NovelToon NovelToon
Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster

Status: tamat
Genre:Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:64.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Cerita ini berkisah tentang tiga sahabat cowo ganteng yang bersumpah untuk selalu bersama dan saling melindungi yaitu Arka, Kenzi dan Nino. Mereka berandalan yang berjuang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan sehingga terjerumus ke dalam dunia hitam.

Pemimpin mereka Arka jatuh cinta pada Sania, yang merupakan kebalikan dari segalanya. Dia berasal dari keluarga dengan latar belakang yang sangat baik dan memiliki masa depan yang cerah sebagai pianis pemula.

Penyerangan terhadap Arka oleh sekelompok preman mempertemukan mereka ketika Sania menyelamatkan Arka.

Penasaran tentang bagaimana mereka jatuh cinta dan bagaimana Arka, dalam upaya untuk melindungi Sania?

Ikuti ceritanya di karya author yang berjudul
"Pacarku seorang gengster"

Jangan lupa kasih like, vote, favorit, hadiah juga, komentar terbaik nya ya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Beberapa minggu kemudian...

Ayah Sania memutuskan untuk memindahkan Sania ke sekolah di luar negeri karena ingin memberikan kesempatan yang lebih baik bagi pendidikan Sania dan pengalaman internasional yang lebih luas. Selain itu, agar Sania terhindar dari Arka dan pergaulan bebas.

Pada hari terakhir Sania di sekolah, Sania bertemu dengan Kenzi dan memberitahunya bahwa ia akan segera pindah ke luar negeri. Kenzi merasa sedih mendengar berita tersebut, namun ia mengerti bahwa keputusan itu sudah diambil oleh ayah Sania. Mulai dari sini tatapan Kenzi terhadap Sania sudah terlihat berbeda.

"Kenapa secepat ini?," tanya Kenzi.

"Orang tua ku sudah lama merencanakan kepindahanku untuk belajar di luar negri. Seharusnya aku pergi setelah kelulusan, tapi sekarang, mereka berharap aku pergi secepatnya. Mereka diam-diam mencarikan sekolah bahasa, dan aku akan pergi ke sana."

"Jadi, kapan kamu pergi?."

"Aku naik pesawat hari selasa depan."

"Apa? Secepat itu? Kalau begitu, luangkanlah waktumu dan kita rayakan sebelum kepergianmu," saran Kenzi.

"Mustahil, aku tidak di izinkan keluar rumah dan menerima telepon. Tapi hari senin, aku akan ke sekolah untuk mengambil beberapa dokumen."

Sania meminta bantuan Kenzi untuk mengirimkan pesan pada Arka agar mereka bisa bertemu untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi. Dengan berat hati Kenzi pun menyetujuinya.

~

Arka sedang sibuk dengan pekerjaannya di bengkel, sedangkan Nino menemani dan membantu dia. Kenzi duduk di sudut ruangan, terlihat terdiam dengan pikirannya. Arka merasa ada yang berbeda dari Kenzi hari ini lalu menghampirinya dan bertanya, "Kamu baik-baik saja, Kenzi?"

Kenzi mengangguk, "Iya, aku baik-baik saja. Hanya sedikit banyak terpikirkan hal lain."

Arka merasa khawatir dan bertanya lagi, "Ada masalah apa? Apa aku bisa membantumu?"

Kenzi menatap Arka dengan mata kosong, "Tidak, tidak ada yang bisa kamu bantu. Ini masalah pribadiku."

Arka tidak ingin mendorong Kenzi untuk berbicara jika dia tidak nyaman, jadi dia kembali ke pekerjaannya. Nino mencoba menarik perhatian Kenzi dan mengajaknya bicara, tetapi Kenzi masih terlihat terdiam dan tidak tertarik untuk berbicara banyak.

Nino memuji kehandalan Arka dalam bekerja dan optimis bahwa kemampuannya akan membawa pemilik bengkel menjadi kaya. Arka hanya tersenyum dan terus fokus pada pekerjaannya.

Lalu Arka berkata, jika dia tidak boleh sampai mengecewakan om Tedi yang memberinya pekerjaan ini. Dan jangan sampai mempermalukannya karena pekerjaan Arka yang tidak baik.

