NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Lonceng Darah dan Titah Alam Rahasia

​Beberapa hari telah berlalu sejak Xuan Chen melangkah keluar dari Aula Teknik Bela Diri tanpa membawa satu pun manual di tangannya. Di dalam keheningan kamar nya, Xuan chen duduk bersila layaknya sebuah patung batu. Napasnya panjang dan teratur, seirama dengan detak jantungnya yang memompa darah segar ke seluruh pelosok meridian.

​Sejak wejangan dari Tetua Penjaga Aula, Xuan Chen tidak lagi memusingkan ketiadaan teknik. Alih-alih meraba-raba ilmu orang lain, ia menghabiskan hari-harinya memadatkan kekuatan fisik murninya di Ranah Penempaan Tubuh Lapisan Tiga. Dia terus melatih kelenturan persendian, kecepatan reaksi, dan memperkuat insting membunuhnya.

​TENG!

​Sebuah dentuman keras mendadak mengoyak keheningan pagi. Suara itu tidak berasal dari logam biasa, melainkan dari Lonceng Perunggu Kuno yang bertengger di puncak tebing tertinggi Sekte Jurang Jiwa.

​TENG! TENG!

​Tiga kali lonceng itu bergetar, mengirimkan gelombang suara berat yang membawa hawa dingin melintasi lautan awan hitam dan menyapu seluruh Lembah Murid Luar.

​Mata Xuan Chen terbuka seketika. Binar keunguan di mata kirinya berkedip samar sebelum kembali normal.

​"seperti nya aku harus kesana melihat. Ucap nya.

Kini Xuan chen telah berganti jubah abu abu nya dengan jubah hitam khas murid luar.

​Begitu pintu kamar terbuka, pemandangan di Lembah Murid Luar telah berubah menjadi lautan manusia.

Ratusan murid berpakaian hitam bergegas keluar dari kediaman mereka. Wajah-wajah yang biasanya dipenuhi seringai licik dan keangkuhan kini menegang. Tidak ada satu pun yang berani mengeluh atau memperlambat langkah. Di Sekte Jurang Jiwa, mengabaikan tiga dentang lonceng sama dengan menyerahkan leher ke atas tiang pancung.

​Xuan Chen membaur di tengah arus manusia itu dengan tenang. Matanya yang tajam mengamati sekeliling. Bau keringat, kepanikan, dan antisipasi menguar kental di udara. Dia melangkah dalam ritme yang teratur, menjaga jarak aman dari praktisi lain, hingga akhirnya kerumunan raksasa itu tumpah ruah dan berbaris di pelataran utama sekte luar.

​Langit di atas pelataran mendadak menggelap. Gulungan awan hitam berputar hebat, membentuk pusaran raksasa yang menekan udara hingga terasa mencekik. Dari pusat pusaran awan tersebut, sebuah pedang raksasa berwarna merah darah menembus turun secara perlahan.

​Di atas bilah pedang itu, berdiri seorang pria paruh baya dengan jubah hitam bersulam naga tulang. Niat Membunuh yang memancar dari tubuhnya jauh melampaui Tetua Mo maupun Tetua Penjaga Aula. Tekanan spiritualnya merambat bagaikan jaring tak kasatmata, memaksa ribuan murid luar di pelataran itu menundukkan kepala mereka dalam-dalam.

​Bahkan Xuan Chen pun harus mengerahkan kekuatan Lapisan Tiga-nya hanya untuk sekadar berdiri tegak menahan beban di bahunya. Ia tidak menunduk sepenuhnya, melainkan menyembunyikan tatapannya , mengamati sosok di atas langit dengan penuh perhitungan.

​"Dengarkan baik-baik, serangga-serangga sekte luar!" suara pria itu menggelegar, bergema tepat di dalam gendang telinga setiap orang yang hadir.

​Keheningan langsung menguasai pelataran. Bahkan embusan angin pun seolah takut untuk bersuara.

​"Tiga hari yang lalu, sebuah retakan dimensi terbuka di perbatasan wilayah empat sekte. Sebuah Fenomena Alam Rahasia telah muncul," ucap Tetua itu, kata-katanya dijeda oleh aura dingin yang menyapu kerumunan.

​Gumam tertahan menyebar di antara beberapa murid senior. Alam Rahasia! Itu berarti ada ada warisan dan harta kuno, tanaman spiritual langka, artefak, dan warisan dari era masa lalu. Mata beberapa murid langsung berkobar oleh keserakahan.

​Tetua di atas pedang terbang itu mendengus dingin, seolah bisa membaca isi kepala para muridnya. "Jangan senang dulu. Segel pelindung Alam Rahasia itu memiliki hukumnya sendiri. Beberapa hari terakhir, pakar-pakar dari Ranah Pengumpulan Qi hingga Ranah Lautan Qi mencoba menembus masuk."

​Pria itu menyipitkan matanya. "Namun, formasi purba itu menolak apa pun yang memiliki Lautan Qi. Para elit dan Tetua yang memaksa masuk memuntahkan darah, bahkan beberapa di antaranya tewas tercabik-cabik oleh badai dimensi. Segel itu... hanya mengizinkan manusia dengan fisik fana di Ranah Penempaan Tubuh untuk melewatinya."

