Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.
One Piece System.
Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.
Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.
Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.
Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22: Konsolidasi Karang Hantu dan Strategi Baru
Roda pelayaran malam di perairan timur Negara Air perlahan mendekati akhirnya ketika semburat merah keemasan mulai memecah kegelapan langit di ufuk timur. Ombak sedang menghantam lambung Kapal Sloop Bertiang Dua dan Kapal Perintis 01 yang melaju beriringan, membelah kabut laut yang tebal menuju sisi utara Kepulauan Hagi.
Di haluan Kapal Sloop, Rian berdiri dengan mantel bertudung hitam yang berkibar halus ditiup angin pagi. Di sebelah kirinya, Izo berdiri anggun dengan jubah ungunya yang berkilauan, mengibaskan kipas perang bajanya secara perlahan seraya menatap lautan luas dengan mata yang memancarkan kecerdasan taktis kelas atas. Smoker berada di geladak belakang memegang kemudi bersama Tashigi, sedangkan Paulie dan Johnny mengawasi pergerakan kapal perintis di sebelah kanan.
Di bagian kargo bawah dan geladak tengah, Kaguya Gen bersama prajurit klan Kaguya lainnya serta enam warga klan Yuki duduk bersandar pada dinding kayu. Wajah-wajah yang sebelumnya dipenuhi rasa putus asa kini perlahan menunjukkan harapan baru setelah keluar hidup-hidup dari gumpalan pembantaian Pasukan Pembunuh Kirigakure.
"Tuan Rian," panggil Izo seraya menutup kipas bajanya dengan bunyi sret yang tajam. Suaranya terdengar jernih dan penuh wibawa. "Jalur laut di depan kita menunjukkan celah terumbu karang yang sangat rapat. Apakah itu posisi Pos Terdepan 2 yang Anda maksud?"
Rian menoleh pelan, mengangguk singkat. "Di balik benteng karang hitam itu terhampar Teluk Karang Hantu. Tempat yang terlindung total dari pandangan perairan luar."
Izo menyunggingkan senyum tipis di balik riasan wajah anggunnya, menatap pilar-pilar batu karang yang menjulang tinggi di garis cakrawala. "Navigasi yang luar biasa. Memilih celah tersembunyi sebagai benteng pertahanan adalah langkah awal yang sangat berharga bagi sebuah faksi yang sedang berkembang."
Kapal Sloop dan Kapal Perintis 01 memotong arus bawah dengan presisi tinggi, memasuki celah sempit terumbu karang yang melingkupi Teluk Karang Hantu. Begitu melewati celah batu hitam tersebut, air laut yang tadinya bergelombang keras mendadak berubah tenang menjadi hijau zamrud, memantulkan bayangan tebing batu lima puluh meter dan dermaga mengapung kayu jati tempat Kapal Perang Lautan Merah bersandar.
Kriiiik... Peng!
Jangkar besi kedua kapal diturunkan ke dasar pantai pasir putih.
Smoker melompat turun dari geladak Sloop ke atas kayu dermaga, mantel putih "Keadilan"-nya melayang anggun sebelum mendarat dengan gedebuk kokoh. Paulie segera memimpin anak buah Unit Beta untuk mengikat tali tambang utama pada pasak-pasak penahan gelombang.
Kaguya Gen melangkah turun dari tangga kapal bersama seluruh pengungsi klan Kaguya dan Yuki. Kaki mereka menjejak pasir putih Teluk Karang Hantu, menatap sekeliling teluk yang hijau, aman, dan terpencil dengan mata berbinar-binar haru.
"Luar biasa..." gumam Gen seraya mengelus dadanya. "Tempat ini benar-benar terisolasi dari dunia luar. Kirigakure tidak akan pernah menduga ada pemukiman di balik terumbu karang ini."
Tashigi melangkah mendekati Gen seraya membawa buku catatan administrasinya. "Tuan Gen, kami telah menyiapkan beberapa kabin kayu di tepi pantai serta gua karang bagian atas untuk kediaman klan Anda. Silakan bawa warga Anda beristirahat dan memulihkan tenaga terlebih dahulu."
"Terima kasih banyak, Nona Tashigi! Terima kasih banyak!" seru Gen penuh rasa syukur seraya membimbing para wanita dan anak-anak klan Yuki menuju area pemukiman kayu di bawah naungan tebing.
Satu jam kemudian, matahari pagi telah membumbung tinggi di atas Teluk Karang Hantu.
Seluruh perwira faksi Gale—Smoker, Tashigi, Paulie, Johnny, dan anggota baru tingkat Epic, Izo—berkumpul di aula utama kabin pantai. Tiga peti kayu berisi Ancient Deep-Sea Ore yang diserahkan oleh Kaguya Gen diletakkan di tengah ruangan, memancarkan kilau logam hitam keperakan yang sangat pekat.
