Clara adalah seorang gadis yang memiliki beberapa karakter, sehingga membuat nya mudah bergaul dengan siapa saja, meskipun dia berasal dari keluarga yang berada, tak lantas membuat nya memilih siapa saja yang pantas bergaul dengan nya.
Penasaran maka nya baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYU APRIYANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketemu lagi
Angga memutuskan kembali ke kantor setelah mengetahui adik nya baik baik saja.
"ma, pa, aku kembali ke kantor dulu, Anggi kan baik baik saja, lagi pula di sini ada mama sama papa, di kantor masih banyak kerjaan" kata Angga
"ya sudah kamu kembali saja biar mama sama papa di sini jagaain Anggi" kata Saras
"ih kak Angga sama adik sendiri tega sih" kata Anggi
"tega gimana" kata Angga santai
"aku kan masih sakit kak"
"kamu tuh ya tidak ngerti apa aku lagi ngejar kakak ipar kamu, gara gara kamu aku lupa kalau tadi ada salah paham antara aku sama dia gara gara Jasmin" bisik Angga pada Anggi
"oh gitu ya sudah, pergi sana kejar kaka ipar" bisik balik Anggi
"kalian ngomongin apa sih kok bisik bisik" tanya Saras
"itu ma kakak janjiin aku tas keluaran terbaru dari GukCi hehe"
"kalian itu ada ada saja, sana Angga balik ke kantor selesaikan kerja kamu" kata Agung
Saras hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua anak nya.
******
Angga tiba di kantor, dan langsung sja menuju ke pentri, seperti nya sudah menjadi kebiasaan nya, datang ke pentri,padahal kan dia Bos, tinggal telfon pasti semua akan datang melayani hedeh...
tak tak tak langkah kaki Angga memasuki pentri..
"Cla.. Clara..." panggilnya namun Clara tak ada di pentri..
"ah iya ini kan jam makan siang apa dia di kantin kantor, gumam Angga
segera Angga pergi ke kantin, dan jelas lah para pegawai kantor pada heran karna ini pertama kalinya Angga menginjakkan kakinnya di kantin kantor, biasa nya kan si Dodi, yang memesan kan makan siang nya"
Angga celingak celinguk mencari keberadaan Clara, namun belum juga menemukan nya, Rina yang merasa bahwa bos nya sedang mencari sesuatu atau seseorang itu mendatangi si bos.
"Presdir mencari sesuatu atau__-__
"Clara di mana" tanya nya memotong pertanyaan Rina
"oh Clara, dia kayak nya ada di sini tadi, tapi kemana perginya sekarang" kata Rina sambil mencari keberadaan Clara
Clara sedang berada di dapur kantin, karna ingin melihat chef memasak di dapur, yaa Clara memang doyan makan, apa lagi jika ada menu baru di dapur kantin pasti dia kepoin, kepoin saja tapi tidak bantu masak Clara kan tidak tau masak..
tak lama kemudian Clara keluar, dengan sepiring nasi Rawon di tangan dan tersenyum saat melihat hasil karya nya, ya cuma menata di piring saja.
pasti enak kan aku bantu siapin hehe "batin Clara
Clara pun duduk di meja paling pojok sendiri karna tak ingin di ganggu.
Angga melihat Clara yang keluar dari dapur kantin sambil membawa sepiring makanan.
apaan itu, kok ngeliatin nya gitu amat sih,apa dia kelaparan, "batin Angga
Angga pergi ke tempat Clara duduk, dan jelas saja pegawai lain menatap iri, kecuali Rina, yaa dia tau bos nya lagi berusaha mendekati Clara, dia tidak ambil pusing,toh bukan urusannya.
"kalian mau makan atau liatin bos terus" kata Rina ke para pegawai itu
semua nya pun mengalihkan pandangan mereka, ya meskipun sesekali melirik sih.
