Gara-gara bola basket nyasar, Matahari Senja harus berurusan dengan si badboynya SMA Air langga, pentolan geng Atlantis yang terkenal hobi tawuran, playboy dan balap motor. Batara Matahari namanya
Matahari, nama mereka sama. Takdir keduanya pun hampir sama untuk dituntut sempurna. Tapi takdir tak semudah itu untuk membuat mereka bersatu. Matahari Senja dan Batara Matahari dengan luka mereka masing-masing, bisakah menyembuhkan satu sama lain?
.
Jangan lupa like, komen dan vote...🙏❤️
Follow ig author : @mukarromatul28
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukarromah Isn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hubungan apa?
Panas menyengat dari teriknya matahari diluar sana menembus sampai dalam kelas, mengalahkan suhu ac yang sudah diatur serendah mungkin. Sebenarnya penyebab utama panas selain terik matahari siang ini adalah karena mata pelajarannya yang merupakan pelajaran yang dianggap sulit sebagian manusia dalam kelas itu, apalagi kalau bukan matematika. Sepertinya kepala mereka sudah disetting malas ketika mendengar pelajaran yang satu itu, apalagi Bu Dita yang menerangkan secepat kilat, lengah sedikit saja rumusnya sudah memenuhi satu papan, begitu kiranya perumpaan mereka dalam kelas itu.
"Gue heran sama Bu Dita, sehari aja nggak masuk kayaknya hidupnya nggak tenang" bisik Putri pada Senja disebelahnya
"Dia ngajarin lo juga biar lo bisa, nggak ngangong-ngangong doang" balas Senja balas berbisik walau niat awalnya tidak menanggapi
"Sumpah gue pengen pipis kalau udah kayak gini"
"Nggak ada hubungannya Putri, lo juga kayak gitu dipelajaran lain, bukan matematika doang" balas Senja sedikit jengkel
Suasana kelas yang hening tiba-tiba mendadak ricuh padahal jam pulang masih tiga puluh menit lagi, Senja melihat kedepan dan tak ada yang salah dengan tulisan Bu Dita dipapan tulis, lalu apa yang membuat mereka seheboh itu?
Barulah ia mendapat jawaban ketika melihat Putri juga melihat kearah jendela dengan tatapan berbinarnya. Laki-laki dengan kancing seragam yang dibiarkan terbuka, hingga hanya menampilkan kaos hitamnya saja. Laki-laki yang sialnya juga sedang menatap kearahnya
"Batara, jangan cari masalah kamu disini" ucap Bu Dita saat menyadari penyebab keheningan kelas mendadak ramai apalagi kalau bukan Batara dan tiga orang lainnya yang sudah berdiri dengan gayanya didepan kelas
"Padahal kami diam aja loh bu, nggak ngapa-ngapain" balas Yudhistira. Laki-laki yang biasanya pendiam dan dianggap paling dewasa itu tak terima dituduh macam-macam
"Kalian diam ditempat yang salah, tolong jangan ganggu ketertiban kelas yang sedang belajar" balas Bu Dita masih berusaha tenang
"Bu, memangnya kami ini apa? Padahal kami nggak ngapa-ngapain loh"
"Kurang jelas kalimat ibu tadi?" Tanya Bu Dite dengan wajah datar andalannya yang langsung membuat siswa lain ciut tapi tidak untuk empat bad boy Airlangga itu
"Oke, kami pergi kalau ibu mau serahin satu murid ibu" ucap Batara menunjuk Senja yang langsung pura-pura sibuk mengerjakan soal, bagaimana tidak? Semua mata tertuju padanya langsung
"Cukup kalian aja yang nakal, jangan ajak anak-anak lain, apalagi Senja itu murid yang berprestasi"
"Memangnya saya nggak berprestasi bu?" Tanya Batara msmbuat kelas seketika ricuh, karena biarpun terkenal badboy dan urakan, semua tau bagaimana seringnya Batara Matahari menyumbang prestasi untuk sekolah
"Senja pintar, nurut dan patuh sama guru. Kamu dapat pinternya aja"
"Ya nggak papa buk, kami kan saling melengkapi" ucapan Batara yang langsung membuat suara ramai dalam kelas itu
"Cie Senja pacaran ya?"
