NovelToon NovelToon
Menjadi Penguasa Dengan Sistem Misterius

Menjadi Penguasa Dengan Sistem Misterius

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Crazy Rich/Konglomerat / Sistem / Tamat
Popularitas:575.7k
Nilai: 4.4
Nama Author: Ikki Kurunia

[Jangan dibaca, novel berisi adegan++. Harap bijak dalam membaca. MC bisa bikin darah tinggi!]

[3-25 : Plot MC hidup sendiri bersama sistem, mungkin agak membosankan dan bertele-tele]

[26 keatas: Plot berubah. MC menjadi konglomerat, banyak pelayan, pengawal setia, banyak musuh, pengkhianatan, penyesalan. serta kemunculan tokoh-tokoh lainnya]

Pemuda yang baik hati, tiba-tiba dituduh lalu di usir dari rumah keluarga angkatnya, sampai berniat bunuh diri.

Ia akhirnya mendapatkan sebuah sistem, setelah menolong nenek-nenek misterius, yang dimana sistem itu akan membantunya menjadi seorang penguasa tertinggi.

Kepribadiannya yang naif dan bertele-tele, perlahan berubah, menjadi kejam tanpa ampun dalam melenyapkan musuhnya. Simak terus kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikki Kurunia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Mau Tidak Mau

"Bagaimana Tuan Vanze? Apakah semua sudah jelas?" tanya Kimmy setelah selesai membawa Zevan mengunjungi setiap fasilitas-fasilitas mewah, yang ada dalam apartemenya.

"Baik. Aku sudah mengerti," jawab Zevan dengan penuh keyakinan.

(Drrrtt...)

Kimmy mendapati ponselnya berdering, dan segera meraih ponsel tersebut dari dalam saku jasnya. "Halo, selamat sore ...." Ia lalu menyingkir dari hadapan Zevan.

"Betul Tuan Tommy, pembeli sudah ditempat. Apakah Tuan sendiri yang akan datang kesini?" tanya Kimmy dari dalam panggilan ponselnya.

"Ya. Aku sangat penasaran, seperti apa orang yang akan membeli apartemenku itu," jawab Tommy Dirgantara, yang notabene merupakan pemilik sah secara hukum, apartemen yang akan dibeli Zevan.

"Baik Tuan Tommy. Aku tunggu kehadiran anda." Kimmy lalu memasukkan ponselnya kedalam saku jas, setelah mendapati Tommy mengakhiri panggilan ponsel.

[Tuan! Pemilik apartemen ini adalah Tommy Dirgantara]

Zevan yang tengah terduduk diruang pengelola apartemen, seraya meneguk segelas minuman pun sontak menyemburkan airnya. "T-T-Tommyyyy?" Ia benar-benar tertegun dengan pengakuan sistemnya.

"Anda baik-baik saja Tuan?" tanya salah seorang gadis pelayan apartemen, yang tengah berdiri dibelakang Zevan, dan segera membersihkan meja rapat pengelola, dari cipratan air minuman anak tersebut.

[Betul Tuan! Keadaan keuangan Dirgantara grup sedang tidak stabil. Itulah alasan mengapa Tommy sampai rela menjual apartemen mewah ini]

"Oh begitukah," Zevan berusaha untuk tetap tenang, dan kembali meneguk segelas minumannya. "Jadi, berapa harga yang diinginkan Tommy?" tanya Zevan dalam hatinya.

[100 miliar Tuan!]

(Byuurr!)

Zevan kembali menyemburkan air yang tengah diminumnya, karena terkejut saat mendengar harga penjualan apartemen, hingga membuat sang gadis pelayan pun tak sengaja terkena semburan itu.

"Tuan?! Apakah minumannya tidak enak?!" tanya sang gadis pelayan dengan raut wajah heran.

"S-s-seratus m-m-milaaarrr?!!" Tangan kanan yang tengah menggengam segelas minuman itu pun sontak bergetar dengan hebat, seiring dengan rasa ketidakpercayaannya atas harga apartemen yang dibanderol Tommy.

"Tuan Vanze?!" Sang gadis pelayan seketika menggeleng-gelengkan kepalanya, saat melihat sikap aneh yang ditunjukkan Zevan.

[Tuan tenang saja! Seratus miliar yang Tuan keluarkan, akan menjadi langkah pertama Tuan, sebelum menjadi penguasa di kota ini!]

"Hadehhh ...." keluh Zevan dalam hatinya, seraya menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghempaskannya secara perlahan. "Maaf nona, aku tak sengaja," ungkapnya pada gadis pelayan, yang kembali membersihkan meja rapat pengelola apartemen.