Paulie berlutut di samping peti tersebut, meraba setiap bongkahan logam dengan mata berbinar-binar gila khas ahli pembuat kapal dari Galley-La.
"Boss! Logam Bijih Laut Kuno ini benar-benar murni!" puji Paulie penuh gairah seraya membetulkan kacamata pelindungnya. "Massa jenisnya dua kali lebih padat daripada besi tempa biasa, tapi kelenturannya sangat luar biasa! Kalau aku melebur logam ini bersama material tempa yang ada di ruang tempa gua, aku bisa melapisi bagian lunas dan haluan tiga kapal kita! Kapal-kapal kita bakal sanggup menerjang batu karang tanpa goresan sedikit pun!"
Izo melangkah mendekati peti, mengamati permukaan logam tersebut dengan penuh ketertarikan. "Logam yang tahan terhadap reaksi chakra air dan tidak bisa berkarat... Material semacam ini sangat langka, bahkan di perairan Wano Kuni sekalipun."
Rian duduk di kursi kayu utama di ujung meja, menyapu pandangannya ke seluruh perwiranya dengan pandangan tenang dan penuh kepemimpinan.
"Paulie," panggil Rian.
"Ya, Boss?" Jawab Paulie cepat, berdiri tegap.
"Gunakan dua peti Ancient Deep-Sea Ore ini untuk memperkuat lambung Kapal Perang Lautan Merah, Kapal Sloop, dan Kapal Perintis 01. Sisa satu peti logam disimpan di gudang material rahasia sebagai cadangan."
"Serahkan padaku, Boss! Pengerjaan peleburan dan pelapisan lunas kapal akan ku mulai hari ini bersama Unit Beta!" seru Paulie mantap.
Rian kemudian beralih menatap Izo. "Izo, sebagai komandan divisi yang berpengalaman dalam pertempuran laut skala besar di Dunia Baru, bagaimana penilaianmu terhadap kapasitas tempur dan pertahanan faksi Gale saat ini?"
Izo menguncupkan kipas perang bajanya, menatap Rian dengan tatapan serius penuh analisis. "Atribut fisik dan keahlian perwira di faksi ini sangat solid, Tuan Rian. Smoker memiliki dominasi Tipe Logia, Paulie menguasai teknik konstruksi dan penahanan tali, Tashigi memiliki presisi administrasi dan ilmu pedang yang cermat, sedangkan Johnny sangat handal dalam pertempuran geladak jarak dekat."
Izo memutar badannya, menunjuk ke arah peta perairan Negara Air yang terbentang di atas meja. "Namun, kelemahan utama kita saat ini ada dua hal:
Jumlah Personel Tempur Utama: Kita hanya memiliki sepuluh anggota biasa yang terbagi dalam Unit Alpha dan Beta. Meskipun dibantu oleh prajurit klan Kaguya yang baru bergabung, jumlah ini terlalu kecil jika kita berhadapan dengan armada penuh Kirigakure.
Ketiadaan Senjata Jarak Jauh Berakurasi Tinggi: Meriam portabel kita efektif untuk menghancurkan lambung kapal pada jarak menengah, tetapi tidak memiliki presisi untuk melumpuhkan perwira musuh dari jarak jauh sebelum mereka menyenggol geladak kita."
Smoker menghembuskan asap pekat dari dua cerutunya, mengangguk menyetujui analisis Izo. "Pria berrambut biru ini benar. Ninja-ninja Kirigakure sangat lincah saat melompat di atas air. Jika mereka menggunakan teknik Suiton dari jarak jauh, prajurit biasa kita bakal kesulitan menahannya."
Rian merenungkan masukan dari Izo dan Smoker. Skor Intelligence 14-nya langsung memproses kebutuhan taktis tersebut.
Dengan 1.700 System Point yang ia kumpulkan setelah keberhasilan misi Kepulauan Karang Merah dan pembukaan berbagai Achievement, Rian memiliki modal finansial sistem yang sangat besar untuk melakukan peningkatan skala masif pada antarmuka Shop Level 3.
Rian memanggil panel toko sistem secara mental, meneliti rincian item, peningkatan atribut, dan blueprint yang tersedia.
[SYSTEM SHOP LEVEL 3 - ADVANCED MILITARY & CAPACITY]
Flintlock Musket & Precision Ammunition Package (20 Sets) - Cost: 200 SP (Memberikan 20 pucuk senapan Flintlock standar pertempuran laut beserta 500 butir peluru timah khusus yang terlapisi campuran bubuk belerang pekat.)
Marine Physical Training Manual (Basic/Intermediate) - Cost: 150 SP (Buku panduan latihan fisik dan disiplin Angkatan Laut yang dapat dipelajari oleh anggota biasa untuk meningkatkan atribut Strength dan Stamina secara bertahap.)
Attribute Upgrade: Vitality +4, Stamina +2 - Cost: 300 SP (Meningkatkan daya tahan tubuh dan ketahanan respirasi Host).
