NovelToon NovelToon
My Soulmate

My Soulmate

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:83.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Farida Ariani

Ria seorang gadis berdarah Aceh yang berasal dari keluarga sederhana. Saat duduk di SMP ia menemukan cinta pertamanya.

Di masa SMA Ria membentuk sebuah persahabatan antara dua perempuan dan satu laki-laki. Laki-laki tersebut berasal dari keluarga yang kaya raya, diam-diam laki-laki ini mulai jatuh cinta kepadanya. Bahkan, ketika Ria mendapatkan beasiswa kuliah ke Jakarta ia selalu mengikuti kemana Ria pergi.

BUGH...

Ria terjatuh di kamar kosnya.

Apa yang terjadi dengan Ria?
Siapakah yang akan menjadi belahan jiwanya?
Cinta pertama atau sahabatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farida Ariani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 Katakan Cinta

Ujian telah selesai, lomba menghidangkan makanan dan menghias kelas juga sudah ditentukan sang juara.

Alhamdulillah, kelas kami menjadi juara favorit.

Sudah hampir seminggu Dayat juga belum ke sekolah, lumayan parah sakitnya. Dia terkena cacar info dari Abangnya.

Aku, Liani dan Arif juga teman-teman yang lain ingin membesuknya. Kata Abangnya tidak usah, karena takut tertular.

Aku mulai khawatir. Khawatir tidak bertemu dengannya lagi.

Hari itu hari Kamis, Ku beranikan diri untuk mengutarakan isi hati ini kepada Dayat lewat Arif. Sebelum semuanya menjadi terlambat, iya benar-benar akan terlambat.

Cinta..

Apakah salah untuk mengutarakan Cinta?

Sayang..

Aku takut kehilangan kasih sayang darimu

Rindu..

Maafkan jika rindu ini mulai menyiksaku

Izinkan Aku jatuh cinta wahai Maha Cinta

"Arif, boleh bicara sebentar?"

"Boleh, mau bicara dimana?"

"Belakang kelas aja Rif..".

Tidak banyak siswa yang datang hari itu, bisa dihitung dengan jari. Hari Senin nanti mungkin baru datang semua siswa karena akan ada pengumuman kelulusan.

Arif duduk sambil melihat ke arah taman yang ada di depannya, tanpa memandangiku.

"Arif, gimana sudah keadaan Dayat? Kalau boleh jujur Aku sangat khawatir kepadanya. Rif.. Aku mulai menyukainya". Ungkapku.

Arif memalingkan wajahnya dan melihat ke arahku. Dia diam sejenak, dan mulai bersuara.

"Kok baru sekarang sih Ria? Disaat kita akan berpisah".

"Karena Kita mau berpisahlah, Aku mulai takut kehilangannya".

"Nanti sore Aku akan menjenguk Dayat, nanti akan Aku sampaikan. Kamu jangan khawatir lagi ya". Arif mencoba membuatku untuk tetap bersemangat.

Ku anggukkan kepalaku tanda setuju. Lalu Aku berdiri dan berbalik berjalan ke arah kelas.

Apapun jawabannya, yang penting tidak ada beban lagi di hati ini. Aku hanya ingin tahu. Apakah Dayat masih mau menerimaku.

"Yat, Ria tadi pagi titip salam ke Kamu. Dia sangat mengkhawatirkan keadaanmu. Sudah beberapa kali Dia ingin menjengukmu Dayat". Beritahu Arif.

"Dia sayang sama Kamu Dayat". Tambah Arif lagi.

Dayat menundukkan wajahnya dan melihat ke arah lantai. Cukup lama Dia terdiam.

"Yat....." Arif menggoyangkan bahu Dayat sebelah kiri.

Dayat melihat ke arah Arif.

"Sudah terlambat Rif, Aku memang masih menyayanginya. Tapi Kita akan pindah sekolah, bisa jadi Kita tidak akan berjumpa lagi. Aku tidak mau menyentuh hatinya lagi. Biarlah Aku menyayanginya hanya sebatas sahabat". Jelas Dayat serius.

