NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Naga

Reinkarnasi Sang Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
​Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Setelan Jas dan Bayangan Gelap di Perjamuan

​Dua hari berlalu dengan cepat.

​Di bawah arahan Su Ruoxue, pabrik Grup Su bekerja lembur siang dan malam. Proses pengenceran dan pengemasan "Krim Awet Muda" yang kini secara resmi diberi nama [Embun Surgawi / Heavenly Dew] telah selesai untuk tahap produksi pertama (batch uji coba).

​Sore ini adalah hari Perjamuan Tahunan Asosiasi Bisnis Jiangnan, acara paling bergengsi yang dihadiri oleh para taipan, pejabat pemerintah, dan penguasa dari seluruh penjuru provinsi.

​Di kediaman Keluarga Su, Lin Chen sedang duduk santai di balkon kamarnya, menyerap energi spiritual senja untuk menstabilkan Qi Tahap Bumi-nya.

​Tok... Tok...

​Terdengar ketukan pelan di pintu, disusul suara lembut Su Ruoxue. "Lin Chen? Boleh aku masuk?"

​"Masuklah, pintunya tidak dikunci," jawab Lin Chen, perlahan membuka matanya dan memadamkan aura batinnya.

​Pintu terbuka. Lin Chen nyaris menahan napasnya sejenak.

​Su Ruoxue berdiri di ambang pintu, mengenakan gaun malam haute couture berwarna biru safir yang menempel sempurna di lekuk tubuhnya. Punggungnya terbuka memperlihatkan kulit seputih porselen, sementara rambut hitamnya yang panjang diikat elegan ke atas, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah cantiknya. Malam ini, Sang Ratu Es tampak begitu memukau hingga mampu meruntuhkan kerajaan.

​Namun, yang menarik perhatian Lin Chen bukan hanya istrinya, melainkan sebuah kotak beludru hitam besar di tangan wanita itu.

​"Kau... tidak bisa pergi ke perjamuan dengan pakaian santai seperti itu," ucap Su Ruoxue, pipinya memunculkan rona merah yang sangat langka. Ia berjalan mendekat dan meletakkan kotak itu di atas tempat tidur.

​"Aku mengukur posturmu saat kau tidur tempo hari... dan memesan setelan jas ini secara khusus dari desainer Italia. Cobalah."

​Lin Chen menatap Su Ruoxue, lalu tersenyum hangat. "Kau mengukurku saat aku tidur? Ratu Es kita ternyata punya sisi nakal juga."

​"J-Jangan asal bicara! Aku hanya tidak ingin kau mempermalukanku di sana!" Su Ruoxue membuang muka, wajahnya semakin memerah. "Cepat ganti bajumu!"

​Sepuluh menit kemudian, Lin Chen keluar dari kamar ganti.

​Su Ruoxue, yang sedang duduk menunggu di tepi ranjang, seketika terpaku. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.

​Lin Chen mengenakan setelan jas three-piece berwarna abu-abu arang (charcoal) yang dipotong dengan presisi sempurna, membalut bahunya yang lebar dan dadanya yang bidang. Proporsi tubuhnya yang disempurnakan oleh kultivasi tampak seperti model papan atas dunia.

​Ditambah dengan tatapan matanya yang setenang samudra dan aura dominasi yang memancar secara alami, Lin Chen tidak lagi terlihat seperti "menantu buangan" yang menyedihkan. Ia memancarkan karisma seorang raja yang siap menaklukkan dunia.

​Su Ruoxue tanpa sadar melangkah maju. Tangannya yang ramping terulur untuk merapikan dasi Lin Chen.

​Jarak mereka begitu dekat hingga Lin Chen bisa mencium aroma parfum mawar yang elegan dari tubuh Su Ruoxue, dan Su Ruoxue bisa merasakan kehangatan dada Lin Chen.

​"Kau... terlihat sangat berbeda, Lin Chen," bisik Su Ruoxue pelan, matanya menatap lekat dada bidang suaminya. "Terkadang aku merasa, aku sama sekali tidak mengenalmu."

​Lin Chen mengangkat tangannya, dengan lembut menyentuh punggung tangan Su Ruoxue yang masih memegang dasinya.

​"Kau punya banyak waktu seumur hidup untuk mengenalku, Ruoxue," ucap Lin Chen dengan suara rendah yang menggetarkan hati. "Malam ini, biarkan dunia yang mengenal siapa suami Su Ruoxue sebenarnya."

​Hotel Imperial, Pusat Kota Donghai.

​Tempat parkir VIP di depan hotel dipenuhi oleh mobil-mobil mewah; Rolls-Royce, Bentley, Maybach, hingga supercar edisi terbatas. Karpet merah sepanjang lima puluh meter membentang dari lobi hingga ke pintu aula utama.