Kimmy lalu memasuki pintu ruang pengelola. "Maaf telah membuatmu menunggu, Tuan Vanze," ucapnya sambil menduduki kursi disebelah Zevan.

"Ya. Tidak apa-apa." Zevan berusaha untuk tetap tenang dihadapan Kimmy, meski telah bertindak aneh dihadapan sang gadis pelayan.

"Saya izin keluar," ucap sang gadis pelayan sambil membungkukkan badannya, lalu berjalan menuju pintu ruangan.

Zevan pun sontak berdiri dan turut membungkukkan badannya. "Sekali lagi, aku benar-benar minta maaf atas perbuatanku tadi!" ungkapnya dengan penuh rasa bersalah, atas apa yang telah dilakukannya pada gadis pelayan itu, yang membuat Kimmy menjadi terheran-heran.

"Memangnya, apa yang sudah terjadi diantara kalian?" tanya Kimmy dengan penuh rasa penasaran, setelah mendapati gadis pelayan keluar dari ruangan, dan mulai berpikir negatif tentang mereka.

"Tidak ada. Hanya kejadian kecil saja," jawab Zevan dengan polos, yang semakin membuat Kimmy menaruh curiga terhadapnya.

"Oh, begitukah." Kimmy sontak bersedekap tangan dan memalingkan wajahnya kearah kain "Jadi, gadis pelayan tadi adalah seleramu rupanya," sindirnya dengan penuh rasa sebal.

Namun, Zevan seketika menatap penuh takjub pada wajah Kimmy. "Kalau lagi cemberut, kamu terlihat semakin cantik," sanjung Zevan, sambil menopang dagunya pada sebelah kepalan tangan, dengan sikut yang bertumpu diatas meja.

Pujian itu pun membuat kedua pipi Kimmy sontak memerah. "Ahhh! Jangan terus menerus merayuku! Itu tetap takkan membuatku menurunkan harga apartemennya, sepersenpun!" tegas Kimmy, seiring dengan detak jantung yang berdegup sangat kencang.

"Siaaal! Ternyata dia sudah tau apa alasanku menyanjungnya! Musnah sudah harapanku," gumam Zevan dalam hatinya. "Tidak. Aku berkata sesuai fakta," ucap Zevan, seraya berharap pujiannya itu, akan membuat Kimmy tidak cemberut lagi.

"Laki-laki memang seperti itu awalnya! Pada akhirnya, mereka akan bosan dan pergi begitu saja!" keluh Kimmy, sambil tetap mempertahankan pandangannya ke arah lain. Ia benar-benar merasa kesal, dengan sejurus rayuan yang ditunjukkan oleh Zevan padanya.

"Oh kalau begitu, aku minta maaf. Aku tidak akan pernah memujimu lagi," Zevan pun turut memalingkan wajahnya ke arah lain.

{Hadeh, dua-duanya baperan! Kalau seperti ini, Tuan akan semakin kehilangan citra baiknya!}

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tommy akhirnya datang dan beranjak turun dari mobil mewahnya, bersama dengan beberapa pengawal yang telah terlebih dahulu keluar dari mobil, lalu berjalan membelakangi CEO Dirgantara grup tersebut.

Mereka lalu bergegas menuju gedung pengelola, yang terletak dibelakang gedung utama apartemen. "Seratus miliar pun bahkan belum cukup untuk mengakuisisi beberapa saham, di perusahaan-perusahaan Leonardo. Tapi, setidaknya itu cukup membantuku untuk bersaing dengan Leonardo grup," batin Tommy, dan mulai melangkahkan kakinya menuju pintu ruang rapat pengelola apartemen.

"Selamat datang, Tuan Tommy," sambut Kimmy, yang telah berdiri didepan pintu. Ia lalu cipika-cipiki dengan Tuan muda CEO tampan tersebut, yang membuat Zevan sempat mendecih saat menyaksikannya.

"Cih! Setelah merebut Rara dariku, dia juga mampu merebut perhatian Kimmy! Memang sungguh luar biasa rivalku yang satu ini!" pikir Zevan sambil menatap tajam kearah Tommy

"Bagaimana kabarmu, Kimmy?" tanya Tommy, sambil menggenggam erat kedua tangan Kimmy.

"Aku baik-baik saja, Tuan Tommy," jawab Kimmy seraya tersenyum.

Tommy pun turut tersenyum. "Jangan terlalu sungkan-sungkan dan merendah diri, dihadapan abangmu ini," ucap Tommy lalu mengelus-elus rambut gadis itu.

