Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benda yang Seharusnya Belum Muncul
Suara percakapan langsung terdengar di berbagai sudut ruangan.
“Akhirnya!”
“Cepat keluarkan barangnya!”
“Aku ingin melihat apa yang sebenarnya ditemukan Keluarga Fei.”
“Katanya mereka menemukan sesuatu yang bahkan membuat para tetua keluarga mereka terkejut.”
Di lantai atas, Hang Xue juga memperhatikan panggung dengan lebih serius. Kang Wei yang berdiri di sampingnya ikut mengamati.
“Sepertinya barang-barang dari makam itu memang tidak biasa.”
Hang Xue mengangguk pelan.
“Itulah sebabnya begitu banyak orang datang hari ini.”
Di bawah, Boqin Changing hanya menguap kecil.
“Semoga tidak terlalu lama.”
Pembawa acara memberi isyarat. Dua orang pelayan membawa sebuah kotak kayu besar ke atas panggung.
Kotak itu kemudian dibuka. Di dalamnya terdapat sebuah gelang berwarna hitam yang tampak sangat tua.
Pembawa acara mengangkat gelang tersebut.
“Barang pertama dari makam kuno adalah sebuah Gelang Pelindung Jiwa!”
“Menurut pemeriksaan para ahli Rumah Lelang Awan Senja, gelang ini mampu membentuk lapisan pelindung yang dapat menahan serangan jiwa yang menyasar jiwa kita.”
Suasana langsung meledak.
“Benarkah?”
“Kalau begitu benda ini sangat berharga!”
Pembawa acara tersenyum.
“Harga awalnya adalah tiga ratus koin emas!”
“Empat ratus!”
“Lima ratus!”
“Enam ratus!”
“Delapan ratus!”
Penawaran terus meningkat. Dalam waktu singkat, gelang tersebut berhasil terjual dengan harga dua ribu koin emas. Pemenangnya adalah seorang pria dari keluarga bangsawan yang duduk di barisan atas.
Boqin Changing hanya melirik gelang itu sekilas.
“Biasa saja.”
Ia kembali menyandarkan tubuhnya ke kursi. Barang kedua kemudian dibawa keluar.
Kali ini sebuah kalung dengan batu giok berwarna merah.
“Kalung Api Darah!”
“Kalung ini dapat meningkatkan kekuatan seorang pendekar untuk sementara waktu. Meskipun memiliki efek samping tertentu, kalung tersebut tetap merupakan barang yang sangat langka.”
“Harga awal lima ratus koin emas!”
“Enam ratus!”
“Delapan ratus!”
“Seribu!”
Penawaran kembali berlangsung sengit. Beberapa kelompok bahkan mulai saling menaikkan harga hanya karena tidak ingin kalah.
“Dua ribu!”
“Tiga ribu!”
“Empat ribu!”
“Lima ribu!”
Suara-suara tersebut terus terdengar.
Akhirnya, kalung terjual seharga tujuh ribu koin emas.
Boqin Changing kembali menghela napas.
“Kalau begini terus, aku benar-benar bisa tertidur.”
Ia menopang kepalanya dengan satu tangan.
Sementara itu, barang ketiga, keempat, dan kelima terus dikeluarkan. Sebuah batu spiritual kuno, sebuah senjata yang patah, beberapa bahan obat langka, dan sebuah teknik bela diri kuno. Semuanya berasal dari makam yang ditemukan Keluarga Fei.
Meskipun kualitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan barang-barang sebelumnya, bagi Boqin Changing semua itu tetap tidak lebih dari benda biasa.
Namun bagi peserta lainnya, barang-barang tersebut merupakan harta yang sangat berharga. Suasana semakin panas. Terutama ketika sebuah teknik bela diri kuno berhasil menarik perhatian dua kelompok besar.
“Delapan ribu koin emas!”
Seseorang dari sisi kiri ruangan langsung mengangkat nomor penawarannya.
“Sepuluh ribu!”
Kelompok di sisi kanan segera membalas.
“Dua belas ribu!”
“Lima belas ribu!”
“Dua puluh ribu!”
Suasana menjadi hening sesaat. Harga sebesar itu jelas bukan jumlah kecil.
Namun salah seorang pria dari kelompok pertama justru berdiri.
“Dua puluh lima ribu!”
Tatapannya penuh kesombongan. Pria dari kelompok lawan langsung berdiri pula.
“Jangan terlalu sombong. Tiga puluh ribu!”
“Empat puluh ribu!”
“Lima puluh ribu!”
Beberapa orang mulai berbisik.
“Bukankah mereka adalah Keluarga Luo dan Kamar Dagang Sungai Merah?”
“Benar.”
“Sepertinya kedua kelompok itu memang sudah lama bermusuhan.”
Pembawa acara tetap tersenyum, meskipun tatapannya sedikit berubah.
“Mohon para tamu tetap tenang. Rumah Lelang Awan Senja tidak mengizinkan pertikaian terjadi di dalam tempat ini.”
Namun pria dari Keluarga Luo justru mendengus.
“Kami hanya sedang melakukan penawaran.”
Pria dari Kamar Dagang Sungai Merah tertawa dingin.
“Kalau tidak punya cukup koin emas, jangan ikut lelang.”
Mendengar ucapan itu, wajah pria Keluarga Luo berubah.
“Kurang ajar!”
Aura kuat langsung keluar dari tubuhnya.