Mendengar perkataan Arka, Nino berkata,

"Kalau begitu, jadikan motor kesayanganku menjadi lebih bagus lagi. Aku tidak akan tamak kok, hanya ingin ban yang setengah licin, rem cakram 220 mm, karburator yang baru, dan kalau bisa kamu naikkan tenaganya, itu lebih baik."

Nino mengoceh begitu panjang, tapi Arka hanya mendengarnya selintas saja lalu berkata,

"Baiklah, bagaimana kalau mesin tenaga kuda, dan dengan helm terbaru?."

"Bagus." Nino mangut-mangut kegirangan karena itu yang sangat dia mau.

"Kalau begitu, teruslah bermimpi," lanjut Arka sambil tersenyum. Akhirnya Arka dan Nino saling mengejar dan bercanda, layaknya anak muda seusia mereka. Sedangkan Kenzi yang melihat keseruan dua sahabatnya itu hanya menghela nafas dalam-dalam.

"Haruskah aku mengatakannya. Sania, kamu memberiku pesan yang sangat berat," batin Kenzi, yang belum juga memberitau Arka tentang rencana kepergian Sania.

Sania mulai mempersiapkan dirinya untuk berpindah ke luar negeri. Ia mengemas barang-barangnya dan memutuskan untuk menyimpan beberapa kenang-kenangan di kotak kenangan yang akan dibawanya ke luar negeri.

Sementara itu, ia juga mulai menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya dan berpamitan kepada teman-temannya di sekolah. Sania merasa sedih meninggalkan Indonesia, terutama karena ia harus meninggalkan Arka.

Sabtu malam, Arka menunggu di depan rumah Sania dengan beberapa rokok yang sudah habis dia sesap. Berharap, malam itu dia bisa melihat Sania. Tapi hal itu tidak mungkin, karena Sania tidur di temani ibunya sehingga tidak bisa keluar kamar dan terus gelisah.

Di bengkel, saat jam kerja kosong...

Kenzi merasa tidak tega melihat Arka yang selalu murung dan memutuskan untuk memberitahunya tentang kepergian Sania.

Namun, ketika Kenzi memberitahu Arka, Arka langsung merasa emosi karena merasa Kenzi terlambat memberitahunya. Arka kemudian bertanya pada Kenzi kapan Sania akan pergi dan Kenzi menjawab bahwa Sania akan pergi besok. Kemudian Kenzi mengatakan jika hari ini Sania menunggunya untuk bertemu di xx.

Setelah mendengar kabar itu, Arka langsung meminta izin kepada pemilik bengkel untuk izin kerja setengah hari. Sementara Sania sudah berada di tempat yang dia janjikan.

Tapi, saat Arka hendak pergi, ia melihat beberapa pelanggan yang baru datang. Namun Arka terkejut saat mengetahui jika orang-orang itu adalah Coki dan gengnya. Begitupun dengan Coki yang terkejut sekaligus merasa senang karena menemukan Arka di sana.

"Hei hei hei...! Bukankah dia Arka yang kabur saat aku tantang balapan malam yang lalu?," kata Coki sambil bertepuk tangan gembira.

"Ada apa? Kenapa kamu bersikap menyedihkan seperti ini? Kamu anak magang kan? A ha ha...."

Arka mencoba bersikap baik karena tidak ingin Coki sampai membuat kerusuhan di tempat dia bekerja. Tapi Coki malah semakin bersikap kasar kepada Arka dan mengolok-oloknya karena di keluarkan dari sekolah.

" Coki, ini bukan saat yang tepat, aku akan melakukan apapun yang kamu mau lain kali, tapi saat ini aku harus pergi," kata Arka.

"Aku paling tidak suka seseorang menolakku! Kamu sudah bersikap kurang ajar padaku. Aku rasa, aku akan membuat perhitungan denganmu."

Coki mulai masuk ke bengkel tempat Arka bekerja dan mulai membuat kerusuhan. Dia mengacaukan tempat tersebut dan merusak beberapa peralatan yang ada di dalam bengkel.

Arka mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak terpancing emosi. Namun, Coki terus mengganggu dan merusak bengkel dengan cara melempar alat-alat berat ke arah Arka. Dan di saat Coki akan merusak motor milik bosnya, Arka melindungi motor tersebut agar tidak rusak.