"Sistem," perintah Rian secara mental, "beli Flintlock Musket Package, Marine Physical Training Manual, serta upgrade atribut Vitality (+4) dan Stamina (+2)."
[Membeli Item: Flintlock Musket & Precision Ammunition Package... Berhasil.] [Membeli Item: Marine Physical Training Manual... Berhasil.] [Membeli Upgrade Atribut: Vitality +4, Stamina +2... Berhasil.] [System Point Berkurang: -650 SP] [Sisa System Point: 1.050 SP]
WUSH!
Seketika, gelombang kehangatan yang sangat pekat mengalir dari panggul hingga menyebar ke seluruh organ dalam dan pembuluh darah Rian. Vitality-nya yang tadinya bernilai 8 melonjak naik menjadi 12, memberikan ketahanan metabolisme yang jauh lebih kokoh terhadap racun, benturan internal, dan kelelahan fisik. Stamina-nya yang bernilai 10 juga meningkat menjadi 12, menyempurnakan ketahanan respirasi dadanya untuk mengeksekusi teknik Rokushiki secara berturut-turut tanpa jeda pemulihan yang lama.
Di atas meja kayu aula, dua buah peti kayu tebal berisi 20 pucuk senapan Flintlock berpipa baja dingin beserta kantong-kantong peluru timah muncul secara material, diapit oleh sebuah buku panduan latihan berkover kulit tebal bersimbilkan Angkatan Laut.
Izo melangkah mendekati peti senapan tersebut, merogoh sebatang senapan Flintlock dan mengamati mekanisme pemicu besinya dengan mata berbinar puas.
"Senapan Flintlock standar pertempuran laut!" puji Izo seraya mengibaskan mekanismenya dengan ketukan jari yang sangat terampil. "Dengan senapan ini, aku bisa melatih sepuluh anggota kita menjadi unit penembak jitu (Rifle Unit) yang sanggup menjatuhkan ninja musuh sebelum mereka menyentuh geladak kapal!"
"Izo," instruksi Rian tegas dan berwibawa, "kau kutunjuk sebagai Komandan Divisi Penembak Jitu dan Takik Tempur Jarak Jauh faksi Gale. Ambil 20 senapan ini, latih lima anggota Unit Alpha dan lima anggota Unit Beta hingga mereka memiliki akurasi tembakan yang presisi di atas geladak yang berayun."
Izo menyunggingkan senyum anggun, membungkuk hormat dengan kipas bajanya. "Serahkan padaku, Tuan Rian. Dalam lima hari, peluru-peluru mereka tidak akan pernah meleset dari sasaran."
Rian kemudian menyerahkan Marine Physical Training Manual kepada Smoker. "Smoker, gunakan panduan fisik ini untuk melatih stamina dan ketahanan otot sepuluh anggota biasa serta dua prajurit klan Kaguya yang baru bergabung."
Smoker menerima buku panduan tersebut, menyedot cerutunya dalam-dalam seraya tersenyum dingin. "Heh, latihan fisik ala Marine... Aku akan membuat otot-otot mereka sekeras kayu oak dalam seminggu."
Selama enam hari berikutnya, Teluk Karang Hantu berubah menjadi pusat pelatihan militer dan pembangunan galangan yang sangat intensif.
Setiap pagi, benturan suara besi dan tebasan kayu bergemuruh dari ceruk pantai pasir. Paulie memimpin proyek pelapisan lunas tiga kapal menggunakan leburan Ancient Deep-Sea Ore dan besi tempa. Lambung Kapal Perang Lautan Merah, Kapal Sloop, dan Kapal Perintis 01 kini dilapisi oleh plat logam hitam keperakan di sepanjang garis airnya, memberikan ketahanan fisik gila yang sanggup memotong terumbu karang dan menahan hantaman Suiton bertekanan tinggi.
Di lapangan karang bagian atas tebing, Smoker memimpin latihan fisik ala Angkatan Laut. Sepuluh anggota biasa faksi Gale serta dua prajurit klan Kaguya—Kaguya Gen dan rekannya—menjalani latihan lari memanggul balok kayu jati, push-up bertumpu jari, dan formasi pertahanan perisai di bawah pengawasan ketat Smoker.
Sementara itu, di puncak tebing pengawas utara, Izo melatih unit penembak jitu baru. Dengan keahlian tembak kelas master tingkat Epic yang dimilikinya, Izo mengajari para anggota cara memperhitungkan hembusan angin laut, sudut deviasi gelombang, dan kecepatan bergerak target ninja sebelum menarik pemicu senapan Flintlock.
BANG! BANG! BANG!
Suara letupan senapan Flintlock terdengar secara teratur dari puncak tebing, menghancurkan papan target kayu yang diletakkan di atas batu karang terapung sejauh lima puluh meter dengan presisi tinggi.
