NovelToon NovelToon
Zuraida & Si Kembar

Zuraida & Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Hanya karena menolong seorang pria Zuraida difitnah sampai diusir dari desa dan dinikahkan dengan pria itu. Pria yang menjadikannya seorang ibu bagi kedua anak laki-laki.

Bagaimana Zuraida yang dari desa menjalani hidup di kota di tengah rasa tidak suka anak-anak tiri dan pihak keluarga suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Di desa sudah tidak ada Zuraida. Informasi yang didapat dari keluarga Zuraida sekaligus calon istrinya Zuraida sudah kembali ke rumah suaminya. Sementara anak-anak Zuraida mencarinya.

Lalu ke mana perginya Zuraida?.

Firman pulang ke desa hanya untuk memastikan satu hal itu. Mencari pun mau ke mana? Sama seperti yang lainnya Zuraida tidak bisa dihubungi. Ia pamit lagi pada calon istrinya untuk kembali ke kota. Setidaknya ia sudah tahu Zuraida tak ada di desa.

Di sini ia tak mengenal ada keluarga Zuraida. Rasanya tak mungkin Zuraida masih di sini. Tapi ke mana perginya perempuan itu.

Di jalan Firman berpapasan dengan Arfan. Keduanya turun dari kendaraan masing-masing.

"Aku tahu ini desamu tapi aku harap kamu tidak sedang menemui istriku di sini." Sinis Arfan. Pria itu selalu cemburu pada Firman.

Firman tersenyum tipis.

"Sayangnya iya aku ingin menemui Zuraida tapi Zuraida tak ada di sini. Zuraida sudah pergi tapi nggak ada yang tahu ke mana perginya. Yang mereka tahu Zuraida pulang ke rumahmu."

"Apa kamu bilang?," Arfan marah. Hampir saja berhasil menarik kerah kemeja Firman jika pria itu tidak menghindar. Arfan begitu terbakar api cemburu.

"Berani-beraninya kamu menemuiku istriku!," bentak Arfan sambilan mendekat lagi namun Firman segera menghindar.

"Pak Arfan tidak dengar?," nada suara Firman pun meninggi. "Zuraida sudah tidak ada di sini! Zuraida sudah pergi!."

Arfan terdiam mencerna apa yang dikatakan Firman.

"Maksudmu Zuraida nggak ada di rumahnya?."

"Iya."

"Kembali ke rumahku?."

"Iya."

"Tapi nggak ada." Arfan mengusap wajahnya.

"Aku tahu dari anak-anaknya Pak Arfan. Makanya aku ke sini untuk memastikan tapi ternyata di sini pun Zuraida nggak ada."

Tubuh Arfan terasa lemas. Ia duduk di kap mobil. Wajahnya pucat.

"Aku nggak tahu harus mencari Zuraida ke mana sebab handphonenya nggak bisa dihubungi." Kata Firman.

Arfan tak lagi bicara, ia menaikkan mobil dan ingin memastikan sendiri. Dan ternyata benar Zuraida tak ada seperti yang dikatakan Firman.

Arfan pun kebingungan harus mencari Zuraida ke mana. Arfan tak tahu lagi siapa keluarga Zuraida.

Satu bulan kemudian.

Wilona menyodorkan hasil tes kehamilannya. Arfan tidak kaget karena pikirannya masih pada Zuraida. Ia belum tahu di mana Zuraida dan harus mencarinya ke mana lagi.

Ia menatap biasa saja laporan kehamilan milik Wilona.

"Kita harus menikah!," desak Wilona.

"Aku nggak bisa," lirih Arfan. Ia sudah lelah meladeni Wilona. Marah pun sangat percuma hanya membuang energinya saja.

"Aku hamil anakmu Ar! Aku nggak mau anak ini lahir tanpa status. Bagaimana kata orang nanti?."

"Kenapa kamu pikirkan itu sekarang?. Kenapa nggak saat itu? Kamu tahu aku nggak bisa menikahimu lagi karena aku sudah beristri, aku mencintai istriku."

"Kamu yang mulai Ar!," Wilona tak terima disalahkan.

"Kamu harus menikahiku!," masih mendesak Arfan.

"Aku nggak bisa," Arfan tetap menolak.

Wilona mulai menangis kencang. Terus menyalahkan Arfan karena kehamilannya, meminta Arfan bertanggung jawab dengan menikahinya.

"Lahirkan anak itu dan berikan padaku, cuma itu yang bisa aku lakukan." Arfan tetap pada pendiriannya.

"Semua kebutuhanmu dan anak itu biar aku tanggung. Kamu boleh tinggal di rumahku sampai anak itu lahir setelahnya aku minta kamu pergi."

"Nggak bisa Ar, kita harus menikah!."

Arfan tak lagi bicara. Tenaganya benar-benar sudah habis. Sementara ia masih harus mencari Zuraida.

Arfan mengusap lagi kasar wajahnya. Ia meminta Adrian masuk ke ruangannya.

"Tolong carikan aku apartemen dekat-dekat sini aja."

"Baik, Pak. Ada lagi?."