​Mendengar hal itu, Xuan Chen yang berada di tengah barisan langsung merajut alisnya. Otaknya berputar cepat, merangkai setiap informasi tanpa sedikit pun euforia yang membutakan.

​“Hukum penolakan Qi?” batin Xuan Chen dingin. “Alam rahasia yang hanya bisa dimasuki oleh ranah terendah dalam rantai makanan kultivasi. Petinggi sekte tidak bisa masuk, tetapi harta di dalam sana terlalu menggoda untuk dilewatkan.

​Dan tentu saja, sekte ini memiliki persediaan umpan hidup yang sangat melimpah: para murid luar.

​"Oleh karena itu," lanjut sang Tetua, memecah analisis Xuan Chen. "Empat penguasa wilayah—Tiga Sekte Aliran suci dan Sekte Jurang Jiwa—telah duduk bersama dan mencapai sebuah kesepakatan. Retakan itu hanya bisa menampung seratus orang sebelum energinya runtuh. Masing-masing sekte berhak mengirimkan dua puluh lima perwakilan dari Ranah Penempaan Tubuh."

​Tidak ada satu pun murid yang berani mengangkat wajah untuk memprotes, apalagi bertanya mengapa hanya dua puluh lima orang yang dipilih. Di hadapan tekanan seorang ahli dari petinggi sekte, berucap tanpa izin adalah cara tercepat untuk menghancurkan Dantian sendiri.

​"Kalian mungkin hanya serangga rendahan di mataku," Tetua itu mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap ribuan murid dengan tatapan meremehkan sekaligus menuntut. "Tetapi di dalam Alam Rahasia nanti, kalian akan membawa panji Sekte Jurang Jiwa. Kita tidak mengirim sampah yang hanya tahu cara bersembunyi untuk berhadapan dengan sekte-sekte munafik beraliran suci itu. Kita mengirim monster yang sanggup merobek leher mereka!"

​Tetua itu mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi. Dengan satu sentakan keras, ia melempar segumpal cahaya keemasan ke udara. Cahaya itu meledak, terpecah menjadi dua puluh lima sinar kecil yang melesat bagaikan meteor, menghilang menembus kabut hitam di arah utara wilayah sekte.

​"Dua puluh lima Token Darah telah disebar di dalam Hutan Bayangan!" suara Tetua itu kini berubah menjadi raungan perang yang memekakkan telinga.

​"Kompetisi seleksi akan dimulai besok saat matahari terbit! Peraturannya sangat sederhana: Masuklah ke dalam Hutan Bayangan, temukan tokennya, dan pastikan benda itu tetap berada di tanganmu hingga matahari terbenam."

​Xuan Chen memutar bola matanya perlahan ke arah murid-murid di sekitarnya.

​Xuan Chen sama sekali tidak tahu tempat seperti apa Hutan Bayangan itu, namun reaksi orang-orang di sekitarnya sudah cukup untuk memberinya satu kesimpulan: Tempat itu bukan sekadar arena pertarungan biasa.

​"Di Hutan Bayangan besok," Tetua itu menyeringai kejam, sebuah ekspresi yang sangat khas dari penganut Jalan Demonic. "Tidak ada batasan. Tidak ada aturan kelompok. Tidak ada larangan untuk membunuh, merampok, atau dengan cara apapun. Siapa pun yang melangkah keluar dari batas hutan dengan memegang token saat langit gelap, dialah yang akan mewakili sekte ini ke Alam Rahasia."

​Tanpa memberi ruang untuk berdiskusi, Tetua itu memutar pedang raksasanya. Gelombang angin yang sangat kencang menyapu pelataran saat sosoknya melesat kembali menembus awan hitam, menghilang dari pandangan dan meninggalkan atmosfir yang sangat menyesakkan di bawah.

​Hening sejenak.

​Lalu, secara serentak, ribuan murid luar itu saling menjaga jarak. Wajah-wajah yang beberapa detik lalu menatap ke langit dengan patuh kini menoleh ke arah satu sama lain dengan pandangan buas bagai serigala kelaparan. Niat membunuh yang tadinya tertahan kini menguar tebal, mengubah pelataran sekte menjadi ladang ranjau imajiner di mana setiap orang adalah musuh.

​Dua puluh lima slot kuota. Ribuan kandidat. Besok, Hutan Bayangan akan dialiri oleh sungai darah.

​"Jangan pikir kau bisa merebut token itu hidup-hidup," desis seorang murid bertubuh kekar ke arah rekannya sendiri yang berdiri dua langkah darinya.

​"Kita lihat saja besok, siapa yang akan menjadi mayat tanpa kepala," balas rekannya dengan wajah licik..

​Xuan Chen tidak ikut dalam perang urat saraf murahan itu. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berbalik arah. Langkahnya tenang, tidak terburu-buru, menyusuri jalan setapak kembali menuju pondoknya. Di tengah lautan hawa membunuh dan tatapan beringas para kultivator yang siap saling menggorok leher, ketenangan Xuan Chen justru membuatnya tampak seperti bayangan yang tak tersentuh.

​Sebuah senyum tipis—begitu tipis hingga nyaris tak terlihat—terukir di bibir Xuan Chen.

​Tidak ada rasa takut akan apa yang menunggunya di Hutan Bayangan esok hari. Hanya ada insting primal yang bergejolak pelan di dalam nadinya; insting seorang pemangsa yang tak sabar menyambut malam perburuan.

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!