Di dalam ruang arsip kabin utama, Tashigi mengelola pembukuan dan administrasi komunikasi. Setiap tiga hari sekali, Tashigi menggunakan siput komunikasi Den Den Mushi untuk berkoordinasi dengan Dogo di Pulau Ren dan tiga staf pedagang di Gudang Sektor Sekunder #08 Kota Pelabuhan Hagi.
Pagi hari pada hari ketujuh, siput komunikasi Den Den Mushi bercangkang kayu di meja Tashigi berdering halus.
Puru-puru-puru... Puru-puru-puru...
Tashigi mengambil gagang telepon cangkang siput tersebut, menempelkannya ke telinga seraya membetulkan letak kacamatanya. "Di sini Pos Terdepan Teluk Karang Hantu. Tashigi berbicara."
Wajah siput Den Den Mushi itu berubah bentuk secara mengagumkan—matanya membulat dan kumis tipisnya bergerak-gerak, menirukan ekspresi wajah Dogo di Markas Utama Tebing Barat Pulau Ren.
"Nona Tashigi! Tuan Rian!" suara Dogo terdengar sangat jelas dan penuh kehebohan melalui penerima siput. "Laporan penting dari Pulau Ren!"
Rian, Smoker, dan Izo melangkah masuk ke dalam ruangan kabin saat mendengar panggilan tersebut.
Rian mendekati meja. "Laporkan situasimu, Dogo."
"Tuan Rian!" terang Dogo jernih. "Kabar mengguncang baru saja menyebar di seluruh dermaga timur dan selatan Pulau Ren! Informasi tentang pertempuran di Kepulauan Karang Merah minggu lalu telah sampai ke telinga para pedagang dan informan pasar gelap!"
"Bagaimana reaksi mereka?" tanya Rian dingin.
"Pasukan Pembunuh Kirigakure yang dikirim untuk memburu klan Kaguya dan Yuki dilaporkan musnah total di perairan Karang Merah!" seru Dogo dengan suara bergetar emosional. "Petinggi markas besar Kirigakure gempar hebat! Mereka tidak bisa menemukan satu pun selamat atau jejak chakra di lokasi pertempuran, hanya menyisakan serpihan topeng porselen hancur dan perahu yang terikat!"
Dogo menarik napas sejenak lalu melanjutkan, "Rumor di pasar gelap menyebutkan bahwa sebuah faksi rahasia berkekuatan dahsyat bernama Gale adalah pihak yang menumpas Pasukan Pembunuh Kiri tersebut! Nama Gale kini menjadi perbincangan paling ditakuti di kalangan pedagang bawah tanah dan Nukenin di seluruh perairan Negara Air!"
Denting suara sistem yang sangat nyaring dan bergema membahana di dalam pikiran Rian merespons penyebaran rumor reputasi tersebut secara masif.
[SISTEM NOTIFIKASI: Peningkatan Reputasi Masif]
Berita hilangnya Pasukan Pembunuh Kirigakure di Kepulauan Karang Merah menyebar ke seluruh simpul pasar gelap dan pelabuhan Negara Air.
Underworld Reputation Berkembang: +300 Poin (Total Underworld Reputation: 1.450 - Faksi Gale Diakui Sebagai Salah Satu Kekuatan Bawah Tanah Utama).
Military Reputation Berkembang: +200 Poin (Total Military Reputation: 400 - Dicatat Oleh Petinggi Kirigakure Sebagai Ancaman Militer Terselubung).
Rian menyunggingkan senyum tipis di balik mantel bertudung hitamnya.
Penyebaran nama Gale di kalangan underworld adalah katalisator sempurna untuk menarik perhatian faksi-faksi independen dan melumpuhkan dominasi psikologis Kirigakure di wilayah perairan luar.
"Pekerjaan yang bagus, Dogo," jawab Rian melalui Den Den Mushi. "Bagaimana kondisi keamanan di Tebing Barat?"
"Markas Pulau Ren sepenuhnya aman dan tenang, Tuan! Tiga anggota yang menjaga di sini tetap dalam kondisi siaga penuh!" jawab Dogo mantap sebelum menuntaskan panggilan dengan suara Katchan!.
Beberapa menit setelah komunikasi dengan Pulau Ren selesai, siput komunikasi Den Den Mushi kedua—bercangkang cokelat muda yang terhubung dengan Gudang Sektor Sekunder #08 Kota Pelabuhan Hagi—mendadak berdering kencang.
Puru-puru-puru! Puru-puru-puru!
Tashigi segera mengangkat gagang teleponnya. "Di sini Pos Terdepan Hagi."
Wajah siput Den Den Mushi itu berubah menirukan wajah staf pedagang utama faksi Gale di Kota Pelabuhan Hagi.
"Nona Tashigi! Tuan Rian!" suara staf pedagang itu terdengar berbisik tegang dari balik penerima. "Laporan darurat dari toko kita di Sektor Sekunder!"