Beberapa peserta di dekatnya segera mundur. Namun sebelum pria tersebut sempat melakukan sesuatu, beberapa sosok tiba-tiba muncul di sekitar area lelang.
Wusss!
Aura para pendekar Rumah Lelang Awan Senja langsung menekan seluruh ruangan. Seorang pria tua berjalan ke depan.
“Ini adalah Rumah Lelang Awan Senja.”
Suaranya terdengar dingin.
“Siapa pun yang membuat keributan akan dikeluarkan.”
Aura yang jauh lebih kuat langsung menyelimuti ruangan. Wajah pria Keluarga Luo berubah pucat. Ia akhirnya mendengus dan kembali duduk.
“Baiklah!”
Pria dari Rumah Dagang Sungai Merah juga tidak berkata apa-apa lagi.
Pembawa acara segera melanjutkan lelang, dan Keluarga Luo tidak melanjutkan penawaran mereka lagi.
“Baiklah. Teknik bela diri kuno ini akhirnya terjual seharga lima puluh ribu koin emas.”
Ketegangan perlahan mereda. Namun semua orang kini semakin berhati-hati. Mereka sadar bahwa semakin mendekati barang terakhir, persaingan akan semakin sengit.
Boqin Changing memperhatikan semua itu dengan tatapan tenang. Ia bisa melihat antusiasme di wajah para peserta. Ia juga bisa merasakan ketegangan yang semakin meningkat. Namun semua itu tidak membuatnya tertarik.
Bahkan, setelah beberapa saat, matanya perlahan menyipit.
“Hm...”
Kepalanya sedikit terangguk. Ia hampir tertidur.
“Benar-benar membosankan.”
Boqin Changing sama sekali tidak menyadari bahwa seseorang di dalam ruangan justru sedang memperhatikan perubahan sikapnya. Dari lantai atas, Hang Xue melihat Boqin Changing yang tampak sama sekali tidak tertarik dengan berbagai harta dari makam kuno.
Ia sedikit mengernyit.
“Dia benar-benar tidak tertarik?”
Kang Wei ikut memperhatikan.
“Sepertinya begitu.”
“Padahal barang-barang itu bahkan membuat beberapa keluarga besar bertarung memperebutkannya.”
Hang Xue terdiam. Namun semakin ia memperhatikan pemuda tersebut, semakin ia merasa aneh. Seolah-olah semua benda yang dianggap berharga oleh orang lain sama sekali tidak layak mendapatkan perhatian pemuda itu.
Hang Xue bergumam pelan.
“Siapa sebenarnya dia?”
Sementara itu, lelang terus berlangsung. Barang demi barang berhasil terjual. Harga juga semakin tinggi.
Namun akhirnya, semua barang yang berasal dari makam kuno hampir selesai dilelang. Pembawa acara kembali berdiri di tengah panggung. Ia tersenyum sambil memandang seluruh peserta.
“Para tamu sekalian.”
“Sekarang kita telah sampai pada barang terakhir yang ditemukan Keluarga Fei dari makam kuno tersebut.”
Seketika seluruh ruangan menjadi sunyi. Tidak ada lagi percakapan. Semua orang menatap panggung. Bahkan Boqin Changing yang sejak tadi hampir tertidur akhirnya membuka matanya.
Pembawa acara tidak langsung mengeluarkan barang tersebut.
Ia justru berkata,
“Namun, barang ini sedikit berbeda dari benda-benda sebelumnya.”
“Menurut laporan Keluarga Fei, mereka sendiri tidak dapat memastikan apa sebenarnya benda ini.”
Suasana semakin tegang.
“Benda tersebut ditemukan jauh di dalam bagian terdalam makam.”
“Tidak ada tulisan yang dapat dibaca.”
“Tidak ada catatan mengenai pembuatnya.”
“Dan yang paling aneh...”
Pembawa acara berhenti sejenak.
“Benda tersebut bahkan tidak dapat dihancurkan.”
Beberapa peserta langsung saling berpandangan.
Di lantai atas, mata Hang Xue juga menunjukkan rasa penasaran. Sedangkan Boqin Changing yang awalnya terlihat mengantuk perlahan duduk tegak.
Pembawa acara kemudian memberi isyarat kepada beberapa pelayan. Mereka mendorong sebuah kotak besi besar ke atas panggung.
Kotak tersebut tampak tua. Permukaannya dipenuhi bekas goresan dan simbol-simbol aneh yang sudah hampir pudar.
Ketika kotak itu diletakkan di tengah panggung,
Duk!
Suara berat terdengar.
Pembawa acara berdiri di sampingnya.
“Dan inilah... barang terakhir dari makam kuno.”
Tangannya perlahan menyentuh penutup kotak.
“Benda misterius yang hingga saat ini belum berhasil dipecahkan oleh siapa pun.”
Klik!
Kunci kotak terbuka.
Seluruh ruangan menahan napas. Penutupnya perlahan terangkat.
Pada saat benda di dalamnya terlihat, tatapan Boqin Changing langsung berubah.
“...Ini?”
Untuk pertama kalinya sejak memasuki Rumah Lelang Awan Senja, ekspresi tenang di wajah Boqin Changing menghilang. Ada keterkejutan samar di matanya.
Benda yang berada di dalam kotak tersebut, adalah sesuatu yang pernah ia lihat sebelumnya. Bukan di kehidupan keduanya ini. Melainkan dalam ingatan kehidupan pertamanya.
Sebuah benda yang seharusnya tidak mungkin muncul di tempat ini.