"Oh, ternyata Kimmy adalah adik Tommy," Zevan seketika mengerjapkan matanya berulang-ulang, dan sontak terkejut saat menyadari perkataan Tommy. "Haaaaa!! Adiiknyaaa?!" ucapnya dengan nada tinggi, hingga membuat seluruh orang tertuju padanya.

"Tuan Vanze, ada apa?!" tanya Kimmy, yang merasa heran dengan sikap Zevan.

"Kimmy, apakah dia orang yang akan membeli apartemenku?" sambung Tommy, yang turut menatap penuh heran pada Zevan.

"Bang Tommy, mari kita duduk dulu, dan berbincang-bincang dengan klienmu ini," Kimmy lalu mempersilahkan Tommy masuk kedalam ruangan, dan mempersiapkan sebuah kursi yang terletak diseberang Zevan, untuk diduduki oleh kakak kandungnya itu.

Tommy seketika berjalan menghampiri Zevan, dan segera menjulurkan tangannya. "Selamat datang di apartemenku, Tuan Vanze." Ia lalu menjabat tangan Zevan, sambil menunjukkan sebuah senyuman yang sangat santun.

"Bagaimana kabar anda, apakah sehat selalu?" tanya Tommy, dan terlebih dahulu mempersilahkan Zevan duduk di kursi.

"Ya. Aku lebih sehat dan lebih berakal dari sebelumnya," jawab Zevan yang tengah terduduk, dan turut membalas jabatan tangan Tommy.

"Syukurlah." Tommy kemudian berjalan menuju kursinya, lalu memulai sebuah perbincangan yang hangat dengan Zevan, sebelum melakukan proses serah terima apartemen diantara mereka.

Beberapa saat kemudian, Zevan dengan polosnya menunjukkan saldo rekening, yang tertera dalam aplikasi perbankannya pada Tommy, hingga membuat bos tampan itu sempat tertawa.

"Hahaha ... anda sungguh unik Tuan Vanze," ucap Tommy, dengan kedua tangan yang saling menggenggam erat diatas meja rapat.

"Ada apa? Apa ada yang lucu?" tanya Zevan yang seketika merasa heran, dengan sikap bos tampan tersebut.

"Maaf. Aku terlalu terbawa suasana." Tommy lalu menghela nafasnya dengan perlahan. "Tuan Vanze, transaksi diatas satu miliar, tidak dapat dilakukan dengan transfer antar bank. Tapi tenang saja, aku tetap mempercayai aset kekayaan anda," jawab Tommy dengan penuh kewibawaan.

Zevan sontak menajamkan pandangannya ke arah Tommy. "Jadi, apa aku dianggap tidak layak memenuhi persyaratannya?" tanya Zevan, yang telah memasukkan kembali ponselnya kedalam saku kemeja, dan mulai menggenggam erat kedua tangannya diatas meja rapat, seakan mengikuti apa yang tengah dilakukan Tommy.

"Tidak tidak! Aku tidak bermaksud seperti itu," sanggah Tommy sambil melambai-lambaikan kedua telapak tangannya. Ia berusaha untuk tetap bersikap hormat kepada Zevan, agar anak itu tak berubah pikiran.

Kimmy yang tengah terduduk, serta menjadi penengah diantara mereka berdua pun sontak berdiri dari kursinya. "Tuan Vanze, yang dimaksud Tuan Tommy adalah, anda diharuskan untuk mendeposit jumlah pembayarannya, kedalam bentuk cek," jelas Kimmy.

Mendengar penjelasan Kimmy, membuat Zevan akhirnya menangkap maksud perkataan Tommy. "Baiklah. Kapan paling lambat aku menyerahkan cek-nya?" tanya Zevan, yang berusaha bersikap sederajat dengan mereka.

Kimmy sempat menoleh kearah Tommy, dan mendapati kakak kandungnya itu, sontak tersenyum sambil menganggukkan kepala. "Kami sangat mempercayai dan menghormati seluruh klien-klien kami. Maka dari itu, lebih cepat, lebih baik, Tuan Zevan," ucapnya lalu kembali menduduki kursi.

"Baiklah. Aku mengerti, dan sepakat," kata Zevan dengan penuh percaya diri, meski terus menerus menggoyang-goyangkan kedua lututnya.

Kata terakhir yang diucapkan Zevan, membuat Kimmy sontak menoleh kearah Tommy. "Tuan Tommy?" tanya Kimmy, demi mensukseskan penjualan apartemen milik sang kakak.

"Ya. Aku sepakat," jawab CEO tampan tersebut, yang semakin menunjukkan senyumannya pada Zevan, karena merasa tertarik dengan kewibawaan anak itu.