Rian mendekatkan wajahnya ke arah siput. "Ada masalah apa di Kota Pelabuhan Hagi?"
"Tuan Rian," terang staf pedagang itu cepat, "baru saja lima menit lalu, seorang perantara rahasia yang mewakili Serikat Pedagang Bebas Kepulauan Luar (Free Merchants Guild) mendatangi toko kita di Gudang #08! Mereka membawa pesan penting dari ketua serikat pedagang, Gordo dari balai lelang, dan tiga belas kapten kapal dagang independen!"
"Pesan apa yang mereka bawa?"
"Mereka meminta audiensi rahasia dengan pimpinan tertinggi faksi Gale malam ini di ruang lelang Sektor Utama Hagi!" jawab staf tersebut jernih. "Serikat Pedagang Bebas ingin menyewa armada kapal faksi Gale untuk menjadi pengawal resmi (Naval Escort) bagi seluruh konvoi kapal dagang di perairan luar Negara Air, dengan imbalan pembayaran kontrak bulanan sebesar 50.000 Ryo dan akses penuh ke seluruh jaringan pasokan material rahasia mereka!"
Smoker menghembuskan asap pekat dari dua cerutunya, menyunggingkan seringai dingin seraya menatap Rian. "Kontrak perlindungan armada dagang... Ini adalah langkah awal yang sangat besar untuk menguasai jalur ekonomi perairan luar secara legaldan resmi, Rian."
Izo mengibaskan kipas perang bajanya dengan anggun, matanya berkilat cerdas. "Jika kita memegang kontrak pengawalan Serikat Pedagang Bebas, seluruh kapal dagang di perairan ini akan berlayar di bawah panji Gale. Kirigakure tidak akan bisa menyentuh mereka tanpa memicu kebangkrutan pasokan logistik pulau-pulau luar."
Denting suara sistem berdenting nyaring di dalam kepala Rian.
[MISSION TRIGGERED: Kontrak Pengawal Armada Bebas]
Tujuan Misi: Pergi ke Kota Pelabuhan Hagi, temui perwakilan Serikat Pedagang Bebas, amankan kontrak pengawalan resmi, dan eliminasi ancaman sabotase dari faksi pesaing.
Hadiah Misi: +500 System Point, +50.000 Ryo (Pembayaran Kontrak Awal), +300 Public Reputation, +200 Underworld Reputation.
Batas Waktu: Sebelum Fajar Hari Berikutnya.
Rian menatap rincian misi baru tersebut di layar semi-transparan biru yang mengapung di hadapannya.
Misi ini adalah batu pijakan utama yang akan mengonversi reputasi militer faksi Gale menjadi dominasi ekonomi dan politik yang nyata di seluruh perairan luar Negara Air.
"Tashigi, Izo, Paulie," panggil Rian dengan suara berat yang penuh wibawa. "Siapkan Kapal Sloop Bertiang Dua. Kita bergerak ke Kota Pelabuhan Hagi sore ini."
"Siap, Tuan Rian!" jawab para perwira serentak.
Sore hari menjelang senja, Kapal Sloop Bertiang Dua yang kini telah dilapisi leburan Ancient Deep-Sea Ore di sepanjang lunasnya berlayar keluar dari celah karang Teluk Karang Hantu. Layar abu-abunya terbentang penuh disambar angin timur, membawa Rian, Tashigi, Izo, dan Paulie menuju Kota Pelabuhan Hagi.
Smoker dan Johnny tetap berada di Pos Terdepan 2 untuk memimpin pertahanan teluk dan mengawasi Unit Penembak Jitu yang baru dilatih.
Jelang pukul enam sore, Kapal Sloop merapat di Sektor Barat Pelabuhan Hagi. Rian menyerahkan 200 Ryo untuk biaya tambat harian kepada petugas pelabuhan.
[Uang Tunai di Hagi Berkurang: 52.600 Ryo → 52.400 Ryo]
Rian, Tashigi, Izo, dan Paulie melangkah ke daratan kota pelabuhan. Izo mengenakan jubah perjalanan kelabu tebal di atas pakaian Wano ungunya untuk menyembunyikan dua senapan Flintlock di pinggangnya, sementara Rian merapatkan mantel bertudung hitamnya.
Kota Pelabuhan Hagi di bawah naungan lampu-lampu minyak gantung malam hari tampak sangat riuh. Di jalanan berbatu Sektor Utama, puluhan pedagang kaya dan kapten kapal berkumpul di depan Balai Lelang Gordo yang dijaga ketat oleh penjaga swasta.
Rian dan para perwiranya dipandu oleh kurir khusus Gordo melangkah masuk melalui pintu belakang Balai Lelang, naik ke lantai dua menuju Ruang Pertemuan Utama yang megah.
Di dalam ruang pertemuan berlantai kayu tebal yang diterangi oleh lampu gantung kristal, lima belas orang tokoh penting telah duduk mengelilingi meja oval raksasa.
