Secret admirer,entah mengapa aku telat menyadari bahwa seseorang di sekitarku sering memperlakukan aku begitu istimewah.Seistimewah apapun hal yang ia lakukan padaku aku tak mau peduli dan tak mau ambil pusing karena bagiku,hidup dan pekerjaanku jauh lebih mengasyikkan daripada berpaling ke arah mengenal lawan jenis yang ujung ujungnya bikin sakit hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kresentia Bano Kehi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Aryn melangkah masuk ke dalam kantornya,ia tak sengaja menyenggol seseorang yang berjalan terburu buru sambil menelepon sehingga buku buku yang di bawa pria itu jatuh berserahkan di atas lantai.
"Maafkan aku...!!"Ucap Aryn pada pria itu
Pria itu hanya menatap gadis itu tanpa membalas ucapan Aryn sambil memungut buku buku yamg berserakan itu.
Aryn juga tak tinggal diam,ia juga menunduk dan memungut buku buku itu.
"Sekali lagi maaf ya?"
Aryn pun pergi dari hadapan pria jangkung itu karena tak ada jawaban apapun yang ia dapat.
"Apa mungkin pria itu tuna rungu?"Aryn melangkah dengan cepat menuju ke lift.
Selama di dalam lift wajah pria itu kembali menari nari di dalam ingatannya.
"Sial..!!"Umpatnya dalam hati.
"Sial apa aku hari ini bertemu dengan seorang pria yang tak mau membalas obrolanku..!!"Aryn mendengus kesal.
Ia pun masuk ke dalam ruangannya dimana ia adalah seorang CEO di perusahaan parfum ternama di negeri konoha itu.
Ketika ia hendak duduk,terdengar pintu diketuk dari luar dan ia mencoba mengintip dari lubang angin yang ada di depan pintu itu.
"Siapa pria itu?"Pertanyaan itu muncul di kepalanya.
Ia pun menyahut dari dalam,"Masuk...!!"
Pria itu pun mendorong pintu itu hingga terbuka dan ia pun kaget ketika melihat Aryn di dalam ruangan itu.
"Pagi Bu,maaf saya dari PT.Sinar mentari ingin bertemu ibu Aryn Swan."Ucapnya tanpa senyum sedikitpun.
"Untuk yang tadi saya minta maaf ya?"Sambung pria itu lagi.
"Iya baik,tapi saya lupa apa yang barusan terjadi!!"Jawab Aryn sambil mempersilahkan pria itu untuk duduk.
"Ini minumnya,silahkan di minum biar tidak tersedak saat ngobrol nanti,"Aryn mempersilahkan pria itu untuk minum.
"Maksud kedatangan anda kesini ada apa?"Aryn bertanya sambil melipat tangannya diatas meja.
"Terima kasih Bu Aryn,kami dari PT.Sinar Mentari ingin mengajukan Kerja sama dengan perusahaan ibu di bidang konstruksi bla bla bla...!!"Ucap pria itu menjelaskan proposal mereka.
Aryn menatap pria itu dengan tatapan mata yang tajam.
"Baiklah saya pelajari dulu,nanti saya informasikan lagi soal kelanjutannya."Ucap Aryn tegas san penuh wibawa.
"Baik Bu Aryn,airnya saya minum dulu ya?"Ucap Pria itu langsung mengambil gelas aqua itu dan meneguknya sampai habis kemudian dengan jemarinya ia membersihkan pipinya yang basah terkena cipratan air aqua tadi.
Aryn menatapnya dengan perasaan lucu campur aduk.
"Baru pertama kali aku bertemu dengan manusia semacam pria ini."Ucap Aryn dalam hati.
"Maaf boleh tahu siapa nama anda?"Tanya Aryn pada pria itu lagi.
"Nama saya ya Bu?"Pria itu balik tanya.
"Nggak nama kucing itu,ya nama kamu lah masa saya bertanya siapa nama kucing kamu?"Ucap Aryn dengan nada kesal.
"Nama saya Rendy...!!"Ucapnya pria itu lagi.
"Baiklah Pak Rendy,nanti saya informasikan lagi selanjutnya ya silahkan kembali."Ucap Aryn sambil mempersilahkan Rendy untuk keluar dari ruangannya.
"Permisi Bu..!!"
Rendy pun melangkah keluar dari ruangan itu dan pulang kembali ke kantornya.
☆○☆♡☆○♡☆○♡☆○♡☆♡○●°•°•°•°
Rani turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Capek banget hari ini...!!"Ucapnya sambil merebahkan dirinya di atas kasur big sizenya yang empuk.
Tanpa sadar ia sudah terlelap...
Ketika pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang dari luar,tak ada sahutan dari yang punya kamar sehingga dengan sekali dorong pintu itu langsung terbuka dan tampaklah Rani sementara tertidur dengan sepatu masih di kaki.
"Benar benar deh anak ini,"ucap Adam sambil melangkah masuk dan melepas sepatu yang masih di pakai oleh adik bungsunya itu.
"Capek banget ya Dek?"Ucap Adam sambil tersenyum dan menyelimuti Rani dengan selimut tebal itu kemudian menyetel ac dalam kamar itu.
Malam telah tiba tapi Rani belum juga bangun dari tidurnya.
"Aryn,adek mana?"Tanya Adrian pada Aryn adiknya yang ke empat itu.
"Mana ku tahu kak,aku baru saja pulang kerja."Jawabnya cuek.
