bingung, Grace. Kita sama sekali tidak ada persiapan, tetapi begini saja. Kita menginap di hotel yang sedikit jauh dari sini, setelah itu kita pesan tiket untuk kau ke luar negeri besok. Bagaimana?"

"Iya, begitu saja. Oh God! Semoga Jordan tidak mengetahui lokasiku,"

"Matikan saja ponselmu, Grace. Atau lepaskan kartunya,"

"Sudah, aku sudah melepaskan nomor telefonku,"

"Yasudah, istirahatlah. Nanti jika kita sudah sampai, aku akan membangunkanmu,"

Grace mengangguk, gadis itu memejamkan matanya. Menetralkan rasa cemas, dan ketakutannya.

Sementara Jasmine, gadis itu fokus terhadap kemudinya, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju pinggiran kota Wellington.

**

Rodriguez Corporation.

"Tu ... maafkan saya." Thomas langsung membalikkan badannya saat melihat seorang wanita sexy sedang berlutut di depan Jordan, sembari tangan dan mulutnya memainkan pusaka Jordan.

Jordan menggeram, pria itu memasukkan pusakanya yang langsung lemas dan membenarkan resletingnya.

"Pergilah," titah Jordan kepada wanita yang baru saja berdiri.

"Baik, Tuan. Jika anda masih membutuhkan saya, Anda bisa menghubungi saya." wanita itu ingin mengecup bibir Jordan, namun Jordan dengan cekatan menahannya dan menepisnya.

"Jangan bertindak di luar batasanmu, atau tanganmu akan patah!" tekan Jordan, wanita itu langsung menciut dan segera pergi meninggalkan ruangan Jordan.

Seperginya wanita itu, Jordan duduk di kursinya. Kaki kanannya bertopang pada kaki kirinya.

"Ada hal penting apa hingga kau berani mengusik kesenanganku, Thomas?"

Glek!

Thomas menelan salivanya dengan susah payah, pria itu membalikkan badannya dengan gerakan slow motion. Ketika sudah menghadap Jordan, Thomas menunduk.

"M-maafkan saya yang sudah mengganggu kesenangan Anda, Tuan. Tetapi ada hal yang sangat penting menyangkut Nona Grace," ujar Thomas dengan hati-hati, tenggorokannya pun terasa tercekat saat mengatakan nama Grace.

"Grace? Ada apa dengannya? Apakah terjadi sesuatu dengannya?" Jordan langsung berdiri, rasa khawatir menyerbunya.

"N-nona Grace, kabur. Tuan,"

"Brengsek!"

Pyarrrrr!

Jordan mengumpat, dan menepis gelas di mejanya. Hingga gelas tersebut jatuh dan pecah berkeping-keping.

"Bodoh! Bagaimana bisa kabur, sialan!" bentak Jordan, pria itu menarik simpul dasinya yang terasa mencekik, ia mengambil ponselnya dan menghubungi ponsel Grace yang sudah tidak aktif.

"Keparat! Kemana perginya gadis itu,"

"S-saya sudah melacak lokasinya, Tuan. Nona Grace kabur setelah Anda pergi ke perusahaan, dia bersama temannya. Nona Jasmine," jelas Thomas kembali, Jordan mengepalkan kedua tangannya.

Rahangnya mengeras, kedua matanya pun menatap tajam Thomas, dan auranya menggelap.

"Lacak keberadaan mereka, dan siapkan mobil. Aku akan menjemput mereka, dan memberikan hukuman kepada dua gadis itu. Terlebih terhadap Grace!" tekan Jordan, Thomas mengangguk.

"Saya sudah menyiapkan mobilnya, Tuan. Salah satu anak buah kita sudah mengejar dan mengikuti mereka, saat ini mereka menuju daerah pinggiran kota,"

Jordan terkekeh, pria itu melangkah terlebih dahulu.

"Kau mau kabur dariku, Baby? Berani sekali dia," gumam Jordan seraya melangkahkan kakinya keluar dari ruangan.

Sedangkan Thomas, pria itu melangkah mengikuti Jordan dari belakang.

"Semoga Anda selamat, Nona Grace. Saya tidak bisa membantu lebih, karena saya sendiri masih sayang dengan nyawa. Adiknya sendiri saja bisa di singkirkan, bagaimana dengan saya? Semoga Tuan Jordan tidak menyakiti Anda dan putra Anda," monolog Thomas, pria itu merasakan iba kepada Grace.

***

Beberapa jam berlalu...

Jasmine, dan Grace. Keduanya sudah sampai di sebuah hotel yang ada di pinggiran kota, mereka segera turun dan membawa beberapa barang seperlunya. Setelahnya mereka segera masuk ke dalam hotel.

"Grace, kau tunggu di sini sebentar. Biarkan aku memesan kamarnya,"

"Iya,"

Jasmine melangkah menuju resepsionis, gadis itu tengah memesan kamar untuknya dan Grace. Sedangkan Grace, gadis itu menunggu tidak jauh dari tempat Jasmine.