Di tengah meja duduk Gordo sang juru lelang, di sebelah kirinya duduk Kapten Kenzo (pedagang sutra barat yang ditolong Rian pada bab sebelumnya), serta tiga belas ketua serikat pedagang rempah, material tempa, dan kapal dari seluruh perairan luar.
Ketika pintu ruang pertemuan terbuka dan Rian melangkah masuk bersama Izo, Tashigi, dan Paulie, seluruh lima belas tokoh pedagang itu langsung berdiri serentak!
Raut wajah mereka dipenuhi oleh campuran rasa hormat yang mendalam dan keterkejutan melihat keanggunan serta aura kepemimpinan Rian dan para perwiranya.
Gordo melangkah maju dengan tersenyum lebar, membungkuk sangat dalam di hadapan Rian. "Selamat datang, Tuan Rian yang mulia! Pimpinan tertinggi faksi Gale!"
Kapten Kenzo juga melangkah maju, membungkuk hormat seraya menatap Rian dengan mata berbinar penuh rasa syukur. "Tuan Rian! Kebaikan Anda menyelamatkan armada sutra kami dari intimidasi Anbu Kiri minggu lalu telah menjadi legenda di antara kami semua!"
Rian melangkah tenang, duduk di kursi utama di kepala meja oval, sementara Izo dan Tashigi berdiri tegak di sebelah kiri dan kanannya dengan pandangan mata yang sangat tajam memindai isi ruangan. Paulie bersandar pada bingkai pintu, membetulkan kacamata pelindungnya.
"Gordo, Kapten Kenzo," suara Rian datar namun bergema dingin dan penuh wibawa di seluruh ruangan. "Aku menerima undangan kalian. Sampaikan rincian penawaran Serikat Pedagang Bebas."
Gordo menyesuaikan kacamata pembesarnya, membentangkan dokumen perkamen berstempel lilin emas di atas meja oval.
"Tuan Rian yang mulia," Gordo memulai penjelasannya dengan suara serius. "Seperti yang Anda ketahui, situasi politik di bawah rezim Bloody Mist Kirigakure semakin tidak menentu. Kapal-kapal patroli resmi Kiri semakin sering memeras pedagang independen, sedangkan kelompok bajak laut liar semakin merajalela di jalur perairan luar."
Kapten Kenzo menyela dengan intonasi mantap, "Kami dari Serikat Pedagang Bebas mewakili lebih dari delapan puluh kapal dagang independen yang menguasai alur pasokan beras, kain, obat-obatan, dan logam di seluruh perairan Negara Air. Kami menginginkan kepastian hukum dan perlindungan di lautan!"
Gordo menunjuk poin-poin dokumen perkamen emas tersebut:
Status Pengawalan Resmi: Faksi Gale ditunjuk sebagai faksi pertahanan dan pengawalan tunggal (Sole Naval Escort) bagi seluruh armada Serikat Pedagang Bebas.
Pembayaran Kontrak Bulanan: Serikat Pedagang Bebas membayar uang tunai sebesar 50.000 Ryo setiap bulan kepada faksi Gale.
Fasilitas Hak Bebas Tambat & Diskon Logistik: Seluruh kapal faksi Gale diberikan hak bebas biaya tambat di seluruh pelabuhan milik serikat dan diskon 30% untuk pembelian bahan baku logistik.
Jaringan Informasi Terpadu: Seluruh kapten kapal dagang berkewajiban melaporkan pergerakan kapal perang Kirigakure atau faksi musuh langsung ke Titik Kontak Gudang #08 faksi Gale.
Syarat-syarat kontrak tersebut sangat menguntungkan dan dirancang secara presisi untuk memperkokoh dominasi faksi Gale di seluruh perairan luar.
Rian menatap perkamen emas tersebut. Skor Intelligence 14-nya mengonfirmasi bahwa penandatanganan perjanjian ini akan mengunci kekuatan finansial dan legitimasi politik faksi Gale secara mutlak.
"Persyaratan yang adil," kata Rian datar. "Faksi Gale menerima kontrak pengawalan ini."
Sorak gembira dan helaan napas lega bergema dari seluruh lima belas ketua serikat pedagang di dalam ruangan. Gordo dengan gembira menyerahkan pena bulu emas dan peti kain tebal berisi uang tunai 50.000 Ryo sebagai pembayaran kontrak bulan pertama.
Rian menandatangani dokumen perkamen emas tersebut atas nama faksi Gale.
[SISTEM NOTIFIKASI: Penandatanganan Kontrak Resmi]
Kontrak Terkonfirmasi: Sole Naval Escort Contract - Free Merchants Guild.
Pemasukan Tunai Kontrak Awal: +50.000 Ryo.
Total Uang Tunai di Hagi: 52.400 Ryo + 50.000 Ryo \= 102.400 Ryo (+ 10.000 Ryo di Pulau Ren \= 112.400 Ryo Total Kas Faksi).