"Masa nggak ada seorang pun yang melihat adek?"Tanya Adrian lagi.
"Ada apa Kak,"tanya Adam yang baru selesai menyiram tanaman bunga bunga milik sang mama dan kedua adik perempuannya itu.
"Adam lihat adek nggak?"Tanya Adrian lagi
"Ooo,kakak cari adek ya?Adek lagi tidur di kamar tadi sepertinya adek capek banget soalnya Adam may bangunin untuk makan tapi adek sudah tertidur pulas dengan pakaian kerjanya dan sepatunya masih melekat di kakinya."Cerita Adam pada Adrian.
"Adek pasti capek banget,mungkin banyak kerjaannya makanya sampai segitunya dek."Ucap Adrian lagi.
"Kasihan adek...!!" Ucap Ahaz ikut nyambung.
Ketika rasa penasaran itu menggerogoti Adrian,ia langsung menuju ke kamar Rani dan melihat yang terjadi.
Ketika ia mendekati ranjang adiknya itu,ia pun menempelkan kulit telapak tangan pada kening Rani dan ia sangat kaget karena ternyata kulitnya terasa panas.
"Adek sakit?"Ucapnya tak percaya dan langsung menghubungi seseorang untuk datang melihat Rani.
Adrian sudah tak sabar menunggu orang itu datang.
Tiga puluh menit kemudian datanglah Amira dan langsung memeriksa keadaan Rani dan benar saja Rani demam tinggi.
"Kak Adrian,Rani demam tinggi nih 39°C,kita harus segera membawanya ke rumah sakit."Ucap Amira.
"Dek Amira kira kira adek sakit apa ya?"Tanya Adrian penasaran.
"Nanti kita cek laboratoriumnya dulu ya kak,yakin pasti semuanya baik baik saja ini mungkin kecapekan tadi banyak kerjaan di kantor."Amira menceritakan yang terjadi pada Adrian dan semua kakak beradik itu.
Mereka pun mengantar Rani ke rumah sakit dan langsung masuk ke IGD dimana dokter Richard sedang menangani pasien gawat darurat disana.
Richard adalah seorang senior dokter di rumah sakit "Permata Hati" Rumah sakit terbesar di kota itu.
Richard adalah pria yang sudah lama menyimpan perasaannya untuk Rani.
Ketika Richard sedang menangani pasien gawat darurat di bagian triage satu tanpa sengaja ia menoleh dan melihat Amira sedang mendorong brankar dan beberapa orang pria lainnya ikut membantu Amira.
Ia menjadi heran,apa benar itu Amira?
"Amira?Apa benar dia?"Tanyanya pada dirinya sendiri.
"Dengan siapa dia kesini?"
Berbagai pertanyaan muncul di benak Dokter Richard membuatnya nyaris tidak fokus dengan apa yang ia tangani sekarang.
"Dok,ini jarumnya!!"Ucap Suster Ana mengagetkan dokter Richard sehingga ia menjadi gugup tiba tiba.
"Terima kasih sus,"jawab dokter Richard sambil memasang benang daging pada jarum jahit itu.
"Dok,kenapa skin tesnya tidak ada tanda tanda kemerahan ya dok?"Tanya suster ana yang merupakan seorang mahasiswa magang di rumah sakit itu.
"Itu tandanya pasien ini cocok dengan suntikan obat antibiotik ini,jadi segera injeksikan obat itu agar obatnya bisa bekerja dan pasiennya bisa cepat sembuh dan pulang ke rumahnya."Jawab dokter Richard yang terlihat tersenyum smirk.
Ia membayangkan andai saat ini ada Rani di sampingnya,ia akan sangat berbahagia.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
TBC
"CallmeEsy06"
nanti tak lanjut lagi baca nya
wah ketemu lagi tanpa sengaja untuk ketiga kalinya.. ehhh dua apa tiga kali sih Rani dan Tuan Muda misterius itu.. lupa aku hhahaa wkwkwk🙈🙈🤣🤣🤣🤣🤭 benar² bakalan jodoh.
Adrian kenapa was was sekali.. apa dia punya musuh atau saingan?? 🤨🤔🤔
dan si pasti Adrian ini kenal bgt sma di Tuan Muda CEO misterius.. yg masih soko disembunyikan oleh Kak OTHOR. Yang bikin semua READERS PENISIRIN DAN KEPOOO BINGIITTT 😩😩😩😛😛😛🤣🤣🤣🤣🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀
Lalu ngelamar diperusahaan.. kek mana otakku itu bekerja.. 😲🤣🤣
pasti bakal terstruktur rapi tuh cara kerjanyaa.. dua bidang kerja yang berbeda disatukan.. amaziing tuhh 😂😂🤣🤣
wahh sat set kagak sabaran sekali ya kamu Pria misterius Tuan Muda.. takut sekali jika gadis incaranmu diambil orang atau knp².😂😂
dan siapakah nama pria misterius seorang Tuan muda kaya raya???? /Shame//Shame//Doubt//Doubt//Doubt/
hmmm mamanya seorang pemilik butik, cakepp tuh bisa dibuatkan dress, gaun dan dll. Tapi enakk banget tuh jadi sahabatbya dpt dress gratiss tiss yang keren lagii.. ketiban duren runtuh drimana tuh yaa.. aku pasti mauu lahh yg gretongann.. 🤣🤣🤣