"Kamu gak kasian sama Ria Yat? Bukankah dulu Kamu sangat mencintainya?".

"Iya, itu dulu". Elaknya singkat.

"Jadi kapan Kamu kesekolah?". Coba Arif mengalihkan pembicaraan.

Merekapun melanjutkan pembicaraan diluar tentang Ria.

Keesokkan harinya. Arif menyampaikan semua yang dibicarakan sama Dayat kemarin sore.

Aku terdiam, tak sepatah katapun keluar dari bibirku saat itu. Aku tahu, Aku sangat terlambat. Kenapa dulu Aku menyia-nyiakan kasih sayang yang begitu besar kepadaku.

Dulu, begitu besar rasa cintanya kepadaku. Dulu, sungguh Dia sangat perhatian kepadaku.

Dulu, diam-diam Dia merindukan Aku.

Arrrgghhhh..... Andai kata "Dulu" bisa Ku hapus.

Sesampainya di rumah, Ku kunci pintu kamarku. Ku tenggelamkan tubuhku di atas kasur. Aku mulai menangis.

Hanya ada Aku dirumah.

Pengumuman Kelulusanpun telah dinanti-nanti.

Tampak Dayat dan Rizki pagi ini. Dia agak kurusan dan kurang bersemangat. Ada sedikit bekas cacar di wajahnya. Namun, walaupun begitu, masih terpancar aura kepemimpinan dan ketampanannya.

"Dayat... Aku kangen..". Lirihku di dalam hati, Ku tahan embun dimataku agar tidak jatuh dari kelopak kedua mataku.

Dia mengenakan baju kemeja biru dongker dengan celana kain berwarna coklat susu.

Pengumuman telah di tempelkan di papan mading, dan sebagian lagi di tempel di dinding kantor Dewan Guru.

Semua siswa berlarian berebutan agar bisa melihat dengan dekat nama masing-masing.

Alhamdulilah hampir semua siswa lulus. hanya 3 orang tidak lulus. Siswa tersebut dari kelas 3 lainnya. Khusus kelas 3 inti 1 Lulus semua. Alhamdulillah.

Tidak henti-hentinya Ku ucapkan Alhamdulillah, tanda syukur kepada Allah.

Setelah puas melihat papan pengumuman, Aku kembali ke kelas. Berharap bisa bertemu dengan Dia, bisa memandang wajahnya saja Aku sudah sangat bahagia.

Akan tetapi nihil, Aku tidak menemukan sosok Dayat disana. Dia telah pergi, meninggalkan Aku disini sendiri.

Kini, hanya ada Aku dan kenangan. Kenangan manis bersama dirimu. Akan ku simpan kenangan Kita jauh dari dalam lubuk hati ini.

Tidak tahu, entah sampai kapan Ku bisa menyimpan rasa ini. Rasa ini begitu besar buat Kamu Dayat. Menyebutkan namamu saja, membuat Aku terdiam kaku.

Bukankah Cinta Sejati tak akan pernah mati?

Sampai jumpa Dayat, semoga akan tercapai semua cita-citamu.

Terimakasih

Terimakasih telah hadir dalam hidup Ku.

Akan Ku simpan namamu bersama kenangan Kita.

Selamanya..

Kelak, Ketika Kita bertemu

Senyumlah kepada Ku.

Aku pun akan begitu.

With Love.

Ria

Ku tulis semua isi hatiku di buku Diary itu.

Akhir sekolah putih biru

Dihari terakhir sekolah, siswa-siswi sibuk mempersiapkan ijazah dan rapor sebagai syarat pendaftaran siswa baru di sekolah menengah utama pilihan masing-masing.

Aku bersama Liani dan juga Mita pergi bersama-sama mengambil formulir di Smunsa dan juga Smuntig.

Sayangnya, nilai ku tidak cukup. Akhirnya Aku sendiri mendaftar di Smuntig.

Saat sudah mendaftar. Ibu meminta Aku agar masuk sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Banda Aceh saja. Ibu ingin anaknya lebih mendalami pelajaran Agama.