"Clara apa yang kamu lakukan di sini"
"mandi bos" jawab nya santai sambil melahap nasi rawon nya
"aku nanya serius"
"yaa makan lah bos, masih nanya"
Angga sepertinya ngiler lihat Clara makan dengan lahap
"apa itu enak" tanya Angga
"ya enak lah bos mau, biar aku pesan kan mau" tanya Clara
Angga tidak menjawab hanya lansung duduk di depan Clara dan mengambil nasi rawon Clara seenak nya
"astaga bos itu punya ku"
"kamu saja yang pesan lagi sana! untuk kamu" kata Angga sambil memakan nasi rawon milik Clara
huh kirain ni bos bakal lama di rumah sakit aah tidak bisa santai lagi dong" batin Clara
Clara pergi kembali ke dapur kantin dan memesan satu piring nasi rawon lagi
"buk Dewi satu piring lagi nasi rawon nya" pinta Clara
"ayy sudah habis... kamu pesan yang lain saja" kata buk Dewi koki di kantin
"yaa padahal kan aku baru makan sedikit, dasar Angga" gumam Clara...
"em buk apa saja yang masih ada buk" tanya nya
"kayak nya tinggal soto ayam neng"
"ya sudah itu saja"
Clara keluar dengan membawa semangkuk soto ayam dengan wajah bete tentunya.
"bos lain kali pesan makanan sendiri jangan ambil punyaku"
"tidak akan seterusnya nya aku akan makan makanan kamu hehe"
"hah becanda kan"
"tidak.. serius deh"
"haiis terserah anda bos nya" kata Clara dan menundukkan sedikit kepala tanda penghormatan ala pelayan gitu
"gitu dong kan enak di lihat kalau patuh" kata Angga tengil
dasar bos tengil awas saja kalau aku kembali ke posisi ku aku pasti akan membalas mu hehe batin Clara
******
Dodi memilih makan siang di kedai bakso dia berencana memakan 3 mangkok bakso soal nya sarapan nya selalu saja di ganggu bos nya Angga bahkan pagi ini dia tidak sarapan.
Saat memasuki kedai tanpa sengaja Dodi menabrak seseorang yang sedang membawa semangkok bakso.
bruk praang... suara mankok jatuh..
"astaga bakso ku" gadis itu menatap seseorang yang menabrak nya.
*heng.. ternyata si kunyuk ini pantes saja aku sial, untung saja tuh bakso tidak kena tangan ku kan bisa hangus aku" batin nya
astaga nasib sial apa ini kenapa gadis ini lagi" bati Dodi*
"kamu ganti tidak, aku belum makan tapi kamu sudah tumpahin bakso aku" kata gadis itu yang tidak lain adalah Cindi
"iya iya, mulut mercon"
"apa kamu bilang apa"
"tidak ada"
Dodi memesan 2 mangkok bakso dan bakso pun datang
mereka makan di meja yang sama ya terpaksa karna semua meja telah berpenghuni.
hedeh terpaksa semeja dengan si cunguk batin Cindi
Dodi menghabiskan satu mangkok bakso sedangkan Cindi masih setia dengan satu mangkok bakso nya.
cepet amat habis nya batin Cindi
"mbak satu lagi bakso nya"
"iya mas, di tunggu ya" jawab mbak nya
hah satu lagi (gleek) apa memang doyan atau kelaparan ya batin Cindi
Cindi memandang heran pada Dodi
"apa liat liat, kamu juga mau nambah" tanya Dodi
Cindi hanya menggelengkan kepala nya
hah yang benar saja batin nya lagi
"apa kamu sangat doyan sama bakso" Cindi memberanikan diri bertanya
"aku doyan sama semua makanan" kata Dodi santai
"ini bakso nya mas" kata mbak pelayan sambil menyerahkan bakso nya
"iya makasih mbak"
"kayaknya bukan doyan tapi kelaparan" gumam Cindi
"aku bisa dengar, dan aku memang kelaparan"
"lanjutkan saja makan mu, nanti kamu tidak kenyang lagi kalau ngomong terus"
"kamu juga dong kayak nya dari tadi belum habis habis aku malah sudah mau habis dua mangkok"
"yaa gimana mau habis, aku liatin kamu makan, ups hehe, kita makan"
"hemm, mbak satu lagi" teriak Dodi lagi memesan bakso
"uhuk uhuk...__-__
Dodi memberikan air kepada Cindi, Cindi pun langsung menegak habis air itu, dan menatap Dodi dengan kaget..