[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Merchant Escort Hegemony]
Menjadi faksi pengawal resmi tunggal bagi seluruh armada pedagang independen di perairan luar Negara Air.
Reward: +300 System Point.
[SISTEM NOTIFIKASI: Penyelesaian Misi Utama]
Hadiah Misi Diterima:
+500 System Point
+300 Public Reputation
+200 Underworld Reputation
Rian memanggil antarmuka statusnya secara mental untuk mengonfirmasi lonjakan poin dan reputasinya yang masif.
[System Point Berkat Misi & Achievement: 1.050 SP + 300 SP + 500 SP \= 1.850 SP!]
Namun, persis saat Gordo sedang menjabat tangan Tashigi untuk merayakan kesepakatan tersebut, radar Kenbunshoku Haki (Basic) Rian yang pekat mendadak menangkap gelombang niat membunuh yang sangat dingin dan tajam dari arah atap bangunan balai lelang!
Aura chakra elemen air bertekanan tinggi merembes cepat dari sela-sela langit-langit kayu ruangan!
"Tundukkan kepala kalian!" teriak Rian dingin.
BOOOM! KRAK!
Langit-langit kayu ruang pertemuan hancur berantakan tersapu oleh semburan tombak-tombak es raksasa (Hyoton) yang menembus atap dari atas!
CRASH! KRRRNG!
Lampu gantung kristal hancur berkeping-keping. Puing-puing atap dan pecahan es tajam beterbangan ke seluruh ruangan, membuat para ketua serikat pedagang menjerit panik dan berlindung di bawah meja oval!
Rian melangkah kilat menggunakan Soru, merentangkan tangan kanannya di hadapan Gordo dan Kapten Kenzo.
"Tekkai!" bisik Rian.
Tombak-tombak es tajam yang meluncur ke arah Gordo menghantam tubuh Rian yang memadat keras setara besi tempa, hancur berkeping-keping menjadi serbuk es tanpa melukai kulit Rian sedikit pun!
KANG! KANG!
Di saat yang sama, Izo mengibaskan jubah ungunya dengan gerakan yang sangat cepat dan anggun. Dua pucuk senapan Flintlock berukir indah sudah berada di kedua tangannya.
BANG! BANG! BANG!
Tiga tembakan peluru timah berkecepatan tinggi meluncur dari dua senapan Izo, menghantam tombak-tombak es di udara dengan presisi gila, meremukkannya menjadi bubuk sebelum menyentuh para pedagang!
Tashigi mencabut pedang katananya, Shigure, menangkis pecahan kayu atap dengan tebasan melingkar yang rapi.
Di atas lubang atap yang hancur, berdiri tiga sosok pria berseragam ninja pelarian berwarna abu-abu gelap dengan mantel bertudung bulu serigala. Di dahi mereka terikat pelindung dahi Kirigakure dengan garis goresan mendatar—Nukenin Kirigakure!
Pemimpin ketiga Nukenin tersebut adalah seorang pria bertubuh kurus dengan mata pucat dingin dan napas yang menghembuskan uap es—seorang pimpinan pembunuh bayaran penguasa pasar gelap lama bernama Yuki Hyouba!
Hyouba memegang sebilah pedang es panjang yang terbentuk dari chakra Hyoton, menatap Rian dan para perwiranya dengan kebencian dan keserakahan yang pekat dari balik matanya.
"Heh... Faksi Gale," suara Hyouba dingin membekukan udara ruangan. "Kalian berani mengambil alih seluruh kontrak pasar gelap Hagi dan merebut dominasi perlindungan pedagang dari tangan Kelompok Es Hitam kami!"
Gordo yang gemetaran di bawah meja berteriak ketakutan, "Y-Yuki Hyouba! Pembunuh bayaran dari perbatasan utara! Dia disewa oleh kelompok sindikat saingan untuk menggagalkan perjanjian ini!"
Hyouba menyunggingkan seringai kejam, mengacungkan pedang esnya ke arah Rian. "Serahkan dokumen kontrak emas itu dan 100.000 Ryo di mejamu, atau seluruh pedagang dan tempat ini akan menjadi kuburan es malam ini!"
Rian berdiri tegap di tengah reruntuhan kayu dan es, merapatkan mantel bertudung hitamnya. Pandangan matanya dingin, tidak memancarkan sedikit pun rasa gentar terhadap serangan Hyoton musuh.
Izo melangkah dua titik ke depan di samping Rian, mengacungkan dua senapan Flintlock-nya ke arah Hyouba di atas atap seraya menyunggingkan senyum anggun penuh kepatuhan komando.
"Tuan Rian," suara Izo terdengar sangat halus namun memancarkan aura membunuh tingkat Epic yang luar biasa pekat. "Apakah Anda berkenan jika saya yang membereskan pembunuh bernapas es ini?"
