NovelToon NovelToon
Kontrak Naga

Kontrak Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Seorang gadis tanpa bakat.
Menjadi aib bagi sebuah keluarga sihir api yang berkuasa.
Sebuah pengkhianatan yang menjatuhkannya ke jurang maut.

Tapi di kegelapan jurang, takdir memilihnya.
Kontrak dengan naga kuno mengubahnya menjadi wadah dari seluruh elemen.

Dari sampah keluarga ... menjadi ancaman bagi dunia.
Dari yang dibuang ... menjadi yang ditakuti.

Ini kisah tentang kebangkitan.
Ini kisah tentang KONTRAK NAGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8 Bayangan Di Ashfall

Berita bergerak sangat cepat, lebih cepat daripada kepulan asap hitam yang selalu menyelimuti langit Kota Ashfall, kerajaan Ignis. Kabar tentang kemunculan sosok misterius yang mengendalikan elemen air dan tanah telah melompati batas-batas wilayah, memicu kasak-kusuk di kedai-kedai kumuh hingga ke dalam ruang kemudi para penguasa.

Di dalam aula utama kerajaan Ignis di Kota Ashfall, kediaman Veyra yang berlantai marmer hitam, Seraphina si Putri Palsu tidak bisa lagi menahan amarahnya setelah seorang pengawal melaporkan tentang keberadaan penyihir yang menguasai dua elemen sekaligus.

Prang!

Keheningan ruangan itu pecah seketika saat Seraphina membanting cangkir porselen di tangannya ke lantai. Serpihan kaca dan sisa teh hangat berserakan, mencerminkan kilatan amarah di matanya yang merah menyala.

Kedua tangannya mengepal hingga buku-bukunya memutih, kukunya yang panjang menancap pada daging telapak tangan, tapi itu tak terasa perih. Lebih perih harga dirinya yang dianggap sebagai jenius dan hanya memiliki satu elemen.

"Sang Penyihir Air? Sang Penyihir Tanah? Omong kosong!" seru Seraphina, suaranya menggema di antara pilar-pilar batu. Tak terima ada yang lebih hebat dari pada dirinya.

"Bagaimana mungkin kekuatan yang sudah punah tiba-tiba bangkit tanpa ada yang tahu siapa dan dari mana asalnya Penyihir itu? Ini pasti rekayasa!" katanya dengan emosi meledak di dalam dirinya.

Semua orang terdiam, para menteri pun rasanya sulit untuk mempercayai hal tersebut. Sudah seribu tahun yang lalu, sejak kegelapan menyerang, jenius yang menguasai lebih dari satu elemen tidak pernah muncul lagi.

"Kabarnya pertama kali dia muncul di desa kecil Elora. Dia menyelamatkan warga desa dari serangan bandit dengan menggunakan elemen air," cetus salah seorang menteri semakin membuat panas hati Seraphina.

Ah, Seraphina! Bagaimana jika kau tahu Penyihir itu adalah orang yang pernah kau buang ke dalam jurang kematian?

Di ujung meja panjang, di singgasana raja, Lord Ignis tetap duduk dengan tenang, meski aura kehangatan yang mengintimidasi terpancar dari tubuhnya. Genggaman tangannya pada cangkir menguat. Ia menyipitkan mata, menatap sisa-sisa cangkir di lantai yang hancur sebelum mengalihkan pandangan dinginnya ke arah para pengawal.

"Selidiki," perintah Lord Ignis, suaranya berat dan penuh penekanan, "siapa dia sebenarnya. Aku tidak peduli apakah dia hantu dari masa lalu atau bualan buatan musuh. Temukan dia sebelum kerajaan lain memanfaatkannya." Titah selanjutnya sekaligus menghancurkan cangkir porselen di tangannya.

Prak!

"Baik, Yang Mulia!" sahut para pengawal dengan tegas.

"Bawakan ke hadapanku hidup-hidup! Aku ingin tahu siapa dia dan dari mana asalnya? Jika dia hanya seorang pembohong, aku sendiri yang akan menghukumnya," ujar Seraphina dengan sikapnya yang angkuh.

Ia mengepalkan tinju dan mengangkatnya sebatas dada.

Bash!

Sihir api dengan kekuatan besar muncul, membuat takjub para menteri. Memang layak disebut jenius dari Ignis, dan layak disandingkan dengan putra jenius Ignis, Rayn Ardent.

"Kerajaan Ignis memiliki putri berbakat seperti Nona Seraphina sungguh sebuah keberuntungan. Kerajaan lain tentu saja tidak bisa meremehkan kerajaan kita," ucap salah satu menteri memuji kehebatan sihir api milik Seraphina.

Lord Ignis tersenyum bangga, keputusannya membuang Aurelia dan hanya mengakui Seraphina adalah benar.

"Begitu dua kerajaan besar Ignis bersatu, maka kekuatan negara kita tidak akan terkalahkan. Bahkan, kita bisa menguasai dunia Aethervan ini," seru menteri yang lain disambut gelak tawa yang lainnya.

