NovelToon NovelToon
Lysaa, Gadis Penakluk

Lysaa, Gadis Penakluk

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Teen / Tamat
Popularitas:28.9k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Lysaa seorang gadis yatim piatu yang berusaha keras mencari tahu siapa yang telah membunuh kedua orang tuanya. Namun siapa sangka, ia tanpa sengaja malah membongkar kasus besar yang selama ini berusaha di tutupi oleh sejumlah pihak.

Berbekal ilmu bela diri yang di ajari oleh Ayahnya serta kepiawaiannya dalam meretas data serta informasi yang di ajari Ibunya membuat Lysaa memantapkan tujuannya untuk menghukum orang-orang yang telah menjadikannya seorang gadis sebatang kara.

Bagaimana cerita selanjutannya?
Yuk baca kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Makan Ramyeon

Bab 21

Makan Ramyeon

"Kita mau kemana?" Tanya Lysaa ketika Hyun menggenggam tangannya, menuntun gadis itu mengikuti langkahnya.

"Bukankah kau ingin makan ramyeon?"

"Tapi ini masih jam pelajaran sekolah?"

"Kau takut kalau kita membolos?"

"Tidak, tapi tas ku bagaimana?"

"Nanti aku akan menghubungi Shin Yeri, memintanya membawakan barang-barangmu."

"Hari ini dia memaksaku main ke Apartemennya. Tidak mungkin dia mau membawakan barang-barangku."

"Setelah dia datang kita akan ke Apartemennya, pasti dia setuju."

"Tapi dia ingin Dojun juga datang."

Hyun menghentikan langkahnya, begitu pula Lysaa. Pemuda itu menatap Lysaa dengan sorotan mata yang dalam.

"Kenapa memangnya? Apa kau dan lelaki itu..."

"Kau jangan gila! Aku tidak ada apa-apa dengan Dojun!" Bantah Lysaa sebelum Hyun menyelesaikan kata-katanya.

Hyun tersenyum lalu tertunduk, kemudian kembali menatap Lysaa yang masih serius memperhatikan dirinya. Bantahan yang baru saja Lysaa ucapkan seperti pasangan yang sedang membela diri di tuduh selingkuh. Dan itu membuat hati Hyun merasa senang.

"Kenapa kau tersenyum?" Tanya Lysaa bingung setelah Hyun mencurigainya dengan Dojun, pemuda itu malah tersenyum.

"Aku sedang ingin tersenyum."

"Jangan tersenyum!"

"Kenapa? Apa kau berdebar-debar melihat senyumku? Apa senyumku ini terlihat menggemaskan?"

Hyun masih saja memasang senyum manisnya setelah Lysaa memintanya untuk tidak tersenyum. Lelaki itu sengaja mengerjai Lysaa, merasa gadis itu begitu manis saat itu.

Lysaa menatap datar Hyun, merasa jengah dengan lelaki yang memang tampan itu tapi tidak menarik hatinya.

"Ada sisa makanan di gigimu!" Ujar Lysaa lalu melangkahkan kakinya.

Senyum Hyun seketika menghilang dan ia pun merapatkan bibirnya. Ia berusaha membersihkan sela-sela giginya di dalam mulut.

Menurut Hyun, giginya bersih dan tidak mungkin ada sisa makanan karena dia belum ada makan apapun selain minum jus jeruk.

Hyun terkekeh, "Hehehe, si*al!" Umpat Hyun dalam gumamnya sambil menatap punggung Lysaa. Ia merasa kalah telah di kerjai oleh gadis itu.

Hyun dan Lysaa akhirnya bisa keluar dari sekolah setelah menyogok keamanan sekolah. Pemuda itu menelpon seseorang, lalu tidak lama datang sebuah mobil sedan hitam menjemput mereka.

"Apa tidak apa-apa kerumah mu jam segini? Bagaimana jika orang tua mu marah melihat kau tidak sekolah?"