"ka... kamu serius makan 3 mangkok bakso,"
"emang kenapa, aku balas dendam tau"
"hah balas dendam sama bakso"
"bukan sama perut aku, soal nya tadi pagi aku tidak sempat sarapan"
"emang kenapa bisa tidak sempat"
"biasa bos suka mengambil kesempatan itu"
"hah terserah aku tidak mengerti,"
drrt..drrt...
"heng nenek tumben telfon aku" gumam Cindi.. namun masih di dengar oleh Dodi
(Cindi menerima telfon dari nenek)
"hallo nek kenapa"
___(ini aku Abi)
"hah Abi iya kenapa Bi?
___(kamu lagi makan siang ya)
"iya lagi makan bakso kenapa?
___(beliin aku dong)
"kamu di mana
___(sudah di kost aku kecelakaan)
"apa kecelakaan kenapa tidak kerumah sakit
___(hehe cuman hampir celaka)
"dasar Abi!! tapi janji ya gajian ganti duit aku
___(iya iya)
"oke aku pesanin
tut tut tut panggilan berakhir
"mbak bungkus satu yaa"
apa tadi itu pacar nya ya, apa Abi yang sama ah mungkin namanya saja yang sama "batin Dodi
"pacar kamu"
"hah.. bukan temen satu kost aku"
oh iya dia kan satu kost dengan Clara, dan kalau tidak salah ada 2 penyewa pria batin Dodi lagi
"mas yang bayarin bakso aku kan"
"iya"
"nih mas, bakso nya dan ini mbak satu bungkus bakso nya" kata mbak pelayan
"makasih mbak jawab keduanya
"panggil aku Dodi"
"hah oh iya mas Dodi makasih untuk bakso nya" kata Cindi dan ingin berlalu pergi
"tunggu, aku sudah memperkenalkan diri kenapa kamu tidak"
"mas Dodi tanya nama aku"
"tidak nanya nama nya mbak pelayan, ya'iyalah masa nanya tembok"
"ih sewot banget, hehe aku Cindi, oke by mas Dodi aku permisi!! sekali lagi makasih ya traktiran nya, dan satu lagi 3 mangkok sudah cukup entar sakit perut" kata Cindi dan berlalu pergi.
Dodi tersenyum senyum sendiri, baru kali ini ada yang peduli padanya selain keluarga Angga.
"aakh akhir nya kenyang juga, sekarang nyelesain tugas dari bos" gumam Dodi
Dodi telah membeli kamera digital keluaran terbaru juga ponsel keluaran terbaru..
"hah Abi dapat ponsel lebih canggi dari ku, aku juga mau ganti ponsel ah" gumamnya
dan Dodi menemukan alamat Abi..
heng kenapa aku kayak kenal alamat ini ya batin nya
Karna penasaran Dodi pergi sendiri ke alamat itu, dan ternyata benar, alamat nya adalah kost tempat Clara dan Cindi tinggal
hah jadi ternyata benar Abi yang sama, yang di sebut Cindi, apa kita berjodoh ya,eh apa yang aku pikirkan batin nya
Dodi memasuki pekarangan rumah kost tersebut dan menekan bel..
ting tung...
"iya tunggu sebentar" teriak seorang gadis dari dalam
Cindi membuka pintu, dan sangat terkejut melihat seorang yang ada di pintu
"mas Dodi kok bisa ke sini Clara kan masih di kantor" tanya Cindi heran
apa dia mengikuti ku batin Cindi
"haiis aku juga tidak tau kenapa kita selalu saja bertemu pertama Karana Clara sekarang Abi hah"
"Abi maksudnya"
"Abi ada tidak"
"ada,tunggu aku panggil, ABI...