"kiw kiw"
"Sumpah, Senja lo sama Batara?" Tanya Putri yang langsung menarik bahu Senja untuk duduk tegak dan menatapnya. Seketika pandangan semua kelas tertuju padanya, termasuk Bu Dita yang membuat Senja langsung menggeleng
"Nggak ada apa-apa weh, kita cuma ada bisnis dikit" balas Senja berusaha santai tapi suaranya terdengar buru-buru dan gelagapan yang membuat semua orang tentu tidak langsung percaya
"Ibu nggak ngelarang kalian pacaran, hanya saja kebanyakan mental remaja rusak sekarang karena cinta"
"Tapi kan kita nggak pacaran bu" bantah Senja karena kalimat Bu Dita seolah-olah menuduhnya menyembunyikan hubungan antara ia dan Batara. Padahalkan mereka juga baru dekat kemarin
"Ya, siapa tau aja" kelas langsung ramai dengan siulan yang Senja tak ambil pusing, namun ada satu orang yang merasa tak suka dengan kalimat itu
Akhirnya pelajaran di detik-detik terakhir itu terus berlanjut walau kondisi kelas masih ricuh karena Batara dan gengnya yang tak juga pergi dari depan kelas
.
"Kenapa sih harusnya munculnya didepan kelas?" Pertanyaan pertama yang Senja lontarkan ketika mereka sampai diparkiran
"Lalu aku munculnya dimana? Dia hati kamu?"
"Nggak lucu, Batara" balas Senja dengan hentakan kakinya. Gadis itu memakai helmnya dan mengeluarkan kunci motor dari dalam tasnya, namun kunci motornya langsung direbut oleh Batara
"Lo jalan sama gue sekarang"
"Gila lo!" Senja tentu tak habis pikir, dirinya tadi dituduh punya hubungan khusus dengaj Batara oleh teman sekelasnya. Sekarang, boncengan langsung dengannya? fans Batara pasti langsung panas melihatnya, tidak ada yang menjamin kalau ia tidak akan dibully
"Nurut aja sama gue, kalau kita perorangan, gue nggak bisa pastiin kalau lo bakal aman" jelas Batara yang tak Senja mengerti sama sekali
"Jangan kelamaan mikir"
"Nih Raka, lo yang bawa motornya Senja" ucap Batara melemparkan kunci motor itu yang langsung ditangkap dengan sigap oleh laki-laki berkulit sawo matang itu
"Tapi gue jangan naik disini, didepan aja"
"Lo mau jadi depan?" Batara malah berpikir Senja yang akan mengendarai motornya
"Maksudnya gue nunggu di warung depan itu aja, yang sepi. Biar nggak ada siswa lain yang liat, gue takut mereka mikirnya macam-macam"
"Mikir macam-macam kayak gimana maksud lo?"
"Bisa jadi mereka ngira gue perebut pacar orang, apalagi lo yang predikatnya buaya darat"
"Gue udah nggak punya pacar, kemarin baru gue putusin yang terakhir" jawab Batara santai, namun entah kenapa membuat Senja jengkel mendengarnya
"Lo tau mayoritas perempuan disini itu fans berat lo, dengan liat lo sama gue, apa lo bisa jamin gue nggak bakal dibuli sama mereka?"
"Gue bisa jamin" jawab Batara yakin
"Tapi gue nggak percaya" jawab Senja dan langsung melangkahkan kakinya menuju tempat yang ia maksud. Batara hanya menghela nafasnya menghadapi keras kepala gadis itu.
"Lo bawa motornya ke markas aja" pintanya pada Raka yang diangguki langsung
"Kayaknya kali ini bos benar-benar serius" ucap Raka melihat Batara yang menuruti kemauan Senja. Padahal biasanya tak ada yang berani melawan ketua Atlantis itu, karena jika perempuan itu mulai mengaturnya, maka tak butuh waktu lama bagi Batara untuk mengucap kata 'putus' dan hubungan mereka akan selesai
"Gue yakin sih dia gini karena penasaran aja, apalagi hobinya dia yang gonta-ganti pacar tiap tiga hari" balas Galaksi yang tak setuju karena mengingat bagaimana playboynya seorang Batara Matahari
"Tapi gue setuju sih apa yang Raka bilang, ini pertama kalinya dia mau nurut sama perintah perempuan, mungkin aja kalau Senja emang istimewa buat dia"
"Kita liat sampai satu minggu kedepan, kalau emang bos nggak dekat sama perempuan lain, kayaknya dia emang udah tobat" Raka masih mengamati dari kejauhan, ia melihat Senja yang sampai menutup dirinya dengan jaket dan masker agar taknada yang mengenali