"Aku tinggal sendiri, jadi tidak akan ada yang marah. Justru aku bingung dengan dirimu. Apa kau tidak takut ke rumah laki-laki seorang diri, apalagi tidak ada siapa-siapa di rumahku?"

"Jadi kau ingin berniat jahat kepadaku? Coba saja." Kata Lysaa acuh. Dalam hati gadis itu berkata ia memiliki bela diri yang cukup untuk melindungi dirinya, hingga ia tidak takut menghadapi siapa pun lawannya.

Hyun melongo melihat Lysaa yang begitu santai menjawab pertanyaannya.

Tidak ada pembicaraan lagi setelah itu, hingga 15 menit berlalu mereka pun tiba di rumah Hyun. Bukan sebuah rumah, melainkan Apartemen yang terbilang cukup mewah.

"Masuklah."

Lysaa menyembulkan kepalanya dari balik pintu melihat isi Apartemen itu.

Hyun hanya menggelengkan kepala lalu berjalan menuju dapurnya. Dapur minimalis berdominasi warna putih itu tampak tidak pernah di gunakan karena terlihat sangat rapi dan bersih. Tapi Hyun terlihat sangat terampil mencari barang-barang dan mengunakan dapur itu.

"Apa kau sering masak?" Tanya Lysaa yang sudah berada di samping pemuda itu. Jarak Lysaa yang begitu dekat membuat Hyun mulai berdebar kembali.

"Tidak juga. Kau ingin berapa bungkus?"

"Dua, telurnya juga dua. Oh, tambahkan daun bawang kalau ada, juga cumi, atau udang dan daging."

Setelah berkata begitu, Lysaa menjauh dari Hyun untuk mencari informasi yang bisa ia dapatkan di rumah itu. Sedangkan Hyun menggelengkan kepala mengingat selera makan Lysaa yang berbeda dari wanita pada umumnya.

Lysaa mengeluarkan flashdisk dan menyambungnya ke laptop Hyun yang kebetulan ada di dekatnya. Gadis dengan cepat membuka beberapa file yang ada di laptop itu dan menyalin ke flashdisknya.

"Lysaa! Mie mu sudah matang!" Teriak Hyun mengagetkan Lysaa.

Untung saja menyalin data itu tidak membutuhkan waktu yang lama. Lysaa segera mencabut flashdisk dan meng-off-kan kembali laptop itu lalu setengah berlari menghampiri Hyun yang juga berjalan mendatangi dirinya.

Brukk!

"Aww!!"

"Maafkan aku, aku tidak sengaja!"

Mangkuk yang berisi mie di bawa Hyun tumpah mengenai tubuhnya karena Lysaa tanpa sengaja menyenggol mangkuk itu.

"Ayo bersihkan dulu, cepat! Dimana kamar mandi mu?!"

Lysaa terlihat panik, namun Hyun tampak tersenyum santai melihat Lysaa begitu mengkhawatirkan dirinya.

"Aku tidak apa-apa."

"Tunjukan saja dimana kamar mandimu!"

"Disana." Hyun menunjuk sebuah kamar. Dan itu adalah kamarnya.

Lysaa pun memegang lengan Hyun membawa pemuda itu menuju kamar mandi.

"Cepat buka bajumu! Nanti luka mu semakin parah."

"Disini? Lysaa sungguh aku tidak apa-apa."

"Apanya yang tidak apa-apa?! Itu air panas, kulitmu bisa melepuh."

Lysaa masih saja cemas hingga memaksa Hyun membuka baju atasan yang ia kenakan. Pemuda itu mau tidak mau menuruti Lysaa yang sudah berusaha membuka bajunya. Padahal Hyun mati-matian menahan degup jantungnya, serta menahan malu karena Lysaa menyentuh tubuhnya hingga wajah pemuda itu memerah.

Air shower dingin membasahi tubuh Hyun dari bagian dada ke bawah. Luka panas yang di dapat Hyun mengenai bagian perutnya yang sixpack.

