Lanjutan Between Two Brothers
Putus dari Prince Louis Carrington of England, membuat Ashley Moretti memilih pergi ke Glasgow Skotlandia untuk berlibur disana. Tanpa disangka dirinya harus terjebak dengan seorang pria Skotlandia arogan yang membutuhkan pengantin demi tetap mempertahankan klan Ferguson.
Gavin Ferguson diharuskan segera menikah pada tanggal yang sudah ditetapkan demi klannya tetap berkuasa di Glasgow dan Highland Scotland yang orang-orangnya biasa disebut Highlander. Dan pilihannya adalah seorang gadis yang sedang melukis di tebing Glasgow dekat dengan kastilnya.
Bagaimana kacaunya kehidupan rumah tangga dua orang yang sama-sama keras kepala dan sama-sama tukang ngeyel? Apalagi Ashley mengetahui kalau Gavin adalah rival ayahnya, Alessandro Moretti untuk merebutkan sebuah lahan di Glasgow.
Gen ketujuh ya
Follow my IG @hana_reeves_nt
JANGAN PLAGIAT KARENA JIWA GESREK KITA BERBEDA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ashley Penasaran
Kamar Hotel tempat Ashley dan Gavin menginap di Brussels Belgia .
Ashley menatap wajah suaminya dengan perasaan penasaran. Ucapan Benoit Rao, membuatnya berpikir.
Kami menikah cepat... Sangat cepat malahan dan Gavin langsung menyetujui semua persyaratan Daddy. Ada apa ? Ashley melihat Gavin menyelesaikan ibadahnya karena tadi Ashley duluan sebab Gavin masih mengyrus pekerjaan dengan Steven.
Kening Ashley tampak berkerut membuat Gavin yang melihat istrinya seperti itu, merasa bingung.
"Kamu kenapa Darling?" tanya Gavin sambil menempatkan dirinya di sebelah Ashley.
Ashley tidak menjawab tapi dia menatap suaminya dengan raut cemas. "Vin..."
"Yes?"
"Apakah kamu tidak ada yang disembunyikan?" tanya Ashley penuh penekanan.
Giliran Gavin yang mengerutkan keningnya. "Sembunyikan apa? Kamu tahu soal perusahaan aku, keuangan aku ... Apalagi?"
"Kamunya. Apakah ada yang kamu sembunyikan?" cecar Ashley.
Gavin terkejut. "Bagaimana bisa kamu berpikiran seperti itu ? Setelah hampir tiga bulan menikah, kamu baru ribut?"
"Tidak..." gumam Ashley yang sebenarnya ingin konfrontasi tapi mereka hendak tidur dan bagi Ashley, pantang ribut saat mau istirahat.
Gavin menatap Ashley sedikit menyelidiki. "Ada apa Ash? Apa ada sesuatu?"
Ashley menggelengkan kepalanya.
"Sayang, kita tidur saja ya." Gavin merengkuh tubuh Ashley dan memeluknya. "Sudah, jangan berpikiran macam-macam."
Ashley hanya mengangguk sambil memeluk tubuh Gavin. Apa perasaan Ben saja ya jadi aku kepikiran. Ashley pun memejamkan matanya dan tak lama suara nafas teratur wanita itu, sedangkan Gavin masih menyalang matanya.
Apa yang kamu ketahui, Ash?
***
Pagi ini Ashley dan Gavin ikut acara kerajaan Belgia dengan undangan khusus. Keduanya pun langsung ikut berinteraksi dalam acara itu karena berisikan tentang budaya dan kuliner.
Richard dan Ashley pun ikut menimbrung bersama Ashley dan Gavin yang kedua pria itu juga mempromosikan tempat - tempat indah yang bisa dikunjungi para wisatawan dari Belgia.
Selama acara itu Gavin tidak lepas dari memeluk pinggang Ashley seolah tidak mau kehilangan istrinya sedetik pun. Ashley sendiri merasa ada yang berbeda dari cara Gavin memeluknya namun dia berusaha menutupinya.
Ashley sungguh penasaran dengan apa yang membuat suaminya berubah. Apa karena pertanyaan aku semalam? Namun wanita yang masih memiliki darah Italia itu, memilih menunggu pulang ke Skotlandia.
***
"Bagaimana Brussels Ashley?" tanya Violet saat mereka berdua sedang makan siang di halaman belakang istana. Violet sengaja ingin ngobrol berdua dengan iparnya karena ada maksud terselubung.
"Aku kan sering kemari mbak Vio, tapi tetap saja ada yang berbeda dan membuat aku selalu ingin kembali ke Brussels meskipun tidak seperti dulu" jawab Ashley sambil tersenyum.
"Kamu tahu. Aku semalam bertengkar dengan mas Arsya..." ucap Violet sendu.
"Kenapa?"
"Mau ikut hell Week lagi cobaaaa..." keluh Violet dramatis. "Ini yang ketiga kalinya... "
Ashley cekikikan. "Kagak kapok ya mbak..."
"Nggak ! Mana sekarang Hyde juga mau ikut gara-gara dikompori Vicenzo !" gerutu Violet.
"Padahal yang terakhir, mas Vincenzo sempat cedera tangan kan? Tapi tetap berusaha menyelesaikan hell Week" kekeh Ashley.
"Duh benar-benar deh ! Apa nggak mikir Akira dan aku !" ucap Violet gemas.
Ashley tertawa. "Kan mbak tahu sendiri kalau mas Arsya adrenalin junkie apalagi dua hell week lolos semua..."
"Ashley, tolong... Mbak minta tolong sama kamu, bilang sama mas Arsya, bilangin dia. Oke?" Violet menatap Ashley penuh permohonan.
"Iya mbak, coba nanti aku bilang ke mas Arsya."
Violet tersenyum. "Oke, sekarang yang penting. Aku ingin gaun buatan Morr. Bulan depan kamu ada acara kenegaraan ke Thailand dan aku bersama Mas Arsya ingin kembaran. Bermotif tidak apa-apa Ash, asalkan tampak khas Morr nya."
"Ukuran mbak Vio masih yang dulu...?" tanya Ashley sambil mencatat di ponselnya.
Violet menatapnya sebal. "Seriously Ash, badanku sudah berubah, d@d@ku naik satu nomor gara-gara masih kasih ASI eksklusif ke Akira. Ini lemak, ini baby fat, masih nempel belum pada hilang. Mas Arsya belum ijinkan aku nge-gym padahal aku sudah gemas dengan badanku ! Katanya nunggu Akira dua tahun... Really?"
Ashley terbahak mendengar ucapan kakak iparnya. "Masih terlihat langsing kok mbak..."
"Tapi Ash... Lihatin ini." Violet memperlihatkan lengannya yang sedikit mengendur.
"Mbak, bisa kencang lagi kok..." bujuk Ashley.
"Semoga deh... Biar baju lamaku bisa dipakai..."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Maaf pendek gara-gara minum obat flu
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Dapet aja visual super ganteng utk teman menghalu ❤️❤️❤️