​Ratusan pasang mata wartawan dan kamera flash menyala tiada henti, mengabadikan kedatangan tokoh-tokoh besar Provinsi Jiangnan.

​Ketika sebuah Mercedes-Benz S-Class hitam milik Grup Su berhenti di depan karpet merah, beberapa wartawan mulai berbisik.

​"Itu mobil Presiden Su dari Grup Kosmetik Su!"

"Kudengar perusahaannya sedang di ambang kebangkrutan karena disabotase Keluarga Zhao. Pemasok bahan baku mereka kabur semua!"

"Berani sekali dia datang malam ini. Apakah dia akan mengemis pada Zhao Hai di depan umum?"

​Pintu pengemudi terbuka. Lin Chen melangkah keluar terlebih dahulu. Cahaya lampu kamera menyorotnya, namun alih-alih silau, ketenangan di wajah Lin Chen membuat para fotografer tanpa sadar menahan napas.

​Lin Chen berjalan ke sisi lain mobil, membuka pintu penumpang, dan mengulurkan tangannya.

​Sebuah tangan putih ramping menyambutnya. Su Ruoxue melangkah keluar, bersinar bak dewi di tengah malam. Ia tidak berjalan sendiri; dengan sangat natural, ia menyelipkan lengannya ke lengan Lin Chen.

​Kerumunan langsung gempar!

​"Siapa pria tampan itu?! Kenapa Ratu Es memegang lengannya?!"

"Tunggu, bukankah rumor mengatakan dia menikah dengan menantu cacat yang dibuang dari Ibukota? Apakah itu orangnya?!"

"Mustahil! Auranya terlalu kuat untuk seorang pria cacat penumpang hidup!"

​Mengabaikan tatapan heran dan bisik-bisik mencemooh, Lin Chen memimpin Su Ruoxue melangkah menapaki karpet merah dengan tegak. Setiap langkah Lin Chen memancarkan tekanan tak kasat mata yang membuat orang-orang secara refleks memberi jalan.

​Begitu mereka memasuki Aula Perjamuan yang megah dengan lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit, atmosfer di dalam ruangan tiba-tiba menjadi hening sejenak.

​Berbagai taipan bisnis yang sedang bersulang seketika menoleh ke arah pintu masuk.

​Di tengah kerumunan itu, Zhao Hai dan Zhao Tian sedang berdiri memegang gelas anggur. Saat melihat Lin Chen masuk dengan kondisi tubuh yang utuh dan sangat tampan, mata Zhao Tian langsung memerah karena cemburu dan amarah. Tamparan Lin Chen masih menyisakan sedikit rasa ngilu di rahangnya.

​"Ayah... itu dia! Bajingan itu masih hidup!" desis Zhao Tian.

​Zhao Hai menyipitkan matanya. Ini adalah pertama kalinya ia melihat Lin Chen secara langsung. Pemuda ini... tatapannya terlalu tajam. Seperti harimau yang sedang mengamati domba.

​Namun, Zhao Hai adalah rubah tua yang licik. Ia memaksakan senyum ramah palsu dan berjalan menghampiri pasangan itu, diikuti oleh sekelompok penjilatnya.

​"Oh, lihat siapa yang datang! Keponakan Su Ruoxue, kudengar perusahaanmu sedang dalam masalah besar. Sungguh disayangkan," sapa Zhao Hai dengan nada prihatin yang dibuat-buat, suaranya cukup keras agar semua orang di sekitar mereka bisa mendengar.

​Zhao Hai lalu melirik Lin Chen. "Dan ini pasti... Tuan Muda Lin yang terkenal itu? Kudengar meridianmu hancur dan kau hanya bisa menjadi juru masak di rumah Keluarga Su. Ternyata rumor itu salah, kau terlihat cukup sehat untuk memakai jas mahal yang dibelikan istrimu."

​Kerumunan taipan di belakang Zhao Hai tertawa merendahkan.

​Wajah Su Ruoxue memucat karena marah. "Zhao Hai, jangan berpura-pura baik. Kaulah yang menekan para pemasok kami! Dan jangan berani-berani menghina suamiku!"

​"Menghina?" Zhao Hai tertawa pelan. "Aku hanya mengatakan fakta. Di dunia ini, yang kuat memangsa yang lemah, Ruoxue. Jika kau tidak punya kekuatan, jangan salahkan orang lain jika kau dihancurkan."

​Zhao Hai kemudian melangkah sedikit menyamping, memperlihatkan seorang pria paruh baya berkacamata yang berdiri di belakangnya. Pria itu mengenakan seragam dinas pemerintah dengan lencana Departemen Kesehatan Provinsi.

​"Perkenalkan, ini adalah Direktur Wang, Kepala Departemen Pengawasan Obat dan Kosmetik Provinsi Jiangnan," ucap Zhao Hai dengan senyum berbisa.