"Tolong carikan perempuan yang ada di photo ini. Aku nggak tahu lagi harus ke mana mencarinya."

Adrian mengambil photo tersebut, memasukkannya ke dalam saku jasnya. Lalu pergi dari di ruangan.

Untuk sementara Arfan akan pulang ke apartemen. Bukan mau menghindar dari tanggung jawab terhadap Wilona dan bayinya. Hanya saja ia juga perlu mendinginkan kepalanya yang terus mendidih.

Arfan merebahkan tubuh lelahnya di atas sofa. Ia tidak bisa benar-benar tenang, Zuraida telah merenggut semuanya darinya. Kehidupannya tak ada lagi artinya tanpa Zuraida. Belum lagi anak-anak merengek terus menanyakan Zuraida.

"Kamu di mana Zuraida?."

Sementara itu di rumah, Wilona sedang menangis tersedu di depan orang tua Arfan dan anak-anaknya. Wilona meminta bantuan kepada mereka semua supaya meyakinkan Arfan menikahinya lagi karena ada bayi Arfan yang sedang dikandungnya.

"Kamu tenang dulu," mama Arfan menenangkan. Memeluk Wilona sebentar lalu melepaskannya lagi. Mengusap air mata pada pipi Wilona.

"Arfan pasti mau menikahimu lagi, tenang saja." Mama sangat yakin putranya mau bertanggung jawab dengan menikahi Wilona.

"Iya, aku akan bicara pada Arfan." Papa ikut membantu meyakinkan Wilona.

"Anak-anak juga pasti membantu Wilona. Iya kan Sena, Sena?."

Kedua anak itu hanya diam. Entah kenapa mereka tidak suka daddy mereka kembali pada mommynya. Mereka sudah sangat sayang para Zuraida.

"Iya kan Sean, Sena?." Oma bertanya lagi.

Keduanya pun mengangguk pelan. Meski dalam pikiran mereka dipenuhi Zuraida.

"Sudah jangan menangis lagi kasihan bayimu." Mama memeluk Wilona lagi.

Hari berganti malam, Arfan belum juga pulang ke rumah. Di depan Wilona menunggunya. Perempuan itu uring-uringanan, Sean dan Sena kena sasarannya.

"Kalian pake acara sering nyebut Zuraida jadi daddy nggak mau nikahi mommy lagi." Terus saja Wilona menyalahkan kedua putranya.

"Bagaimana ini Ma, Pa?." Rengeknya pada kedua orang tua Arfan.

"Tenang dulu mungkin Arfan masih di kantor." Kata papa Arfan.

"Arfan udah pulang dari tadi Pa."

"Mungkin terjebak macet." Sahut Papa.

"Nggak mungkin selama ini Pa. Pasti Arfan bersama Zuraida."

"Nggak mungkin juga Wilona, kamu tahu sendiri Arfan masih mencari keberadaan Zuraida." Sanggah mama Arfan.

"Siapa tahu Arfan menyembunyikan Zuraida." Tuduh Wilona.

"Nggak mungkin." Respon orang tua Arfan.

Sampai tengah malam Arfan tak kunjung pulang. Untuk pertama kalinya ia bisa tidur nyenyak walau beberapa jam karena sekarang ia sudah bangun dan mandi. Tubuh segarnya membawa pikirannya ikut segar. Ia segera menghubungi Adrian.

"Besok aku masih mau istirahat di sini. Jangan biarkan ada yang tahu keberadaanku untuk sementara waktu."

"Baik Pak Arfan."

Pikirannya sangat jernih dengan kesendiriannya walau hatinya selalu ada Zuraida. Arfan sangat kehilangan istrinya. Arfan sangat mencintai istrinya sehingga tak mungkin menikahi Wilona sebab alasan apa pun.

Keesokan paginya.

Anggota keluarga yang sedang sarapan dikejutkan dengan kedatangan seseorang.

"Untuk apa kamu kembali lagi Zuraida?." Wilona tak memberi akses pada perempuan itu yang memang Zuraida.

"Zuraida..." Sena dan Sean semangat memanggil perempuan yang sangat dirindukannya itu.

Zuraida tersenyum pada si kembar.

"Kamu tahu aku dan Arfan akan segera memiliki bayi dan kami akan menikah."

Zuraida menatap perut Wilona sambil tersenyum.

"Selamat Wilona." Zuraida begitu tenang menanggapinya.

Bersambung

1
Elina thea
fix~~~ Zuraida wanita paling bodoh kalo sampai kembali sama suami yg suka celap celup kayak Arfan,harusnya si Arfan merasa beruntung nikah sama Zuraida... statusnya aja duda anak dua,eh masih aja suka celap celup sama mantan yg dah membuang dia lagi,ih amit-amit...
Mai_mai
cepat lah ketahuan tentang sena kalo bisa pindah sekolah saja
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor cerita bagus bgt .
𝐈𝐬𝐭𝐲
sena udah salah jalan semoga orang tuanya segera menyadarinya... dan Sena masih bisa di selamatkan kalo bisa pindah dari sekolahan itu...
Soraya
q mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!