"Shhhsss ... kenapa pusing sekali," gumam Grace, gadis itu memegang kepalanya yang terasa berdenyut.

Grace memandang Jasmine, pandangan gadis itu terlihat berkunang-kunang. Rasa sakit terus menyerbu kepalanya. Hingga.

"Astaga, Nona!" pekik seorang pria seraya menangkap tubuh Grace, pria itu membalikkan badan Grace. Jasmine sendiri menoleh dan segera menghampiri keduanya.

"Grace!" ujar seorang pria itu bersamaan dengan Jasmine.

"Luke?" Jasmine menatap Luke, Luke mengangguk. Pria itu menggendong tubuh Grace.

"Kalian di sini? Kalau begitu biarkan aku membawa Grace ke kamarku terlebih dahulu. Kasian Grace,"

Jasmine mengangguk, gadis itu tidak dapat berpikir jernih sehingga menyetujui ucapan Luke.

"Aku akan memesan kamar, agar Grace segera pindah,"

"Yeah." Luke membawa Grace ke kamarnya, pria itu menaiki lift dan menuju lantai dimana kamarnya berada.

Sementara Jasmine, gadis itu segera memesan kamar kembali, dan tidak menyadari jika ia melupakan sesuatu hal. Menanyakan tentang keberadaan kamar Luke.

***

Setibanya di kamar Luke, pria itu membaringkan tubuh Grace di atas ranjang. Pria itu segera menggosok telapak tangan Grace dan mencoba membangunkan Grace.

"Grace, bangunlah, Kenapa kau berada di sini, hm? Wajahmu pun terlihat sangat pucat sekali, apakah kau sedang dalam masalah?" monolog Luke dengan khawatir, pria itu terus mencoba membangunkan Grace.

Hingga tidak lama kemudian, Grace terbangun dari pingsannya. Gadis itu meringis.

"Shhhsss ... s-sakit," ringis Grace seraya membuka kedua matanya secara perlahan.

"Oh God! akhirnya kau sadar, Grace." Luke memekik, dan langsung memeluk Grace. Hingga.

Brakkkkkk!

"Brengsek!"

Luke, dan Grace terperanjat mendengar suara pintu di buka secara kasar, dan suara seseorang yang mereka kenal.

Luke menoleh, pria itu terkejut melihat sosok pria yang di kenalnya sudah di liputi amarah. Begitu juga dengan Grace, jantungnya berdetak dengan kencang. Tubuhnya terasa panas dingin saat matanya melihat sosok Jordan.

"Kak Jordan, Kau?"

Bugh!

"Luke!" pekik Grace saat Jordan melayangkan bogeman mentah di wajah Luke, sampai membuat pria itu tersungkur ke lantai.

"Apa yang kau lakukan, brengsek!" Jordan memegang kerah kemeja Luke hingga Luke berdiri, kemudian pria itu melirik tajam ke arah Grace sebentar.

"Thom, bawa wanita murahan itu!"

Deg!

***

nanti malam puncaknya, eh nanti malem apa besok? 😜

1
Kristina NellaWara
😂😂😂😂😂😂😂
Kristina NellaWara
😂😂
~ Portgas D Ace ~
anjai kek spiderman aja
Yessy Herdian
ceritanyq cukup menarik
Iryani levana khrisna Khrisna
Thor kau menceritakan percintaan Jordan sangat mendetail apa kau tidak panas dingin thor🤣🤣
arafaq_9: 🤭 tebak
total 1 replies
Iryani levana khrisna Khrisna
like father like son
Iryani levana khrisna Khrisna
para member siap siap keramas lagi 🤣🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
panas dingin baca nya Thor 🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
nggak pimpinan nggak anak buah nya smaa gila nya 🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
dasar mafia stres 🤦🏼‍♀️nggak tau tempat 🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
membayangkan wajah mu thor pasti sangat tegang dan menggemaskan 🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
jodoh emang nggak kemana
Iryani levana khrisna Khrisna
Thor kau itu seorang penulis tetapi kenapa pikiran dan perasaan kami pembaca seperti di buat kesal dan gemas secara bersamaan ini kedua kali nya aku membaca dan kesal dengan mu thor karena imajinasi mu membuat ku kesal dan gemas secara bersamaan
Iryani levana khrisna Khrisna
dasar dua dua nya nggak ada otak tunda knp kalau mau ciuman tuh liat situasi ngajarin anak aja
Iryani levana khrisna Khrisna
sebentar banget ngasih hukuman nya
Iryani levana khrisna Khrisna
🙈 malu banget
Iryani levana khrisna Khrisna
dua kali membaca cerita ini tapi kenapa tetap aja kesal Ama di Jordan padahal udah tau jalan ceritanya jelaskan Thor
Iryani levana khrisna Khrisna
bisa nggak sih di kiloin tuh si Jordan gedek banget🤣
⋆.˚Khaira🦋
biar mamp*s tuh si jordan nyariin grace 😤
⋆.˚Khaira🦋
udah di bab ini, akhirnya gua gak tahan buat komen... klu gua pengen bgt nyentil ginjal lu jordan 😤🤬👊🏽
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!