​Direktur Wang membetulkan letak kacamatanya dan menatap Su Ruoxue dengan tatapan meremehkan. "Presiden Su, saya telah menerima laporan bahwa produk baru perusahaan Anda, 'Embun Surgawi', mengandung bahan kimia berbahaya yang belum diuji secara legal. Malam ini, jika Anda mencoba mempresentasikannya, saya selaku otoritas memiliki hak untuk langsung menyegel produk tersebut dan mencabut izin edar perusahaan Anda secara permanen."

​Deg!

​Jantung Su Ruoxue seolah berhenti berdetak. Matanya membelalak ngeri.

​Ia tidak menyangka Keluarga Zhao akan menggunakan kartu birokrasi secepat ini! Ini bukan lagi sabotase bisnis, ini adalah pemenggalan secara hukum! Di dunia nyata, sebaik apa pun produkmu, jika pemerintah mengatakan itu ilegal, maka semuanya tamat!

​"Itu fitnah! Produk kami 100% herbal dan telah melewati uji laboratorium swasta!" bela Su Ruoxue dengan suara bergetar.

​"Laboratorium swasta tidak berlaku di mata hukum, Nona," jawab Direktur Wang dengan nada dingin. "Keluarga Zhao adalah pilar bisnis berintegritas, sementara Keluarga Su sedang di ambang kebangkrutan. Tentu saja saya lebih percaya pada laporan Tuan Zhao."

​Para tamu di aula mulai berbisik-bisik, memandang Su Ruoxue dengan tatapan iba, seolah menatap orang yang sudah divonis mati.

​Zhao Tian terkekeh sinis. "Menyerahlah, Ruoxue. Berlututlah sekarang, ceraikan si cacat ini, dan mungkin Keluarga Zhao akan bermurah hati membiarkan keluargamu tetap memiliki rumah untuk ditinggali."

​Saat Su Ruoxue nyaris tenggelam dalam keputusasaan, sebuah tangan besar dan hangat menepuk bahunya, memberikan rasa aman yang luar biasa.

​Lin Chen maju satu langkah. Ia tidak menatap Zhao Tian maupun Direktur Wang. Ia menatap langsung ke arah Zhao Hai.

​"Kau bilang, yang kuat memangsa yang lemah?" suara Lin Chen mengalun tenang, sejuk, namun membawa aura pembunuh yang membuat udara di sekitar mereka turun beberapa derajat.

​"Kau benar. Masalahnya adalah, kau tidak tahu apa itu 'kekuatan' yang sesungguhnya."

​Zhao Hai mendengus. "Bocah arogan! Kau pikir karena kau bisa berkelahi dengan beberapa preman jalanan, kau bisa melawan hukum?! Kau hanyalah menantu buangan!"

​"Hukum?" Lin Chen tertawa pelan, tawanya terdengar seperti lonceng kematian. "Hukum dibuat oleh manusia. Dan orang seperti Direktur Wang ini hanyalah anjing penjaga yang bisa dibeli dengan tulang."

​"KAU!" Direktur Wang murka, wajahnya memerah merah. "Beraninya kau menghina pejabat negara! Penjaga! Tangkap bajingan ini!"

​Namun, sebelum penjaga keamanan hotel bisa bergerak, Lin Chen menolehkan kepalanya, pandangannya melesat melewati kerumunan dan terkunci ke sebuah sudut gelap di balkon lantai dua aula tersebut.

​Di sana, berdiri seorang pria tua kurus kering berjubah abu-abu. Matanya tertutup, namun tubuhnya memancarkan aura (Qi) gelap yang sangat pekat, menekan napas orang-orang di sekitarnya tanpa mereka sadari.

​Itu adalah Tetua Gu dari Sekte Gunung Hitam, sang Grandmaster andalan Keluarga Zhao.

​Tetua Gu tiba-tiba membuka matanya, terkejut karena seorang pemuda bisa mendeteksi keberadaannya. Matanya bertemu dengan mata Lin Chen.

​Di saat itulah, Tetua Gu merasakan sesuatu yang membuat seluruh bulu kuduknya berdiri. Dari sepasang mata pemuda berpakaian jas itu, ia tidak melihat jiwa seorang manusia, melainkan seekor naga emas purba yang sedang menatap seekor serangga.

​Lin Chen kembali menatap Zhao Hai, senyum dingin tersungging di bibirnya.

​"Bawa keluar anjing tua di balkon itu, Zhao Hai. Karena setelah aku selesai dengan birokrasi mainanmu ini, aku akan mematahkan lehernya di depan matamu."

​Wajah Zhao Hai dan Zhao Tian seketika berubah pucat pasi! Bagaimana Lin Chen bisa tahu senjata rahasia mereka?!

1
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff 😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini 😎 ☕☕☕
Arinto Ario Triharyanto
yoiii lanjutken..😎
Arinto Ario Triharyanto
yoiii😎
Arinto Ario Triharyanto
yoi😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!