[Tuan! Semaangaaat! Sebentar lagi apartemen ini akan menjadi milikmu]

Meski sistem menyemangatinya, Zevan benar-benar belum bisa merelakan uang seratus miliarnya, hanya untuk membeli sebuah apartemen. "Ini namanya pemborosan tingkat dewa, sistem!" keluhnya dalam hati.

Kimmy lalu mempersiapkan berkas-berkas serah terima apartemen, dan segera menyodorkan berkas-berkas tersebut pada Zevan. "Tuan Vanze, setelah mencapai kesepakatan diantara dua pihak, maka tanda tangan diatas materai adalah pemanisnya. Silahkan tanda tangan disini," ucapnya sambil menunjuk pada sebuah kolom kosong, yang terletak dibawah berkas tersebut.

Zevan sempat mendengus, namun tetap meraih sebuah pulpen dari sisi mejanya. "Tidak tidak tidak tidak! Dengan seratus miliar, aku bisa hidup tenang sampai akhir hayatku!" batinnya, sambil menatap tajam pada berkas serah terima. Tangan kanannya pun mulai bergetar-getar, seakan enggan untuk menandatangani berkas itu.

[Tuaaan! Ayo, Cepaaaat!]

"Sistem! Jangan pengaruhi aku, ini benar-benar sudah kelewat boros!" Zevan sempat berusaha untuk menarik tangannya, dan semakin memperkuat rasa enggannya untuk menandatangani berkas serah terima.

[Sistem! Pengendali pikiran, diaktifkan!]

Namun, tangan itu kembali mendekati berkasnya. "Sistem! Apa yang telah kau lakukan?!" tanya Zevan dalam hatinya, saat mendapati tangannya berada dalam kendali sistem.

[Aku akan membuat Tuan segera menandatanganinya!]

"Jangaaan!" Zevan akhirnya bergelut dengan sistemnya, dan berusaha untuk menarik kembali tangannya.

"Tuan Vanze, apakah anda berubah pikiran?" tanya Kimmy, yang seketika merasa heran dengan tingkah laku Zevan.

"Tidak tidak! Aku hanya sedang bertarung dengan pikiranku!" jawab Zevan, dengan raut wajah yang menyeringai tajam, serta urat-urat yang menebal diwajahnya.

[Aaaayooo Tuaaaaan!]

"Tidaaak maauuu!!!"

Pada akhirnya, Zevan mau tidak mau mendaratkan ujung pulpennya, lalu menandatangani berkas serah terima kepemilikan apartemen. Kini, namanya telah resmi secara hukum, menjadi pemilik tunggal satu-satunya apartemen mewah, serta paling termahal di kota itu.

...****TBC****...

1
oppoA18 Siapat
apa author mau buat adegan lucu?
tapi aku merasa koq nggak lucu sama sekali setiap MC bertengkar dg sistem nya sendiri?
oppoA18 Siapat
MC gegabah dan boros, sebaiknya buat amal saja menyumbang ke panti asuhan misalnya
Tahir Note
MC setan, sd punya sistem masih aja bego.
Tahir Note
host yg tolol bego..
Dewa Koplak
mc nya TOLOL
Xtramz
naif parahhh jinkkk
Xtramz
naif banget sattt
Ali
😄😄😄😄😄
Ali
broo bukan host nya yg diancuk tapi si othor yg bikin alur cerita ini yg gelo
Sang M
Tahi....... cerita sampah
Sang M
Gak suka Host ini. terlalu otak bocil gak dewasa sama sekali payah. fuckkk.
Sang M
Perbaiki karakter Host, Thor. .!!!!!!!!! system nya bagus tapi Host nya tahi sampah. dancokkkkk
Sang M
Host payah dancokkkk lu...
EmDeen
authornya keliatan banget urat miskinnya .
sampe bikin tokoh utama yang ga jelas.

maaf.. saya stop baca. aliran cerita terhambat dan terantuk2 sepanjang jalan karena pemaksaan karakter tsb
Lapega Dari Tbs
mc-nya naif bin goblok....
Pendekar Rajawali
Bingung dgn novel ini jalan ceritanya, seperti nya Novel ga jelas
Hary
CERITA PALING JELEK....!!!
Hary
PENULIS KACANG...BUKU TERJEMAHAN....
NGAKU2 TULISAN SENDIRI
Hary
SULAP... PERBAIKI MANSION DG CARA SULAP...
Hary
SOK PAHLAWAN...
SEHARUSNYA DATANG BERSAMA POLISI,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!