"apa sih teriak teriak aku kan cuma di meja makan" kata Abi
"itu ada yang nyariin"
"siapa" kata Abi dan beranjak dari kursi makan menuju Cindi
"mas Dodi, ups (ahh aku sok akrab lagi batin nya Cindi)
"hah mas Dodi, siapa??
"issh kamu liat saja sendiri, masuk mas" kata Cindi
Dodi masuk.. dan Cindi pergi ke kamar nya
aaish malunya, aku pikir dia ngikutin aku ternyata ada perlu lain tapi kok bisa kebetulan gitu ya batin Cindi
"eh mas Dodi yaa kok bisa ke sini" kata Abi
"ini aku di perintahkan bos buat memberikan kamu ini, anggap saja untuk mengganti kamera sama ponsel kamu yang di rusak oleh Anggi"
"kok tau..."
"hem bos melihat ponsel sama kamera kamu yang di gantung di ransel kamu, dan meyakini itu adalah korban kecelakaan"
"hah korban kecelakaan, ada ada saja"
"itulah kata nya, dan tidak boleh di bantah"
"baiklah aku menerima nya, sebagai ganti rugi"
"bagus lah, karna kalau tidak aku yang akan mendapat masalah, kalau begitu aku permisi dulu" pamit Dodi namun masih melihat ke arah Cindi pergi meskipun Cindi sudah tidak terlihat lagi.
Abi memperhatikan nya,
"mas, lagi liatin apa sih"
"ah tidak kok"
"massa, mas kenal sama Cindi, kayaknya dia tadi panggil mas Dodi gitu kayak sudah akrab"
"kamu kepo ya, aku pamit dulu masih banyak kerjaan"
"huh dasar aneh" gumam Abi
******
Clara dan Angga selasai memakan makan siang mereka.
Clara kembali lebih dulu ke pantri lantai atas, karna dia mengerti dengan pandangan para pegawai lain nya, namun tetap saja cuek dia hanya ingin menghindari sesuatu yang tidak di inginkan karna dia sangat yakin bahwa dia pasti akan membalas perlakuan kasar seseorang padanya jika terjadi lagi soal nya sudah dua kali dapat gampar dia masih diam saja.
namun Angga masih mengikuti Clara berusaha mengetahui perasaan Clara yang sudah di tampar mama nya tadi pagi, dia bahkan memperhatikan wajah Clara yang sudah tidak berbekas sebenar nya, namun dia masih saja khawatir,
Rina memperhatikan bos nya dan menggelengkan kepalanya..
"dasar bucin.. haiss angga angga..." gumam Rina
Rina memang tidak seperti pegawai lain nya yang menggilai seorang Angga yang tanvan dan mapan itu, ya dia tumbuh bersama Angga Anggi dan juga Dodi, Rina adalah sepupu Angga dari ibu nya
namun Rina sangat profesional hanya Dodi lah yang tau hubungan mereka.
******
"Clara apa kamu baik baik saja"
"aku baik memang nya kenapa"
"aku minta maaf atas perlakuan mama tadi pagi"
"Angga aku hanya akan menerima mu jika masalah pertunangan mu sudah selesai tapi seperti nya sangat sulit, mama mu sudah tidak menyukai ku karna status ku, lalu apa yang akan kamu lakukan"
"Clara dengar, aku tidak tau sebenar nya ada apa dengan mama, mama tidak pernah memandang seseorang dari status nya tapi dia berubah sejak bertemu dengan tante wiwid mamanya Jasmin, bahkan berubah sangat egois dan sifat nya membuat adikku kecewa dan mengalami kecelakaan pagi ini, aku harap kamu memberiku waktu dan kesempatan!! jangan menyerah untuk ku Clara aku mohon"
aku sudah duga ada yang tidak beres dengan gadis itu dan aku seperti pernah bertemu dengan nya sebelum nya tapi di mana ya batin Clara
"Clara, hey Clara, kenapa bengong, apa yang kamu pikirkan"
hayo jangan lupa like komen and vote ya 😘😘😘
aku padamu thor
salam "Dady danzel."