Rian menatap Hyouba yang berdiri di atas atap, lalu menjawab dengan suara datar yang menggetarkan isi ruangan.
"Habisi mereka tanpa sisa, Izo."
"Dengan senang hati, Tuan Rian," jawab Izo seraya menarik pemicu senapan Flintlock-nya dengan dentuman tembakan yang membelah malam Kota Pelabuhan Hagi.
Make sure to update status.
Rian memanggil antarmuka status sistemnya secara menyeluruh untuk mengonfirmasi seluruh data, status finansial, dan reputasinya yang terbarui secara mutlak, akurat, dan tanpa retcon.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
SYSTEM STATUS
Nama: Rian Usia: 20 Level: 1
Strength: 12 Speed: 13 Vitality: 12 (8 + 4) Stamina: 12 (10 + 2) Intelligence: 14
System Point: 1.850 SP Reputation:
Public Reputation: 850 (550 + 300 - Pelindung Resmi Armada Pedagang Bebas)
Underworld Reputation: 1.650 (1.450 + 200 - Penguasa Pasar Gelap Hagi)
Military Reputation: 400 (Ancaman Terselubung Bagi Kirigakure)
Skills:
Rokushiki: Kami-e (Basic)
Rokushiki: Geppo (Basic)
Rokushiki: Tekkai (Basic)
Rokushiki: Soru (Basic)
Rokushiki: Rankyaku (Basic)
Rokushiki: Shigan (Basic)
Navigation (Basic)
Kenbunshoku Haki (Basic)
Characters:
Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Pos Terdepan Teluk Karang Hantu
Smoker (Rare - Marine Captain) - Lokasi: Pos Terdepan Teluk Karang Hantu
Tashigi (Rare - Marine Ensign) - Lokasi: Balai Lelang Hagi
Paulie (Rare - Galley-La Dock 1 Foreman) - Lokasi: Balai Lelang Hagi
Izo (Epic - Whitebeard Pirates 16th Division Commander) - Lokasi: Balai Lelang Hagi
Inventory:
Basic Hunting Knife (1)
Kapak Besi Kecil (1)
Kompas Kuningan (1)
Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)
Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)
Jurnal Pelayaran Kuno (1)
Kantong Air Kulit (2 Liter)
Roti Gandum Kering (2)
Kunai Standar Kiri (10)
Senbon (8)
Parang Pemotong Kayu Tebal (5)
Gulungan Peta Rahasia Anbu Kiri (1)
Topeng Porselen Anbu Terbelah (1)
Den Den Mushi Pair (1 di Pos Hagi, 1 di Markas Pulau Ren)
Encrypted Den Den Mushi Sub-Station (1 di Gudang Hagi)
Dokumen Sewa Gudang Sektor Sekunder #08 (1)
Dokumen Kontrak Pengawalan Resmi Serikat Pedagang Bebas (1)
Peti Ancient Deep-Sea Ore (1) (2 Peti Terpakai Untuk Pelapisan Lunas 3 Kapal)
Flintlock Musket & Precision Ammunition Package (20 Sets - Dipergunakan Unit Penembak Jitu Pos 2)
Marine Physical Training Manual (1 - Dipergunakan Smoker)
Uang Tunai: 112.400 Ryo (102.400 Ryo di Pos Hagi/Balai Lelang + 10.000 Ryo di Markas Pulau Ren)
Dokumen Kepemilikan & Kunci Kabin Sloop (1)
Kapal Sloop Bertiang Dua (1 - Pelabuhan Hagi)
Kapal Perang Lautan Merah (1 - Bersandar di Teluk Hagi)
Kapal Perintis 01 / Eks-Anbu Cutter (1 - Bersandar di Teluk Hagi)
Achievement:
First Survival
World Discovery
Tactical Advantage
Civilized Footprint
Founder
Naval Dominance
Fleet Expansion
Martial Mastery
Shinobi Hunter
Commander Assembly
Marine Bureaucracy
Anbu Suppressor
Multi-Island Expansion
Master Shipwright
Underworld Merchant
Six Powers Initiate
Bloodline Protector
Ancient Material Collector
Merchant Escort Hegemony
Organization: Gale (Level 2 - Organisasi Rahasia) Territory:
Markas Utama: Tebing Barat (Pulau Ren)
Pos Terdepan 2: Teluk Karang Hantu (Kepulauan Hagi)
Aset Bawah Tanah: Gudang Sektor Sekunder #08 (Kota Pelabuhan Hagi)
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Suara dentuman senapan Flintlock Izo membahana membelah malam Kota Pelabuhan Hagi, memicu pertempuran puncak melawan pembunuh bayaran Hyoton Yuki Hyouba di atas atap Balai Lelang. Perjalanan faksi Gale dalam menguasai perairan Negara Air secara mutlak dan terselubung berlanjut ke babak berikutnya yang lebih dahsyat.