Karena permintaan Ibu, hari itu juga Aku ambil formulir di MAN 1. Syukur Aku tidak terlambat mengambil formulirnya. Karena hari itu adalah hari terkahir pengambilan formulir.

Pendaftaran di Smuntig telah Aku lupakan. Aku fokus ikut tes di MAN 1. Dan Alhamdulillah Aku lulus. Ada Rina, Farisya dan Putra juga di sekolahku sekarang.

Selain Liani, Rizki dan Arif juga sekolah di Smunsa. Sedangkan Dayat sekolah di Smuntig.

"Mungkin, kalau saja Aku tetap sekolah di Smuntig, Kita akan bertemu ya Yat..". Ucapku dalam hati.

Aku sekelas sama Rina di kelas 1.2. Di kelas itu hanya terdapat siswi sejumlah 30 siswa.

Masih ingat Enta sahabat?

Iya... Enta satu sekolah denganku. Dia di kelas 1.1. Siswa semua.

Di kelas 1, Enta memiliki pacar. Kebetulan, Sinta pacar Enta sekelas denganku.

Saat jam istirahat, Aku ke kantin bersama Sinta. Kami bukanlah teman akrab. Cuma saat itu kebetulan saja pergi bersama Sinta ke kantin.

Lagi duduk makan jajanan Kami. Enta menghampiri Sinta yang duduk tepat disebelah Aku duduk.

Sinta gadis cantik berkulit putih matanya sedikit sipit. Seperti keturunan Cina.

Mereka bicara berdua, Aku hanya diam saja. Lalu Sinta berkata.

"Ria kenal sama Dayat?"

"Dia temanku ketika di SMP dulu, kenapa nta?"

"Pacar Ria waktu di SMP ya?". Sinta membuka pertanyaan.

"Tidak, Kami hanya teman dekat".

"Masak sih, ya kan Bang Enta?".

Enta hanya tersenyum.

Aku mencoba mengingat-ingat kembali kejadian lampau. Dan seingatku, Aku belum sempat jadian dengan Dayat.

"Kok kenal Sinta dengan Dayat?" Aku penasaran.

"Dia temanku masa SD dulu".

💞💞💞

Maaf ya Sahabat, baru sempat update.

Akhir-akhir ini ada kegiatan yang tidak bisa Saya tinggalkan.

Mohon dilike, komentar, favorit dan kasi 5 bintangnya.

Jangan lupa vote point juga.

Makasih banyak, makasih juga sudah mau menanti update novel ini

💓💓💓

1
SONIYA SIANIPAR
ayokk thor lanjut lagi
falea sezi
ne SD apa SMP sih hadeh
Farida Ariani Syuhada
keren banget ceritanya ❣️
Habibi Nisa
wah keren kak
Farida Ariani Syuhada: terima kasih 🙏
total 1 replies
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat, mari saling dukung 🙂
W⃠🦃𝖆𝖑𝖒𝖊𝖎𝖗𝖆 Rh's😎
Like
W⃠🦃𝖆𝖑𝖒𝖊𝖎𝖗𝖆 Rh's😎
Hai kakak, aku mampir
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat🙂
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat,... happy new year🙂
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
👍 tertinggal, semangat 🙂
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat🙂
Ida
terimakasih ceritanya asik
Farida Ariani Syuhada: terimakasih kembali Kakak 🥰🤗❤️🌹🌟
total 1 replies
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
like dan jejak lagi kak
Mei
Akhirnya tamat
Susi Ana
up
Windye Indie Prakoso
Keren💖semangat thor 😍💪
Susi Ana
gk bikin baru?
asnavirr
kakak up karya bru dong..
😁

suka banget sama karya kaka

salam dari *make sure you love me*
🦄Nuii🦄
Yahh end..
karya baru kak..

Tentang Kenangan💙 disini
NonaHana
Jejak like 👍sampai sini dulu ya..

Salam dari ❤️Sepenggal Kisah di Negeri Jiran❤️

di tunggu feedbacnya.. 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!