Dulu Tiara berbohong pada mantan suaminya jika bayi yang dilahirkannya telah meninggal dunia. Itu semua dilakukannya karena kecewa pada pria tersebut yang mengabaikannya saat akan melahirkan.
Namun kini dia harus kembali berurusan dengan mantan suaminya tersebut, karena putra mereka membutuhkan bantuan donor sumsum tulang belakang.
Lalu bagaimana dengan reaksi Tom saat mengetahui jika anaknya yang lain masih hidup, dan dalam keadaan sekarat karena penyakit yang yang dideritanya?
"Menikahlah denganku lagi, Tiara." Tom.
"Baiklah tapi setelah aku hamil dan melahirkan, kita berpisah." Tiara.
Follow Ig : mom_tree_17
Tik Tok : Mommytree17
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy tree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"Kalau kau tidak menikah denganku, lalu bagaimana dengan kesehatan Gio?" sahut Tom dengan berbisik, sembari memperhatikan putranya yang tengah sibuk menikmati makanannya.
Tiara pun ikut menatap pada putranya lalu menghela napas dengan berat, karena apa yang dikatakan Tom memang benar. Sekalipun ia tahu pria itu masih berhubungan dengan wanita lain, Tiara pasti tetap akan menikah dengan Tom demi putra mereka.
"Lagi pula hubunganku dengan Julia tidak seperti yang kau pikirkan," ucap Tom kembali karena melihat Tiara diam saja.
"Memangnya apa yang aku pikirkan? Jangan sok tahu! Lagi pula mau bagaimana pun hubungan kalian, aku tidak peduli. Karena hubungan kita pun hanya sebatas urusan anak, tidak lebih," sarkas Tiara dengan ketus.
Namun bukannya Tom tersinggung, pria itu justru tertawa sembari mengusap rambutnya dengan lembut.
"Maaf sudah membuat kau marah dan cemburu."
"Cemburu?" Tiara tersenyum sinis dengan menggelengkan kepalanya. "Sudah aku katakan —"
"Mommy aku sudah kenyang," ucap Gio menginterupsi perkataan Mommy nya.
Gio sengaja melakukan hal tersebut karena sejak tadi melihat perdebatan kedua orang tuanya yang berbicara dengan suara yang sangat kecil. Walaupun ia tahu kedua orang tuanya kembali bersatu demi kesembuhan penyakitnya, tapi tetap saja Gio ingin keduanya benar-benar bersatu layaknya orang tua pada umumnya.
"Setelah ini boleh aku pergi ke tempat bermain?"
Tiara yang ditanya langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak sayang, kita harus segera pulang. Ingat apa kata dokter? Kalau Gio tidak boleh—"
"Tapi Gio ingin pergi ke tempat bermain bersama Daddy dan Mommy," pintanya dengan memohon agar Mom Tiara mau mengabulkan keinginannya.
"Tidak sayang, lagi pula Daddy tidak bisa pergi karena harus kembali ke kantornya. Ada orang penting yang sudah menunggunya di sana, bukan begitu sayang?" sindir Tiara dengan tatapan sinis pada sang suami.
"Siapa bilang aku harus kembali ke kantor," sahut Tom sambil menahan diri untuk tertawa, karena jika ia tertawa maka wanitanya pasti akan semakin kesal. "Ayo kita pergi ke tempat bermain yang kau inginkan jagoan!" ajaknya pada sang putra.
Gio tentu saja menyambut dengan gembira ajakan daddynya, tanpa mempedulikan mom Tiara yang terlihat kesal.
"Ayo mommy!" teriak Gio yang sudah lebih dulu beranjak dari tempat tersebut bersama Daddynya.
Tiara pun akhirnya mau tidak mau mengikuti suami dan putranya, walaupun enggan untuk pergi karena moodnya sudah lebih dulu hancur setelah melihat Tom bercumbu dengan Julia.
"Aku tidak menyangka kau masih berhubungan dengan Julia," ucap Tiara namun hanya dalam hati dengan menatap punggung sang suami, karena ia berjalan di belakang Tom dan Gio.
Ya, Tiara tak menyangka jika Tom masih berhubungan dengan Julia setelah bertahun-tahun lamanya mereka tak berjumpa. Tadinya ia pikir Tom sudah menikah dengan wanita lain, atau paling tidak berhubungan dengan wanita yang baru. Tapi nyatanya Tom masih bertahan dengan Julia yang jelas-jelas sudah mengkhianati pria itu.
"Sudah aku katakan, jangan berpikir yang tidak-tidak."
Tiara yang tengah berjalan sambil melamun terkejut saat Tom tiba-tiba sudah berada di sampingnya sambil menggendong Gio. Terlebih pria itu kini tengah mencium pipinya dengan begitu cepat.
"Kau..."
"Lihat Gio, Mommymu cantik bukan jika sedang marah," goda Tom sambil tertawa yang diikuti oleh Gio.
Tiara yang kesal dengan tingkah tingkah ayah dan anak itu, akhirnya memilih masuk ke dalam mobil lebih dulu dari pada meladeni keisengan Tom yang sejak tadi menanggapi kemarahannya dengan sebuah candaan.
"Cepatlah hamil, agar aku bisa terbebas dari pria brengsek itu!" umpat Tiara sambil mengusap perut ratanya.