"Biar aku yang meneruskan, aku bisa sendiri Lysaa." Pinta Hyun yang sedari tadi menahan gejolak di dadanya. Wajah Hyun tak hentinya bersemu merah akibat Lysaa yang tidak peka.

"Tidak biar aku saja. Ini tanggung jawab ku melukaimu. Kau diam saja."

Hyun pun akhirnya menyerah. Lysaa dengan cekatan membersihkan luka Hyun. Kemudian serasa sudah cukup mendinginkan luka itu. Hyun pun mengganti pakaiannya yang basah setelah Lysaa keluar dari kamarnya dan menunggunya di ruang tamu.

Kini Hyun sudah wangi dengan pakaian lain yang lebih bersih dan tentunya kering. Ia berjalan mendekati Lysaa yang sudah menunggunya dengan kotak P3K di dekatnya.

"Angkat bajumu, biar aku obati."

Hyun tidak menolak apa yang Lysaa perintahkan, karena tentu akan sia-sia jika gadis itu sudah berkeinginan.

Lysaa mengoleskan salap untuk luka bakar, kemudian menempelkan plester anti aseptik di bagian luka yang cukup parah diantarnya.

"Sudah." Ujar Lysaa yang baru terlihat tenang setelah mengobati Hyun.

Hyun tersenyum melihat Lysaa.

"Kenapa?" Tanya Lysaa yang bingung melihat sikap Hyun.

"Bagaimana dengan ramyeon yang tumpah, apa kau tidak lapar?"

"Kau ingin masak lagi? Sebaiknya jangan. Aku akan makin merasa bersalah nanti."

"Baiklah. Kalau begitu kita makan di luar saja saat Shin Yeri datang nanti. Kau mau camilan?"

"Biar aku yang ambil. Ada dimana?"

"Kulkas, ambil saja yang mana pun kau ingin."

Tanpa menolak Lysaa langsung menuju kulkas dan mengambil banyak camilan yang ada di sana, lalu membawanya duduk di dekat Hyun. Gadis itu kemudian menyalakan televisi dan mencari siaran yang menarik baginya.

Hyun terkekeh melihat tingkah Lysaa. Pemuda itu kemudian mengambil remote dari tangan Lysaa dan mengganti chanel kartun yang sudah ia tahu di saluran keberapa.

Lysaa menikmati acara nontonnya sambil menikmati camilan. Sedangkan Hyun menikmati wajah Lysaa dengan aneka rasa di dadanya.

Bersambung...

Note : jangan lupa untuk selalu like dan komen setiap bab ya, karena jejak kalian sangat berharga bagi Author. Terima kasih 🙏😊

1
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
wah mau ikutan juga dong kalau ditraktir makan
Murni Dewita
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ shin yeri
Murni Dewita
haduh lisa lisa
Murni Dewita
👣👣👣👣👣
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
semoga aja niat mereka berhasil kedepan nya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBoyᶻᵃ💘🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡
jelas' Hyun lebih pinter buktinya lebih gercep curi hatinya lysa
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
tenang aja paman hyun gak akan macem² ko
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
katakan yg sejujurnya kepada hyun apa yg telah terjadi disana
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
katakan aja yg sejujurnya hyun
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
nah lho apa yg akan kalian jwb.
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
jangan sampai telat kalau terjadi apa² sama dirimu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBoyᶻᵃ💘🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡
cie lysa udah Nerima Hyun sepenuh hati
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBoyᶻᵃ💘🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡
ohh ibu tirinya hyun tersangka nya
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
kenapa gak cari wanita lain aja jun
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
semoga aja kebenaran ini CPT terbongkar
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
semoga aja lysa&hyun bisa melewati Maslah ini bersama²
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
nah udh mulai terungkap ayo cari bareng²
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBoyᶻᵃ💘🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡
gadis preman' ❤️ lelaki cantik 🤣👍
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
jun kenapa kau lakukan itu dihadapan lysaa sih apa buat lysaa cemburu yaa
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
mksd hyun gak usaah bawa org lain lagi cukup lysa seorang aja yg nemenin🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!