Seraphina menatap langit-langit ruangan, lampu kristal mewah menggantung dengan indah. Ia bertekad harus mendapatkan Rayn meskipun dia lemah, tapi orang tuanya punya kekuatan hebat dan juga pasukan yang kuat.

****

Sementara di tempat lain, di barat kota Ashfall, ketegangan membakar aula utama kerajaan Ardent. Kerajaan besar pertama di Ignis, kediaman keluarga Ardent. Atmosfer yang jauh berbeda menyelimuti bagian barat kota tersebut. Di dalam perpustakaan pribadi yang megah, aroma kertas tua dan minyak lampu menenangkan udara. Di balik tumpukan tebal kitab-kitab kuno, Rayn Ardent duduk bersandar.

Memikirkan kabar tentang Penyihir dengan dua elemen sekaligus. Air dan tanah. Kitab di tangannya tak lagi menarik untuk dibaca, pikirannya melayang pada sosok yang sedang menjadi pembicaraan di seluruh dunia Aethervan, terutama di kota Ashfall.

Ketukan langkah kaki pelayan yang membawa kabar terbaru barusan sempat mengalihkan perhatiannya. Kemudian setelah pelayan itu pergi, Rayn mendongak ke arah jendela yang menampilkan pemandangan kota berasap di bawah sana.

"Sang Badai ...." gumam Rayn pelan. Sudut bibirnya terangkat, membentuk sebuah senyuman tipis yang sulit diartikan. "Menarik. Siapapun dia, aku harus mencari tahu sendiri."

Dengan gerakan perlahan tapi pasti, dia menutup buku tebal yang sejak tadi dibacanya. Buku itu berdentum pelan saat mendarat di atas meja kayu ek. Di atas sampul kulitnya yang hitam legam, embos emas berbentuk lambang naga tampak berkilau, seolah-olah makhluk mitos itu siap bangkit dari tidurnya.

"Sang Badai? Siapa kau sebenarnya?" gumamnya masih dengan senyum tipis tersemat di bibir.

Rayn berdiri, merapikan jubahnya yang berwarna merah tua, lalu melangkah keluar dari perpustakaan menuju ruang kerja sang ayah. Langkahnya mantap, dipenuhi determinasi baru yang sudah lama tidak ia rasakan. Petualangan dan perburuan.

Ia membuka pintu ruang kerja tanpa ragu, menatap langsung pada sosok pria paruh baya yang masih sibuk dengan peta taktik di mejanya.

"Ayah, aku mau keluar," ujar Rayn tanpa basa-basi. "Ada 'aset' yang harus aku lihat sendiri," katanya lagi sambil tersenyum saat laki-laki paruh baya itu mendongak, menatapnya.

"Ke mana tepatnya? Ibumu pasti akan bertanya kepadaku. Dan kau tahu bagaimana dia jika aku tidak memberinya jawaban," balas sang ayah yang merasa takut akan kemarahan sang istri.

Rayn tertawa kecil, kakinya melangkah memasuki ruang kerja sang ayah. Di bawah terpaan sinar lampu, wajah tua itu masih tampak gagah dan tampan.

"Ayah tentunya sudah tahu kabar tentang Sang Badai itu, bukan?" ucap Rayn.

Lord Valoris Ardent mendongak cepat, menatap putranya dengan mata melebar. Siapa yang tidak tahu tentang kabar itu.

"Kau ... ingin mencarinya?" Pertanyaan itu meluncur dengan ragu.

Ia tahu bagaimana sifat anaknya. Rayn selalu merasa penasaran dengan hal-hal baru. Dia akan selalu mencari tahu sampai rasa penasarannya terobati. Sekarang, ke mana dia akan mencari?

Rayn mengangguk kecil.

"Dengar! Tidak ada yang tahu tentang siapa dan dari mana asal Penyihir itu," ucap sang ayah cemas.

"Desa kecil Elora. Aku akan memulai pencarian dari desa kecil itu. Lagipula, kabar ini datang dari mulut para penduduk di sana," jawab Rayn seraya berbalik dan berjalan keluar tanpa peduli reaksi sang ayah.

"Kau harus berpamitan pada ibumu!" teriak Lord Valoris sebelum Rayn benar-benar menghilang.

"Mengerti!" Rayn mengangkat tangan tanpa menoleh.

Lelaki paruh baya itu menghembuskan napas panjang dan berat.

1
beybi T.Halim
kok yaa kasihan,kan ada 4 kerajaan apakah tak ikut bertempur?? atau malah sdh mati semua🙈
Aisy Hilyah: nah itu, udah ngilang semua itu
total 1 replies
beybi T.Halim
ceritanya sungguh bagus,sepanjang episode nahan nafas terus,karakter eliya sang badai benar2 tangguh,kuat dan tentunya ada sisi melow nya ,dikelilingi pangeran tampan dari 4 kerajaan, tak sabar untuk episode berikutnya👍👍👍👍👍semangat
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍😍
total 1 replies
beybi T.Halim
keren👍
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Pena Quality
nice
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!