Coki merasa semakin senang saat Arka menderita dan susah payah mempertahankan bengkel tersebut. Kemudian Coki berganti dengan memukuli Arka. Merasa dalam bahaya, Arka pun mencoba melawan dan balik memukul mereka.

Mendapat perlawanan dari Arka, Coki mengepung dan mengeroyok Arka hingga babak belur, karena perkelahian itu tidak sepadan, satu lawan 5 orang. Sungguh terlalu si Coki ini. Setelah Arka tidak berdaya mereka pergi begitu saja saja.

Di saat tenaga terakhirnya, Arka mengingat Sania yang sedang menunggunya. Kemudian Arka mencoba bangun dan berdiri dengan tertatih-tatih hendak menemui Sania.

Di samping itu, Sania yang berdiri di tepi jalan terlihat sedang menangis dan bersedih menunggu Arka yang belum datang juga. Tiba-tiba dari sebrang jalan ayah Sania melihatnya dan mengajaknya segera pulang karena semua dokumen yang di perlukan sudah terpenuhi.

Dengan berat hati, Sania pun mengikuti ayahnya pulang ke rumah, karena tidak mungkin dia akan beralasan dan berbohong lagi saat Arka pun tidak kunjung menemuinya.

Sania ragu-ragu untuk masuk ke dalam mobil karena hati kecilnya meyakini jika Arka pasti akan menemuinya. Tapi, sampai saat itupun Sania tidak melihat Arka dan menyerah lalu masuk ke mobil dengan sangat berat hati.

Saat mobil Sania melaju, motor yang di kendarai Arka berpapasan dengan Sania yang melihatnya dari dalam mobil. Tapi Sania tidak bisa berbuat apa-apa karena ada ayahnya di sampingnya. Sania hanya bisa terus menangis melihat Arka dari spion mobilnya yang sedang mencari keberadaan Sania.

"Selamat tinggal Arka, selamat tinggal...."

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Bersambung...

1
Ayano
Cih...
Bisa gak jack dimatiin lebih cepat?
Aku siap bawa pentung
Ayano: Pentungannya ada pakunya pasti mempan
total 2 replies
Ayano
Tidak semua yang bisa membuatmu bahagia. Kalau lu jahat ya jahat aja
Ayano
Apakah mulai ada tanda perselingkuhan?
Ayano
Waduh.. dateng gak pernah bayar
Ayano
Gyaaaa... semangka wak
Ayano
Bagian akhir tuh kayak sebuah awal drama dan kesalahanpahaman lain deh pasti
Ayano
Keinget sifat bebeb yang dulu yak 😅😅
Ayano
Keknya perlu dilestarikan juga sih orang-orang yang bisa Setia kawan. Soalnya udah hampir punah di jaman sekarang
Ayano
Jan macem-macem. Nanti ada aja masalahny. Cuma kali ini aku mesti dukung dan doain sih

Jan ampe sial kalian ya
Ayano
Aku sedikit tegang dan nungguin bagian ini
Ayano
Aku boleh ganti pasangan aja gak wak?
Kenzi sania aja boleh 🤣🤣🤣
Udah capek ama Arka dan tempramen labilnya nih
Ayano
Penasaran kapan kenzi akan kasih tau semua ke arka
Ayano
Sakit banget ngeliat sania habis seperti ini. Dia udah banyak makan pil pahit
Ayano
Jan gitu
Akan ada masa dimana kamu akan berubah jadi dirimu yang dulu

Arka belum tau kenyataan aja. Dia mesti digampar ama masalah baru bisa sadar kalau ada hal yang diabaikan selama ini
Ayano
Kau harus Setia ya nak 🤣🤣🤣
Nanti digantung ama Keyla kalau ketauan playboy lagi
Ayano
Berat cuy
Hubungan kalian juga mencurigakan sudah

Aku agak was was
Ayano
Mampus. Rasain
Jack harus mati kalau menurutku

Jan ampe Kenzi mokad plis
Ayano
AKU MAU JACK MAMPUS
Seriusan dah 😏
Ayano
Biar gak jadi bobrok
Ayano
Kenzi beruntung banget asli. Temennya pada care yak
Sayang kebenaran selama ini cuma kamu yang tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!